TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui, Di awal tahun 2021 ini, Dorna dan FIM melakukan Kick Off pengenalan platform baru di “Road to MotoGP” dengan tajuk  FIM MiniGP World Series. Seri balap Kadet ini akan Menyatukan dan menstandarkan kompetisi MiniGP dari seluruh dunia di bawah payung yang sama. Seri ini bertujuan untuk menciptakan platform yang setara bagi pengendara muda di seluruh dunia dan meningkatkan keterampilan serta peluang mereka di Road to MotoGP.

FIM MiniGP World Series akan terdiri dari kompetisi MiniGP yang diselenggarakan banyak federasi balap di seluruh dunia di mana Setiap kompetisi akan mengikuti serangkaian standararisasi peraturan teknis yang sama serta tentunya Motor yang sama Yakni Ohvale GP-0 160 cc dan Ban tunggal Pirelli . . . Penjelasan teknisnya bisa sobat baca di Link ini juga soal Standarisasi sirkuitnya

Segini harga Ohvale GP-0 160 yang dijual Khusus Untuk MiniGP Dorna

Seri FIM MiniGP Indonesia adalah salah satu yang pertama diterima di Seri Dunia FIM MiniGP yang serba baru, yang akan memberikan kesempatan lain bagi pengendara di seluruh Indonesia untuk memulai penjenjangan Road to MotoGP mereka. Sayangnya, pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung kini membuat FIM MiniGP Indonesia Series ditunda hingga 2021. Oleh karena itu, Indonesia tidak akan terwakili di World Final pertama tahun ini.

Namun begitu Baru baru ini saja Dorna Dan FIM mencanangkan bahwa Seri FIM MiniGP Indonesia akan dimulai pada tahun 2022, bergabung dengan Seri FIM MiniGP Qatar dan Seri FIM MiniGP Austria yang baru-baru ini diumumkan sebagai kompetisi yang memasuki tahun kedua dari program terbaru FIM MiniGP.  . . Buat tmcblog menarik, salah satunya adalah Karena Tools yang digunakan tanpa menghadirkan Image Brand Pabrikan sehingga diharapkan Penyebarannya akan lebih luas tanpa dikotomisasi.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

32 COMMENTS

  1. good lah,, apalagi disini ga ada campur tangan pabrikan seperti yg wak haji bilang,, jadi pembalap bisa bebas dan ga ada rasa “utang budi”,,

    Guest
    • Maap om, cuma stikernya aja yg gak dipasang, aslinya pembalap tetap dibeking sponsor entah yamm apa honda, endingnya tetap utang budi, cuma jalur privat 😂

      Guest
  2. Udah 2x sya corat coret tpi gak masuk2. Usulin dong wak pda promotor wsbk dorna mempertimbangkan untuk wsbk seri indonesia menghadirkan semua klas dri wssp300 wss600 dan sbk1000 jgn hanya wsbk dan wss600 doang sprti yg terjadi slma ini dimna klas wssp300 hanya hadir didaratan eropa sja. Hanya diklas inilh pmbalap lokal kita punya peluang lebih bisa bersaing dan motorny pun udah familiar walaupun versi yg dsini adalh versi kecilny. Aturan wilcardny lebih mudah lebih murah karena pakai motor produksi massal bukan prototipe bike yg terbatas sprt motogp

    Guest
  3. Ada motor bebek, malah gak pake?

    Jadi yg balapan pake bebek gak d anggap?

    Sia2 dunk ada kejurnas underbone klo kek gini?

    Guest
    • Riding style bebek gak kepake kalo pindah ke sport rangka batangan,harus adaptasi lagi,braking point dan cornering line antara bebek dan sport aja beda walaupun mesinnya sama,cmiiw

      Guest
        • Bisa kok,ajang internasional paling atas kan ARRC UB150,tapi biasanya cuma mentok disitu,misal kalo naik ke AP250 bakal kelimpungan walaupun juara berkali-kali di kelas UB contohnya gupita kresna,Wahyu aji

          Guest
    • Mantan pebalap bebek yang berhasil tembus MotoGP cuma Hafizh Syahrin doang. Itupun selama karirnya mayoritas di kelas motor fairing.
      Lagain balap bebek cuma di Asean doang, gak ada kemajuannya.

      Guest
    • Komen paling pekok sih,…. Dikira orang suka kompetisi balap cuma di motoGP doang. Suka-suka promotornya lah, wong laris kok wkwk

      Balap lucu-lucuan ndasmu…….. Tapi emang lucu kalo ada yg lempar karung ke pembalap lain.

      Guest
  4. Di Spanyol sana uda dari dulu balap anak mungil. Gak heran banyak yang moncer. Sirkuit di sono juga banyak lah.
    Mereka suka balap
    Bukan sunmori-sunmorian

    Guest
  5. Di Spanyol salah satu negara di benua eropa ada motor yang lebih kecil. Ridernya juga bocah banget. Seperti anak TK or praTK malah. Kayanya juga sudah berkompetisi mereka itu. Ortunya pun kelihatan nunggu n jagain.
    Gak herman sih, rider muda hebat banyak terlahir di sana. Lhawong pembibitannya serius gitu.
    Tapi itu juga karena andik antusiast spectators juga sih.

    Guest
  6. ya silahkan tanpa dukungan pabrikan, cuma masuk ke ajang GP kalo gak dibawa pabrikan, nyari sponsor sendiri ya susah…belum kalo kena prank ala VR46

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.