TMCBLOG.com – Ada yang sedikit mengganjal ketika KMI merilis secara resmi New Kawasaki Ninja ZX-10R medio Juni 2021 yang lalu. hadir pertanyaan, kenapa KMI Juga tidak serta mereta merilis versi Homologasi Khusus WSBK dari Motor ini yang dinamakan Kawasaki Ninja ZX-10RR ?

Secara Global, Kawasaki merilis ZX-10R dan ZX-10RR secara berbarengan. Ninja ZX-10RR adalah produk khusus homologasi – model produksi terbatas dengan hanya 500 unit yang dibuat memang berbasiskan regulasi dari FIM WorldSBK. Secara Kubikasi, ZX-10RR memiliki Nilai yang sama dengan ZX-10R, namun versi homologasi ini mendapat perubahan internal mesin yang lebih signifikan termasuk batas putaran yang lebih tinggi ( Rev Limit) yang ditetapkan pada 14.700rpm.

Untuk mencapai potensi putaran yang lebih tinggi ini, ZX-10RR mendapatkan camshaft baru, pegas katup baru, piston pankl baru (masing-masing lebih ringan 20g) dengan Jumlah ring piston lebih sedikit (beda 1 ring) dan pin piston berlapis DLC. Di ZX-10RR, poros/pivot bisa disetel, seperti sebelumnya. Nggak sampai di sana, ZX-10RR juga mendapatkan velg Marchesini dan kaliper Brembo Stylema serta jalur selang rem stainless steel braided.

Secara umum Harga dari ZX-10RR dipastikan akan lebih tinggi dari ZX-10R, Ketika ditanya ke KMI apakah faktor harga menjadi alasan kenapa ZX-10RR belum dimasukan ke Indonesia, pak Michael C Tanadhi selalu menjawab. ” Bukan Karena harga, karena saya Yakin akan selalu ada Konsumen Indonesia yang membeli ZX-10RR, dan bahkan Dealer selalu ditanya mengenai Produk ini. Permasalahannya adalah karena banyak yang harus didaftarkan SNI-nya seperti contohnya adalah velg Marchesini “

Di akhir Penjelasan Pak Michael Juga menambahkan Bahwa KMI sendiri memiliki batas waktu Pre-Order ke KHI Jepang sehingga proses Administrasi mengenai Standar SNI ini belum dapat dikejar untuk saat ini.

Taufik of BuitenZorg

23 COMMENTS

  1. Lagian mau R satu apa dua, ga ngaruh banyak dimari. Toh ga ada holkay yg punya skill cukup untuk mengumbar potensi R dua. Jadi memang R satu aja udah cukup, yg penting kan penampilan mirip punya Rea. Btw pistonnya udah race ready tuh, mirip piston moto3 spek kejuaraan dunia ring pistonnya cuma 1. FYI balap bebek lokal jg ngebolehin pake ring piston cuma 1 yaitu ring kompresi dan ring bilas boleh dilepas, tapi anehnya alurnya harus tetap ngikut standar alias ada 2 tapi yg kepasang ring cuma 1.

    Guest
    • R satu atau Rnya ada dua tetap berpengaruh untuk orang² yg spend uang banyak untuk sebuah motor. 1. Gengsi, 2. Investasi, dsb dsb.. So, ini semua bukan masalah yg membeli itu ber’skill’ atau tidak. Makanya KMI tetep berusaha memasukan motor yh Rnya dua ini, karena apa? Karena ada pasarnya (IMHO)

      Guest
  2. Hmm, kayaknya berita tahun 2017 juga sama deh, ZX10RR belum boleh masuk Indonesia gara” velg Marchesini yg belum SNI..

    Guest
  3. Standar Nasional Indonesia ( SNI ) merupakan Syarat Minimum Kelayakan tertinggi di Alam Semesta.

    gak heran sih banyak yang sulit lolos, produk yang hanya bermodalkan standar tertinggi internasional minggir dulu.

    Guest
  4. Hrsny kalo ada distributor resmi Marcesini di indonesia bs numpang SNI scr part.jd ketika ada ATPM memakai velg ini bs otomatis lolos SNI

    Guest
    • Pelek kan cuma kmbing hitam aja, gw rasa penyebab pastinya adalah dimari kagak dapet kuota. Karena cuma 500 unit, diutamakan tim2 balap sisanya 300an unit buat pengguna harian di negara maju. Inget, versi RR biarpun motor masal tapi produksinya sangat terbatas. Ga kaya superbike versi bawahnya ketika unit habis mereka bakal produksi lagi. Utk versi homologasi biasanya pertahun cuma dibikin sesuai minimum produksi aja.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.