TMCBLOG.com – Maverick Vinales Via Skysport telah memberikan pernyataan terbuka bahwa ia mengakui bersalah dan meminta Maaf kepada Yamaha. Manager Monster Energy Yamaha MotoGP, Massimo Maregalli Pun di depan Corong Mikrofon MotoGP yang dibawa Simon Craffar sudah memberikan pernyataan Singkat bahwa Yamaha telah membaca Pernyataan Vinales tersebut walaupun untuk sementara keputusannya masih tetap sama, hmm pernyataan singkat yang tentu Bikin makin kepo . . Beruntung  Petinggi yamaha yang kerap disapa dengan Panggilan Maio tersebut mau memberikan pernyataan yang sedikit lebih panjang mengenai keputusan Yamaha yang dikeluarkan Kamis kemarin tersebut kepada Stasiun TV BT Sport

Yamaha memutuskan untuk meninjau data telemetri pasca race dari Yamaha M1 Maverick Vinales sebagai cara untuk mengkonfirmasi desas-desus mulai menyebar di paddock kepada mereka bahwa Vinales telah melakukan pengoperasian yang berlebihan di mesin M1-nya pada sesi race Styrian GP : “Kami mendengar beberapa rumor dan kemudian kami mulai cek telemetrinya,” kata Meregalli

” sulit untuk mengatakan lebih dari apa yang sudah kami katakan dalam pernyataan itu, sekarang kami akan terus memverifikasi data dan membuat keputusan “ Begitu Maio menambahkan. Terlihat sepertinya Tim ingin kembali mengupas masalah lebih dalam agar benar benar mengetahui permasalahan Yang sebenarnya agar dapat menghadirkan keputusan yang benar benar sesuai dengan apa yang terjadi . . apakah Maverick akan menyelesaikan musim lebih cepat atau tidak ?

“Saya tidak ingin terlibat dalam diskusi semacam ini, saya tidak dapat memberi tahu Anda hal lain,” kata Massimo kepada BT Sport “Saat ini semuanya mungkin saja terjadi, Yamaha di Jepang tutup sampai kemarin. Keputusan yang dibuat di sini dibuat oleh kami. Tentu kami telah berkonsultasi dengan Jepang ” jelasnya, merujuk pada kepemimpinan Yamaha Factory Racing Eropa. “Pada titik ini, keputusannya hanya untuk menangguhkan dia untuk balapan ini, dan kami akan melihat apa yang terjadi sekarang,” katanya sehubungan dengan masa depan Maverick.

Maverick Vinales Mengaku bersalah dan Minta Maaf

Di Akhir Pernyataan, Maio sedikit berempati terhadap apa yang mungkin dirasakan oleh Maverick. Menurut Maio Mungkin Maverick Menyangka Bahwa Yamaha tidak memberikan support yang sama antara dirinya dan Fabio “Terkadang Anda adalah seorang pebalap yang mungkin berpikir bahwa team-mate diperlakukan lebih baik daripada dia, tetapi kami, seperti Yamaha, tidak melakukan hal itu. Saya akan memberi Anda sebuah contoh, ketika Jorge Lorenzo memutuskan untuk meninggalkan Yamaha, kami mengetahuinya sejak awal musim, tetapi kami mendukungnya dengan semua pembaruan terbaru hingga akhir musim. ”

” Bersama-sama kami memiliki tujuan untuk mencapai Triple Crown. Untuk melakukan itu, kami membutuhkan hasil dari kedua pembalap. Terkadang mungkin Anda bisa memahami rasa frustrasi ketika Anda berada di titik itu, tetapi tidak [dengan cara]seperti itu”. 

Sementara Rummor Paddock memperkirakan Cal Crutchlow akan menggantikan Vinales di Silverstone, Mantan team mate Maverick – Valentino Rossi memperkirakan hal sebaliknya  “Hari ini Vinales mengatakan apa yang harus dia katakan: dia frustrasi, kepalanya [seperti] pecah, tetapi dia tidak ingin menyakiti. Itu adalah hal-hal yang bisa terjadi dan dia telah meminta maaf. Saya pikir dia mungkin akan bisa balapan lagi di berikutnya dan itu akan menjadi yang terbaik untuk semua orang”. 

