TMCBLOG.com – Garrett Gerloff – Yang baru saja mendapatkan perpanjangan Durasi kontraknya dengan Yamaha eropa sepertinya memang salah satu pembalap dengan Tipikal agresif. Sampai seri Assen Tercatat Sudah ada tiga contoh keagresifitasan Pembalap Asal Amerika ini; Pertama di Aragon ketika ia menerjang bagian dalam Rea dan jatuh, Kedua di Estoril di mana menabrak bagian belakang Michael ruben Rinaldi, dan Ketiga insiden di Assen ketika Gerloff mengerem terlambat dan tidak  memiliki space selain ke pengendara di depannya yang sianya kali ini adalah Pembalap satu Pabrikan dengannya yang sedang mengejar gelar Toprak Razgatlioglu.

Dikabarkan bahwa pasca Race Garrett diminta unutk menjelaskan apa yang terjadi di depan para petinggi Yamaha SBK, Namun kepada Crash.net pasca race Garret sempat meminta maaf  “Saya merasa hancur dan saya hanya bisa meminta maaf kepada Toprak dan Yamaha untuk hari ini. Saya mendapat start yang bagus dari baris ketiga grid, saya merasakan kontak di tikungan satu, tapi saya tidak menyadari itu adalah Toprak sampai saya melihat ke belakang. “

“Saya minta maaf untuknya, karena dia membayar mahal untuk kesalahan saya, tetapi juga untuk Yamaha, yang telah bekerja tanpa lelah untuk menghadapi tantangan kejuaraan. Saya hanya bisa meminta maaf kepada keduanya, meskipun saya sangat sadar bahwa ini tidak akan mengubah hasilnya.”

Rumor memang menyebutkan bahwa perpanjangan Durasi kontrak kerjasama Gerloff – Yamaha eropa juga memuat Klausul bahwa Yamaha WSBK dapat melepas pembalap Amerika ini Ke MotoGP jika Yamaha Racing memintanya untuk membalap di sana. Namun Sampai ia mengatakan permintaan itu belum secara resmi dilayangkan. Kepada speedweek Gerlof menjelaskan “Saya belum menerima tawaran MotoGP hingga saat ini. Ini adalah keputusan sulit yang harus diambil oleh tim. Saya hanya mendapat tawaran Yamaha untuk Kejuaraan Dunia Superbike dan saya dengan senang hati menerimanya. Saya senang dengan mereka dan dengan GRT. “

Taufikof BuitenZorg | @tmcblog

17 COMMENTS

    • tidak semudah dan segampang memaafkan
      sering melakukan hal serupa anggap aja ada racing accident gak terjadi apa apa..yg sudah sudah

      yg bisa dilakukan belajar dr kesalahan

      Guest
  1. Klo saya jadi petinggi yamaha dah turunin gaji 50%. Enak saja gak liat liat siapa yang disalip itu satu pabrikan yang penantang gelar.

    Guest
  2. Bagusan lorenzo dulu saat d repsol lawan pabrikan dsapu bersih smpe 2019 marq cepet dapat semua gelar ahihihi

    Guest
    • Harusnya begitu ya,ini malah teman sendiri disleding padahal lagi didepan berdua dan toprak penantang gelar buat rea. Anjay kan gerloff yamaha pasti marah besar,kecuali next race dia sleding rea.

      Guest
  3. Jadi ingat rookie Pedrosa nyeret mendiang Nicky Hayden 2006,tapi untung aja waktu itu masih bisa jurdu

    Guest
  4. Namanya jg insiden semua pasti bisa terjad, kalo gerloff ke motogp silahkan, kalo toprak yg ke motogp silahkan pasti diterima 1000% tp jgn lupa ajak rea ya, seru kan dunia balap 😂

    Guest
  5. Menurut gw ini cuma insiden balap biasa, yg dia senggol terlalu meletup2 persis jaman ga dipake Kawasaki karena kurang bisa jaga ban tapi mencak2 salahin sana sini tanpa introspeksi. Masih tengah musim, selisih juga ga banyak, harusnya bisa lebih tenang. 37 poin itu mudah dikejar, yg susah itu manage diri sendiri buat mencapai sana, termasuk buat ga nyalahin orang lain saat bernasib buruk. Kecuali kalo terjadi di seri terakhir, baru lu sumpah serapahin jg orang bisa memaklumi kemarahan lu.

    Guest
  6. agak agresif menurutku juga Gerloff ini. tapi Toprak mudah2an biasa aja, dan tetap optimis aja lah ngelawan Rea.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.