TMCBLOG.com – Dua Sesi latihan bebas telah dilakukan di Seri MotoGP Aragon 2021. Secara umum Jack Miller hadir menjadi yang tercepat di akumulasi dua sesi ini, dan hal ini Logis. Logis Karena menurut kami sebenarnya, terlepas dari Arah balap Sirkuit Aragon yang berkebalikan dengan arah Jarum Jam, Namun Morfologi Aragon termasuk salah satu Sirkuit yang cukup lengkap dan mengakomodir segala macam riding style dan karakter Motor. Honda memang menang di sini berkali-kali. Dari dua belas seri terakhir MotoGP yang diadakan di trek termasuk dua kali di tahun 2020 yang lalu, Honda menorehkan 7 kali kemenangan termasuk 5 kali Oleh Marc Marquez. Alex Marquez naik podium sekali di 2020 dani Nakagami Torehkan Pole Position tahun lalu

Tapi Yamaha Juga pernah menang di sini tiga kali. Dua kali di tangan Jorge Lorenzo dan sekali dengan Franco Morbidelli yang menggunakan Yamaha M1 2019 tahun lalu. Ducati pernah memenangkan satu balapan plus torehan dengan setidaknya satu motor di podium dari 2017 hingga 2019. Suzuki juga Bagus Banget tahun 2020 yang lalu di mana Alex Rins Finish P1 di Aragon 1 Plus Rins dan Joan Mir rengkuh podium Aragon 2. . .

Kenapa Aragon sangat berpotensi Buat semua Pabrikan ? Ini trek yang cukup lengkap. Mulai dari speed corner sampai Tikungan stop and Go. Cek saja : ada Long Corner di T10, T16 dan T17. Speed Corner berbau perpindahan arah yang cepat seperti kombinasi T2,T3dan T4. Perpindahan arah yang ketat seperti Kombinasi T12 sampai T15. Hard Brake di T1, jalur Lurus Dengan Kontur menurun di Back Straight antara T15 dan T16 yang sangat menguntungkan Ducati di tahun tahun lalu sampai Chicane super Lambat di T9. . . .

Boleh dibilang semua Pabrikan Punya Sektor yang menguntungkan mereka sendiri sendiri, namun ada juga sektor yang merugikan mereka . . Aragon memiliki tikungan dengan kecepatan sangat tinggi, trek lurus cepat, akselerasi cepat. Pengereman dengan motor dalam keadaan lurus dan bahkan titik pengereman dengan keadaan motor miring rebah.

Terlebih lagi, secara Umum 2020 agak sedikit beda dengan 2021 ini sehingga sulit mengambil data 2020 sebagai referensi. Salah satu perbedaan terbesarnya adalah soal Temperatursuhu. Dua balapan yang diadakan pada tahun 2020 berlangsung pada pertengahan Oktober dimana suhunya lumayan sudah cukup dingin karena sudah mencapai Musim Gugur di di Eropa. Suhu di pagi hari sedikit di atas 10°C, dan suhu di sore hari hampir tidak melebihi 20°C. Smeentara Aragon 2021 yang dilangsungkan awal september atau masih berada dalam Lingkaran ujung Musim Panas di eropa. Suhu sesi Pagi akhir pekan ini mencapai hampir 20-an°C , dengan sesi Sore berlangsung dengan suhu udara 30°C dan suhu trek bisa mencapai 44 °C . . jelas pemilihan Bannya pun berbeda banget.

Bicara Sirkuit Dengan banyak Tikungan ke Kiri nama Marc Marquez memang jadi Jaminan. Sobat Bisa lihat betapa di FP1 kemarin, hafalnya Marc akan sirkuit Aragon ini dibuktikan dengan Langsung tancap gas sesi latihan bebas pertama ini. Dengan ban Spesial time attack pada akhir FP1 Marc Langsung memimpin dengan keunggulan Hampir 1 detik . . sebuah anomali di era MotoGP Modern yang sangat Ketat ini, Namun hampir semua orang Nggak terlalu kaget . . . Ya, Kombinasi Marc Marquez – Aragon githu loh . . . Kelihaian Marc di sirkuit CCW kayak gini didukung oleh Naturenya Honda RC213V yang memang secara umum mungkin merupakan Motor paling bersahabat dengan Jalur trek yang berganti arah. Banting kanan dan Kirinya lincah banget ini motor . .

