TMCBLOG.com – Kelanjutan karir Valentino Rossi untuk musim 2022 dan seterusnya memang menjadi tanda tanya besar bagi banyak orang, keputusan masa depan Vale yang menginjak usia 42 tahun di musim kompetisi 2021 ini sangat ditunggu. Hasil paruh musim pertama 2021 bersama Petronas Yamaha SRT yang tidak baik dan opsi pensiun tampaknya seperti sebuah keputusan yang tidak dapat dihindari. Di sela event rally, Uccio Salucci memberikan beberapa indikasi yang cukup bisa dipegang soal masa depan Vale.

Diwawancarai oleh Sky Sport 24, Uccio memberikan sedikit informasi perihal keputusan masa depan Vale yang tengah dipikirkannya selama summer break MotoGP 2021. “Kami sedang berlibur untuk beberapa minggu dan sepertinya semua orang membutuhkan liburan saat ini, Vale seperti saya dan semua orang di sekitar kami. Kini dia sudah mulai berlatih baik di gym maupun di atas sepeda motor. Saya melihatnya sanggup tampil dengan sangat cepat di atas motor, baik dengan motor MiniGP maupun dirt bike di Ranch, dan dia masih akan berada di track sampai hari ini.”

Menurut kami apa yang Uccio sampaikan merupakan sebuah pesan yang jelas-jelas tidak menggambarkan seorang pembalap yang sedang bersiap untuk mengambil opsi pensiun. Di lain sisi, fisik dan skill Vale masih cukup baik dan benar-benar sedang diasah untuk persiapan menghadapi paruh kedua musim ini. “Apapun pilihan yang akan diambil Vale untuk masa depannya, masih ada sisa [hasil balap pada] paruh musim kedua untuk dilihat. Jika dia yang ingin mengakhiri karirnya, dia tidak ingin mengambil opsi pensiun dengan keadaannya yang seperti sekarang ini.

Kami tahu kami tidak memiliki potensi untuk memenangkan balapan, tetapi kami juga tidak memiliki potensi untuk finish hanya di urutan ke-15. Kami mendapat dukungan besar dari Yamaha, tim dan kami ingin mencoba melakukan 10 balapan ini dengan tetap berada di puncak level kami, yang sayangnya hingga saat ini belum terjadi. Kami banyak lakukan pembicaraan, sekarang dia yang akan memutuskan semuanya. Dalam beberapa hari ke depan, dia akan memutuskan. Ada banyak kepentingan lain dan akan ada situasi yang membuka banyak peluang. Hal-hal akan datang secara bersamaan dengan sendirinya. Dua minggu berikutnya akan menentukan.”

Pada lain kesempatan, Team Manager Petronas Yamaha SRT -Johan Stigefelt menegaskan  bahwa apa yang Petronas alami bersama Valentino Rossi di musim 2021 ini adalah sebuah kondisi yang tidak mereka harapkan di awal kerja sama bersama juara dunia 9 kali tersebut. “Bukan musim kompetisi yang mudah bagi kami. Kami berharap memperoleh hasil yang lebih baik dari ini. Dibalik ini semua kami bekerja dengan keras. Kami berusaha memperoleh progres yang baik, dan sejujurnya kami merasakan hasilnya. Hanya saja itu semua tidak terlihat di atas track. Memang pada akhirnya selalu akan seperti ini. tak peduli apakah kamu sanggup menang ataupun harus merasakan kekalahan, kita harus tetap berkerja keras.

Intinya sih memang kita masih akan menunggu sampai sisa 10 race ke depan perihal keputusan dari masa depan Valentino Rossi, yang juga berarti harus menunggu hingga musim MotoGP 2021 mencapai seri-seri akhir. Ketika nantinya Vale mengambil opsi untuk pensiun [dilihat dari pernyatan Uccio di atas hal ini sepertinya tidak akan terjadi di akhir 2021], akan menjadi hal menarik bagi pergantian line-up pembalap di Yamaha pada khususnya dan grid premier class MotoGP pada umumnya. Tapi jangan lupakan selain opsi pensiun, pilihan untuk stay di Petronas SRT dengan memegang kontrak Yamaha factory, juga ada satu pilihan menarik lainnya yakni balapan di team-nya sendiri dengan motor Ducati. Menarik banget jika Vale race bareng Aramco VR46, memilih balikan sama mantan yang kini tampil lebih cakep eh, lebih kompetitif maksudnya. | –Nugi

 

21 COMMENTS

    • Kondisi sekarang sangat sangat tidak ideal buat seorang legenda besar sekelas VR46 untuk mengakhiri dan pensiun dari balap motoGP.
      Tahun ini masih kondisi pandemi covid-19, sirkuit banyak yg kosong tanpa penonton, ada penonton pun dibatasi.

