TMCBLOG.com – Sobat Sekalian, Racing Fuel ETS kembali Bikin heboh MotoGP Mulai Akhir Mei 2021 pasca  KTM Factory Racing mengumumkan secara resmi Penggunaan bahan bakar mereka mulai Seri Mugello 2021. Kalau saja performa KTM biasa bisa saja setelah itu sih kayaknya ETS nggak akan jadi headline pemberitaan, namun entah kenapa memang penggunaan racing Fuel ini dikombinasikan dengan Sasis dan swingarm baru membawa perubahan signifikan terhdap performa dari Miguel Oliveira dan Brad Binder setelahnya. Kita akan Sedikit Kupas di artikel tmcblog ini Tipe bahan bakar Brand ETS apa yang dipakai di MotoGP ini.

Pada dasarnya KTM Bukanlah Pabrikan MotoGP pertama yang menggunakan Racing Fuel ETS ini sob. Mungkin sobat sekalian pernah dengar desas desus test Pra Musim Sepang MotoGP 2020 ketika saat ketika tmcblog melewati depan paddock garage Suzuki Ecstar, maka tercium bau wangi yang belum pernah sebelumnya hadir.

Yes mulai saat itu di 2020 Suzuki Ecstar memang menggunakan racing Fuel ETS Juga. Dan 2020 juga tercatat pertama Kali ETS menjadi BBM racing Juara Dunia MotoGP dengan Joan Mir. Mneurut tmcblog Mungkin Karena ini juga KTM akhirnnya Melirik ETS . . Ok sekarang mari kita bicara soal racing Fuel ETS yang dipakai Di motoGP.

Jadi pada dasarnya ETS memproduksi Banyak sekali racing Fuel atau Bahan bakar yang diformulasikan Khusus untuk Balapan Baik Roda dua maupun Roda empat. Namun salah satu Racing Fuel yang Secara Umum memenuhi standar FIM Untuk Balapan MotoGP dan WSBK adalah Racing Fuel ETS ESC 1935 Ultra Blaze. . .

Sebelum bicara soal data sheetnya, Mari kita bahas dulu regulasi di tmcblog Bahan bakar yang digunakan Di MotoGP. Tidak seperti di Moto2, Pada dasarnya regulasi MotoGP membebaskan Penggunaan merk bahan Bakar yang akan digunakan, namun Terkendali ya sob. Dalam artian bbm tersebut harus terlebih dahulu Lolos Homologasi FIM yang syaratnya untuk MotoGP adalah sebagai Berikut

Dan upaya Maksimum yang bisa tmcblog telusuri mengenai data Spesifikasi bbm Balap ETS ESC 1935 Ultra Blaze adalah sebagai berikut. Jadi pada sarnya bbm ini dijual bebas. dan artinya bisa dibeli jika memamg mampu beli

Yap dari beberapa angka hasil pengukuran lab seperti RON 101.7, MON 85.6, Oxygen 2.6%, dan Density 773.6 kg/m³ terlihat memang spek dari ETS ESC 1935 Ultra Blaze ini memenuhi spek regulasi MotoGP. Tentu technical Director MotoGP nggak hanya membaca data sheet dari Pabrikan, mereka biasannya berkerja sama dengan beberapa Laboratorium untuk melakukan Pengecekan silang mengenai segala part fluida yang dipakai di Balapan termasuk bahan bakar dan pelumas untuk memastikan mereka semua berada dalam koridor regulasi homologasi.

Dibandingkan dengan bahan bakar yang kita beli di SPBU, apa perbedaan performa yang bisa kita capai dari racing Fuel ini? Menurut ETS, Bahan bakar balap (hingga RON 102 untuk regulasi FIM) menawarkan bahan bakar dengan oktan yang umumnya lebih tinggi dari bbm SPBU biasa. Bahan bakar oktan yang lebih tinggi memungkinkan tuner mesin untuk mengatur rasio kompresi yang lebih tinggi dengan cara yang aman ke mesin dan salah satu hasilnya adalah menghasilkan lebih banyak HP.

Menurut ETS juga,  bahwa konsistensi dari racing Fuel ini sangat baik. ETS Racing Fuels adalah campuran molekul dengan kemurnian 98%. Batch demi batch ETS selalu menerapkan formulasi yang sama, dengan komponen berkualitas tinggi yang sama, sehingga menghasilkan bahan bakar yang sangat konsisten batch  demi batch, tahun demi tahun. Struktur Kimia bahan bakar (molekul yang sama pada konsentrasi yang sama) selalu sama, sifat fisik bahan bakar ETS selalu sama.

