TMCBLOG.com – Aramco VR46 MotoGP 2022 sudah santer dikabarkan akan bergabung dengan Ducati dimana  Lineup pembalapnya akan merupakan kombinasi antara Luca Marini dan Marco Bezzecchi. Nah Itu artinya Ada satu Seat terbuka di team Sky Racing VR46 Moto2 di samping Celestino Vietti Untuk Musim 2022 yang akan datang . .

Dan ini lah yang menjadi Latar belakang bahan pembicaraan Hot Silly season kelas intermediate dua pekan terakhir. Yes Sky Racing VR46 Moto2 memiliki masalah pelik Karena tahun 2021 ini mereka sejatinya Tidak memiliki feeder jelas team Moto3 tahun ini Yang bisa menyuplai pembalap penjenjangan Selanjutnya Ke Tim Moto2 . . Sehingga Logis memang Jika Tim ini sedang bergerilya mencari talenta baru.

Pedro Acosta, Red Bull Rookies cup race 2, European MotoGP race, 08 November 2020 // Gold & Goose/Red Bull Content Pool // SI202011080177 // Usage for editorial use only //

Performa luar biasa dari salah satu talenta KTM Moto3 berusia 17 tahun Pedro Acosta membangkitkan hasrat di antara para pesaing. Sebagai rookie dia adalah pemimpin sementara Klasemen setelah tiga kemenangan, sekali tempat kedua dan tiga hasil 8 dalam tujuh balapan dan sejauh ini tanpa angka nol. Dan sepertinya Sky Racing VR46 Moto2 termasuk salah satunya yang ingin mengontrak pembalap Spanyol itu sebagai non-Italia pertama untuk bertandem bersama Vietti di 2022.

Khawatir Acosta ‘dibajak’ pabrikan lain, CEO KTM Hubungi Dorna

Namun Seperti Dijelaskan dalam artikel kemarin bahwa Internal KTM Tidak mau kecolongan, Pedro Acosta – yang sudah mengendarai KTM untuk kemenangan di Red Bull Rookies Cup dan Moto3 JWCh, memiliki kontrak KTM yang Kuat. Lagi pula sebagai atlet Red Bull, dia dilarang secara kontrak untuk beralih langsung ke pesaing Monster yang sekarang menjadi sponsor dari Sky Racing VR46 Moto2.

Tapi tim Sky Racing VR46 Moto2 dikabarkan sangat serius soal ini. Menurut laporan yang belum dapat dikonfirmasi ( rumor), pasukan VR46 dikabarkan siap menggelontorkan transfer dana dalam jumlah sangat besar untuk leval Pembalap yang saat ini masih membalap Di Kelas Moto3 pada debut Rokkienya . . Rumornya sebesar 500.000 euro siap dibayar untuk bakat super, yang telah lama dibanding bandingkan dengan Marc Márquez ini.

Ini lah rupanya yang membuat CEO KTM Stefan Pierer Langsung Reaktif dan bahkan Mencoba memberikan proteksi lanjutan Via Lobi Lobi ke Dorna. KTM tahu, walaupun sudah diproteksi dengan kontrak, memang secara umum siapapun tetap bisa ‘membeli’ Acosta bila sanggup membayar berbagai klausul pembatalan Kontrak sepihak (penaltinya) . . seperti kasus Jorge Martin Dengan Ducati.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

28 COMMENTS

  1. pada akhirnya tawaran gaji yg tinggi dan kontrak yg fantastis akan memegang peranan penting dalam bursa rider..

    Guest
  2. lagi-lagi uang, popularitas dan mungkin sejarah (perseorangan atau kelompok) bisa membelokkan tujuan asal
    kalau di sepak bola, seperti real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen atau Manchester city

    agak miris sih kl ada tim yang tikung menikung anak didik tim lain (yang salah satunya) dengan uang, apalagi ini bocah sudah jelas path nya akan kemana bila bersama katemi bila setia, memang kesempatan bagus jarang datang dua kali

    pikir sang penelikung sih : dah w kontrak u, masalah pinalti cincai lah ama oe

    memang sih tidak ada peraturan tikung menikung anak didik, cuma kurang etis aja menurut saya

    pokok pendapat saya:
    hasil negatif:
    bayangkan, bila anak didik katemi kedepannya sering di tikung, dan dia menghentikan kelas rbrc dengan alasan tersebut, apa nanti tidak rugi Drona kehilangan berlian berlian muda yang siap di asah?

    hasil positif:
    gara-gara rbrc bubar kelas junior jadi lebih ramai
    lalu sisanya akan ke atc (ngodah), Vi aR akademi (yangmahaL), dll atau malah bisa memunculkan kelas didikan khusus dari masing-masing pabrikan yg di kelas tertinggi

    intinya saya sih kurang setuju kalau anak didik di telikung walaupun pasti ada dampak positif dan negatifnya

    Guest
    • di dunia profesional apalagi di luar negeri sana ga ada istilah nya ga etis atau membawa-bawa perasaan pribadi, selama ga melanggar norma dan hukum di sana ya monggo ae, emg org Indonesia yang selalu bawa perasaan “ga enakan” di berbagai kondisi,

      Guest
  3. Udah dari awal karir ikut pengkaderan KTM kok ada aja yg masih ngeyel KTM ga ‘bina’ dia ato dibilang kebetulan aja naik KTM karena yg main moto3 kalo ga KTM ya H. Tapi menurut gw, kaya yg gw pernah bilang gw secara pribadi belon liat istimewanya Acosta. Belon ketauan bakat yg sesungguhnya kalo belon bisa menang dibawah tekanan. Sama aja kaya Quartararo dulu yg digembor2kan next Marquez tapi malah prestasi menurun dan naik ke moto2 kepagian, kemudian beruntung dikontrak Petronas yg gagal gaet Pedrosa dan Lorenzo. Quartararo udah kebukti bagus, tapi masih kurang kalo dibilang next Marquez. Gitu juga Acosta, gw ragu apa dia beneran next Marquez ato cuma next Quartararo. Biarpun seorang Quartararo sanggup juara dunia asal kondisi memungkinkan, tapi jadi alien yg juara terus macm Marquez kayanya kagak.

    Guest
      • Gw sebenernya pengen ngeliat yg ngatain gw nick yg gampang diapain gitu. Tiap kali ada yg ngatain gw cuma pecundang hit n run, nick yg komen cuma sekali kemudian ngilang.

        Guest
    • Entah krn gap skill yang terlalu jauh, atau krn gap “setingan” yang terlalu jauh, Waktu juara dari pitlane serasa ngeliat new engkez, tp setelah lanjut seri2 berikutnya kurang greget emang acosta ,

      Guest
  4. Yg Moto2 bukan Aramco juga?
    Kirain bakal jor joran supportnya dan beli kembali slot Moto3 yg dikuasai Avintia

    Guest
  5. Antara dia yang hebat , atau motor KTM yang hebat, atau memang pesaingnya belum nemu settingan yang pas

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.