TMCBLOG.com – Salah satu Perhatian Utama dari Awal race weekend MotoGP Aragon 2021 adalah kembalinya Maverick Vinales ke Paddock MotoGP, namun tidak lagi dengan Yamaha factory, melainkan Aprilia dan kembali bertandem dengan Bekas team matenya di Era awal Suzuki 2.0 MotoGP – Aleix Espargaro. Pada Penjelasan resmi di awal Press Con Pre-raceweekend, maverick Mengatakan bahwa ia Sangat termotivasi Memulai dengan Aprilia.

“Saya lebih dari senang, saya sangat ‘lapar’ dan termotivasi untuk memulai cerita ini dengan Aprilia. Enam balapan ke depan hanyalah sebuah ‘hadiah’ guna mempersiapkan diri lebih baik untuk tahun depan. Prioritas kami adalah mencoba belajar, yang pasti sangat berbeda. , Saya perlu banyak belajar dan belajar dengan cepat.

“Yang pasti, tahun ini menyalakan banyak api dalam diri saya. Yang kami inginkan hanyalah push. Saya sudah absen untuk sementara waktu, tapi saya pikir kami kembali dengan cara yang baik. Setelah dua tes, saya merasa positif untuk berada di sini dan mendapatkan pengalaman di akhir pekan dan kami hanya perlu belajar, itu adalah tujuan kami”

Ketika ditanya seberapa sulit pekan pekan terakhir sejak penangguhannya di Austria 2 dan seberapa penting untuk kembali ke grid MotoGP sesegera mungkin, Maverick menjawab “Itu melegakan bagi saya, lebih dari sulit. Saya harus melakukan sesuatu yang berbeda. Saya merasa seperti berada dalam situasi ‘penyumbatan’. Saya harus terus meningkatkan diri. Kesempatan muncul dan segera setelah saya melakukan tes, saya ingin langsung balapan karena saya merasa baik di atas motor.

Selain itu, ada balapan akhir pekan di mana Anda dapat meningkatkan. Tidak ada alasan untuk tinggal di rumah. Saya pikir penting untuk mendapatkan pengalaman dan bekerja sangat keras selama balapan ini sehingga saya bisa beradaptasi dengan motor lebih cepat.”

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai Kisah perpisahannya dengan Yamaha, Maverick Mneolak dan mengganti jawabannya dengan sudut pandang Aprilia Saya ingin berbicara tentang Aprilia karena saya di sini sekarang untuk belajar, mendapatkan pengalaman, dan mengembangkan diri. Tes Misano berjalan bagus. Akan ada banyak banyak beban lepas dari pundak saya karena saya hanya bisa membalap, menikmatinya, dan memikirkan balapan di Aragon. “

Dengan Dua hari test Aprilia RS-GP, Maverick sedikit banyak telah mempeorleh Impresinya mengenai motor V4 86º ini, Namun di PressCon ia enggan memberikan keterangan yang berbau perbandingan antara RS-GP dan M1 Saya tidak punya waktu untuk membandingkan, saya hanya punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan motor dan melakukan Lap. Itu adalah prioritas kami. Saya juga harus memahami torsi, yang benar-benar berbeda. Saya harus beradaptasi dengan cepat, tapi itu bukan pekerjaan mudah.”

Terakhir, Ayahnya Angel Vinales memberikan Pernyataan bahwa ia menantang Maverick Untuk Turun WildCard WSBK dan menurutnya Mack akan menerim., Namun Mengenai hal ini, Jawaban Vinales agak sedikit berbeda Saya tidak pernah memikirkannya, bahkan untuk balapan, karena tujuan saya berbeda. Di atas segalanya, saya memiliki satu tujuan dalam pikiran, yang sekarang telah kami capai: Untuk duduk di Aragón dengan sepeda motor yang akan saya lanjutkan.”

Aleix espargaro selama ini dipercaya menjadi Tokoh Kunci Kehadiran Maverick Vianles di Aprilia. ia dikabarkan terus mendorong Aprilia Untuk lebih melihat Kesempatan Bisa memperoleh Jasa pembalap Sekaliber Maverick. Ketika Mack ditanya soal Peran apa yang dimainkan Aleix Espargaró, Ia menjawab  “Dia (Aleix) penting, tetapi tidak untuk meyakinkan saya, tetapi karena di luar motor saya sangat percaya padanya. Yang penting dia ada di sisi saya. Bukan tentang meyakinkan saya bahwa motor ini akan bekerja dengan baik. [Namun] Kami berbicara lebih banyak tentang seberapa jauh kami bisa melangkah. [Hal] Itu [lah yang ] meyakinkan saya.”

