TMCBLOG.com – Red Bull Ring selalu menjadi Momok Buat Motor motor Inline 4 di tahun tahun lalu semenjak Venue ini kembali digelar.Selain Trek Plaing Cepat, Mungkin ini adalah Trek paling stop-and-Go sepanjang Musim dan karakter Stop-and-Go jelas secara natural Bukanlah Karakter yang ‘Inline’ dengan mesin Inline 4 dimana konfigurasi lebar dari Mesin ini memiliki inersia biadab yang membuatnya jago di Speed/ Long Corner. Karena ‘tikungan Mati’ berbentuk V ( V-Shape) Mayoritas tikungan utama di red Bull ring butuh turun gear, jarang mengandalkan teknik gantung rpm dan tentunya Butuh akselerasi biadab saat keluar tikungan  . . . namun fenomena 2021 itu terlihat berbeda.

Somehow mesin mesin Inline 4 terlihat tidak takut lagi sama karakter dari Mayoritas Tikungan Red-Bull ring yang bermodel V-shape. Beberapa data yang bisa tmcblog lihat hasil pekerjaan Mantan Crew Chief Jonathan Rea – Chris Pike  adalah Baik Quartararo, Mir, maupun Vinales terlihat berhasil kompetitif di sini dan Bahkan faktanya, jika laptime tidak di-delete karena sedikit menyentuh Limit Trek, Quartararo hampir saja membubuhkan rekor Laptime sepanjang masa sementara untuk sirkuit ini . . . Cek deh data berikut ini  . .

Bicara Race Bukan Hanya bicara soal fastest lap, namun Juga konsistensi dalam melakukan Laptime panjang. Dan di FP3 walaupun Bagnaia Torehkan Laotime tercepat, Namun Duo Pembalap Inline 4 factory Yamaha Maverick Vinales dan fabio Quartararo Menjadi yang tercepat soal rerata Laptime  . . . Vinales teratas setelah melakukan 9 lap dengan rata rata 1:23,680 disusul Quartararo dengan 7 lap yang rata ratanya 1:23,787. setelah kedua pembalap ini hadir beberpa pembalap V4 seperti Baganaia dan Martin. Joan Mir, berhasil merapat ke posisi Top 5 dalam rerata Laptime ini.

Banyak yang bilang Sesi FP4 adalah salah satu sesi terbaik untuk melihat kesiapan dan kekonsistenan laptime guna menghadapi race keesokan harinya. Ini logis secara pembalap sudah tidka lagi terpengaruhi adrenalin untuk melakukan Time attack, semua Strateginya difokuskan untuk Race esok . . Konsistensi, durabilitas ban . . You name it

Dan Di FP4 ini terlihat bagaimana Fabio Quarataro terlihat siap Banget Jika Race akan dihelat dalam Kondisi Full Kering. Ia menorehkan 6 lap dengan rerata 1:24,030. Joan Mir yang juga tempil impresif di FP4 ini dengan menjadi yang ke 2 tercepat rerata Laptime walaupun hanya dengan 4 lap.

Khusus Joan Mir, banyak analisa mengarah ke Hadirnya Rear height Device yang tentunya akan membantu Pembalap Meningkatkan akselerasi saat keluar tikungan . . sesuatu yang penting di karakter Sirkuit Seperti red Bull ring ini. “ saat berakselerasi, selalu bagian yang Anda butuhkan akselerasi dari gigi pertama, gigi kedua, perangkat itu [Rear Height Devices] membantu di sana lebih dari di tikungan cepat, di mana kami tidak menggunakannya,” jelas Mir semalam saat Zoom Debrief

“Jadi, penting juga untuk melihat di mana orang lain menggunakannya untuk mendapatkan ide, tetapi saya tidak tahu apakah pembalap lain menggunakannya di tikungan yang berbeda dari saya. Saya pikir kita semua menggunakannya di tempat yang sama sekarang.”

” Hal yang sulit dipahami adalah di mana tempat yang benar untuk menggunakan perangkat itu. Juga, Anda harus memahami berapa banyak waktu yang dibutuhkan motor untuk menurunkan sepenuhnya bagian belakang saat menggunakan perangkat ini. Jadi, penting dalam percobaan pertama untuk memahami hal ini. Namun saya merasa cukup baik hari ini dengan perangkat ini.  Saya senang.”

