TMCBLOG.com – Saat pertama kali turun ke ajang WSBK menggunakan Ducati New Panigale V4R di tahun 2019, sosok Alvaro Bautista banyak bikin kejutan. Tercatat sebanyak 16 kemenangan seri diperoleh pembalap yang saat ini berusia 37 tahun ini dan berakhir sebagai runner-up championship pada akhir musim. Kemudian dia beralih ke tim pabrikan Honda – dengan gaji tahunan yang dikabarkan sebesar 1 juta Euro. Dua tahun berpisah dan menjalani dua musim yang tidak mudah di atas New Honda CBR1000RR-R, pembalap Spanyol itu diberitakan akan kembali ke tim pabrikan Ducati pada tahun 2022 nanti.

Belum ada statement resmi apapun, namun sudah banyak media memberitakan hal ini sob. Di awal bulan Agustus 2021 ini, sudah makin menjadi jelas bahwa Alvaro Bautista yang sementara berada di posisi ke-11 kejuaraan dunia saat ini akan kembali ke Ducati di kejuaraan dunia Superbike setelah dua tahun bersama Honda. Michael Rubben Rinaldi yang telah menandatangani kontrak dua tahun hingga akhir 2022 akan menjadi tandemnya dan membentuk duet kombinasi pembalap dengan postur yang bisa dikatakan rata-rata.

Sementara itu menurut Speedweek, Scott Redding yang memiliki kontrak dengan aruba.it-Ducati sampai akhir musim 2021, sedang bernegosiasi dengan BMW. Manajernya Michael Bartholemy memiliki koneksi yang baik ke Munich, dia dan timnya mengelola kejuaraan dunia Endurance (EWC) untuk BMW selama bertahun-tahun.

Alasan teknis yang diinginkan Gigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse dengan menghadirkan kembali Bautista adalah karena ia ingin dua penunggang Panigale V4R Factory memiliki berpostur rata-rata pembalap, dan duet kombinasi Bautista – Rinaldi diperkirakan akan pas dengan tujuan ini. Scott Redding memiliki postur badan yang tinggi dibandingkan rata-rata pembalap.

Bautista yang merupakan juara GP125 tahun 2006 ingin memenangkan gelar juara dunia keduanya di WSBK, sementara itu Ducati memang sudah lama ngebet ingin merebut kembali gelar kejuaraan dunia Superbike yang lepas semenjak terakhir diraih bersama Carlos Checa pada musim WSBK 2011 dan tentunya mencoba menghentikan hegemoni Johnny Rea dan Kawasaki di kejuaraan balap motor produksi massal ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

37 COMMENTS

  1. Wak, jadi sejak kapan postur tinggi badan jadi sangat diperhatikan di Balap modern? Apakah tidak ada juara dunia balap motor yang posturnya tinggi di atas rata-rata? Setahu saya Rossi cukup tinggi

    Guest
  2. Develop motor emang ga mudah, apalagi motor yang setengah², mesin doang baru, sasis model lamaa, kita lihat berapa lama sc82 wkwk

    Guest
    • Udah hampir 2 tahun, tapi progress nya lamabt, dikomparasi dgn ducati bisa naik podium dari motor terbarunya

      Guest
      • Entah emang basis motornya yang kurang ok atau hrc belum tau arah pengembangannya. Toh R1 juga baru² ini konsisten podium padahal tanpa major update.

        Guest
        • Hrc di motogp aja lagi kelimpungan, mana sempat ngurus wsbk akwkaw

          Kalau bisa semua dipegang, udah dari berapa musim lalu muncul juga di wsbk

          Guest
  3. ya gak papa gak juara dunia, kan gajinya besar?
    Banyak loh yang kayak gitu, liat aja di MotoGP ngoahahaha….

    Guest
  4. masalah Honda itu emg paket dasar CBR nya dibagian yg ga bisa di otak-atik krn regulasi,, satu2nya cara biar kompetitif lagi ya Honda harus mengeluarkan facelift/update lanjutan dari CBR,,

    Guest
  5. Heran ngpain gak pakai mesin MotoGP aja. ya di downgrade dikit gitu. Ngapain pake inLine, jelas jelas di MotoGP bukan inline.aneh juga HRC ini.

    Guest
  6. R1 dan Panigale basic nya hampir mirip dengan motor prototipe mereka di MotoGP, makanya pengembangannya tidak terlalu sulit.
    CBR dan RCV beda platform mesinnya itu juga yang membuat pengembangan nya terkesan lambat

    Guest
  7. satu lagi kena prank sayap, akhirnya gak betah, nama besar gak jaminan motornya selalu kompetitif, selain si Pol sekarang di motogp, dulu ada JL juga, mgkn pindahin si Pol ke WSBK saja, sapa tau bisa jinakin CBRRRR

    Guest
  8. Berarti tertutup sidah pintu untuk wayang Jawa. Dan otomatis udah pensiun dari MotoGP. Sekali keluar dari MotoGP ga bisa balik lagi.

    Selama-lamanya akan menjadi pembalap Dakar berarti wayang Jawa ya. Itu juga kalo udah dapat seat. Skrg kan belum kontrak ma KTM Dakar. Pamali kalo diumbar mah.

    Guest
    • Ga akan selamanya, manusia ada umurnya. Kalo mau ke wsbk sebenernya masih banyak seat kok, kali aja Barni ato Go Eleven mau nambah motor. Diluar Ducati jg banyak tim privateer yg bisa nampung asal mau dibayar puluhan ato mentok2 ratusan ribu euro doang.

      Guest
  9. Jadi pengen bawa kesini komen2 congkak Mukegile ampe dia list alasan ga bisa nolak ala budak korporat pas Batistuta dirumorkan gabung ke HRC, etapi udah ilang diberangusin editor tersayang wkwkwk

    Komen serius ah, sama kaya komen sebelumnya bahwa ini jadi win2 solution buat 2 belah pihak, pembalap maupun pabrikan. Si pembalap pengen pensiun dgn tenang setelah target jurdun didapat, ala2 Biaggi/Checa lah, si pabrikan jg udah ngebet jurdun krn yg bisa handle liarnya sasis monokok dan monoarm baru Batistuta. Dovi aja gw ragu kalo mau naik itu V4R mampu menang beruntung kaya Batistuta.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.