TMCBLOG.com – Race MotoGP Austria 2 adalah race yang cukup menarik dilihat jika Kita fokus ke Marc Marquez. Di awal Race Marc Memasang ban Dengan kombinasi Slick Hard – Soft Yang merupakan satu satunya pembalap Yang memasang ban tersebut pada race tersebut. Pembalap pembalap lain Umumnya lebih memilih ban belakang medium. Michelin Sendiri mengumuman Via Whatsapp ke tmcblog bahwa berdasarkan Penggunaan di hari Jumat dan sabtu Ban belakang Slick Soft dan Sick Medium keduanya merupakan dua pilihan ban yang memungkinkan Untuk dipakai saat Balap dengan mayoritas pembalap lebih memilih Medium karena memberikan konsistensi yang lebih baik dan menghasilkan pergerakan yang lebih sedikit daripada Soft ( Ban soft masih lebih sering slide ).

Namun begitu Ban belakang Soft memiliki tendensi Mudah mencapai Suhu kinerja Maksimum, Balik Lagi Ke Marc Marquez, perkiraan tmcblog ia menggunakan Ban Belakang Soft  berdasarkan analisa yang dibuatnya bersama team bahwa race akan bertemu Flag To Flag sehingga diperkirakan Ia butuh momentum untuk bisa cepat di awal. Perkara Durabilitas sepertinya dinomor duakan. Marc dan team Berharap Cuaca akan hujan di tengah tengah dan Marc Sudah berada di depan atau paling tidak bisa tetap bersama Rombongan depan . .

Namun begitu ternyata Flag To Flag pada race berlangsung sedikit delay dari apa yang diharapkan Oleh Marc dan team. Bisa dibilang sampai sekitar 23 lap Baru Confirm melakukan Sesi Flag to Flag dengan berganti Motor. namun Juga cukup menarik melihat Durabilitas Ban Belakang Soft ternyata bisa segitu Kuat hadir mensupport Marc Marquez sampai 23 Lap lamanya. Selain dari evaluasi Mengenai Ban rear Soft Slick, Kondisi Recovery Marc Marquez juga menjadi perhatian di mana ternyata – diluar Crash setelah berganti ban – ternyata Marc Marquez sudah bisa mengikuti Ritme dan Pace pembalap pembalap depan kembali. Mengenai hal ini Manager Tim Repsol Honda, Alberto Puig memberikan kesannya tersendiri.

” jika kita melihat balapan Marc, kita dapat melihat bahwa meskipun dia memiliki kekurangan, dia bisa bersama pebalap terdepan dan tetap bersama mereka di lintasan kering. Itu penting bagi Marc Márquez dan juga sangat penting bagi Tim Repsol Honda karena kami memahami bahwa dia kembali ke potensi aslinya. Kami meninggalkan Austria tentu saja kehilangan beberapa potensi di RC213V kami, tetapi kami terus bekerja untuk meningkatkan. Kami belum sampai di sana tetapi kami sedang dalam perjalanan ke sana “

Kepada Box Repsol Secara Umum Alberto menilai bahwa di Austria 2 Konduite Marc Marquez memiliki nilai Positif dan negatif. Sementara Untuk Team matenya Pol Espargaro lebih condong ke Situasi yang negatif ” Positifnya adalah Marc bisa membalap dengan pebalap top untuk keseluruhan Grand Prix dan negatifnya adalah kecelakaannya di akhir balapan. Saya pikir pilihan ban belakangnya ( soft) adalah keputusan yang baik, pemilihan yang berbeda dari biasanya, tetapi Marc dan tim mengerti apa yang mereka butuhkan. Juga, pemahaman antara Pol Espargaró dan motornya adalah negatif. Dia jauh dari potensinya, dan dia kehilangan potensi motornya. Dia menderita dan kami perlu bekerja dengannya untuk mengatasi situasi ini.

Race Selanjutnya adalaah Di Silverstone. Salah satu sirkuit terpanjang dalam kalender MotoGP Lengkap dengan Cuaca Khas Inggris yang Kadang dingin dan Hujan . Alberto Memberikan perkiraannya mengenai Potensi Repsol Honda di Silverstone. ” Ya , kami akan kembali ke Inggris. Silverstone adalah trek yang sangat sulit, sama sekali tidak mudah. Ini adalah trek yang sangat panjang, cepat dan seringkali dingin. Seperti di masa lalu, kita bisa melihat banyak hal di sana, seperti Austria. Di Austria kami melihat hujan bisa turun, tapi di Inggris juga bisa dingin, dan itu membuat segalanya sedikit lebih rumit. Poin penting dari dua minggu terakhir adalah kami mengumpulkan lebih banyak data dan melihat Marc kembali ke level standarnya selangkah demi selangkah. “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

28 COMMENTS

  1. Wak, adakan analisa terkait ban miselin di gp austria ? Baca2 berita, kmrn si semir mengeluhkan mslh grip ban blkng, race sblmnya ada si pecco dan oliviera dan mungkin msih ada rider2 yg lain ..