Awalnya tmcblog menduga Bahwa Pada Jumat ini Marc akan menjalani Strategi Khusus dimana ia geber laptime di FP1 untuk membuat Luang waktunya di FP2 guna riset race Pace . . Ini berhasil pada awalnya dengan Gap hampir 1 detik itu, namun rencana ini sepertinya Buyar setelah marc Mengalami Crash ketika hendak menghindari adiknya di T16 . . Crash di ujung back Straight saat melakukan Hotlap dengan Ban Hard-Soft memang ngeri karena motor lagi bergerak di spot paling cepat di sirkuit . . dan hasilnya Honda RC213V jumpalitan sampai Seat di atas Subframe coplok . . padahal cuma Low side doang. “Crash sedikit mengacaukan program latihan kami hari ini. Tapi saya tetap senang dengan hari pertama. Menurut rencana, saya seharusnya menggunakan kompon lunak di dua putaran pertama. Saya ingin melihat apakah dia bisa bertahan saat dipakai Jarak jauh. Tapi sayangnya kecelakaan itu mengintervensi Program ini.

“Tapi memang benar, saya marah setelah jatuh.  . . Saya telah melakukan manuver seperti ini 100 kali dalam karir saya, itu selalu berjalan dengan baik … Itu sebabnya saya marah. Karena segera jelas bagi saya bahwa sekarang kita tidak bisa lagi menjalankan rencana kita.”  Marc Berganti Motor Kedua . . . Namun tmcblog saat melihat Marc Keluar trek lagi dengan Racing suit baru tidak lagi menggunakan Ban dan pakai ban Hard – Hard kami berguman dalam hati : . . . ahhhh dia riset race pace buat ahad. ” Tapi kami juga bisa menguji ban belakang Hard hari ini, jadi insiden di FP2 tidak membalikkan segalanya. Kami sudah memahami beberapa hal tentang pengaturannya.” Begitu Kata Marc

Namun Jika Kita Lihat dari data race Pace kombinasi Ban Hard-Hard terlihat bahwa pace marc tidak terlalu istimewa walaupun masih membentuk sebuah ‘ race pace ‘ bila dibandingkan misalnya dengan Laptime Jack Miller yang menurut kami memuncaki FP2 lebih dari Sekeedar ‘ One Shoot Laptime’ saja  . . Race Pace Marc dengan Ban hard-hard ini tidak terlalu istimewa jika kita membandingkannya dengan Misalkan Fabio Quartararo . . . Seperti ada yang tersembunyi  . . sebenarnya cukup mudah untuk melihat pace Marc, Memang ia hanya berada di urutan ke-20 di FP2. Namun pada run terakhirnya, Marc mencatatkan 1:48.827 pada ban belakang Hard yang memiliki usia 20 lap . . Hidden Power Bukan ? . Sebagai catatan  . . . Hanya ada beberapa pembalap yang melaju jauh lebih cepat dari Marc di atas ban ‘bekas’. Mereka adalah Jorge Martin, Bagnaia, dan Nakagami.

Jika Kita Lihat race pace Fabio Quartararo di atas maka terlihat bahwa di FP2 fabio Mencoba untuk meriset ban Hard hard Juga untuk Dibawa sejauh mendekati ‘ race distance ‘ . . Race Pacenya di Run pertama dan Run kedua boleh dibilang cukup Konsisten di 1:48 koma besar dan 1:49 . . cukup potensial . . Namun Memang secara umum Fabio terlihat Kurang Powerfull di Sektor empat.