Pada akhirnnya, Sekali lagi, Jika race hari ini terjadi saat Trek kering, ada potensi kebangkitan Motor motor Inline 4 khususnya di Sirkuit yang lebi condong ke Meisn V4 ini. Segala Analisa di atas ada Potensi akan ‘ Inline ‘ dengan apa yang akan terjadi saat race jika Kondisi Treknya saat race nanti akan sama dengan Saat FP3 dan FP4. Namun seperti Kita ketahui, saat Sobat sekalian membaca tulisan ini, daerah Red Bull ring sudah mulai turun Hujan dan memang secara forecast begitu . . dan kalau Hujan masih terus hadir saat race -time nanti tentu banyak hal yang akan membuat segala Analisa dan prediksi di trek kering menjadi tidak relevan

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

51 COMMENTS

    • Tidak takut disemua sikuit, tapi masuk strugle dikala ada air. Itu sebelah solve problemnya belum ketemu2 alamat …..

      Guest
  1. kalo hujan mending Quartararo cari aman aja, yg penting ga dlosor dan zero poin,, krn kalo hujan kemungkinan besar pasukan Duc dan Honda yg bakaln perform, oh iya Aprilia juga,,

    Guest
  2. sebenernya dari tahun kemaren juga Suzuki dgn Joan Mir hampir juara di sirkuit jahanam ini, kalo ga karena aksi freestyle nya Vinales,

    Guest
    • ini mengsedih sih, padahal pas red flag dikibarkan margin nya cukup jauh dari pembalap posisi 2.. restart race mengubah segalanya wkwk..

      Guest
    • Maka nya biarkan di duc duc suruh ke depan dulu.. dab biarkan ban nya abis kayak tahun kemarin.. dan 15 lap to go . Baru push.. hehehehe… Tadi pass Moto2 juga KTM rajanya di sini biarkan suruh di depan tapi si Marco Bezzecchi akhirnya juara dan KTM tidak kelihatan di podium

      Guest
  3. Rossi uda umumin pensiun.
    Raul uda fix di tech3 KTM

    Skrg kapan giliran Vinales umumin mau di tim mana musim depan?
    Krn begitu di umumin… Pasti akan menyusul berita siapa pembalap2 di Petronas, Aprilia dan VR46 team

    Guest
  4. Ahhh lebay, inline juga bisa bertarung disini kali dari dulu. Tinggal siapa pembalapnya yg bawa motor tersebut. 2016 marquez dan pedrosa gak berkutik disini, lorenzo dan rossi bikin repot ducati. Yah walaupun saat itu 1-2 iannone dan dovi, tapi M1 lorenzo dan rossi saat itu bikin repot mesin V disini jadi bukan hal baru.

    Guest
    • Ok mdh2an ntr balapan kering, pengen liat sembahan lo kaya apa.. di track langganan ducati ma honda.

      Guest
  5. vinales cerianya buakn main, kalau sampai akhir musim bagus dengan Ymh, bisa jadi dia pindah ke Petronas !
    Bhahahahahahahaaaa

    Guest
  6. 1 cuaca
    2 ban

    Fabio (mayoritas inline) di fp4 lap tercepat pakai medium
    Bisa beda cerita ketika pakai hard

    Data dr fp4
    Fabio M.M 1’23.8 M.H 1’24.2
    Peco H.M 1’24.0
    Maverick M.M 1’24.0
    Joan M.M 1’24.1
    Marc H.M 1’24.2

    Guest
  7. Jgn remehkan marc..krn dia pernah bilang akan kalahkan ducati di sircuit ini..secara kondisi tubuhnya mendekati 100% klu soal mesin inline4. Mnurutku dr dulu cepat pas free practic saja!! Prediksi.
    1. MM 93
    2. FB 63
    3.JM 89
    4.JM 43

    Guest
  8. apakah masalah di M1 dgn crosplane nya yg tonjokan yg berkelanjutan membuat Akselerasi yg terlalu biadab hingga membuat overpower dan overtorsi membuat loss grip sering slide wak ??

    jadinya gak cocok dgn karakter tikungan mati ini

    Guest
  9. selama bannya michelin tetep aja ga konsisten..kadang dipabrikan ini bagus kadangv dipabrikan ono bagus daya cengkeramannya..udah kaya setingan…
    jaman bristun ya keras keras,sedang sedang,lembut2…bagus ya bagus semua daya cengkeraman ke semua motor..tinggal gmna rider pilih ban mau keras sedang apa empuk..
    sama cara membalap boros ban apa gak..
    dr awal michelin masuk ya begitu aja trs..aneh aja..tinggal liat aja dirace…di lurus gmna..bakalan kedodoran apa gak si inline head to head sama v4

    daya cengkeramannya berubah2 michelin

    Guest
  10. gak yakin sih. pling setengah balapan msh mumpuni. setelah itu ya kehabisan ban. entah kenapa Ducati tahun kemarin n tahun tidak pernah mengeluh ban cepat habis

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.