TMCBLOG.com – Race Flag To Flag yang hadir Terlambat di akhir Balapan membuat Dinamika menarik yang sepertinya akan diingat Oleh siapa saja dari rangkaian race weekend MotoGP Austria 2 Musim 2021 ini. Bayangkan saja Rintik rintik Hujan Yang turun malu malu kucing semenjak Pembalap Hadir di grid start baru turun deras di sekitar Lap 26-27. Dan Brad Binder tampil sangat berani dalam artian dua hal. Berani Membuat perhitungan bernada perjudian bahwa dengan hadir melesat sangat Kencang dengan ban Slick ketika Lima Pimpinan Lomba berbarengan masuk Pit Box Untuk melakukan pergantian Motor, maka ia sudah memperkirakan Gapnya cukup ketika Hujan Turun dengan Deras Maka Gapnya tidak sulit dikejar Oleh pembalap yang telah berganti ban. Keberanian kedua Jelas keberanian dalam menyeimbangkan keinginan hati Untuk Geber dimana Motor masih dalam posisi setup Dry dengan Keadaan Grip Ban yang boleh dibilang turun drastis. Dan Akhirnnya Keberanian Brad terbayar manis, membawa Podium tertinggi di Sirkuit yang merupakan Home-Base Pabrikan di mana Ia bernaung walaupun di akhir ia tetap terkena penalty 3 detik setelah meewati terlalu banyak Limit Trek sekaligus merusak catatan Tradisi Ducati di sirkuit Spielberg setelah tahun lalu Oliveira juga juara di sini.

Selain Brad Binder, Angkat Topi Juga Buat Sosok Jorge Martin. Setelah menorehkan banyak catatan historis memperoleh Pole Position, Menorehkan Lap record, Juara di Styria, satu lagi yang membuat tmcblog merasa bahwa Jorge martin memiliki kekuatan mental dalam pertempuran yakni keberanian dan ketenangannya dalam mengikuti debut Sesi Flag To Flag pertamanya di Kelas Para raja ini Karena jelas di dua kelas sebelumnya ia belum pernah memiliki experience seperti ini sedikit pun.

Crashnya Zarco Sebelum Flag To Flag dan konsistennya Quartararo finish di Posisi Top 10 membuat Posisi pembalap Yamaha factory ini tetap Kuat di Pimpinan Championship dengan total sementara 181 Point. Fabio membuat Gap yang lebih menganga dibandingkan Seri sebelumnya dengan Pembalap terdekat ( dari 40 point menjadi 47 Point). Line up Championship pun berubah di mana Bagnaia Saat ini membayangi Fabio di Posisi kedua diikuti Joan Mir ( dengan Point yang sama ) . Johann Zarco sendiri turun dari awalnya Posisi dua ke posisi empat.

Jorge Martin sendiri pasca Austria naik Dua posisi dari awalaya Posisi 12 menajdi Posisi 10 jelang race selanjutnya di Silverstone. Selain Marc Marquez yang turun 1 Peringkat Penurunan Lainnya juga hadir pada Maverick Vinales dari awalnya di Posisi 6 ke posisi 7.

Ducati kembali memimpin Championship Manufaktur dengan gap 3 point dari Kejaran Yamaha. Sementara itu Monster energi Yamaha MotoGP masih kukuh memimpin Championship team namun Jaraknya kian terpangkas dari awalnya 53 Point menjadi hanya 37 point. Jika Yamaha tetap menargetkan Triple Crown tahun ini adalah sesuatu yang penting untuk memikirkan masak masak dengan Baik siapa yang akan mendampingi Quartararo dari Silverstone sampai Valencia nanti. Yes Karena Point Championship team dihitung dari kombinasi kedua pembalapnya.