Yes Sektor empat Aragon memang kerap menjadi Momok Buat Yamaha dan jadi Ajang Pembulian berjamaah Motor motor terutama Yang bermesin V4 ke Yamaha . . back Straight nya itu lhooo sob . . Lihat aja itu top speed Fabbio . . Hanya ada di 333-336 km/jam . . Sementara Marc Yang lagi struggle aja bisa torehkan 341 km/jam . . Sudah ketahuan tuh defisit 5 km/jam nya . .

” Sayangnya saya punya mesin tua ( sudah pernah dipakai di Seri seri sebelunya dengan KM yang tinggi ), motornya sangat panjang dan dengan rpm yang sangat rendah dan kemudian kami tahu bahwa tenaganya bukan yang terbaik. “Ketiganya (elemen) berarti kami tidak begitu bagus (sektor empat) dan tikungan terakhir adalah tikungan di mana saya kesulitan. Sektor empat menurut saya adalah salah satu sektor terburuk dalam kalender, tetapi saya siap untuk apa pun dan besok kami memiliki beberapa ide bagus untuk meningkatkan sektor empat.” Begitu Kata fabio dalam Zoom debrief semalam . . . Patut ditunggu nih apa Yang bisa dibawa Fabio dan team pada Sesi Sabtu ini . . .

Namun diluar Pace sektor 4, Secara umum race Pace Fabio termasukyang sangat konsiste atau lebih tepatnya . Bahkan Fabio sendiri mengaku terkejut Melihat betapa metronomiknya race pace ini  “Itu sangat bagus dan saya tidak menyangka. Saya melihat saya [berada pada level] P4/P5 dan berpikir semua orang melakukan hal yang sama seperti saya, dan saya tidak memaksakan diri. Biasanya Crew Chief saya tidak emosian, [namun kali ini] dia bilang seperti ini,” jelas Quartararo sambil mengacungkan jempol. “Saya berkata, ‘oke itu pasti kecepatan yang bagus’. Bukan apa apa, Seperti yang sempat dikatakan Valentino Rossi pada hari kamis jika kami ( Yamaha ) bisa menjadi kuat dan kompetitif juga di sini di Aragon, saya pikir itu sangat penting untuk kejuaraannya.” 

Selain Quartararo, sapa Lagi yang menunjukan Performa bagus di hari Jumat kemarin ? Aleix Espargaro sob . .

Jika dilihat dari data, Kombinasi Ban Hard medium dan hard-hard dari Aleix terlihat cukup konsisten menghasilkan Laptime yang konstan dan hampir bisa menyamai Race pace Quartararo dengan sedikit keunggulan top speed di back Straight.  . . Tapi Ingat, ini baru data Hari Jumat , After All Silahkan dikunyah kunyah 😀

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

46 COMMENTS

  1. Jadi ingat aragon tahun 2018 atau 2019…dimana saat itu marquez menang jauh dan top speed nya di back straight selama beberapa lap identik…
    Ibarat kata itu motor top speednya seperti dibatasi..

    Tapi itu beberapa tahun lalu, dan tahun ini berbeda…

    Guest
  2. menanti pertarungan (Martin vs Taro vs Marq) dengan rider pengacak ( Aleix vs Rins vs Miller, Jarwo & Pecco) .. Hihi,

    Guest
  3. @wak haji:
    FYI… Kirain saya aja yg ga muncul komennya, tapi yg aneh pas komen ga muncul tadi, model permalinks-nya bukan yg “…./2021/09/11/…..” Tapi yg model “/p?484947494…” tapi isi artikel sama wak

    Guest
  4. Prediksu saya taro bakal kesulitan menang di sirkuit ini
    Karna ada marc ques, alex ques, alex rins dan rider spanyol lainnya yang dimana sirkuit ini adalah salah satu favoriy rider rider spanyol..tari bakal mewek disini.

    Guest
    • Masalahnya Yamaha Bukan Hanya punya bahaya laten Marc di Aragon, 4 Ducati GP21 serem serem semua top speednya di Backstraight

      Administrator
  5. Sepertinya Ducati bakal jadi rajanya podium, Marc mungkin podium, kecuali dlosor yaa. Yamaha Suzuki kemungkinan 5 besar.. tapi semua bisa berubah, mari kita lihat racenya

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.