TMCBLOG.com – Valentino Rossi menyatakan baru akan memutuskan untuk balapan di 2022 di pertengahan Musim/ rehat Musim panas 2021 ini. Namun begitu Hadir berita mengejutkan dari Malaysia yang disampaikan oleh principal team Petronas SRT Dato Razlan Razali yang secara jelas menyatakan bahwa Petronas SRT Tak ingin Lanjutkan Kontrak Valentino Rossi Untuk 2022

Kepada beberapa media Malaysia termasuk kosmo Dato Razlan Razali mengatakan : “Kami (SRT) enggan menunggu terlalu lama mengenai keputusan Rossi apakah dia ingin meneruskan membalap atau tidak pada musim depan. Meneruskan perbincangan dengan pengurus team, kami dengan suara bulat bersetuju tidak ingin meneruskan kontrak bersama Rossi untuk musim balap 2022. “

“Justru, kami akan kembali fokus pada matlamat ( tujuan awal ) kami untuk mencari bakat-bakat pembalap muda terbaik untuk mengisi kekosongan tersebut nanti,”

Membaca Berita ini dengan segala koneksi yang tmcblog miliki, Kami mencoba mencari kebenaran dan level keakuratan berita ini langsung ke Management media Petronas SRT . . dan Jawaban dari Dato Razlan Razali Via Manager media SRT yang mampir ke tmcblog Pun Cukup mengejutkan Tulisan tersebut memang mengutip saya, namun saya tidak mengatakan hal seperti itu. Tetapi saya mengatakan bahwa kami ingin melanjutkan filosofi kami dalam mengembangkan pebalap muda ” . . 

Secara umum PYSRT sendiri belum merilis informasi Resmi apapun mengenai Valentino Rossi yang memiliki kontrak dengan Yamaha ( bukan dengan PYSRT)  Untuk 2022 nanti. Terlepas apakah benar Vale akan berpisah dengan PYSRT di akhir Musim ini, namun yang ditekankan Oleh Razlan Razali pada responnnya adalah ia tidak mengatakan apa yang ditulis di media tersebut.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

23 COMMENTS

  1. Sebenernya dari awal dah curiga banget kalau Petronas g ingin Rossi, kelihatan jaman dulu waktu nunggu deal kontrak lama banget. Tp karena dulu yamaha memaksa ya gimana lagi, petronas terpaksa kontrak rossi. wk wk wk

    Di sisi lain, ada yang aneh juga, kenapa yamaha menawarkan motor 1/2 harga ke Aramco VR46 dari yang ditawarkan ke petronas.

    Ya kan aneh juga kalau Rossi balap di team petronas yamaha dan melawan teamnya sendiri aramco vr46 ducati atau jangan2 malah Aramco vr46 yamaha, wk wk wk.

    Memang pelik politik di motogp.

    Guest
  2. M1 memang harus dibawa darah muda yang bisa ngerti potensinya seperti Rossi ketika muda dan Lorenzo ketika muda

    Guest
  3. kembali ke filosofi awal adalah pilihan yg tepat, disini mbah pun tak bisa marah sebenarnya, krn daya tawar dia bener2 kurang dan marahnya dia udah ga relevan lagi,

    Guest
  4. Udah punya tim sendiri ross ngapain mbalap lagi mendingan ongkang ongkang kaki sambil seruput ngopi

    Guest
  5. intinya jangan terlalu percaya dunia bisa ideal, sepanjang sejarah memang dunia selalu lebih memihak orang yang punya power dari pada yang kita sebut keadilan, kesetaraan, dan apalah itu namanya ?

    Guest
  6. bukan cuma rossi kak
    tp lorenzo juga
    tanpa rossi yamaha masih bisa juara dengan lorenzo
    dan tahun ini dengan quartararo

    Guest
  7. Koreksinya hny beda penggunaan kata saja (matlamat vs filosofi). Itu berarti Razlan mengkonfirmasi kebenaran pernyataannya dong?

    Guest
  8. to Valentino Rossi:
    if you could read this, as your maniac fan, i think that would nice and honorable if you stop your “journey” on the track.
    You’ll the real legend although beside the wall as a manager team..
    The age will not lie, we are not blind that you became “a father on the track with your children..” that seems funny, but the race is not a joke right?
    Congrats to your deal with Aramco, and hope we’ll see your team among the stars!!.

    Salam,
    Maniamu

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.