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

73 COMMENTS

      • Itulah gw salut betapa kuatnya mental dani pedrossa.. dulu di post saat vina hengkang gw ada komen bilang begini tentang pedrossa, eh ada yang nyinyir bilang bombom selalu out of topic hahah

        Guest
    • Itu kalo belajar dari tetangga … Kalo belajar segarasi kan sama aja …inget dulu penyekatan garasi ? 1 guru 1 ilmu stress

      Guest
      • Dan semua kekacauan terjadi pada saat pabrikan Y dalam fase makin mengerikan soal kenyuamanan n kekecenganya.. jangan jangan ada yang sengaja siram minyak kayu putih..sekedar opini jangan ada yg wafer 😃

        Guest
        • muoosok sih bro… yamaha biasa memiliki pembalap dengan kemampuan yg seimbang, makanya antar pembalap juga inigin menunjukkan siapa yng terbaik di Team. ini bisa berimbas pada persaingan yang betul-betul memanas.

          Guest
  1. iya soalnya dia apes mulu yekan
    begitu liat temen kok kenceng banget da, mulai teori konspirasi bermain.
    gw ga diturutin kali ni motor gw ala kadarnya.
    padahal gaji uda gede banget tapi masi konspirasi.

    sama dengan komentator disini banyak senang konspirasi kwkwkwkwk
    seru emang konspirasi itu. cuma ya kalo ga ada bukti ya jangan menganggap itu yang sebenarnya

    Guest
    • Taro mah emang berbakat bro, dulu 2019 di petronas srt dia udah sering dapet pol.. makanya marquez bilang dia khawatir sama taro, kalo vinales kaga pernah tuh marquez ada statement begitu..

      Kalo udah mental yang kena, jadi panik auto amburadul performa macam vina

      Guest
  2. siapa sih yg ga beban ?? bertahun-tahun di tim terbaik MotoGP, di gaji besar juga, mungkin2 performa dia sebelum2 ini masih bisa di tolerir krn team mate nya si mbah juga ga perform di motor yg sama, tapi ketika Quartararo datang, keliatan lah siapa yg selama ini ga beres,, benar M1 bukan motor yg perfect, bahkan termasuk banyak masalahnya (Quartararo sendiri mengamini), tapi ga otomatis membuat lu bisa egois dan mengecewakan tim,
    ingat, dia ga sendirian dlm pekerjaan ini, ada tim mekanik, ada tim insinyur, semua itu ikut bekerja demi hasil yg terbaik, ga ada org yg mau mendapatkan hasil buruk dgn sengaja,,
    semua anggota tim nya juga jauh dari rumah, bahkan ada yg berbulan-bulan ga pulang ke rumah seperti org2 Jepang yg ada di tim, semua rela melakukan itu demi pekerjaan tim, demi memberikan yg terbaik, bayangkan bagaiaman perasaan mereka ketika motor yg dibangun mereka susah payah di setting sebaik mungkin menurut kemauan si pembalap, malah sengaja dirusak oleh si pembalap tsb dgn alasan frustasi ? how silly is that ??
    ga tau lagi lah kalo emg Yamaha masih mau pake dia sampai akhir musim,,

    Guest
    • apa2 bawa epbeha, pendapat satu oknum langsung dijadikan anggapan umum.. mending disebut nick nya siapa, itu lebih keren.. mana reply nya gak nyambung pula, padahal intinya menyalahkan Vinales.. kasian bro izanagi udah nulis komen panjang2 wkwk..

      Guest
    • Nahh ini, yang kasian tuh, team mekanik nya yang udah support dia. Ayolah, kalau mau, jangan sampe dengan tindakan. Cukup kata kata saja seperti sebelumnya. Cukup bilang, motor nya jelek, tidak sesuai harapan, dll. Ini kan seperti tidak menghargai mekanik nya yang sudah berjuang buat dia. Dapet team mate kuat dan moncer, bukan nya kalah termotivasi, malah jadi nge blank. Apa kabar persaingan Rossi-Lorenzo, Dovi-Lorenzo, mereka cukup fair bersaing, dan meskipun salah satu berprestasi, yang satunya tetap termotivasi..cukup perang mulut aja di luar trek kalau mau.
      Seharusnya sebagai penggemar valen, dia mencontoh bagaimana vale saat terpuruk di Ducati, atau tahun ini. Pernah ngga tuh dia bersikap buruk di atas trek?
      Lagian, dia kan cukup bagus di Qatar dan Assen, liat juga quartararo sekarang leading championship. Yang salah, jelas bukan motor nya. Lebih introspeksi diri lah, lebih dewasa.