      Prestasi juga malah makin tertinggal karena faktor usia, walaupun masih bisa menunjukkan kehebatan skillnya namun konsistensinya untuk tetap terus dan durable menjadi persoalan.

      Jadi teringat dulu saat Muhammad Ali (usia 38 tahun) dan mulai terkena sindrom parkinson, meladeni Larry Holmes (usia 30 tahun). Ali hanya jadi bulan-bulanan di atas ring, kasihan sekali melihatnya.
      Mike Tyson yg begitu mengidolakan Ali yg saat itu masih kecil hanya bisa menonton pertandingan itu dan bertekad untuk membalaskan kekalahan Ali dikemudian hari.

      Akhirnya Mike Tyson gantian meng-KO Larry Holmes saat usianya 38 tahun juga.
      Dan pertandingannya dihadiri oleh Muhammad Ali yg ikut naik ke atas ring sebelum pertarungan dimulai.
      Akhir yg cukup indah… walaupun lewat orang lain

      Guest
  1. kalo dari segi bisnis, walaupun akhirnya pensiun di tim Aramco ducati sebenernya juga gak masalah sih. toh agostini masih bisa jadi brand ambassador MV agusta walaupun di akhir karirnya dia pensiun di yamaha (dan sampe sekarang kalo nonton live motogp, pasti selalu dari garasi yamaha karna MV agusta gak ikutan GP lagi). jadi buat yamaha sekarang sebenernya bukan big deal justru malah rossi bisa jadi brand ambassador buat yamaha, aramco dan ducati sekaligus kedepannya

    Guest
  2. Baguslah biar bisa ketemu dimandalika,siapa tahu dapat akses ikut wawancara dgn rossi meski sy bkn fans berat salah satu pembalap.

    Guest
  3. ga ada yg bisa memengaruhi keputusan Vale,, semua itu murni akan diputuskan oleh Vale sendiri, pensiun atau lanjut,, urusan tim tahun depan, sepertinya Petronas atau VR46 jadi pilihan,, lagian emg jujur aja tahun ini utk menjadi tahun terakhir itu ga enak bgt terutama bagi fans Vale dan Vale nya sendiri, bukan apa2, pensiun terbaik utk sekelas pembalap seperti VR46 itu adalah dgn mengadakan farewell ceremony di hadapan ribuan penonton di sirkuit, dan kalo bisa ga cuman satu sirkuit aja, tapi di semua sirkuit/negara yg memiliki fan base besar VR 46,

    Guest
  4. Sampe bosen dulu sering ngomong kita lihat sampe pertengahan musim,kl gak kompetitif bakal pensiun,katanya

    Guest
  5. Kalo belum mau pensiun, pindah ducs aja. Motor yams ya udah begitu, engga salah settingan. Maka ada baiknya ganti motor sekalian.
    Monggo mbah.

    Guest
  6. Mr.x : vale ini mau di perpanjang apa tidak..?
    Mr.y : PERPANJAAANNNGG
    Mr.x : Sampai kapan..?
    Mr.y : SAMPAI TUUWEEKK.. SAMPAII UWEELLEEKK.

    Guest
  7. petronas mau ambil berzechi cuma nunggu vale ke vr46..tp udh pasti lanjut di vr46…
    petronas berzechi sama vierge

    Guest
  8. ya emg paling masuk akal kalo lanjut balap ya di tim punya sendiri, mau apa2 bebas, ke depan FQ sepertinya juga bisa jadi brand ambassador Yamaha, meski gak sekharismatik VR, dan PSYRT bisa diisi talent muda lainnya

    Guest
    • – juru kunci klasemen championship
      – membuat rekor dnf berturut-turut terbanyak
      – cidera parah

      Guest
  9. Vale oh Vale, beneran ya, legend mah bebas.
    Beckham aja masih disponsori Adidas walau udah ga main bola, apalagi ini Vale yg bisa sunmori-an dengan bawa nama motornya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.