TMCBLOG.com – Seperti Juga Julukan ‘ The Doctor ‘ Untuk Valentino Rossi, Andrea Dovizioso juga terkenal memiliki Julukan sebelum ini yakni ‘ Desmo Dovi ‘ sebelum akhirnnya sempat Berganti menjadi ‘ Undaunted ‘ . . Mengenai Julukan Desmo Dovi dulu sekitar tahun 2017 Dovi pernah menjelaskan arti Julukan tersebut  . .

“Saya menyebut diri saya sebagai Desmo Dovi. Itu punya arti yang penting, saya berharap bahwa saya bisa menjadi bagian terpenting untuk Ducati, karena ini menjadi urusan yang penting!”  . . Lalu  Mengenai Julukan ‘Undaunted’Dovi pernah menjelaskan di tahun 2020 yang lalu ” Itu berarti berani, tidak goyah, dan saya pikir ini adalah definisi yang sangat cocok untuk karakteristik saya. ” . . . Dovizioso mulai berganti ‘ Combat Name’ Ke Julukan “Undaunted” di 2020 dan bahkan sempat “Unemployed” ketika yakin dirinya tidak akan memperpanjang Kontrak dengan Ducati di Medio 2020.

Lalu Bagaimana Saat nanti Ia bersama Yamaha? Mulai GP Misano 2021?  . . mengenai Nomor start diperkirakan Dovi akan tetap akan mempertahankan Nomor 04 . . dan mengenai Combat name diperkirakan Dovi masih juga akna tetap mempertahankan Julukan ‘ Undaunted’ karena artinya yang lebih universal ketimbang ‘DesmoDovi’ . . Namun Kalau Dovizioso mau menyetarakan Combat Name yang ia Gunakan saat Di Ducati dengan Saat Di Yamaha Nanti, Kami tmcblog punya usul bagaimana Kalau Dovizioso pakai ‘ Cobat name Baru yakni :

” CP04DOVI ”

Ya ” CP04DOVI ” Susah emang disebut . . Nmaun punya makna sob. CP sendiri adalah kepanjangan Crossplane yang merupakan Nama Patent dari Jenis Firing order dari Mesin Inline 4 Yamaha M1 Yang super Irregular itu. Dan 04 sendiri bisa diartikan Nomor start Dovizioso atau Jika digabung dengan Dua Huruf di depannya CP04 artinya merupakan Platform mesin Crossplane Crank shaft 4 silinder . . . Sebuah penamaaan yang Khas yamaha di mana Yamaha Juga memberikan nama Mesin Berfilosofi Crossplane Crankshaft Mesin dua silinder dan tiga silinder segarisnya dengan CP2 dan CP3 . . . Namanya Juga Usul, sekali kali artikel ringan yes hehehehe . . tau Kalian Punya Pendapat lain sob? silahkan di share di kolom komentar tentunya yaaa

Taufik of BuitenZorg

93 COMMENTS

    • Dan naik M1 layaknya naik kuda jinak yg terlatih,tinggal tergantung jokinya bisa mengarahkan ke kemenangan apa nggak

      Guest
  1. sebenernya gak penting sih kalo belom terlalu keliatan hasilnya. tapi kalo di suruh kasih usul ya dovizong aje juga cocok wkwkwk

    piss ye dovizonglovers indo

    Guest
  2. DesmoDovi ada krn Dovi berharap akan menjadi bagian penting dari Ducati,,
    tapi kyknya Dovi akan belajar dr itu kedepannya nanti, dia ga perlu berharap besar ke pabrikan lagi, krn kita ga tau kapan akan di tendang atau di khianati, jadi kemungkinan besar combat name Dovi nanti ga ada embel2 nama yg berkaitan dgn pabrikannya,,
    IMHO,

    Guest
    • Sebenernya diawal2 kedatangan Gigi masukan Dovi selalu didengar, itulah knp di taun2 awal di Ducati Dovi seolah berusaha utk melebur dan jadi satu dgn Ducati. Tapi semua berubah ketika Iannone masuk, pendapat Dovi di compare ama Iannone, soalnya malah Iannone pula yg ngasih kemenangan pertama, Ducati yg sedari naruh Iannone di Pramac udah jadiin dia anak kesayangan, semenjak dia menang perhatian ke Iannone makin kental, Dovi akhirnya terpicu utk berusaha menyaingi prestasi Iannone sampe pernah ada momen dia block pass manuver2 Iannone yg malah Iannone nekat dan jatoh berdua dgn posisi Iannone di pihak yg ‘salah’. Dovi berhasil bikin Iannone yg emng bastard terlihat makin bastard. Sialnya ganti Iannone malah Lorenzo, yg lagi2 perhatian Ducati lebih condong kesana. Dovi makin ga kerasan sampe ngancam mau ke Repsol biar naik gaji, setelah dia perpanjang kontrak dan naik gaji malah Lorenzo yg masuk Repsol wkwkwk. So dari awalnya pengen jadi bagian dengan Ducati malah akhir2nya berusaha melepaskan diri karena merasa ga dihargai. Padahal kalo ngeliat target2 Ducati di pundaknya utk jadi jurdun yg selalu meleset sih, menurut gw Ducati udah terlalu baik sebenernya.

