TMCBLOG.com – Pembalap Jerman, Stefan Bradl mengatakan bahwa saat ini beberapa part part baru yang bisa jadi merupakan part spesifikasi 2022 sudah mulai ditest oleh Marc Marquez bahkan sebelum dicoba terlebih dahulu oleh Bradl. “Terkadang parts baru langsung masuk ke pit box Marc, tidak ada waktu bagi saya untuk mencobanya. Tim Marc telah mencoba banyak dalam beberapa bulan terakhir. Dia sendiri mengatakan beberapa waktu lalu bahwa dia sekarang hanya memanfaatkan musim ini sebagai persiapan untuk 2022.”

Dia (Marc) menguji dan memilah suku cadang untuk tahun depan. Ini dilakukan untuk menemukan arah pengembangan teknis yang cocok. Marc akan menjadi yang pertama mendapatkan material baru dari HRC. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan dan kemudian mencobanya di akhir pekan balapan.” Patut digaris-bawahi bahwa parts/suku cadang baru yang dimaksud Bradl tentunya adalah parts baru yang diperbolehkan digunakan saat race weekend oleh regulasi. Mesin 2022 tentu tidak boleh digunakan, namun part seperti suspensi, swingarm, dan sasis tentu adalah hal hal yang dihalalkan untuk dipakai saat race weekend.

Dengan mengombinasi parts spesifikasi 2022 dengan mesin 2021 berarti yang bisa diambil silogismenya adalah mesin baru RC213V 2022 nanti dibangun berbasiskan mesin 2021 yang diubah performanya. Secara platform fisik maupun mungkin dimensi mungkin RC213V 2022 tidak banyak berbeda dengan RC213V 2021. Mengenai kekurangan dari mesin 2021 sepertinya sudah diketahui oleh Honda di mana diketahui traksi pada roda belakang kurang, sehingga ban soft slick tidak bisa diefektifkan manfaatnya pada sesi latihan bebas dan kualifikasi dan ini menyebabkan Honda kesulitan untuk bisa hadir di posisi terdepan saat start.

Stefan Bradl menyatakan kepada Speedweek bahwa RC213V saat ini hanya dapat menggunakan 80% dari potensi ban belakang soft, yang mengurangi 0,1 sampai 0,2 detik dalam satu putaran cepat dan menjelaskan hasil kualifikasi yang kalah dari pabrikan lain. “Dalam beberapa minggu terakhir, Honda telah membawa material baru ke balapan tanpa henti. Beberapa dari mereka tidak dapat saya nilai karena saya sendiri belum mencobanya.” Seperti kita ketahui bahwa HRC telah menghadirkan beberapa kali sasis baru langsung ke Marc dan Pol Espargaro. Secara umum menurut rumor sasis baru yang dibawa ke trek ini berbeda-beda dengan perbedaan minor dan mikroskopis yang sulit untuk bisa dilihat dengan kasat mata.

Bagi Honda sendiri sepertinya fokus mereka sudah tidak lagi terlalu 100% ke musim 2021, mereka sudah melompat ke 2022 karena memang harapan lebih luas ada di sana. Dan untuk itu mungkin buat HRC test Misano adalah hal yang lebih penting ketimbang race weekend Misano-nya sendiri. Salah satu sinyalnya adalah akan hadirnya prototipe Honda RC213V 2022 pada test Misano nanti seperti yang dibocorkan oleh Bradl. “Prototipe Honda 2022 akan dihadirkan di sana.” Namun Bradl sendiri belum mengetahui apakah dia akan mengikuti tes Misano pada kedua hari tersebut. “Itu tergantung pada apakah ada materi baru untuk diuji. Sejauh ini saya hanya dijadwalkan untuk hari Selasa. Tapi itu masih bisa berubah.” Begitu Kata Bradl

