TMCBLOG.com – Pepatah mengatakan bahwa Pengalaman adalah Guru yang berharga. Dan Selain melakukan banyak Ikhtiar sekaligus Bersabar, sepertinya hal ini yang dilakukan oleh Marc Marquez . . belajar dari pengalaman walaupun bukan pengalamannya sendiri. Semenjak Turun kembali Ke Trek MotoGP setelah sekitar 15 Seri Absen, Marc Marquez memang seperti terlihat ‘Rookie’ kembali, banyak Hal hal yang ia lupa – terutama soal feeling berkendara cepat super extraordinary ala MM93 sebelumnya – Karena memang selama kurun waktu recovery ia sama sekali tidak pernah mengendarai Sepeda motor sekalipun.  Dan terkadang Buat pembalap Sekaliber Marc, Struggle dalam menemukan Kembali feeling berkendara seperti ini dapat mengakibatkan Mentalitas terganggu, ketidak sabaran, keputus-asaan terutama Jika ia mencoba bandingkan keadaannya sebelum Cidera dimana dalam satu Musim di 2019 Ia kalau nggak DNF, Finish 1 atau Finish 2 disinyalir secara mental dapat berpotensi ‘merusak’ Marc Marquez dari dalam.

Marc Tidak mau terhanyut dan terombang ambing dalam keputus-asaan itu, salah satu jalan terbaik adalah melakukan semacam Konseling atau paling tidak mendengarkan cerita Orang yang pernah mengalami keadaan seperti dirinya dimasa lalu dan mencoba mengunyah ngunyah inti sari dari cara mereka bisa survive dari keadaan yang sulit tersebut. Dan penyintas tersebut kebetulan Juga merupakan Bintang Honda di era Dua tak, era GP500 : Mick Doohan.

Doohan begitu Hot dalam perburuan gelar GP 500cc tahun 1992 ketika ia mengalami patah tulang tibia kanannya dalam sebuah kecelakaan di sesi kualifikasi Seri Belanda. Doohan menjalani operasi pada hari yang sama, tetapi ada semacam komplikasi yang hampir berujung ke solusi amputasi kaki.

Saat itu Recovery pun tidaklah Mudah bagi Doohan. Walaupun ia bisa kembali di akhir musim terpatnya di GP Brazil dan Afrika selatan namun secara umum ia tidak kuasa menghentikan laju Wayne Rainey yang kala itu Menjadi Juara dunia. Posisi finish Doohan setelah kecelakaan Assen 1992-nya adalah sebagai berikut : ke-12, keenam, DNF, keempat, ketujuh, keempat, kedua, DNF, kedua, kedua dan akhirnya kemenangan di Mugello 1993.

Dan selama mencoba kembali ke level fisik 100%nya, Doohan harus menghadapi infeksi di tempat patah tulang dan beberapa kecelakaan lagi, karena dia tidak bisa mengendarai NSR500 seperti yang dia inginkan, yang mematahkan lebih banyak tulang, termasuk skafoid kiri dan bahu kanannya. Dan setelah semua itu, lima gelar dunia 500cc berturut-turut: 1994, 1995, 1996, 1997 dan 1998.

Kepada MotoGP.com Marc Marquez mengatakan bahwa “ketika pertama kali saya mengendarai motor MotoGP di Portimao, saya berkata, ‘oke, saya  sangat jauh dari level saya yang biasa,’ Sejak saat itu sangat sulit dan balapan berikutnya bahkan lebih sulit. Ketika Anda berada dalam situasi yang sulit, Anda mencoba mencari bantuan, dari suatu tempat. Alberto Puig banyak membantu saya, semua tim saya banyak membantu saya, juga semua keluarga saya dan manajer saya. Namun, orang yang berada dalam situasi yang sama adalah Mick Doohan.”

“Di Mugello saya berbicara sedikit dengannya. Setelah balapan saya mengatakan ‘Saya ingin menelepon Anda’. Kami melakukan panggilan telepon, (selama) 30 menit, hanya dia yang berbicara dan saya mendengarkan.”

“Pertanyaan saya (kepada Mick) adalah ‘apa perasaan Anda dan masalah Anda, ’92-93?’ dan dia menjelaskan semuanya. Sepertinya dia mengatakan masalah yang sama, sama persis, perasaan yang sama seperti yang saya rasakan sekarang: ‘sulit untuk memahami motor, sulit untuk memahami gaya berkendara, kesalahan bodoh, Crash bodoh, semua hal ini adalah apa yang saya rasakan dan sedang saya lakukan.”

” Dia berkata ‘dalam beberapa balapan Anda akan cepat, beberapa balapan sangat lambat’. Ketika seseorang, seorang legenda seperti Mick – yang menjadi ( semacam ) binatang buas di atas motor – menderita namun bisa kembali di kemudian hari, ini memberi Anda kepercayaan diri yang baik untuk terus bekerja.” Begitulah Bagaimana pengalaman menjadi guru yang berharga Bagi Marc Marquez.

