TMCBLOG.com – Tidak dinafikan bahwa hengkangnya Maverick Vinales dan Yamaha Motor Racing di akhir tahun 2021 membuat bursa transfer MotoGP menjadi sangat dinamis dan kembali mendapatkan momentum momentum spekulasi. Pasca Grand Prix TT Belanda, satu pertemuan menyusul pertemuan lainnya di kantor Yamaha Motor Racing dan Yamaha Petronas SRT dimana rumornya telah menghadirkan konsensus yang tinggal menunggu berita resmi bahwa runner-up MotoGP 2020 Franco Morbidelli akan menjadi tandem Quartararo di Monster Energy Yamaha pada musim 2022.

Namun, dengan asumsi paling buruk bahwa Valentino Rossi akan pensiun di akhir 2021 atau pindah ke tim miliknya sendiri yang akan menggunakan Ducati tahun depan, bagi prinsipal tim Petronas-Yamaha Razlan Razali, ini berarti dia saat ini tidak memiliki pebalap MotoGP untuk musim mendatang Pembalap GRT Yamaha SBK, Garrett Gerloff yang telah dua kali mencoba Yamaha M1 akan menjadi kandidat Petronas yang serius, lalu satu lagi mau diisi siapa?

Walaupun tentu akan berbaju team satelit dan faktanya sedang bernegosiasi dengan Aprilia, Andrea Dovizioso bahkan masuk ke dalam percakapan terutama jika permutasinya bermuara pada Maverick Vinales yang akan berlabuh dengan tim balap dari Noale ini. Namun memang bagi Maverick sendiri opsi Aprilia ini akan membuatnya harus menyusun kembali target-target ke depannya terutama jika ia ingin tetap meneruskan targetnya ketika pindah dari Suzuki ke Yamaha yakni karena menganggap Yamaha M1 lebih siap juara dunia dari pada Suzuki.

Jangan sampai perpindahan dari Yamaha ke Aprilia akan hanya menjadi ‘perpindahan Suzuki ke Yamaha jilid dua’. Perbedaan besar antara slot anggaran Yamaha dan Aprilia disinyalir juga akan menjadi salah satu faktor kemungkinan ketidak-cocokan pada skema gaji yang disiapkan Aprilia Racing, terutama jika kita sedikit flashback pada gaji Maverick terakhir yang sudah menyentuh 6,5 juta Euro per-musim.

Pada sebuah interview dengan Speedweek, Kevin Schwantz juara dunia GP500 1993 dengan Suzuki, menghadirkan spekulasi berbeda terhadap hal ini “Mungkin Maverick akan kembali ke Suzuki” begitu kata Schwants mengawali spekulasinya. Selain ini akan kembali menempatkan Dovizioso ke jalur Bursa tandem dari Aleix Espargaro di Aprilia, spekulasi ini tidak berjalan sendiri.

Saat ini Suzuki masih memiliki kontrak sampai akhir musim 2022 bersama Joan Mir dan Alex Rins. Artinya salah satu dari keduanya ini harus keluar dari Suzuki untuk menjalankan opsi spekulasi ini. Dan jika dianalisa maka Alex Rins-lah yang paling masuk akal untuk keluar dari Suzuki lebih awal dari kontrak.

Background dari spekulasi Schwants ini adalah karena Alex Rins yang berusia 25 tahun (tiga kemenangan MotoGP sejauh ini) dan memiliki kontrak dengan Suzuki Ecstar hingga akhir tahun 2022, semenjak 2020 dia selalu berada di bawah bayang-bayang juara dunia Joan Mir. Padahal jika melihat talentanya, Rins adalah pembalap yang terlihat lebih strong dari Mir. Pada akhir paruh pertama MotoGP 2021, Rins berada di posisi keempat belas dengan 33 poin. Posisi Rins saat ini bahkan dilewati oleh pembalap yang harus absen pada test pra-musim dan dua race awal karena harus berkutat pada cedera lengannya sepanjang musim 2020 yang lalu.

