TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui Kemarin 31 Agustus 2021 di Debut pertamanya dengan Aprilia RS-GP juga sejatinya adalah Debut pertama Kali Maverick Vinales di atas Motor Prototipe berplatform mesin V4 setelah selama Karir MotoGP belakangan ia hanya memiliki pengalaman membawa mesin Inline 4. pasti Banyak Yang kepo mengenai Seberapa Kencang dan seberapa adaptif Maverick di atas  motor baru ini ?

Vinales tidak membuang buang waktu mencoba RS-GP, segera setelah pitlane Sirkuit Misano dibuka Deru RS-GP dengan Nomor start 12 pun menyalak di Sirkuit Marco Simoncelli ini. Selain beberapa test rider  seperti Michele Pirro (Ducati) , Dani Pedrosa dan Mika Kallio (KTM) , dan Stefan Bradl (Honda) hadir juga beberapa pembalap MotoGP Reguler dengan Superbike seperti Pecco Bagnaia dan Johann Zarco dengan Ducati Panigale V4 S masing-masing, dan pengganti Vinales di team Factory Yamaha : Franco Morbidelli yang membesut Yamaha R1.

Menurut infomasi, Aprilia memfasilitasi Vinales dengan dua unit RS-GP di Pit Box, keduanya diinisialisasi dengan konfigurasi setup pengaturan yang digunakan oleh Aleix Espargaro di balapan seri terakhir Silverstone sebagai Referensi awal untuk kemudian Vinales dapat mencari sendiri setup pribadinya Guna persiapan Rencana hadir di GP Aragon, Medio September 2021

Secara total, Maverick Vinales menyelesaikan 56 Lap hingga hujan menghentikan kegiatan di sekitar 16:00 waktu Misano. Maverick mencoba semuanya mulai dari Ergonomi, basis riding, Holeshot Devices dan Launch Control saat start . . masih belum diketahui apakah di hari pertama Vinales juga sempat mencoba ‘ Automatic’ Ride Height Devices yang menurut Aleix Espargaro sudah digunakan Aprilia RS-GP semenjak Austria

Laptime Terbaik Un-Official Maverick Vinales di atas Aprilia RS-GP pada pengujian Hari pertamanya ini adalah 1:33,0 dan menjadi Pembalap kedua tercepat di hari itu setelah Michele Pirro yang menorehkan catatan waktu Un-Official 1:32,9 di atas Desmosedici GP21.

Sebagai gambaran, Laptime tercepat Debut Vinales di Aprilia ini masih satu detik lebih lambat dari Laptime terbaik Aleix Espargaro di atas Aprilia RS-GP 2020 di trek yang sama selama GP Misano 2020,  di mana ketika itu Aleix Menorehkan Laptime 1:31,912.

Sementara Maverick sendiri di atas Yamaha M1 Tahun 2020 yang lalu merebut pole Position Aragon dengan mencatat waktu (1:31.077) dua detik lebih cepat dari apa yang ia torehkan di debut hari pertamanya dengan RS-GP kemarin . . ada banyak harapan di Hasil test hari kedua Hari ini 1 September 2021.

Romano Albesiano, Direktur Teknis Aprilia Racing dalam tanggapan resminya mengenai Debut pertama Maverick Vinaes ini saat ditanya oleh MotoGP.com mengatakan ” Sangat Positif, di debut pertamanya dia tidak menemukan masalah serius atau ketidaknyamanan. Hanya melakukan beberapa fine Tunning di suspensi dan Ban. Hanya Pekerjaan Normal seperti layaknya ia telah mengendarai Motor ini semenjak lama. Jadi ini sangat Positif “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

55 COMMENTS

    • Di IG story vinales bilang yay.. iam happy.. happy.. padahal aslinya dalam hati.. “wedew.. lemot banget ni motor yak.. susah belok kayak celeng.. beda banget sama yang warna biru”..