 

 

56 COMMENTS

    • Mampus tawaran bokap nya di acuhkan Mack. Ternyata bokapnya itu pansos toh selama ini, biar masuk media trus.. sampe bikin drama di WSS “cerai” sama Yamaha, biar ada pabrikan lain yg melirik tim nya. taunya zonk… Haha balik pake R3 lagi deh

      Guest
    • Udah dipotong dr kapan hari deh adegannya,Kalopun di crop tinggal quartararo doang juga gak bagus dilihat masa sebelahnya black screen,audionya jg kan ga bisa dipisah suara Vina dan taro

      “Let’s Gear up” itu udah ga pernah liat di tv

      Guest
  1. Sounds a bit more wise than “Mr. I don’t know”…tunjukkan potensimu bung,tugas pebalap adalah 99% membalap 1% cuap-cuap,bukan sebaiknya (imho)

    Guest
    • Ketika seorang pembalap bilang i don’t know itu sebenarnya bagus buat brand nya karena tidak ada kesan menjatuhkan merek, beda dengan langsung secara cuap-cuap nyebutin sampe detil maka otomatis akan berkesan brand nya banyak masalah

      Guest
  2. Go Maverick, tunjukkan tajimu.
    Ya meskipun gw ga suka sama ni orang, tapi MotoGP ga akan pernah jd seru kalo isinya pembalap yg kita semua wkwkwkwkwk

    Guest
    • Jin Larvis maksud lu? Lah dia aja hampir depak Vinales kalo aja Vinales ga gercep email ke Iwata🤭🤭🤭🤭🤭

      Yamaha emg kondisinya mirip HRC skrg, timnya sering blunder masuk/keluarin pembalap. Ya semoga aja Quartararo ga jadi Marquez versi Yamaha. Krn kalo hasil balap tim ato bahkan pabrikan cuma bergantung ke 1 rider, itu bukan hal yg bagus untuk jangka panjang. Gw liat malah model keroyokan macam KTM dan Ducati lebih menguntungkan kalo diliat dari sisi pabrikan, krn saat 1 rider down rider lain up, jadi nama pabrikan ato tim bakal tetep muncul diatas, kalo perlu malah berebut gelar macam jaman Stoner-Pedrosa ato Rossi-Lorenzo. Jadi tim tinggal ngakak2 aja di seri2 penentuan krn siapapun yg menang udah pasti dari tim sendiri.

      Guest
    • Menurutku sih bagi MV malah tanpa tekanan, karena dia gak lagi bertarung di championship, aprillia gak ngasih target alias buat pemanasan
      Yang jadi masalah adalah kalau dia sampe bisa fight didepan itu bisa ngejegal FQ
      Tapi mungkin beda lagi bagi pendukungnya sebelah, pokoknya kalau keluar harus nyesel, jelek

      Guest
  3. kalau main film, MV cocoknya sebagai penjahat berdarah dingin, dibalik senyum manisnya, tersimpan kengerian dari wataknya.
    teknisi aprilia ga bisa tidur nyenyak, wkwkwk

    Guest
  4. Kaya berita jaman2 baru gabung Yamaha, saat beberapa orang lebih menyarankan stay di Suzuki krn lebih baik tumbuh bersama Suzuki dibanding masuk ke bayang2 Rossi. Ya semoga aja ga panas di awal kaya jaman masuk Yamaha. Secara skill oke bahkan bisa aja di Aprilia naikin nilai jual pabrikan itu, cuma kalo masih tetep kekanak-kanakan ya hasilnya ga akan lebih baik dari jaman di Yamaha. Quartararo lebih bocah secara usia tapi secara mental dia malah lebih dewasa, itu yg bikin dia ga kekejar oleh Bagiono, Zarco, dan Mir di klasemen sementara.

    Guest
      • Bhahahahaha terbaik menurut klaim sendiri padahal data statistik mengatakan sebaliknya, ngalah2in lord R*ngga🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

        Kita liat apa Vinales bakal jadi pembalap terbaik keempat setelah gabung Aprilia, dibawah Espargaro yg ngakunya 1 dari 3 terbaik tentunya🤭🤭🤭

        Guest
  5. Maverick terlihat lebih enjoy gak ada beban dibandingkan kemaren2.. Mungkin emang bener performa pembalap bulan cuma dipengaruhi sama motornya, tapi mental juga..

    Guest
  6. Maverick terlihat enjoy seperti ada beban yang lepas dibandingkan sebelumnya. Motor kencang buat pembalap emang penting, tapi mental pembalap juga gak kalah penting..

    Guest
  7. rivola mirip mirip brivio, selain jago teknis, dia juga bisa handle org.. mudah ludahan ni org bslik lagi potendinya kyk di duduki dulu, tipikal pembalap “rewel” butuh suasana nyaman baru nongol potensinya

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.