Sementara di sisi lain rekan setimnya, Joan Mir berada di possi ke empat dengan 101 poin yang solid. Jika asumsi Kevin Schwantz benar, maka terlihat seakan terjadi sebuah strategi ‘tukar guling’ di mana Rins bisa pergi ke Petronas-Yamaha menemani Gerloff atau ke Aprilia jika Dovi tetap ke Yamaha. Dan tentunya spekulasi ini akan membuat di 2021 bukan hanya Vinales yang menorehkan kasus mengakhiri kontrak lebih awal yang pastinya menghadirkan beberapa klausul penalti, Rins juga akan mengikuti . . . Tapi menurutmu masuk akal nggak jika Vinales balik ke Suzuki?

Taufik of BuitenZorg | @tmcbog

63 COMMENTS

    • Kalo jadi ke suzuki maka bapaknya neng vina menjilat ludahnya sendiri dong… Katanya neng vina gak cocok sama mesin inline

      Guest
      • Kalau jd suzuki pasti tetap mempertahankan rinz mir krn keduanya termasuk team yg boleh dibilang akur. Soal balapan mereka jg selalu push tp minim konflik. Jd istilah keluarga mereka termasuk keluarga sehat

        Guest
  1. Kalau MV mau “balas dendam” dan berada pada jalur championship, yah paling memungkinkan balik suzuki. Ke Aprilia minimal butuh adaptasi, sementar Suzuki bisa langsung gas polll ?

    Guest
  2. Lah, ayahnya sendiri bilang vinales ini gak cocok sama motor yg lembut, lebih menyukai karakter motor yg agresif dan kaku. Piye iki?

    Guest
  3. masuk akal sih, tp dengan catatan kalo pihak Rins dan Suzuki jg setuju termination contract seperti halnya Vinales dgn Yams.. tp misal ini terjadi lalu Rins kemana? wkwk..

    Guest
    • Ahh betul2..
      Sepertinya Suzuki Indonesia kurang memanfaatkan momentum Mir jurdun 2020 dalam promosi2nya..
      Sayang banget..

      Guest
  4. Gila sih buat Suzuki utk CLBK ke Vinales, yah meskipun kita ga tau juga kedepannya gmn,
    GSX RR membutuhkan rider yg mau agresif dalam overtake, krn ini motor belum bisa diandalkan dalam time attack demi dapat start di row depan, sedangkan Vinales, well tau sendiri lah ya bbrp tahun terakhir seperti apa performanya, mau overtake pembalap di depannya aja seperti susah banget,

    Guest
  5. kalo vinales mau ke sijuki ya mending disegerakanlah buat tim satelitnya sijuki, nanti vinales taruh di satelit aja awokwokwokwok. Rins itu salah satu yg berperan penting untuk mengembangkan gesex-rr bisa sekompetitif ini. Mau buang Rins demi Vinales yang gak jelas adaptasinya? Please sijuki jangan ambil opsi ini ya.

    Guest
  6. klo di luar profesional sih seharusnya suzuki msti sakit hati dgn sikap vinales dl yang merendahkan suzuki.
    dan berkaca dr sikap vinales selama ini di yamaha,bkn tidak mngkin kelak di suzuki pun akan sama sikapnya jk mntalnya ttp sprti itu.rins wlopun akhir2 ini dia krg beruntung dan sering crash,dia sgt cinta suzuki dibnding mir sekalipun.dlm ucapannya jrg sekali menjelek2an timnya.namun memang kelebihan talenta,kecepatannya dia adlh pembalap yang paling sering jatuh.dan itu salah satunya jk jd pertimbanagan utk di depak.
    yang bkin bngung berita fix dr wak haji yang mnyatakan morbi akan gntikan vina tp smpai saat ini msh bnyk spekulasi yang blm selesai dr drama ini.
    seru jg menunggu akan sprti apa kisah2 paralel di balik pertukaran tim ini… yang pasti incaran utama vinales bkn aprilia..itu terjadi seumpama udah mntok ga ada plihan lg

    Guest
  7. Meninggalkan GSX buat jurdun tapi yg jurdun mah GSX, masa iya mau balikan? Rins emang klasemen lagi rendah, akibat kurang bejo aja.. Sepertinya akan berbahaya kalo sampai Rins naik GP22.