      Guest
      • bio,,ngarang crita aja ente,,thn lalu pole position aja 1,31 ini pula ente bilang bisa 1,29,,dikira mangkas 2 detik gampang,,mangkas waktu nol koma aja susah

        Guest
    • lhah kalau sama alex saja kalah 1 detik perputaran, artinya kalau race bisa kalah 24 detik dari alex dan alex menghuni tempat terakhir dibalapan… trus maverick msu finish bareng sama yang balapan minggu berikutny? ini mah ga ada harapan kecuali harapan akan bilang ‘i dont know lagi…

      Guest
      • kan baru pertama x tu si maverick di aprilia,masih cari settingan,,lah aleix dah berapa tahun di aprilia,,bandinginnya yg pinter lah

        Guest
  1. impresif! tapi seperti di yamaha, mack biasanya bagus saat tes aja begitu race melempem. semoga hal tsb ga terjadi di aprillia

    Guest
  2. Saya saah satu dr sedikit org yg masih percaya Mav is good person, dlu ngikutin work ethic nya pas di Suzuki bner2 anak baik yg terstruktur, he knew what to do..

    Gagalnya di Yam menurut gw adalah karena ekspektasi yg terlalu besar dlm dirinya dan orang2..dia dijanjiin motor juara saat itu, ketika bbrpa hal kecil menghalangi ekspektasi itu tekanan membesar..dan menurut gw Yam tidak membantu, Yam memperlkukan Mav hanya sebagai employee..tp sepertinya Mav butuh situasi like family seperti di Suz..dan semua bergerak ke arah yg salah buat keduanya.

    Yah semoga kali ini cocok dah hubungan Mav dgn Aprillia

    Guest
    • Pendapat saya sedikit berbeda. Vina itu semenjak masuk yamama selalu berada dibawah bayangan mbah kakung. Termasuk arah pengembangan motor juga ‘dipaksa’ ikut setupnya dia.
      Begitu mbah kakung pergi, dan dia punya kesempatan mengembangkan M1 sesuai gayanya, eehhh dateng bocil pecicilan bernama Taro yang ngebikin Vina jadi kayak rookie heheheh.

      Guest
      • Waduh, coba baca2 berita dulu mas bro. Neng vina dibebaskan kok pengembangan motor dia sendiri bahkan dia dpt update beda dgn rosi, justru yamaha kebingungan krn sudah menaruh ekspetasi besar kpd vina teryata cuma bagus dites begitu race hancur, dlm pengembangan motor kalau sudah mentok kebanyakan bilang tidak tau.

        Guest
    • Mau komen panjang, semoga masuk komennya

      menruut saya itu kombinasi keduanya sih, ada peran juga saat (cmiiw) Vina pas pindah ke yamaha sendiri bilang kalau dia butuh motor yang lebih baik. Jadi ekspektasi orang oh dia dah dapat better bike nih, hayo juara

      dan dia jga mgkin belom percaya kalau mbah Kakung selalu membayangi team matenya. Kalau temennya mulai jadi saingan, mbah Kakung ni selalu .. tau sendiri lah ya udah berapa kejadian. Cuma Vina mau protes ya power microfon si mbah ini besar sekali. Jadi dah pusing terbelenggu aja dia. Sekalinya yaudadeh nih Vina kembangin nih motor, dia udah bingung sendiri gabisa cepet megang kendali. Dan tbtb aja si FQ nongol di sini. Yowislah

      Guest
      • @RF dan RGN

        Betul juga..faktor mbah kakung juga bis di consider menambah penyebab potensi Mav tidak keluar sepenuhnya.

        Kadang kalo lihat Mav bilang I dont know lalu teringat cara kerjanya di Suz, kadang gw berfikir makna I dont know tu jangan2 bukan murni “aku ga tau..” Tp bisa jadi kaya bilang :” dont ask me..it’s beyond my power to change..”

        Guest
        • Semua tentu bebas berpendapat sesuai yg diketahui.
          Cuma seingatku yamaha pernah menentukan pilihan mesin/sasis yg dianggap lebih baik oleh vinales dan itu beda dgn pilihan rossi, malah sepertinya itu diawal2 dia bergabung.
          Coba telusuri lagi berita2nya, cukup banyak komen2 yg bersifat emosional tp krg sesuai dgn apa yg terjadi.
          Mengenai Brivio dan Jarvis, menurutku “karakter” keduanya mirip2 (kebapakan/ngemong), bedanya Jarvis lebih tegas. Terlepas dari skill manajerial mereka lo ya….

