TMCBLOG.com – Dua Hari Yang lalu di India, TVS telah meluncurkan Apache RR 310 MY 2021 terbaru dan memperkenalkan skema penjualan ‘Built To Order’  . . wah menarik nih. Untuk Update terbaru ini, pada dasarnya mengguankan mesin yang tetap alias tidak berubah secara mekanis Yakni mesin 312.2cc Satu silinder DOHC berpendingin cairan yang menghasilkan Power Maksimum  34 PS dan torsi maksimum 27,3 Nm, memiliki throttle-by-wire dan 4 mode berkendara (Urban, Rain, Sport dan Track).

Layar TFT 5 inci dan konektivitas Bluetooth tetap apa adanya. Namun, ia hadir dengan lebih banyak fitur seperti indikator Rev Limit, indikator Over speed, tanbahan Trip Meter, dan Digi Doc untuk menyimpan file di dasbor menggunakan Aplikasi TVS Connect.

Lalu Mengenai platformPenjualan  TVS Built To Order (BTO) artinya TVS menghadirkan potensi pelanggan / pembeli untuk mempersonalisasi, membuat, dan memesan sepeda motor menggunakan aplikasi TVS Arive atau web configurator dan melacak pesanan mereka secara real time.

TVS juga menawarkan opsi personalisasi melalui BTO yang mencakup aplikasi grafis replika balap yang terinspirasi TVS Racing, opsi warna velg yang berbeda, dan nomor start balap yang dipersonalisasi di windshield. Pada dasarnya dengan menggunakan BTO, pelanggan di India dapat memasukkan 2 jenis kit Pabrikan – Dynamic dan Race – pada TVS Apache RR 310 yang ia pilih

Opsi Kit Dinamis akan menghadirkan garpu suspensi depan USD KYB yang dapat disesuaikan (redaman rebound 20 langkah pada garpu kiri, peredam kompresi 20 langkah pada garpu kanan dan penyesuaian Preload 15 mm), shock belakang yang dapat disesuaikan (peredam rebound 20 langkah dan penyesuaian pra-beban 10 langkah) dan rantai berlapis kuningan.

Di sisi lain, Race Kit menambahkan stang balap yang dapat disesuaikan 5 derajat ke dalam dan 8 derajat ke luar, footpeg racing  yang dapat dinaikkan sebesar 30 mm untuk menghadirkan Lean Angle yang lebih tinggi saat miring rebah di tikungan. BTW Untuk Apache RR 310 yang dipersonalisasi ini Di India, TVS  membatasi hanya akan menjual 100  Unit per bulan

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

Pict : GaadiWaadi

20 COMMENTS

  1. Motor tanpa pilar a, sama seperti saudara nya sesama prindapan, enak sih gak ada blinspot samping depan, cuma secara desain masih aneh aja

    Guest
  2. Pernah dijual di Indonesia tapi gak sesuai selera pasar, tidak laku akibatnya. Apa karena desain India tidak cocok untuk anak muda Indonesia?

    Guest
  3. Menurut saya gak laku karena produsen India di Indonesia kurang dipercaya dari segi ketersediaan sparepart dan harga jual kembali, dan prestisenya minus di mata masyarakat indo yang umumnya masih memandang image sebuah merk. Mau sebagus apapun produknya, ataumodelnya dibuat ciamik sesuai selera Indonesia, tetap gak akan laku selama sparepart gak ada dibengkel sebelah rumah

    Guest
  4. ngga laku karena brand bukan kualitasnya. mesin 310 ini sama dengan bmw 310 adv.angga ada specdown. mesin satu silinder juga mempenagruhi image, diatas cc 250 ya kudunya 2 silinder, padahal 2 silinder lemot di torsi. lagian juga anak sekarang lebih suka naik matik denagn kaki dn tangan agak melambai dengan gendong cabe cabean , kalo sport susah kwkwkkwk.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.