Ketika Mick Ditanya sebaliknya soal kemenangan Marc di Sachsenring, ekpada Jurnalis Mat Oxley ia berkata : “Saya kira saya tidak mengatakan terlalu banyak selain hanya memberitahunya bagaimana keadaannya dan untuk memahami situasi yang dia hadapi, Saya memberinya cerita dari sisi saya karena saya berada dalam situasi yang sama bertahun-tahun yang lalu.

“Saya benar-benar bahagia untuknya. Kembali ketika saya mengalami cedera, kami bisa menguji lebih banyak dari yang dia bisa lakukan. Jadi dia tidak punya banyak waktu untuk memahami motor setelah lama tidak bekerja dan mendapatkan kembali kebugaran balapan. Saya tidak berpikir dia pernah kehilangan kebugarannya secara keseluruhan, jadi hanya kebugaran balapan yang dia kurang.

“Tidak dapat dihindari bahwa dia akan kembali ke puncak. Tampaknya Honda telah menjauh dari posisi teratas, jadi sangat bagus bagi mereka untuk memenangkan perlombaan dan yang lebih penting bagi Marc untuk mengetahui bahwa dia masih memilikinya. Begitu dia mendapatkan kekuatan penuhnya kembali, dia akan bersaing untuk kejuaraan.”

“Dia belum mencapai kekuatan penuh dan belum percaya diri dengan motornya, jadi yang perlu dia lakukan adalah terus mendapatkan hasil yang kuat, sehingga Honda dapat mendesain motornya sedikit lebih baik untuk tahun depan. dan dia akan memiliki kesempatan lain di gelar lain.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

    • Dipersilahkan pada yamaah ducita rebutan juara 2021..
      Jangan sampai kecolongan oleh sizuki lagi atau mungkin katiem..
      Mumpung Marc jadi “rookie kembali” masih adaptasi cari gaya balap baru..

      Guest
  1. Mantap…
    Ditunggu artikel lainnya dgn awal judul “bagaimana”…

    Bagaimana si A bisa jurdun taun ini..
    Bagaimana merk B bisa meningkat taun ini, dll

    Guest
  2. tahun 92 adalah jurdun yg tertunda buat Doohan, sayang sekali memang.. btw beruntung Marquez dikelilingi oleh orang2 yg peduli, hangat, bahkan pernah senasib dengannya.. kembali ke 100% masih dalam proses, good luck Marc!

    Guest
  3. 581 hari waktu yg dibutuhkan marq untuk kembali podium 1. hitungannya :
    (5 x 8 )+1 = 41
    Point sekarang : 41
    Wow pas banget ya, apa ini hanya kebetulan belaka?

    Guest
  4. sama2 wonder kid di zamannya,,
    “There’s a reason why he King of the Ring, he comes back with one arm and still smokes us”
    -Jack Miller 2021

    Guest
  5. kenapa Joan Mir ga tanya Schwantz gimana rasanya habis juara dunia 1993 lalu kurang buas di tahun 1994
    Perasaanmu piye Schwantz?? ?

    Guest
  6. Mnjd ala2 ustad d indonesia
    Mick cedera kaki kanan mata kaki : tipikal emosian marah2 klo menyuruh sesuatu masukan yg baik tdk sesuai dgn apa yg diinginkan
    Marc cedera lengan kanan smpe bahu : tipikal pendiam tp jengkel dlm melakukan pekerjaan baik (tangan) n tanggungjawab (bahu) tp dirasa berat bagi dia
    Ga ush serius haha

    Guest
    • Mick Doohan dan Marc Marquez

      hmmm ….. utak atik gathuk … bisa aja ye yg bikin pi-lem
      kalo dah kayak gitu kan susah pindah ke lain hati ??

      Guest
  7. TH 92, delapan seri awal Doohan 7x P1 dan sekali P2, seri kesembilan di Assen kecelakaan parah, dan bisa ikut race diseri terakhir, seandainya finish masuk 10 besar bisa juara dunia klu gak salah. Dan pertama kalinya rem belakang dipindah di setang sebelah kiri, Krn kaki Doohan saat itu tdk bisa utk menginjak rem. Wayne R jadi juara sangat beruntung saat itu. Klu sekarang mgkn juara Hibah…hhhhhh

    Guest
    • Ada kemungkinan (besar pula) jika Mick Doohan tidak cedera tahun1992, maka ia bisa juara dunia motoGP 7 kali berturut-turut tanpa putus.
      Gelar juara dunia terputus pun juga karena cedera parah lagi.

      Termasuk deretan legenda pembalap besar, susah dikalahkan oleh kompetitor dan lawan-lawannya.
      Bisa dikatakan cedera parah adalah lawan yg cukup sepadan….

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.