          Guest
  3. Dan semoga pembalap rupawan ini tidak baper karena rekan teamnya sudah pernah podium 3. Dan seperti biasa vinales adalah juara saat test kan. Diyamaha dah terkenal.

    Guest
    • Di yamaha iya, tapi disuzuki tidak..

      Mungkin ini seperti flashback (ketika disuzuki) tapi dengan atmosfer team & manajemen yg berbeda.
      Dia salah satu pembalap yang berpotensi & berbakat jika tidak, mustahil yamaha membidik y & memberikan kontrak yg besar untuk dia, kegagalan y lebih terhadap kurang y kepercayaan antara dia & pabrikan yg menaunginya.

      Guest
      • Berarti 4 tahun di yamama masih belum diberi kesempatan,hmm lawakan macam ap ini,berarti lorenzo cm 2 tahun diducati disebut ap dong

        Guest
        • @namec yang ada ymha yang ngelawak, 5th dengan 4 pembalap yang memiliki kualitas diatas rata2 & motor yg paling nyaman (memurut efbye)… Tapi tidak ada yang bisa membawa y untuk tampil kompetitif sepanjang musim & merebut gelar diakhir kejuaraan…

          Guest
  4. Pada dasarnya Vina ini bukan pebalap ala kadar.
    Jurdun moto3. Pemenang balap di 2 pabrikan. Dan juara dunia test pramusim 4x berturut-turut heheheh
    Kekurangannya di manajemen konflik. Apa mesti sewa psikolog yang handle si Taro? heheheh

    Guest
  5. Vina bukanlah pebalap ala kadar.
    Juara dunia moto3. Pemenang balap di 2 pabrikan. Juara dunia test pramusim 4x berturut-turut heheheh. Minusnya di manajemen konflik. Apa mesti sewa psikolog yang handle si Taro? heheheh

    Guest
    • Sebenernya problem utama dia di Yamaha jg sama kaya Quartararo, masalah psikis. Bedanya Quartararo sadar diri dan langsung cari bantuan profesional (psikolog) sementara Vinales kaya memposisikan diri lebih tinggi dari masalahnya alias menyalahkan pihak lain tanpa mau introspeksi, mungkin merasa dia sendiri yg ada di jalur paling bener. Padahal menurut gw penyakit nyalahin motor/tim dan kabur2an ala Vinales ini udah akut, udah terpupuk sejak moto3 kemudian saat Suzuki mulai naik performanya malah tergoda M1, dan disaat Marquez tak terkalahkan ditambah Dovi langganan runner up kompak ama Rossi minta Yamaha bikin V4. Kaya ga bisa ato ga mau mengeksplorasi apa yg dia punya, dan selalu menganggap orang lain dapet sesuatu yg lebih baik dari dia. Ibarat kambing, Vinales ini ga bisa fokus ngunyah rumput sendiri, meleng ke pekarangan tetangga bawaanya pengen lompat pager aje ngicipin rumput tetangga. Bayangin aje kirim email ke Yamaha Jepang krn Jarvis gamau jawab/kasih kepastian, diturutin bahkan dgn nominal kontrak termahal kedua setelah Marquez, baru beberapa bulan kalah mulu ama Quartararo ngambek dan minta keluar. Konyol ini sih. Zarco biarpun kasusnya mirip, tapi alasannya agak bisa diterima. Kalo Zarco mecat diri sendiri krn sedari awal dia berniat ke oranye Jepang bukan oranye Austria, alias terpaksa akibat ulah manajernya yg gegabah, jg dia sadar usia dia udah hampir senja kalo2 KTM masih lama pengembangannya dia bakal abis umur dan mimpi jadi juara dunia sirna, itu yg dipahami Pit Beirer makanya dia mau melepas Zarco. Zarco murni krn alasan pengen menang dan dapet motor kompetitif segera, biarpun bisa dimaklumi tapi kalo penilaian gw pribadi tetep itu ga profesional. Nah kalo Vinales ini konyol, semua udah diturutin Yamaha, motor bahkan bisa jadi title contender asal bisa naiknya, dan keluar hanya krn ada yg lebih kenceng dari dia kemudian dapet motor yg jauh dari motor lama dia, bagus sih RSGP, tapi masih mentah ibarat nasi goreng masih butuh taburan rempah2 yg pas.