41 COMMENTS

  1. Marc udah ga bisa lagi melakukan “Marc Save” ketika doi merasa motornya mulai tergelincir krn emg fisiknya membatasi dirinya utk melakukan itu,, sepertinya RCV musim depan akan Marc sentris lagi, tapi Marc sentris nya yg “berbeda” dari Marc sentris pra cedera Jerez 2020, bisa jadi RCV nya lebih humanis dan mudah di kontrol hingga cocok dipakai oleh rider lain juga,,

    Guest
  2. “dia sekarang hanya memanfaatkan musim ini sebagai persiapan untuk 2022”
    ya make sense sih.. gak ikut tes pra musim, ketinggalan bbrp seri awal, cukup sering DNF.. mending dipake buat riset part baru sekaligus recokin pembalap grid depan di sirkuit yg “menguntungkan” buat dia..

    Guest
  3. Honda ya honda.
    Dengan sumber dayanya yang kuat. Saya nggak begitu penasaran.
    Penasarannya sama senjata suzuki buat 2022.

    Guest
    • Kayaknya bakal tetap jaga balance seperti sekarang. Sulit podium 1 memang tapi di sirkuit Stop-n-Go masih bisa rebutan podium bareng mesin V4.

      Guest
      • Wkwkwk
        Terkait artikel, gak tepat bgt

        Btw
        Terkait daped, ente punya peluang rekrut rider 3x jurdu kelas primer dgn konsekuensi geser rider yg udah lebih 10 thn ente support tanpa jurdu
        Ane berdoa semoga ente sukses jadi pengusaha

        Guest
        • Malah nyambung bro, karena yang Q tahu DP26 itu teksbook banget karena tubuh mungilnya jadi mesti presisi, jadi input dia sangat berguna bagi pembalap lain, dan itu tidak dimiliki oleh SB6
          Jurdun MM di 2013 s.d 2017 itu tidak lepas dari input pengembangan RCV oleh DP26
          Makanya HRC butuh test rider seperti DP26
          Plus KTM pun sangat memuji dia lo

          Guest
    • Ga akan ganti nama jadi RC214V sebelum ada perubahan kapasitas mesin. Digit kelima buat nunjukin era/generasi. Skrg baru era/generasi ketiga motogp. Pertama 990cc, kedua 800cc, ketiga 1000cc.

      Guest
      • keknya bukan sekedar kapasitas deh Om. Platform mungkin maksudnya ?

        dlu kan sempat v5 juga saat beda nama dan beda kapasitas. Mungkin kalau ganti jadi i4 atau main v4 tapi bukan 90 derajat lagi mungkin

        Guest
  4. jelas ga fokus ke musim ini lah, uda ngga mungkin jadi juara dunia di 3 kategori.

    sayangnya test pramusim datanya ga kebuka banget ya jadi ga tau apa yang dicoba, hasil seperti apa.

    Guest
  5. Akan kah RC213V mengikuti jejak Ducati konsep mesinnya, crankshaft RCV yng sekarang terlalu ringan, makanya roda belakang susah dapet traksi

    Guest
  6. tahun depan HRC riset mesin untuk bs lbhbpower full tp ttp bertraksi penuh, tahun ini HRC riset part pendukung non engine bener2 good strategy, tp knp HRC gk ngeluarin ide out off the box macam ducati..?

    Guest
  7. Seberapa pun besarnya power RCV nantinya kl tdk didukung aerodinamika yg memaksimalkan downforce melebihi ducati, tetap akan sulit bersaing. Kelebihan ducati selepas tikungan dengan akselerasi yg buas tanpa takut whellie adalah senjata pamungkas para pembalapnya..
    Bagi yamaha.. Power without balancing is nothing. Itu duluuu.. Dijaman msh ecu inhouse.
    Sementara Honda.. power without control is nothing.. Itu ketika di awal ECU MM..
    Dan sayangnya skrg folosofi Ducati yg lbh tepat.. Power without downforce is nothing!

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.