      Guest
    • Emang ente dapet apaan sih komen kayak gini, kalo balapan mah biasa ada saatnya diatas ada saatnya dibawah, tapi satu yang pasti tim manajemen yang halus itu ga selalu menang melulu, ada yang timnya panasan dan ada yang adem nyikapi sesuatu, disitu salah satu nikmati balapan, ga cuma motor sama hasilnya aja

      Guest
  3. Ketika Marc selalu di depan semua orang mengira hrc menganak emaskan Marc, dan ketika Fabio di depan maka Vina pun mengira YRF menganak emaskan Fabio. Talenta pembalap memang berbeda beda dalam mengeluarkan potensi terbaik sepeda motor.

    Guest
    • Fabio itu spesial, yang pasti dia orang yang mau belajar dari siapapun rivalnya, entah rival setim, beda tim, bahkan beda pabrikan

      Guest
  4. Bagus wak berita anda berimbang
    Jangan seperti blog legend yg satunya. Malah menggiring opini. Beberapa informasi ada yg tidak dicantumkan.biarkan dia menggali kuburannya sendiri,wak haji tetap berkarya meskipun kadang keadaan naik turun

    Guest
    • Warung sebelah mah emang gitu, memunculkan opini buat bahan debat eh cakar2n ding,
      Kl ga gitu ga laku blognya cuyyyy

      Guest
    • Yaa begitulah klo blog non official motogp… Cuma comot sana comot sini ditambahi sambel dikit biar pedes…
      Beda sma wak haji..yg official blog dan diakui dirna…

      Guest
    • Sepakat mas, sy kehilangan respek sm dia.. Moncrat moncrot, sepertinya hanya pengin bakar2an..😐
      Entahlah, dendam apa dia sm Yamaha..😓

      Guest
    • Yaah selama ini kan bahannya cuma gosip doang, goreng goreng sana sini. Bertekad jadi fulltimer ngeblog tapi senjatanya gosip dan gorengan. Yauda susah move kalau gitu

      Eh kok giliran jadi rusuh beneran kolom komen, doi heran sendiri 😂

      Guest
    • Haduh, all, please saya mohon jangan banding bandingin antara sesama penulis terutama sekali ketika mereka itu semua adalah sahabat2 saya . . yang pertama karakter setiap penulis kan berbeda, dan yang kedua buat saya sendiri tidak pernah menulis untuk diperbandingkan, karena saya tahu semua menulis untuk memberikan informasi yang sebenarnya . . . lanjut fokus ke materi artikelnya saja

      Administrator
      • Auk nyinyir mulu kayak emak2,kalo gak suka ya jangan baca kesana titik.
        Gak usah bicarain dia diblog orang lain segala,yg ada malah nambahin dosa

        Guest
      • waduh wak haji tumben langsung turun gunung nih,,
        well, jujur wak, saya pun juga kurang seneng ama artikel2 blog sebelah, gmn ya, bahasanya terlalu hyperbola dan banyak menambahkan kata2 yg ga penting,, padahal dulu awal dia merintis bahasanya cukup normal, ngakunya netral tapi well, semua juga tau itu cuman kedok doank, krn pengalaman di blacklist mungkin sama salah satu pabrikan, tentu susah menjaga netralitas, dr bahasa artikelnya ketauan kok,
        kadang saya cuman mampir dan membaca artikel yg menurut saya lumayan utk dibaca,
        tapi yah saya juga maklum wak kalo dia kyk gitu, isi artikel dan judul konten YT nya selalu clickbait, yg sayangnya itu semua lebih digemari org2,
        saya berharap wak haji tetap mempertahankan idealisme nya sbg seorang pure jurnalis independen, meskipun pasar nya ga sebesar jurnalis clickbait dan kontroversi, tapi kalo komunitas nya kuat pasti kita akan terus eksis, berharap wak haji tetap terus dekat dgn komunitas pembaca/penikmat kontennya,,
        ✌️