Walaupun Memboyong Nol Point di Race kedua Austria ini, Johann Zarco Masih kukuh memimpin Klasemen pembalap Independen. Namun Jaraknya  ke Aleix Espargaro Kian terpangkas dari awalanya 71 Point menjadi 65 point saat ini. Sementara itu dengan Kembalinya Jorge martin Fit 100% di beberapa balapan terakhir membuat Pramac racing Kian Kuat memimpin Klasmeen Team Independen dengan jarak 104 point dari kejaran LCR Honda.

Da Podium di Austria Buat Jorge Martin jelas menjadi semacam Booster Point Untuk memimpin kalesemen Rookie Of the year. ia berjarak 31 Point saat ini dari kejaran Juara Dunia Moto2 Bastianini. dan ia juga jadi satu satunya pembalap Rookie yang telah finish Podium dan Bahkan menajdi Juara seri sampai seri ke 11 Musim 2021 ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

55 COMMENTS

  1. ntah kenapa pembalap yg paling “bad luck brian” disini gw rasa Jack Miller sama Alex Rins, 😂

    btw gap 47 poin masih bisa bgt dikejar oleh Joan Mir si mister konsisten,

    penasaran seri Silverstone besok ada drama apalagi,, maklum biasanya cuaca di Inggris itu juga ga bisa ditebak,

    Guest
    • tapi juga Quartararo disini menunjukkan kelasnya yg layak bgt juara dunia, dr aksi overtake nya dia trhdp Marc sama Martin, belum lagi dia relatif bisa bertahan meskipun ada membuat sedikit kesalahan yg, , , well, , ga gitu fatal dr pressure yg diberikan Marc, gw yakin tadi Marc sengaja ngintilin Fabio demi memberikan pressure ke dia,
      good job buat El Diablo !!

      Guest
  2. Saya kok kasian sama lekuono ya?
    Podium didepan mata dimusim yang nggak mudah.
    Eehh lepas jugaa hiks..hiks..

    Guest
    • Karena Bang Mojib fans Marquez dan epbeha, makanya benci bgt ke pembalap Yamaha sampe dibela2in ngetek Ducati wkwkwk

      Padahal belom lama mah doi konsisten ngata2in Ducati waktu masih pake nick premannya🤭🤭🤭🤭🤭🤭

      Guest
  3. Fluktuatif.. si Semut malah rookie error.. 🤦🏻‍♀️
    dari awal udah khawatir sama effort si Semut..
    tapi sejak terlihat established.. ngekor si Taro dan Peco, mulai nampak Semut yg dulu, yg sudah counting spot mana aja buat overtaking..

    ntah faktor unit atau rider, yg jelas paket Marc-RC213 ada perubahan, dah masuk kategori ready to podium..

    Binder.. gokil!

    Guest
    • Kalau posisi klasemen akhir, Hohe martin sampai di atas 93mm, sungguh terlalu (memalukan) , seorang rookie yg thn ini sempat cedera parah + absen bbrpa seri

      Guest
  4. FQ makin meyakinkan utk jadi juara dunia 2021, paling stabil diantara kompetitornya, tekniknya menyalip beberapa kali meyakinkan dan matang, skill nya sudah meningkat jauh dibanding tahun lalu, plus M1 terbukti sudah tidak boros ban sampe lap2 akhir

    Guest
    • Kelihatan banget pas lurus ud mau disalip ducati, tapi karena unggul di late braking dan cara masuk tikungan, akhirnya gak jadi kesalip.

      Kecuali pas moment disalip bagnaia di track lurus dan langsung ditutup jalur balapnya

      Guest
  5. kecuali rookie error yg barusan.
    diluar itu, semut dah hampir balik semut yg dulu, motivasi gak hilang..

    cara semut ngekor Taro dan Peco, dan menentukan spot buat overtaking, persis semut yg dulu..

    semut punya reputasi.. kalau chance Jurdun dah gak ada, semut bakal ikut²an mainkan siapa yg bakal Jurdun

    Guest
  6. 4x podium, and now his in p3 klasemen skaligus sama dgn p2 klasemen, pasukan ducati? Ya back to settingan pabrikan…. Mundur alon-alon

    Guest
  7. Fabio datang ke Austria 34 poin dari Zarco, 47 dari Bagnaia, 55 dari Mir. Sekarang unggul 47 poin dari Bagnaia & Mir, imbang untuk posisi kedua, & 49 dari Zarco.
    Setelah 2 balapan di trek terburuk Yamaha dalam kondisi seperti hari ini, Fabio sangat besar untuk peluang gelarnya.

