TMCBLOG.com – Summber Break berlangsung 5 pekan yang panjang tanpa balapan, Grand Prix Styria akan segera datang akhir pekan ini. Pada akhir pekan terakhir Juli 2021 Marc Márquez menjawab beberapa pertanyaan penggemar dalam video Box Repsol yang sempat di post oleh Motosan. Marc Menceritakan kapan saat saat dia menyadari bahwa dia bisa menjadi pembalap profesional, menceritakan siapa Pembalap Referensinya yang paling dia pelajari hingga memilih pertarungan terbaik selama ini baginya.

Marc Marquez belum bisa dibilang tegas dalam mengambil Keputusan untuk menjadi pembalap profesional sampai saat ia menjadi juara dunia untuk pertama kalinya pada tahun 2010, ketika ia berusia tujuh belas tahun. Tapi dia juga mengaitkan keputusan itu dengan orang tuanya. “Sekitar sebelas atau dua belas tahun saya ingin seperti yang ada di TV. Ketika saya menjadi juara dunia, saya mengatakan saya suka menjadi pembalap profesional, saya ingin menjadi salah satunya.

Tapi itu semua transisi dan saya pikir orang-orang yang paling berpengaruh adalah orang tua saya. Mungkin ayah saya lebih ke sepeda motor, tapi ibu saya juga selalu sangat biker. Ujung-ujungnya kalau anak mau sepeda motor, tapi orang tuanya tidak memberikan, sepeda motor tidak ada”.

Marc marquez juga menjelaskan dengan gamblang pembalap mana yang menjadi referensi,  paling memengaruhinya dan yang paling dia pelajari:  “Mereka adalah Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Ketika saya sampai di MotoGP pada 2013 dan 2014 mereka adalah dua [pembalap] yang melaju lebih cepat dan mereka adalah rival tangguh di mana ada balapan yang Anda katakan: ‘Bagaimana mereka melakukannya?’ Kemudian juga di 125cc saya belajar banyak dari Nico Terol dan di Moto 2 Saya memiliki duel hebat dengan Pol Espargaró, tetapi dua yang paling mempengaruhi saya adalah Pedrosa dan Lorenzo ”.

MotoGP Jerez, Andalucia 2013 . . . Pedrosa Juara, Diikuti Marquez dan Lorenzo

Berbicara tentang event balap terbaiknya, dia menunjukkan beberapa. Yang terbaik baginya adalah Jerez 2013, dimana ia bertarung sampai akhir bersama Jorge Lorenzo. “Itu adalah pertarungan yang bagus yang berakhir di tikungan terakhir. Bagus untuk saya, situasi yang jika Anda melihatnya sekarang dengan peraturan saat ini, itu bisa dihukum. Thailand 2019 dengan Fabio Quartararo di mana saya memainkan gelar juga merupakan pertarungan yang indah. Dengan Pol Espargaró pada tahun 2010 di Silverstone, saya juga menyukai yang itu dan Misano 2012 dengan Pol lagi ”.

Yang Juga cukup menarik adalah Ketika Marc mengungkapkan apa yang kira kira menjadi kelebihannya : Yakni kemampuannya untuk beradaptasi “Poin terkuat yang saya miliki di motor adalah beradaptasi dengan setiap situasi, jika ada kejadian tak terduga, jika trek setengah basah, setengah kering, jika hujan tiba-tiba… di sana saya beradaptasi cukup cepat. Ada titik lemah yang sedang kami perbaiki, tetapi saya tidak akan mengatakannya karena rival dapat mengetahuinya”. 

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

44 COMMENTS

    • Bokis nih Marquez.
      Oke pembalap referensi nya pas masuk motogp pedrosa dan hohe..
      Tapi ga usah boong klo pembalap idolanya dari kecil pasti si Mbah Rossi… Jelas2 pernah foto bareng jaman bocahe mamakes

      Guest
      • Gaya wawancaranya kaya wawancara sama pembalap yang mau pensiun, mengenang balapan dimasa lalu. Saya lebih prefer berbicara masa depan, karena MM93 masih muda, masih panjang untuk mengenang balapan, masih mungkin ada balapan yang lebih dikenang dimasa yg akan datang. Semangat… MM93.

        Guest
    • Referensi dan idola itu berbeda….jika berbicara profesionalitas.
      Walaupun bisa saja seorang idola itu menjadi referensi profesionalitasnya, karena tipe dan kharakter orang itu berbeda.

      Misal saja kita mengidolakan Maradona, belum tentu kharakter dan tipikal permainan kita mengambil referensi gaya main Maradona, yg boncel dan lambat.