        Guest
        • Dulu saya suka blog tsbut. Tetapi setelah ada kata gxxxxg ketika ada yg tes ride dan beda pendapat dengannya disitulah saya ga suka. Dan entah kenapa kesalahan sekecil apapun di Y pasti blow up. Klo si … ga pernah. Bahkan alasannya berapa persen sih dari keseluruhan. Kenapa ga saat mbahas Y dikemukakan jg hal tsbut

          Guest
      • Namanya berada dibidang yang sama apalagi bahasannya juga mirip pasti selalu dibanding2kan wak, ibaratnya sama2 helm lokal berkualitas antara KYT & NHK, klo 2 nama itu disebut pasti didebatkan fitur2nya.. Ambil sisi terbaiknya aja wak, terbukti komentar disini masih rame masih share/tukar pikiran/debat positif dan jadikan pembelajaran supaya komentar isinya netizen bukannya sales. Karena klo udah sales minggat sepi tuh kolom komentar.

        Guest
      • untuk saat ini blog mank opik yg terbaik dah….
        komen²nya jg selalu rame, semoga blog lain blajar lg dan introspeksi dlm menyampaikan materi beritanya.

        Guest
    • Karna ada yg di bandingkan wak,kalw cuma signifikan yah benar menggali kuburan sendiri,sudah seWAJIBnya jurnalis itu netral jangan terkesan tidak profesional

      Guest
    • di mana2..
      petronah pisah dengan srt
      petronas berhenti menseponsori srt
      di situ
      petronas hengkang dari yamama.
      ampun dah.
      saya dulu sebelum ke sini de situ dl tapi kok lama2 begi
      itu ya jadinya males mau ke situ
      cuma suka nongol di fb.

      Guest
    • Saya sih hanya bisa tersenyum 😊

      Ada benarnya yang kawan-kawan sebutkan di atas.

      Biarlah hukum sosial yang menentukannya…

      Guest
    • Please kelakuan ga usah kaya pecundang, kalo ga suka sama seseorang ga usah dibawa-bawa ke blog orang lain apalagi sampe ngebanding-bandingin sama yg punya blog itu ga etis namanya, kalo emang konten yg bersangkutan ada yg lu ga suka ya langsung omongin sana di blog orang yg lu maksud, kasih tau apa yg kurang dan lu ga suka dari konten yg dia sajikan terus kasih solusinya, ga usah jadi pengecut.

      Guest
  5. menganggap team mate mendapatkan perlakuan lebih sedang dirinya digaji jauh lebih besar dan cuma kalah gede sama gaji Marquez aja udah aneh..
    mau gimanapun jg tindakan Vinales gak bisa dibenarkan, udah untung FIM atau Dorna atau pihak2 yg terkait dgn penyelenggaraan motogp gak ikut kasih hukuman.. karena kalo sampe blown out dan oli berceceran di trek ya jelas berbahaya jg buat rider lain..

    Guest
  6. setidaknya kelakuan MV kalem lah……kalo ngga betah sama yamaha ya udah nikmatin sampe habis kontrak toh kalo dia nyesel ngga mau resign dari sujuki kenapa baru sekarang,soalnya kepribadian di bentuk oleh pengalaman bukan dengan ocehan……akhirnya dia sendiri minta maaf

    Guest
  7. tersirat tp tdk tersurat, sepertinya mmng FQ20 diperlakukan lebih thn ini (2021) krn peluang juaanya, VR46 pernah bersama JL99 (mirip), Dov dgn JL99 (di Duca), lalu lanjut ke acara kecemburuan sosial trus panjang dah sampe rumit ke sponsor pelan tp nyata (efeknya).

    Guest
    • Terooos aja mengada ngada, wong jelas petingginya sendiri yg bilang. Semua sama

      Coba ungkapkan secara tersirat dari variabel ini.