    Guest
  8. Harusnya memikirkan safety race direction..menghentikan balapan saat turun hujan apalgi lap sudah mau berakhir. Masak dikasi pakai ban kering balapan saat hujan kan ini sama saja resiko jatuh…mirip saat wearpack fabio kebuka kena hukuman. Padahal ada bbrp pembalap menaikan tangan. Aturan juga harus direvisi dalam situasi mendadak diakhir akhir lap. Apalgi banyak yang terjatuh.

    Guest
    • Terus kondisi basah dia dikamplengi sama marini & ikker yg pakai ban slick & motor team satelit… Yang hampir ikutan nyeleng pas mamakes rebahan…

      Guest
  9. yang epic waktu fabio nyalip marc dari sisi luar tikungan 3… halus tapi berani. mirip VR vs JL 2009 di Catal

    Guest
  10. Ups Joan Mir Mulai Mendekat Sodara2 . Apakah drama Overtake Pimpinan Klasemen Akan Terjadi Kembali ??? Time Will tell

    Guest
  11. Kalo Pecco konsisten begini penampilannya, pupus sudah harapan Zarco ngejar klasemen. Karena kalo rider pabrikan udah jadi title contender maka rider satelit bakal kembali ke habitat awal yaitu jadi wing team. Sederhananya sih, kalo rider pabrikan aja mampu nantang pemuncak klasemen ngapain bertumpu ke satelit. Zarco makin lama makin parah, kaya bukannya makin pinter hemat ban malah jadi pembalap yg boros ban. Padahal di Tech3 dulu dia lumayan pinter jaga ban sampe tabokin duo Movistar Yamaha.

    Guest
    • Ga sekalian aja kalo Rossi masih muda ato kalo Stoner, Lorenzo, Pedross ga pensiun? Memang indah berandai-andai hal yg mustahil wkwkwk

      Guest
  12. Mantab…
    Semakin kuat saja #20
    Ngeri deh lihat performanya di Spielberg
    Ya sudah lah, semoga Martinator menjadi rookie yang konsisten podium deh, biar makin seru, begitu juga #36

    Guest
  13. Kalo sy dukung marc ut bs podium atau win the race, tp ut championship quartararo lebih layak. Quarta menggila di sirkuit inline dn bs fight di sirkuit V4. Zarco mungkin hebat tp penyakit ndlosorannya sering kumat. Mir? blm terbukti bs menang musim ini.

    Guest
  14. Mungkin Rider TOP itu, rider yg sudah pernah jadi juara dunia, baik di Moto 3, Moto 2 terlebih Moto Gp (min. Peringkat 3 akhir musim di MotoGp), bukan pengoleksi juara & podium saja tanpa gelar..???

    Begitu mas bree recko..?

    Guest
  15. menarik melihat style riding FQ ketika masuk tikungan ke kanan kemarin waktu race di austria, kakinya tidak menjulur ke aspal ketika mengerem, tidak seperti pembalap lain

    Guest
  16. Fabio satu2nya pembalap y g pernah kehilangan poin. Dari 2019 udah cepat, di 2021 jadi konsisten,bisa jadi jurdun beneran,entahlah kalo mundur alon2 lg

    Guest
  17. Martin dg ducita dengan sirkuit (yg cocok dg Desmo) ngeri juga ya wak .. overtake 2 motor sekaligus .. ngeri ngeri sedep hardbrakenya ..