    Guest
    • Musim 2020 itu musim aneh…

      Assen ga ada. Silverstone ga ada, Philip Island ga ada. Padahal sirkuit yang normalnya rider Yama-ha kuat disitu.

      Dengan sedikitnya selisih poin musim itu, menurut gw walaupun Mir definitif juara dunia… Tapi kalo ga pandemi hasilnya bisa jadi berbeda.

      Juara dunia dengan 1x kemenangan. Tiga sirkuit favorit Yama-ha absen. Marc absen
      2020 musim aneh.

      Guest
  8. Mending talenta muda yg gajinya lebih murah juga sih Kalopun mau melepas rins,toh track record Vinales juga ga bagus bagus amat

    Guest
    • Dalam 3 atau 4 tahun ini yang lebih bagus daripada vinales cuma Marc, Dovi, Mir Morbi, Fabio, Pol.

      Pol, MIr, Morbi, Fabio, Rins Cuma lebih bagus dari Vinales musim 2020. Musim aneh.

      Selain itu yg lebih baik dari Vinales cuma Marc dgn Dovi. Rossi udah mah retire.

      Artinya mayoritas Vinales top 3. Kalo top 3 di MotoGP lu bilang ga bagus bagus amat alias average… Standar lu gimana ?

      Rider yg balapan di MotoGP 3 orang ? Jadi yg no 3 average ? MotoGP ada 20an rider loh ! Top 3 di kompetisi tertinggi di dunia itu bagus banget.

      Kalo lu bilang ga istimewa gw setuju. Yg istimewa Marc. Kalo lu bilang ga bagus bagus amat, kesimpulan lu sesat berdasarkan statistik.

      Guest
    • Di zaman Rins juga Suz-uki sempat salah ngembangin engine. Tapi Iannone yang dikambing-hitamkan. Karena Iannone yg senior.

      Sebenarnya pengembangan engine itu di pundak engineer. Berdasarkan input dari test rider dan pembalap. Keputusan kearah mana dari manajer. Salah development bukan salah rider.

      Guest
  9. Nafsu besar tenaga/mental kurang,, vina kalo mau jurdun instan mending ke wsbk aj
    Kalo mau bangun mental y masuk aprilia
    Suzuki kurang kerjaan kalo nerima vina lagi

    Guest
  10. Rins maupun Mir juga memang udah rada “gerah” sih di Suzuki, tapi Suzuki pasti menjaga Mir banget.

    Kalau Morbidelli sudah pasti masuk Monster Yamaha nggak wak?

    Kalau iya, emangnya Rins mau ditukar guling pindah dari team factory ke satelit?

    Guest
  11. Morbidelli udah pasti ke Monster Yamaha gak wak?

    Kalau iya, emangnya Rins mau ditukar guling dari team factory ke team satelit?

    Mir sih pasti dipertahankan banget sama Suzuki. Mungkin CLBK Vinales ke Suzuki bisa lebih mudah andaikan masih ada Davide Brivio..

    Guest
    • Imho
      Kuncinya disitu
      Kalo morbid positif ke factory
      Apa iya mir/rins mau ke satelit? Apalagi tidak ada jaminan promosi, secara umur karir fabio n morbid masih panjang

      Menurut ane kalo morbid promosi ke factory,
      Srt bakal diisi gerlof, satu lagi mungkin dixon/vierge

      Kalo morbid stay di srt
      Kemungkinan besar tuker guling

      Guest
  12. saya lebih ke data matteo sih , dia ga mau spekulasi karena bulan2 ini banyak yg tidak terduga. termasuk masalah morbideli , walaupun banyak berita udh banyak mengatakan fix pindah pabrikan tp matteo blm menyakini hal itu. karena tim2 dlm bulan ini di sibukan akibat perginya vina. matteo mengatakan salah satu pembalap suzuki bisa saja tandem quartararo, atau dovisioso atau morbideli, yg jelas semua masih terbuka lebar blm ada titik terang.