    Guest
  2. Yes!
    Pemilihan ban yang tepat, buat push dari awal dan ternyata makin panas soft michelin tidak kehilangan performnya…dan akhirnya sesuai harapannya hujan dan memimpin balapan.

    Guest
  3. Durabilitas di nomor dua kan?
    Weleh bisa sampai 3 lap akhir begitu
    Untung tidak dapat yang boncel aja tuh ban

    Katanya banyak foto beredar ban Binder juga hampir kena penyakit boncel

    Guest
  4. ban Michelin dari awal muncul emg kadang2 susah ditebak ya,, status kompon ga menjamin menyediakan apa yg seharusnya disediakan,,

    mengenai Marc mmg doi masih bisa fight sampai lap2 akhir dibarisan depan tapi menurut gw sih itu ga lebih diakibatkan sikon waktu itu emg lagi mendukung, yaitu transisi dari kering ke hujan yg membuat pembalap lain ga bisa push sampai limit motornya, kurang lebih sama seperti kejadian le mans kemarin,, potensi Marc yg asli menurut gw ya masih di top 10 kalo balapan full kering utk di Red Bull Ring seperti di Styria 1, dan nilai potensinya akan terus naik bergantung berapa banyak jumlah tikungan kiri dr sirkuit tsb,,, cmiiw

    Guest
    • Di GP Austria dgn kondisi & setting tepat Marc berani push to limit tak seperti kompetitor lainnya tapi efeknya resiko crash juga besar

      Setuju dengan kondisi sekarang secara realita kalau balapan kering posisi Marc ya antara top 5-10
      Honda RCV MY2020/2021 masih penyakitan terutama TC dan power delivery terutama over spinning. Nakagami saja bak rollercoaster tak seperti tahun lalu yang lumayan konsisten dengan RCV MY2019

      Guest
  5. Puig udah mulai berani cuap2 di media setelah Marquez bisa sesekali nusuk posisi atas. Emg bener dia cuma bisa bergantung ke Marquez, bahkan utk cuap2 di media pun dia bergantung ke Marquez.

    Menurut gw sih Marquez masih sama, yg beda kan motornya. Dia udah dikasih sasis yg bisa mengakomodir skill dia skrg.

    Guest
    • Belum menjadi ukuran.
      Marc Marquez kelihatan kuat di race terakhir karena pakai ban soft yg lebih bagus grip nya.
      Dan ternyata diluar dugaan bisa tahan sampai lap 23.
      Analisa saya karena trek gak panas secara sepanjang hari cuaca mendung.

      Kalau race Silverstone nanti performance Marc Marquez bisa seperti di seri Austria kemarin, bolehlah disimpulkan Marquez sdh kembali.

      Guest
  6. Jadi sebenarnya ban ngechelin cuma bikin satu jenis ban aja, tapi kemudian dikasi label soft, medium, hard. Semua ketipu wkwkwkwk

    Guest
  7. Marc msh lebih baik dari rekan seteamnya, buktinya walaupun sempat ngasoh sebentar saat race berlangsung dan lanjut balap lagi, dia masih bisa p15 dan ngasih poin buat teamnya walaupun cuma satu?

    Guest
    • bajir ngaso. wkwkwkwkwk sa ae ente bro.
      iya sedih bat itu temennya. apa ga di maki2 ya pas udahan race. masa kalah sama temen setim lo yang uda pake ngaso

      Guest
  8. temen seteamnya Marc ga bakal kena semprot bro, sebab Puig beralasan dia msh baru (penyesuian) nyemplak RC yg pake V, sebelumya kan dia pake RC yg ga ada V nya?,
    klo thn ke 2 dia msh gitu aja mungkin bakal kena omel puig?

    Guest
  9. Denger2 dari youtube, mateo bilang kalau performa marc bisa bagus karena pakai pain killer. Ya baguslah, biar tontonan jadi seru, tapi mungkinkah pakai painkiller terus terusan?

    Guest
  10. Sebenarnya simple saja kenapa Marc Marquez bisa juara dunia….
    Karena Marc Marquez secara konsisten membalap mendekati limit, baik limit motor maupun limit dirinya sendiri.
    Untuk menikung lebih cepat maka secara hitungan fisika dia akan rebah lebih rendah beberapa derajat, namun dengan resiko ndlosor lebih besar.
    MM93 juga berani adu limit saat mau menyalip pembalap di depannya, sedikit demi sedikit merapat adu timing pengereman.
    Dan itu dilakukan secara konsisten.
    High risk high return….

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.