TMCBLOG.com – Data tidak bisa berbohong, ia menunjukan bahwa pada pertengahan Musim MotoGP 2021 Honda RC213V adalah salah satu motor paling kritis di grid. Motor Buatan Asaka ini memiliki jumlah Crash terbanyak sampai pertegahan Musim 2021 ini dengan angka 39 kali Crash disusul Ducati dengan 34 kali disusul KTM 22 kali.

Selain Honda memimpin Statistik tingkat Pabrikan, Di Segmen Pembalap Sendiri, Kembali pembalap Honda yang memimpin data statistik pembalap Yang paling sering jatuh sejauh ini atas nama Pol Espargaro. Logis Biasannya memang pembalap yang baru di Motor RC213V tentunya selalu lebih banyak melakukan aksi mengukur limit dari Motor dan aksi ini memang akan berimbas pada seringnya Ia Crash.

Pol telah 13 jatuh pada 9 seri terakhir atau angka rata ratanya 1,44. Marc Marquez sendiri pada 7 kali balapan semenjak Portimao telah 9 kali jatuh atau rata ratanya 1,28. Sementara diurutan kedua sampai ke empat hadir Aleix Espargaro, Lecuona dan Alex Marquez yang masing masing berjumlah 10 Kali Crash.

Jika di ukur secara total Lintas kelas, Maka Sobat juga bisa liat di Infografis yang disusun Oleh Marca diatasĀ  Jumlah Crash di 3 kelas Grand prix hadir hampir 500 kali crash di mana MotoGP mengalami 137 Kali Crash

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

29 COMMENTS

  1. Fix yamaha paling aman kalo diukur radiu crash dibanding dengan jumlah pembalap,suzuki lebih sedikit crash wajar krn cuma 2 rider,dan ducari lebih baik dari KTM krn 6 pembalap. Dan dari data jg terlihat menjinakan V4 lebih susah. Marc yg juara dngn v4 berturut2 emang luarbiasa,palagi stoner dizaman Ducati masih dapat predikat paling nyeleng, skrg honda yang paling nyeleng ?

    Guest
  2. Bentuk perjuangan pembalap untuk menjinakkan motor agar bisa di ajak bekerja sama meraih podium. Sungguh jahat RCV ini.

    Guest
  3. pernah komentator MotoGP nyeletuk mengenai sering crash nya Honda, waktu itu kebetulan Honda bawa sasis baru,,
    “sepertinya ga cuma divisi pengembangan motornya aja yg sedang sibuk tapi divisi sparepart-nya Honda juga tengah sibuk”

    Guest
  4. Honda di dekade ini harus dikendarai dengan Rear Wheel Steering, alias bantu membelokkan motor dengan slide roda belakang

    Guest
  5. Wah data yg jatuh 2x tuh sensor mreka manteppp neh apalgi mreka termasuk top 5. Fabio atau bagnaiya.

    Guest
  6. Lihat gaya balapnya Taro ini sangat cocok naik honda, dia bisa shoulder down, lebih hebat dari marq yg hanya elbow down.
    Says tunggu Yaro dipuncak tertinggi bersama Honda

    Guest
    • belum tentu om, mengandle mesin V itu berdasarkan fakta yang dikatakan banyak pembalao nggak terlalu butuh miring. Tapi butuh rider dengan kemampuan real wheel steering. Nah untuk bisa real wheel steering, itu harus dengan pengaturan kontrol traksi yang minim atau tidak terlalu dibatasi. Intinya, pandai mengatur gas dan rem belakang. Inilah yang menyebabkan motor dengan V lebih banyak crash. Hohe yang terkenal dengan sudut kemiringan 64 derajat di catalunya, paling miring dijamannya, harus mengubah gaya berkendaranya waktu pindah ke D, untungnya dia terbiasa waktu masih di kelas 250 2 tak yang terkenal beringas, jadi tidak sulit dia beradaptasi.

      Taro kalo saya nilai, dia terbantu dengan karakter mesin inline dan pandai mengatur TC, jadilah dia sempurna di emwan

      Guest
  7. itu kalo dihitung berapa duit ya abis buat betulin rangka/ stang/ swing arm/ footstep wkwkwkwk.

    kalo hasilnya Jurdun si selow lah biaya yang dikluarin sesuai tapi kalo kaya AE. hadu atau iker lah yang boro2 di sorot kamera

    Guest
  8. Emang bener dah Espargaro brothers ini cuma besar mulut, prestasi ga sebanding sama lagaknya kalo lagi wawancara. Tiru tuh Stoner, pernah crash paling banyak tapi pendiem. Hasilnya jurdun dan jadi legend.

    Guest
  9. awal masuk honda Pol bilang : honda adalah motor yg mudah di kendarai,
    mungkin maksudnya mudah di kendarai menuju gravel?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.