    Guest
  13. Vinales akan tetap dibawah level dan nasib dari pedrosa dan dovi.
    Bukan cuma gagal jadi juara namun juga gagal jadi orang yg memikat

    Guest
  14. Rada tdk mungkin untuk suzuki ambil vinales.
    Suzuki butuh rider dev seperti alex rins ini,di lain sisi MV tdk bisa di harapkan untuk jadi rider dev suzuki,”i dont know”.
    M1R memang bagus tp blm bisa jadi rider dev seperti AR.
    Apalagi GSXRR 22 yg di test AR kmrn seperti keinginan nya.
    Dan suzuki ecstar pun pengen bikin kevin swanch jilid 2 (rider sampe pensiun tetap dgn suzuki)

    Guest
  15. Saya bookmark Dovi x Gerloff di PYSRT dulu ya, kali aja ramalan saya bener, kalo salah ya namanya jg ramalan.. awkawk

    Guest
  16. Vinales ga bisa move on dari suzuki, padangan mata nya waktu ga henti2nya ngelirik gsxr joan mir pas di assen kemarin ga bisa bohong…

    Guest
  17. Soal Rins sebenernya udah ada gelagat ga diperpanjang kok, tapi kalo sebelum kontrak abis mutusin kontrak sendiri sih bakalan jadi berita bombastis juga. Kalo sampe dia ikutin Vinales mutus kontrak sebelum abis, kayanya mutus kontrak ato kasarnya mecat diri sendiri sebelum kontrak abis bakalan jadi hal biasa di motogp. Di era setelah 2010 Pertama Folger, kedua Zarco, kemudian Lorenzo, skrg Vinales, Rina? Wagelaseh, gw sih malah ngarepin Rea juga gitu kemudian nyempil di salah satu tim kuat motogp, karena Kawasaki ga niat bikin motor dan gelar cuma bergantung ke skill Rea.

    Guest
  18. berharap rins cabut dari suzuki sah sah saja tapi dgn asumsi rins yg minta, krna di motogp tdk ada ceritanya tim putusin kontrak rider di tengah jalan secara sepihak

    dgn asumsi begitu saya rasa suzuki masih akan dgn formasi yg sama, maka pilihan paling realistis adalah vinales ke aprilia krna bpknya blg dia seperti marquez kan? agresif… maka v4 motor yg tepat, klo gabung ke suzuki maka bpk dan anaknya itu memang hanya sekedar ngecap

    Guest
    • nah bnr ini.. sekalipun suzuki mau putus kntrak biasanya keduanya sdh hbs masa kntrak.. cntoh aleix sama ianonne.. jd suzuki takan pernah melakukan itu tnpa desakan dr ridernya sndiri

      Guest
    • Hose luis kardoso, Anthony West, John Hopkins, Alex Hofmann, adalah nama2 yg pernah diputus kontrak sebelum kontrak berakhir. Bahkan ada Sebastian Porto, yg udah teken kontrak Repsol tiba2 diputus sebelom balapan karena Repsol berhasil rebut Pedrosa dari Telefonica Movistar.