      Guest
      • nah itu dia,, mungkin Dovi udah ga mau ekspektasi secara berlebihan lagi kepada pabrikan, krn pabrikan belum tentu mau memenuhi keinginan kita, misalnya Dovi yg mungkin minta gaji lebih besar lagi krn dia merasa itu setara dgn prestasinya 3x runner up dan kesetiaannya sejak 2013, tapi Ducati ga mau, krn menurut hitung2an mereka ga worth terus2an berinvestasi ke Dovi,

        Guest
        • ups ralat, maksud gw Ducati ga mau memenuhi permintaan Dovi krn menurut Ducati dia belum layak mendapatkan gaji dgn nominal yg dimintanya,,

          Guest
  3. #DoviBack

    …setelah dulu dibilang rider B aja, dan ketika masuk team nyaman, tetiba jadi rider kuat dan men93rikan xixixixi 😀

    Guest
  4. DOVILOPMENT (Dovi sang development motor)

    DOVI-estro (Dovi sang maestro motor)

    BlueDOVIL (Dovi sang setan/devil biru)

    DOVIpaste (Dovi sang copy paste set-up motor)

    DOVItubruk (Dovi sering kena tubruk rider lain, atau dengan kata lain : Dovi seneng minum kopi tubruk)

    Hihih…..

    Guest
  5. Perjalanan Dovi selama di MotoGP dan klasmen final
    2008 SCOT Racing P5
    2009 HRC P6
    2010 HRC P5
    2011 HRC P3
    2012 Monster Yamaha Tech3 P4
    2013 Ducati Team P8
    2014 Ducati Team P5
    2015 Ducati Team P7
    2016 Ducati Team P5
    2017 Ducati Team P2
    2018 Ducati Team P2
    2019 Ducati Team P2
    2020 Ducati Team P4
    Selama 13 musim di kelas MotoGP, Dovi hanya semusim pakai inline (motor satelit), sisanya V4.
    Menurutku dia lebih cocok pakai inline dibanding V4.
    Kelebihannya, dia cukup cepat adaptasi dan mampu memberi input pengembangan motor dgn baik.

    Guest
    • Lorenzo gabung ducati 2017 dan dia P7 klasmen final.
      Kira2 masuk akal gak efek development instan terjadi ditahun yg sama?
      Ada pernyataan Lorenzo bahwa ducati tidak berubah, tapi Lorenzo yg mengubah gaya balapnya, baca2 lagi beritanya masih ada kok.

      Guest
    • OM, aku bs menghormati komentator yg membuat standar sendiri tentang level2 pembalap, sah2 aja.
      Bs dibilang aku ngotot Dovi harus masuk squad Yamaha. Disini aku hanya menelaah dari sisi manajerial yg harus memahami keadaan saat ini, mau dibawa kemana dan bagaimana mencapainya. Jadi semua ini tentang SWOT.
      Tidak semua pembalap yg direkrut harus penantang jurdun. Tahun depan Dovi dpt motor factory tp aku tidak ber expektasi dia bakal jurdun, pencapaian Runner up spt yg sudah2 juga bukan harapan utama.
      Jikapun Dovi bukan developer sehebat Pedrosa, setidaknya dia mengerti apa yg dia butuhkan utk bisa lebih cepat, tidak spt yg minta putus kontrak kemarin.
      Jika Honda lebih mendengar ace ridernya, ducati lebih mendengar insinyur/teknisinya. Seorg Stoner satu2nya pembalap yg sanggup kasih jurdun aja inputnya diabaikan apalagi hanya seorg Dovi.
      Development berjalan bukan hanya soal didengar input pembalap, tp jg menyangkut ketersediaan sumber daya, dan Aprilia memiliki sumber daya paling terbatas.
      Menurutku struktur pembalap yamaha tahun depan sudah sangat memuaskan, tinggal slot terakhir utk rider regenerasi.
      Manajerial bukan hanya soal yg terbaik, tapi juga yg tersedia.
      Bukan juga hanya soal untung rugi, kadang juga harus memilih rugi diantara rugi.

      Guest
  6. harusnya benar2 dirinya, seperti the doctor mau apapun motornya ttp the doctor, unhaunted kyanya cocok utk jati diri dovi, drpada tiap ganti motor ganti terus, tiap mood ganti terus hehhee
    maju dovi sdh lama tdk melihat penampilannya d motogp

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.