      Guest
        • Gw liat beberapa fans MVK jg skrg malah ngebully dia. Ga inget apa mereka pernah begitu memuja dia ketika sangat kompetitif di pramusim dan awal musim ekekekek

          Guest
        • Klo boleh flashback, sebenernya dulu aku kecewa waktu yamaha deal dgn Vinales, Aku sangat penasaran lihat Pedrosa naik inline dgn suasana baru setelah bersama honda selama karir balapnya.
          Sejak awalpun aku krg sreg dgn Vinales terkait karakternya yg waktu masih tersembunyi tp aku bisa melihat itu berbeda dgn karakter para juara dunia yg sudah2.

          Guest
    • kurang bejo Si Vinalez dan kurang berani di lintasan…padahal basicnya udah oke

      lihat aja gaya balapnya agressive tapi menahan saat mau overtake coba kayak Fabio overtake mengalir aja
      terlalu perfeksionis si Vinalez
      dilihat saat latihan dia kenceng karena gak ramai seperti saat race
      intinya dia menyia nyiakan kesempatan yg dahulu dahulu

      Guest
      • Nah kebetulan ngomongin master rem 25, koq punya saya kadang jadi berasa ngeloyor ya habis ganti inner tube shock depan? Apa karena ada oli shock yang kena ke kampasnya ya Om?

        Guest
        • wah sayang kampas rem depan cadangan ane uda ane kasi ke orang lain, klo ga bisa tuh dipinjemin buat tes.

          coba kampasnya dicopot, disemprot degreaser/alkohol, amplas kasar permukaannya (klo bisa papas 1-2mm), break-in lagi.

          Guest
        • Ga ada hubungannya ganti master sama inner tube sih sebenernya, kerasa ngeloyor emang ngeloyor ga pakem ato cuma karena motor kerasa lebih kaku? Maksudnya sok depan seolah rigid. Kalo di sok biasanya oli sok kebanyakan ato kalo ganti spek racing mungkin oli yg dipilih terlalu kental. Kalo yg ganti pake master R25 selain motor Yamaha, biasanya rem jadi kerasa ringan tapi ngegigit, harusnya sih justru sok depan jadi kerasa empuk pas ngerem. Nah kalo kerasa ngeloyor dan bantingan sok masih wajar, gw menduga masuk angin alias dan butuh di bleeding lagi????

          Guest
        • Ralat maksud gw, gw menduga masuk angin alias masih ada gelembung sisa di kali pertama dan butuh bleeding lagi.

          Guest
        • Terima kasih Om Martin dan Om Akang, coba nanti kampas saya kasih degreaser dan coba buang angin di selang rem.

          Guest
  6. Top Loser 12 lebih lemot dari saat di Yamaha.
    Biasa naikin inline pindah ke V4, tenaga liar. Tp khusus ini, masih lemotz zzzZzzzzz.

    Guest
  7. diharapkan jadi jagoan Aprilia, sejak era motogp 4tak, Aprilia emg cuma pake jasa pembalap kelas menengah bawah, baru MV ini yg pembalap level atas, semoga emg bisa kompetitif, biar semua merk di motogp bisa rebutan podium + juara, seiring pensiunnya VR, dengan kompetitifnya semua merk bisa membuat motogp tetap meriah di era baru

    Guest
    • Kirain setelah gw diserang sana sini ama beberapa mantan epbeha yg lagi ngetek ke Espargaro brothers kemaren, ga bakal ada lagi komentator yg berani ngatain mereka kelas dua, alakadarnya, ato kelas menengah, menengah kebawah, ato kelas bawah sekalian?

      Ini membuktikan bahwa bullyan ato serangan para komentator sumbu pendek ga berpengaruh apa2 ke komentator lain untuk menyampaikan opininya. Salut sih gw wkwk

      Guest
      • hehe buzzer dan fb akut jangan ditanggapi, makin gila mereka, kita kumpulnya sama yg waras2 dan dewasa aja di blog ini, yg kaya mereka biar ngumpul di blog sebelah 😀

        Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.