      Guest
    • @yz125 kayaknya gak gitu deh.
      Misal pemain bola posisi GK, bisa saja idolanya adalah maradona yg jago dribling
      Tapi untuk referensi pastinya lebih memilih yg berposisi sama, misal buffon, VdS, casillas dll

      Guest
  1. Bukan nya MM93 ini bilang ngefans sama Vale ya? Itu Jeres 2013, sama Laguna Secca yang nyalip Rossi kayak ROssi nyalip stoner di tikungan kecoa, lupa tahun berapa, kan referensi nya Rossi. Atau jangan2 jadi kayak presiden Wacandah ya, hari ini bilang A, besok bilang B, sekedar lip service? CMIIW,wkwkwk

    Guest
      • Lah, itu kan Jerez 2013 sama Laguna Secca referensi juga kan? Jerez, kayak Rossi vs Gibernau, tikungan yang sama di lap terkahir, sama Laguna Secca juga, tikungan yang sama dengan cara yang sama ngambil bagian track yang ngga kena aspal.
        Off track juga bukan nya sama ya? ada beberapa selebrasi yang mirip Vale?
        atau meniru bukan referensi masbro? Menurut KBBI, referensi artinya sumber acuan (rujukan, petunjuk)

        Guest
    • Pada bermain dgn kata-kata… Referensi lah ngefans lah.. klo seorang pembalap jadi idola pembalap lain, pasti dia jadi salah satu referensi nya lah..
      Ternyata Marquez dendam-an juga orgnya… Sekali musuhan ya udah.. sama bae kyk eks idolanya, Rossi.

      Guest
    • Udah dijelaskan diatas

      Mereka adalah Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Ketika saya sampai di MotoGP pada 2013 dan 2014 mereka adalah dua [pembalap] yang melaju lebih cepat dan mereka adalah rival tangguh di mana ada balapan yang Anda katakan

      Vale 2013 baru balik dr ducati
      Wajar aja gak ngambil rujukan dr pembalap yg habis ancur2an

      Guest
  2. wajar bukan Mbah, karena hubungan mereka kan lagi gak baik, belum lagi mbah skrg ga bertaji lagi, dan kalo alasannya pembalap kuat saat itu ya emg bukan mbah juga, tapi percayalah sedikit banyak Mbah pasti mempengaruhi Marc hingga menjadi seperti yg skrg, atau bahkan hampir semua pembalap yg skrg berumur 23-30 tahun pasti sedikit banyak terpengaruh mbah Rossi,,

    Guest
    • Pada bermain dgn kata-kata… Referensi lah ngefans lah.. klo seorang pembalap jadi idola pembalap lain, pasti dia jadi salah satu referensi nya lah..
      Ternyata Marquez dendam-an juga orgnya… Sekali musuhan ya udah.. sama bae kyk eks idolanya, Rossi.

      Guest
    • Banyak kok yg terpengaruh Rossi, bahkan ada terang2an yg niru warna favorit Rossi kaya Batistuta, Iannone, Simoncelli dan Kal Kroco. Termasuk Stoner dan Marquez, bedanya 2 orang itu dimusuhin Rossi jadi mereka ga lagi bilang referensinya Rossi wkwkwk. Stoner dulu ngefans Rossi dan Doohan, tapi sejak masuk Ducati dia jadi benci Rossi krn Rossi kalo kalah selalu nyari2 alasan dgn bilang Stoner dapet elektronik terbaik lah (padahal nyatanya elektronik Ducati saat itu katrok dibanding pabrikan Jepang), menang motor lah, cuma ngandalin top speed lah, dst.

      Guest
  3. Haha..gara2 clash lgsg berubah haluan n mm93,pdhl drmh nya pernah diliput banyak miniatur motor sang legend vr46 dan poster nya jg..diwawancara jg ngefans berat ama the doctor setiap gaya balap jd referensi..wkwk..

    Guest
  4. Anak yg tumbuh dewasa di dekade 2000 an yang suka otomotif tentu mengidolakan sosok Rossi , begitupun anak yg tumbuh dewasa di dekade 2010 an tentu mengidolakan Marquez, tinggal dekade 2020an siapa yang akan dominan tentu menjadi idola remaja masa kini

    Guest
  5. Secara bahasa emang berbeda antara referensi dan fans/nge fans…
    Gw nge fans sama steven gerard, tp gw gk bisa main bola kyk doi…

    Tapi kalo soal nge drum yg gw jadiin referensi si mike portnoy, pdhl klo drummer gw nge fans nya sama joey jordison (rip)

    Guest
  6. pdhal udh jelas bgt gaya balap marc beda 180 drjat sm si mbah tp kok masih disangka ya, mmg oon ne fans karbitan… marc itu agresive tp smoth saat hujan

    Guest
  7. Semua pembalap generasi MM saat mereka masih bocah kita tahu lah Rossi idola meraka. Anak kecil didunia manapun tahunya Rossi.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.