      MV12:
      -Gaji lebih besar
      -Ace rider pasca VR drop performa dan pensiun
      -Selama di YFR disupport, diturut keinginannya (contoh: tambah topspeed)

      Jernih lah yang berpikir coba, jangan keruh aja terus

      Guest
      • Hahah….
        Di +62 memang demen sama hoax dan konspirasi bang.
        Yang bikin hoax sangat banyak, yang nelen mentah-mentah juga gak kalah banyak.
        Apalagi komentator bawa misi brand, yang ada, pihak lawan jelek mulu, negatif mulu 🤣🤣🤣

        Guest
  8. Pembalap kok hobi amat nyari kambing hitam.
    Nyalahin nomor udah, nyalahin warna helm udah, nyalahin motor ga keitung, kok sampai nyalahin kru dan tim? No no no no

    Ni orang kalo nabrak pohon bisa jadi nyalahin itu pohon kenapa berdiri di situ.

    Guest
  9. Mungkin ini berawal dari dashboard yg muncul terus dgn tulisan pitlane,dan pas mv12 nanya maksd nya apa g d kasih jwbn d tolak mentah2 dan rasa frustasi pun lngsng tak terkendali

    Guest
  10. Padahal dulu waktu sama rosikin juga gak ada perbedaan perlakuan ymh, justru ymh memberi kepercayaan lebih untuk pengembangan tp teryata cuma skil php orang ini

    Guest
  11. Udah dibayar gaji gede , di sign kontrak multiyear harusnya pembalap profesional

    yg jadi masalah bleyer bleyer gitu selain merugikan juga bleyer bleyer dihadapan orang banyak apalagi di pit line mengurangi rasa respect semua orang, penonton official moto gp, dll gak cuma Yamaha Team saja ..

    Guest
  12. Saya sih melihat kalo yamaha lebih memperhatikan quartaro ya wajar karna dia saat ini rider tercepat yamaha, sama halnya HRC lebih memperhatikan marquez dari rider honda lainnya
    Bagi pabrikan peserta MotoGP tidak masalah rider tim factory or satelit pasti akan lebih diperhatikan jika rider tsb yg tercepat dan plg berpeluang dlm perebutan nurdin…contohnya Rossi waktu di Nastro Azzuro ataupun Sete Gibernue…
    Yang paling Aneh adalah saat Jorge Lorenzo juara dunia 2015 dimana euforia kemenangan tidak meriah di dalam box tim factory yamaha…harusnya mau Rossi atau lorenzo kek yg juara harusnya bergembira

    Guest
  13. Bisa juga ada yang coba kacaukan pasukan nginline ngoray superior dengan manfaatin super mvk12 biar y kacau terus melayang lagi kesempatan borong semua kategori kejuaraan yg sudah didepan mata..mirip musim kemarin.

    Guest
  14. Bagi tim² lain ini sebuah informasi awal, betapa potensi konflik besar, bila punya pembalap dengan karakter seperti Vina ini di garasi..

    Paling realistis, Vina gabung Ama bokap, besarkan VRT, jadi rider di WSSP300..

    Sayang banget Vina..
    mumpung Marc belum dalam peak, dan Yamaha lagi bagus²nya, opportunity ini gak direspon optimal, agar tercatat dalam sejarah.

    Guest
  15. Wak Haji saya boleh berandai-andai ga ya, seandainya kejadian Vinales ini terjadi pada 2020, berarti yang out di tahun 2021 dari Pabrikan Yamaha adalah Vinales lalu digantikan oleh FQ20, apakah FQ20 akan berpasangan dengan Mbah Rossi di 2021 ini? sehingga seandainya Rossi masih di Yamaha 2021 ini apakah dia akan memutuskan untuk pensiun juga? apakah hasilnya akan lebih baik dibanding hasilnya saat ini di PYSRT?
    punten, lagi pengen jadi bani andai, saya bukan fans berat rider manapun hehe

    Guest
  16. Di Ymh pembalap dibiarkan berprestasi dan diberikan part yang sama.
    JL sama VR sampe dibuat sekat agar mereka berjuang dengan kemampuan masing-masing.
    JL pemarah, tapi rasa rasanya ga selebay MV.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.