      Guest
  19. kecil kemungkinan suzuki ganti line up pembalapnya mengingat formulanya tim nya udah pas. tinggal masalah time attack aja dan motor 2022 ada peningkatan disisi akselerasi yg mana bakal membantu banyak dan kemungkinan peningkatan disektor lainnya. skenarionya bisa hanya klo ada konflik, namun ini tim paling adem se motogp jadi kecil harapan bakal ada yg pergi. saya yakin baik Mir atau Rins sadar dengan pindah pun ga ada jaminan jurdun karena bisa jadi malah motor yg di tinggal yg bakal jurdun. vinales dan Franco Uncini contoh dari 2 rider suzuki yg pindah namun akhirnya motor yg ditinggal yg jurdun.

    yg kedua, apa suzuki mau menerima kembali pengkhianat yg udah merendahkan mereka? jadi inget dari dari seorang kevin Schwantz sampe yg punya suzuki meminta dia untuk ga pindah, bahkan sampe pegawainya. ini anak ga bersyukur banget paling di prioritaskan namun malah pindah dan jurdunnya suzuki di 2020 adalah momen balik dimana seorang vinales merasa di tampar, kita bisa lihat dari tayangan ulang saat selebrasi Mir dengan nepuk2 motornya dan memberi selamat kepada Ken Kawauchi.

    Guest
  20. paling tidak ada 3 faktor suzuki ogah ambil MV lagi
    1. Mir dgn predikat jurdun pasti diproteksi
    2. Rins walaupun inkonsisten dalam race tp dia lebih banyak berperan dlm development GSXR hingga kondisinya seperti skrg ini
    3. Suzuki akhir2 ini lebih berani ambil rider rookie potensial ketimbang ambil rider berpengalaman

    Guest
  21. Bisa masul akal, Morbideli ke Yamaha, Rins ke PSRT, Vinales ke Suzuki, Dovi ke Aprilia, Mir tetap di Suzuki..logis banget, tp sepertinya akan terealisasi setelah musim berjalan 3/4 musim, klo saat ini istilah orang kita ini belum pantes, pamali, meski sudah klop tp timming hrs disesuaikan.

    Guest
  22. sebetulnya Mir bilang GSXRR lebih berkarakter agresif ketimbang M1 lho, itu Mir sendiri yg bilang. Jadi kalo MV dibilang babenya stylenya agresif, ya mungkin bisa cocok ke GSXRR.

    Guest
  23. jgn ke sujuki dah.. suruh kemana gitu jd komentator jg gpp si vina.
    rins itu pembalap cepat, cma dia sering apes aj..
    mngkin perlu di rukyah biar ga apes

    Guest
  24. Kalau tuker guling Rins dengan Vinales, Yamaha menang banyak. Jauh bagusan Rins, push sampai to the limit dengan motor apa adanya, kalau yg satu gede ambek doank.

    Guest
  25. Menurut gue MV ini sangat kekanak-kanakan. Mungkin awalnya tujuannya bukan buat mundur, namun cuma buat menunjukan who’s the Man, tapi petinggi yamaha ga ada yang kemakan.

    Guest
  26. Rins memang pembalap hebat. Posisi sering jatuh karena motornya tidak cukup menampung bakatnya. Selalu finish nomor sekian tetapi fine-fine saja justru tidak fine. Stoner di tim satelit honda di awal karirnya selalu jatuh, karena dia mempush motornya terlalu tinggi untuk mengejar pembalap terdepan. Saat pindah ke ducaty, stoner berjaya. Jangan salahkan Rins klo belum bisa berjaya. Statusnya sebagai pembalap utama di tim pabrikan sangat nyaman, tidak seperti stoner. Status semu ini yg menurut saya menjadi penghalang utama dirinya untuk berjaya. Cerita yang bagus, diawali dan diakhiri dimotor yang sama, namun mau menunggu sampai kapan. Keberuntungan seperti tahun lalu tidak akan terulang.

    Cuma pendapat atas topik yang menjadi judul

    Guest
  27. Hadeh, vinales main roadrace aja lah…. Lagian mir ama rins kayaknya jadi penerus kevin schwantz… Tetep di suzuki ampek pansiun

    Guest
  28. Nah tuh, rasa rasanya tahun depan repsol bakalan nendang satu pembalap nya deh, kalo vinales head2head sama marc bakalan seru nih

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.