Zeelenberg, Qatar MotoGP test Feb 2019

TMCBLOG.com РSeperti Kita ketahui, Petronas SRT telah resmi merilis Rencana 2022 mereka yakni dengan membubarkan diri dan menjelma menjadi Sebuah Entitas Baru. Razlan Razali dan Johan Stigefelt akan tetap bersama entitas baru yang akan dirilis resmi pada gelaran MotoGP Misano 2021 yang akan datang, namun Nama team manager Wilco Zeelenberg tidak disebutkan  . . . hal ini lah yang secara instant menghadirkan spekulasi bahwa Wilco akan Bebas Transfer Juga Tahun 2022 nanti.

Seperti Kita ketahui Juga bahwa Suzuki di Jepang beberapa Hari yang lalu telah merilis rencana terdekat 2022 mereka untuk mengisi kembali Posisi team manager Tim Suzuki Ecstar MotoGP yang dibuarkan Kosong pasca hengkangnya Davide Brivio ke Formula 1 dan tanggulangi secara bersama Oleh Ken Kawauchi dan Sinichi Sahara.

Sepertinya dari pengalaman di 2021 ini Suzuki ngeh bahwa Tugas team Manager Bukanlah sebuah pekerjaan yang bisa disambi dan tentunya fokus Ken serta Sinichi San beberapa Bulan terakhir di pengembangan Performa GSX-RR Juga sedikit banyak terpakai Guna mengurusi hal hal yang sejatinya menjadi tugas team manager.

Nah, Tidak disebutkan dalam Platform Managerial Entitas baru team Satelit Yamaha Tahun 2022 nanti,  Manajer tim PYSRT saat ini Wilco Zeelenberg, meningkatkan kemungkinan bahwa Manager asal Belanda yang pernah menjadi Rider Analist Maverick Vinales beerapa tahun Yang lalu di team Factory Yamaha itu akan mengisi kekosongan yang diciptakan oleh kepergian Davide Brivio.

Selain itu Disebut sebut pula, Nama Livio Suppo yang juga memiliki pengalaman sebagai team manager Bersama Tim Pabrikan Ducati dan Honda juga msuk dalam List terkuat  . . . kalau Kamu Pilih siapa sob ?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

30 COMMENTS

  1. dua duanya jg bagus cm plusnya klo wilco yang di tarik suzuki ya pengalaman di yamaha sedikitnya bermanfaat sekali utk pengembangan suzuki

    Guest
  2. Brivio 2 x cetak pecah telur, pertama x Yamaha,suzuki jurdun motogp 4tak dia y nanganin,sulit ada penggantinya. Suppo mungkin yg mendekati

    Guest
    • Suppo juga sama tpi memang ada alien effec d sampingny yakni stoner. Gelar pertama dan satu2ny ducati d motogp dan gelar pertama dan satu2ny untuk hond rc212v (era 800). Itu berkat duet mereka berdua, suppo-stoner

      Guest
  3. Suppo lebih menjanjikan, dia telah memenangkan gelar dunia, di 2 pabrikan & 2 pembalap yang berbeda, dikelas yang bergengsi, itu sebuah point ++..

    Guest
  4. Wah, orang Suzuki perlu belajar lagi ke indonesiyah nih soal rangkap jabatan. Di indonesiyah, padahal sudah janji tidak boleh rangkap jabatan, eh masih juga rangkap jabatan.

    Guest
    • kwwkwkwkwkw politik ga usa diikutin bro.
      ga akan ada 1 pun yang janjinya sesuai.
      mau kubu mana. yang ada cuma uang dan kekuasaan.

      mau siapapun kalo uda di politik uda pasti belak belok ngomongnya sesuai kepentingan diri sendiri.

      Guest
  5. Imho
    Brivio lebih visioner dr keduanya, jd mending bujuk brivio balik
    Tp kalo diantara keduanya untuk jd manager tim doang, gw lebih milih wilco krn cara handling ridernya

    Guest
  6. Yg penting bisa membuat kedua rider nyaman dan tidak berantem.
    Wilco mungkin bisa memimplementasikan kelebihan Y ke S
    Kalau Suppo, mungkin bisa buat super engine I4 rasa V4. Jalur lurus v4 mode active, belokan i4 mode jalan

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.