Oh ya Harga Racing fuel ETS spek FIM ini dibanderol di beberapa toko Online dengan Harga 390 euro per barrel atau sekitar 126 ribu rupiah per liter, bandingkan dengan Pertamax Racing yang hari ini dibanderol Rp 44.500 per Liter. So Berapa rupiah yang dihabiskan pembalap MotoGP Seperti Oliveira dan Joan Mir untuk Konsumsi Bahan bakar dalam sekali Full balapan di Race day ? 2,8 Juta Rupiah

Taufi of BuitenZorg | @tmcblog

64 COMMENTS

    • Klo mbit n shogun lawas ane d isi tuh petrol bakalan bs mengkewerkan moge2 arogan gak ya, hehehe

      Guest
  1. Klo ETS buka pom bensin di Indonesia… Pasti rame2 anak motor, terutama genk ijo ngisi pake ETS, walau mungkin yg di jual versi setara Pertamax turbo

    Guest
    • Kate siape, di suatu kota yg suplai premium cuma hari senin aja yg antri malah innova, pajero, cbr250rr, r25, ninja250, enmeks. Orang kita kebanyakan cuma sanggup beli unit kendaraannya tapi ga sanggup bayar pajak, biaya servis, sparepart dan bahan bakar. No offense tapi itu nyata kok, apalagi di kota besar. Gengsi nomor 1, beli kendaraan mahal tapi bahan bakar dan sparepart cari yg murah. R25 aja banyak yg pake kampas rem bebek.

      Guest
      • R25 ane aja cuman pakai rcb 70an karena kecewa dengan orinya yg mahal itu (cepet fading) & vesrah (yg ga gigit di kala dingin). tapi baru taw ada bebek yg kampasnya cocok, mx kah?

        Guest
        • Yes punya MX. Aneh gw liat banyak MX balap yg pake kampas merk Eropa spek R25, sebaliknya kaum racing minggu pagi spion lipat malah pake kampas MX alasannya karena kampas boros buat sunmori. Ya gw sih maklum biker noob biasanya neken tuas rem lebih sering kaya ibu2 yg naik motor cuma ke pasar. Jadi ya, bisa memaklumi kenapa kampas boros tapi gw jg prihatin pake kampas bebek padahal resikonya cengkramannya kurang.

          Guest
    • Kayaknya si pd beli terutama utk latihan sirkuit, orang engine ice yang ngebranding coolant dingin pdhal isinya ethylene glycol 50% laku (concentrate eg prestone 70% brand dan penjualan rasanya dibawahnya engine ice). Kampas rem sm kaliper h2 seharga avanza ada yg beli (motor dipakai cm sunmori doang)
      Kadang bbrp market indonesia gengsi dan brand no 1 techspec no 2

      Guest
  2. HET Pertamax Racing yg RON 100 aja seliternya 44ribuan … ETS dengan RON 102 seliternya bisa 50ribuan kali ya wakaji … Hehehehe

    Guest
  3. Hemm penasaran juga nih Klo ETS RON 102 ini di isi ke Supra X bapak saya kira2 bisa lari berapa Km/Jam ya ?

    Hehehe

    Guest
  4. setelah baca2 di website nya, ternyata ETS berasal dari Prancis toh,, berarti baru juara dunia pertama kali lewat Joan Mir ya ? hmmm,

    Guest
  5. Jadi ini pabrikan pake atas dasar kemauan sendiri yak wak karena kwalitas ? Bukan endorse atau sponsor.
    Btw produk jenis minyak dari prancis banyak yang bagus bagus yak kwalitasnya.

    Guest
  6. Alamat M1 taun depan melipir pake ets jg kl gini wak haji..haha.. tinggal pelumas motogp nya msh rahasiakah jg wak..

    Guest
  7. Ga ush pke ets atau elf dulu kakak ipar d tambang batubara nyedot bbm dr helikopter bule australi buat dpke d grand motor langsung enteng walau g smpe terbang hhhh

    Guest
  8. Wak haji sering2 bikin jg artikel tentang sponsor2 yg berkecimpung di motogp dari kelas moto3, moto2 sampe motogp krn kebanyakan dari kita masih awam mengenai produk2 tersebut

    Guest
  9. Kira2 yang menghomologasi Bensin RON 95 siapa ya?
    Pertamina apa gak melebarkan sayap ikutan homologasi?

    Guest
  10. Ktanya sih perpindahan krn KTM sdh pny sejarah kolaborasi dng ETS utk cabang balap lain, dan berniat utk melanjutkan di GP.

    Ditambah misteri performa Tech3 yg sdh update sasis/swingarm tp blm pakai ETS..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.