TMCBLOG.com – Setelah Meraih Pole Possition, Jonathan Rea start dari Posisi pertama pada 23 Lap race 1 WSBK Navarra 2021. Setelah Race dimulai Rea lansgung memimin diikuti Redding dan Locatelli sementara Toprak yang start dari Posisi grid 8 langsung bisa nyodok ke Posisi 4 pada lap pertama. pada Lap ke tiga Rea masih memimpin 0,23 detik di depan Redding sementara Toprak 2,5 detik di belakang Rea pada posisi ke empat.

Pada lap ke  lima Redding Berhasil Overtake Rea dan memimpin race. Lap 6 Redding berjarak setengah detik dari Rea. Toprak berhasil naik ke posisi tiga setelah Overtake Locatelli. Lap 7 Chaz Davies dan Bautista Crash. Lap 8 Redding Memimpin 0,94 detik di depan Rea sementara Toprak 2,3 detik di belakang Rea.

Memasuki lap 13 Redding memimpin 1,7 detik di depan Rea sementara  Toprak 2,7 detik di belakang Rea. Lap 15 terlihat Rea mulai mendekati sedikit demi sedikit ke redding dimana jaraknya sekarang 1,5 detik ke redding. Lap 16 di T6 Rea kehilangan Waktu dan membuat jaraknya menjadi 2,7 detik ke Redding.

Lap 18 Redding memimpin 3 detik di depan Rea, sementara Toprak belum bisa mengkapitalisasi beberapa Kesalahan yang dilakukan Rea. Lap ke 20 Posisi Redding-Rea-Toprak membentuk Top-3. Di Lap 22 jarak dekat dua pembalap hanya ada di posisi 8 dan 9 dimana Bazzani berjarak 0,2 detik di depan Gerloff, semeentara itu pembalap lain kebanyakan Sendirian dengan jarak antara pembalap sekitar 2-3 detik-an

Setelah 23 Lap , Scott Redding Hadir sebagai Juara race 1 WSBK Navarra 2021 dikuti Jonathan Rea di P2 dan Toprak Razgatlioglu di P3. Suzuki GSX-R1000R hampir saja bisa meraih Point pertama setelah Uramoto finish di posisi 16

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

30 COMMENTS

  1. Skotred kalau udah klop ngacir
    Toprak bagus Masuk Podium tetep nempel Rea
    sedikit boring sepertinya masih pada meraba raba sirkuit ini

    semoga besok seru …gasspoll

    Guest
    • Itu bedanya WSBK riset beberapa bulan sama beberapa tahun. Yang sultan R-nya kaya kereta aja masih susah podium.

      Guest
  2. Wah bahas gsx dong, di ESBK cukup ngelawan tp di WSBK kesulitan. Sirkuit navvara juga udah bukan sirkuit baru bagi uramoto karena dia podium pas ESBK seri navvara kemarin. Apa karena perbedaan spek ESBK dengan WSBK ? Atau sama aja antara spek WSBK dan ESBK.

    Guest
  3. Ada apa dengan HRC?
    Dua tahun terakhir HRC benar2 berantakan.
    Di MotoGP babak belur.
    Di WSBK juga sama saja.

    CBR1000RR-R memang totally new engine dan pastinya butuh waktu untuk mendapatkan settingan terbaik.
    Tapi dari trend nya bukannya membaik, malah justru memburuk.
    Debut pertamanya tahun lalu cukup lumayan, sanggup finish ke-9 di posisi championship.
    Tahun ini kok malah tambah nyungsep?
    Posisi sementara hanya sanggup ke-11 dengan trend semakin menurun.
    Usai race hari ini berpotensi turun lagi ke posisi 12.

    Bandingkan dgn Yamaha R1.
    Setelah absen cukup lama 2012 – 2015, R1 kembali tahun 2016 dengan mesin baru.
    Musim 2016 berakhir tdk sesuai harapan, hanya posisi ke-11 di tangan Guintoli. Tapi itu dicapai dengan keikutsertaan cuma 61.5% (16 race dari total 26 race).
    Tahun ke-2 langsung membaik ke posisi 5.
    Berikitkan tahun ke-3 sampai 2020 langganan posisi 3 – 4 besar.
    Tahun malah sdh menjadi kandidat kuat juara dunia.
    Trend progress nya sangat baik.

    Apakah terjadi regenerasi total dalam tubuh HRC sehingga butuh waktu yg cukup lama bagi engineer2 baru mencapai potensi terbaiknya?

    Guest
    • pdhl Y gak disupport penuh oleh YFR jepang, hanya perwakilan Y eropa saja(cmiw), beda dg H yg disupport penuh oleh HRC jepang, ada apa dg HRC..???

      Guest
    • sepertinya memang ada Ego dibalik kegagalan HRC di MotoGP. motor yang sepertinya masih ada aura Marq-Centris dan terlalu mengandalkan 1 pembalap saja Krn yang lain belum tentu input nya bener2 didengarkan. CMIIW

      Guest
      • Kalau saya lihat, yg ada adalah ego Honda untuk mengalahkan top speed Ducati.
        Segala daya diupauakan untuk mendongkrak top speed RC213V.
        Masalah sulit belok diserahkan ke skill Marc Marquez.
        Pekerjaan engineer jadi lebih ringan karena cuma fokus mengail power setinggi2nya.
        Akibatnya sektor2 lain terabaikan dan lack of development.
        Tapi ternyata skill Marc Marquez ada batasnya juga.
        Musim ini Marc Marquez sdh beberapa kali mengeluhkan masalah kecepatan di MotoGP dan menyuarakan untuk dibatasi.

        Bocoran di beberapa website, RC213V versi 2022 sdh gak lagi fokus mengejar top speed tapi mengalihkan fokusnya ke sektor2 lain seperti pengereman, traksi, & agility.
        Sepertinya HRC sdh menyerah untuk mengejar top speed Ducati dan mencoba lebih realistis.

        Guest
        • @Ben piss Gak Nyambung bro. Ini artikel wsbk koq yg dibahas MotoGP. Benar2 gak Nyambung. Baca judul artikelnya apa!!!!!!!

          Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.