    Guest
  18. Heran gue masih pada pegang mir,,mir ,,mir,,,
    Bro 2020 itu beda sama 2021,,,
    Sekarang FQ20 jauh lebih matang + motor yamaha lebih ok,,,,liat deh di austria kemaren FQ bisa ngeladenin ducati dan markuez,,,
    Mir? Thn kemaren dia beruntung aj sob,,,
    Tahun ini juara seri aja belum,,,

    Catet ya : kalau fabio gak aneh2/ndlosor,,,
    Dia yg paling konsisten dan hampir dipastikan peluang paling besar juara,,bukan MiR.

    Guest
      • Nah itu boss,,,
        Nyatanya skrg fabio konsisten bgt g ndlozor,,intinya saat ini dia susah bgt dikalahin,,klw mir mw.juara dia hrs finis depan FQ terus

        Guest
        • elah manusia kaya gini masih ada aja. dia udah jurdun so no debat buat hal itu apalagi bilang karena beruntung. hello valve gate? poin pembalap ga dikurangin aja udah BERUNTUNG bgt musim kemaren saat yams ketangkep basah curang dan fabio masih ga bisa jurdun juga? jadi yg diuntungkan musim kemaren siapa? LOL

          jangan kepedean mas, paruh musim baru jalan, sampean ga bakalan tau hasilnya. klo ga sesuai harapan situ masih berani pasang muka disini dengan nik yg sama? oh beda klo udah muka tembok mah tinggal cuek ajah.

          Guest
    • Ya saya dukung taro jurdun tahun ini, karena motor mereka udah pakai holeshot device dari awal, wajar taro udah unggul jauh dari mir, semua kesalahan ada pada suzukinya, pakai holeshot device nya telat, coba mereka sudah pasang tu alat dari awal, saya juga gak nyalahin mereka yg dukung mir, lebih ke mir dan mir lagi, bisa kita lihat, tanpa holeshot device, suzuki bisa bercokol diposisi 4, secara balapan semalam, dari awal rintik² hujan, yg buat mir gak ngepush kek balapan minggu kemarin.

      Guest
      • tetep aja bosku yamaha lebih duluan mengaplikasikan tu alat, nah suzuki, tu alat aja lom sempurna. Tp bisa ngerecokin motor yg udah pakai tu alat dan udah sempurna buat motor mereka masing².

        Guest
      • loh silverstone 2019 alex rins bahkan p1 brayyy, bahkan marq yg kuat bgt di 2019 n di silverstone juga ditaklukan juga sama inline 4, mugello? doi satu2nya p4, p1-p3 itu v4 semua cuyy, masih dibilang blm kuat???

        Guest
    • tetep aja bosku yamaha lebih duluan mengaplikasikan tu alat, nah suzuki, tu alat aja lom sempurna. Tp bisa ngerecokin motor yg udah pakai tu alat dan udah sempurna buat motor mereka masing².

      Guest
      • Sori bosku, salah kamar ane, bingung ama komenan dimari, ngomenin siapa, eh masuknya ke siapa? Sori 😁😄🙏

        Guest
  19. Kalo sy suka taro jurdun tahun ini, Jika taro konsisten minimal finish 2 atau 3 saja,, secara balapan tinggal 7 atau 8 x lg ya? Sudah saatnya taro mencontek cara mir tahun lalu, gaya balap taro spesial banget, jarang buat kesalahan dan stabil gitu
    Meski kadang² motornya gedek², doi tak jatuh, pantes jadi juara. Tahun depan tahta kembali ke si marqisut. Sangat sulit buat motor inline bisa pertahankan gelar. Paling² suzuki yg berpotensi jurdun lagi tahun dpn, jika bisa ngalahin marqisut, krn mereka udah ngembangin jauh lebih awal motor 2022 nya, just my opinion.🙂

    Guest
  20. Lulusan Moto2 1-2 tahun lalu mulai bertaji
    Binder, Martin, Oliviera adalah sebagian contoh
    tapi selebrasi kemenangan tetep lebih enak ngeliatnya pas Rossi atau Lorenzo atau Marquez ketika menang…kalo cuma dadah2 tok sambil bawa bendera negara terlalu text book

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.