TMCBLOG.com – Mengawali paruh kedua musim MotoGP 2021 di GP Styria akhir pekan ini sampai dua seri selanjutnya, Petronas Yamaha SRT akan menggunakan dua pembalap Dengan kombinasi usia yang jika dijumlahkan  akan masuk ke angka 70-an tahun dengan Valentino Rossi dan Cal Crutchlow yang menggantikan Franco Morbidelli. Namun Bukan hanya hal tersebut yang menjadi bahan untuk dikepoin, namun juga soal Update teknis yang akan dilakukan Oleh team MotoGP Asli Malaysia ini.

Di klasemen keseluruhan pada akhir paruh pertama Musim 2021, setelah total tiga kali hasil top-10, empat kali finis di luar poin plus satu balapan yang terlewat, Morbidelli saat ini berada di posisi ke-13 di posisi 19 tabel Championship sementara.

Torehan terbaik Valentino Rossi Hanya berupa raihan satu kali posisi 10 besar (P10 di Mugello) dengan Yamaha M1. Terlepas dari kekecewaan tersebut, Petronas-Yamaha terus melakukan inovasi. Misalnya, Rossi baru-baru ini menggunakan throttle elektronik untuk pertama kalinya selama akhir pekan balap di Grand Prix Jerman di Sachsenring.

[ Tech Talk ] Fenomena Moto2 . . Ride by Wire tapi pakai Kable Baja

“Kami mencoba throttle elektronik untuk pertama kalinya selama tes pada hari Senin setelah balapan Barcelona. Tujuannya adalah untuk memiliki perasaan yang sama dengan throttle [mekanis] lainnya. Dan setelah saya memilikinya Saya beraksi untuk pertama kalinya pada balapan akhir pekan, saya harus mengatakan bahwa perasaannya sebenarnya persis sama. “

Ketika ditanya mengapa dia beralih dari grip throttle mekanis ke elektronik di Yamaha-nya, Rossi menjawab: “Sejujurnya, saya tidak begitu tahu. Saya menduga itu ada hubungannya dengan pengurangan bobot. Perasaan, di kasus apa pun, sama persis dengan yang lain.”

Namun Petronas-Yamaha tidak hanya mencari perbaikan di area grip gas. Rekan setim Rossi, Franco Morbidelli mengungkapkan bahwa Petronas sedang mengupayakan Formula bensin (bbm) baru. “Saya tahu Petronas bekerja sangat intensif di bidang ini. Mereka memiliki pengetahuan yang sangat besar, termasuk dari Formula 1,” kata Morbidelli “Tapi saya belum bisa membeberkan detail spesifikasinya,” kata pebalap Petronas Yamaha itu di ahir paruh pertama Musim 2021 beberapa pekan yang lalu “Saya hanya bisa mengatakan bahwa saat ini kami belum menggunakan bahan bakar [baru]. Tapi saya tahu bahwa dalam upaya besar sedang dilakukan dalam kasus ini. “

Seperti kita ketahui Upaya Penggantian Formula bensin racing baru pertama kali dilakukan Oleh Suzuki di tahun 2020 yang lalu ketika Jurnlis curiga ada tercium bau bau wangi seperti oli samping dua tak di depan Pit Box Guintoli saat test Pra-Musim – yang akhirnnya diketahui bahwa bensin itu adalah ETS. terakhir Mulai Le-Mans 2021 KTM Juga mengikuti jejak Suzuki Menggunakan Bensi racing ETS.

Namun Khusus soal PYSRT ini, Brand Bensin yang akan digunakan diperkirakan tetap Brand hasil riset/ pengembangan internal dari Petronas Sendiri berdasarkan pengetahuan multi disiplin balap mereka yang cukup kuat, terlebih lagi mereka adalah pemasok Tunggal Bensin Balap Untuk Moto2 dan Moto3 mulai Musim 2020 yang lalu

Mengenai Racing Fuel ETS yang dipakai di MotoGP . . 126 ribu Rupiah Per-Liter!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

    • Disini petronas kurang laku. Analisis salah satu majalah otomotif disini juga dari sisi kualitas teknis (hasil pengukuran performance dari mesin dino saat menggunakan bahan bakar beberapa jenis bbm yg ada di indonesia), petronas paling inferior.

      Guest
  1. yup, dgn segala pengetahuan dan data dari berbagai bidang Motorsport seharusnya Petronas bisa menyediakan BBM terbaik utk M1 mereka,,

    Guest
  2. Tim pabrikannya juga pake petro kah? Memungkinkan ga si satu pabrikan tapi 2 team beda bensin wahai suhu?

    Guest
    • Yah bisa lah orang teamnya punya kontrak masing masing sama penyuplai bbm.
      Pabrikan ktm aja pindah ke ETS, terus tech 3 gak ngikut kan ?
      Kalo pabrikan yamama kalo gak salah pakenya eneos dah.
      Cmiiw

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.