TMCBLOG.com – Walaupun pada dasarnya Jelas Honda RC213V Hitam Yang dipakai Marc Marquez, Pol Espargaro maupun Stefan Bradl pada Misano test merupakan Motor baru Untuk Musim 2022, Namun Marc Marquez maupun Alberto Puig kerap lebih menyukai menyebutkan Kata Kata ” Konsep baru “ Pada Calon Motor ini  . . Kira Kira apa yang dimaksud dengan ” Konsep baru “ ini ?

Marc dengan Spek pertama 2022 di test hari pertama kemarin

Makna yang tmcblog pikirkan saat mendengar kata kata Konsep baru adalah, bahwa Honda RC213V didesain dengan konsep yang sedikit berbeda dibandingkan dengan Motor yang sekarang di pakai Oleh ke empat Pembalap Honda Di MotoGP dan Untuk meraba raba ‘konsep baru’ apa yang dihadirkan Kita Haruslah mencoba melihat lebih detail lagi ke bentuk Motornya  . .

Honda RC213V yang dicoba di Misano Test Bukan hanya terlihat sangat berbeda tetapi juga belum pernah kita lihat sebelumnya. Motor ini adalah sebuah revolusi bukan hanya evolusi. Sasis baru, asupan udara ( RAM AIR)  baru, paket aero baru, kursi dan unit buritan baru, knalpot baru, mesin baru dan tata letak mesin yang juga baru..

Untuk memulainya silahkan sobat sekalian simak gambar di atas Yang merupakan mesin RC213V 2021 Marc di Assen dan Alex Marquez di Test Misano yang di-mounting ke Sasis ‘ assen ‘. Letak posisi baut engine mounting berada PERSIS di atas dan di bawah poros swingarm. Boleh dibilang Kedua baut dudukan mesin atas-bawah dan poros lengan ayun semuanya duduk dalam proyeksi Relatif lurus yang cukup Rapi dan sangat vertikal.

Nah sekarang kita beralih ke Mesin Prototipe RC213V 2022 Coba sekarang Fokuskan mata kita pada area pivot lengan ayun. Sekarang kita akan bisa melihat bahwa proyeksi yang awalnya vertikal sekarang LEBIH miring ke arah belakang dengan baut dudukan mesin atas duduk lebih jauh ke belakang daripada sebelumnya dan baut dudukan mesin bawah diposisikan lebih jauh ke depan daripada sebelumnya.

Lokasi baru dari baut pemasangan mesin Prototipe RC213V 2022 menunjukkan bahwa Honda tampaknya telah ‘memutar’ mesin ke belakang, dan ini disinyalir akan sangat mengubah keseimbangan motor. Mereka mencoba Konsep baru yakni meletakkan bobot lebih ke bagian belakang untuk mendapatkan Grip ban belakang yang sangat mereka butuhkan. Yes, selama ini, masalah terbesar Honda adalah grip belakang di semua situasi, masuk tikungan, keluar tikungan, tengah tikungan… semua situasi.

Dan Seperti yang sobat bisa terima dari penyataan Marc Marquez terakhir setelah mencoba Prototipe mesin baru RC213V 2022 in dia dengan blak blakan mengatakan bahwa Konsep baru ini adalah langkah BESAR yang hadir di kedua arah. Beberapa positif yang sangat baik tetapi juga beberapa negatif besar.

Disinyalir, ‘Arah negatif’ yang dimaksud dan dirasakan Oleh Marc Marquez saat menggunakan Motor ini adalah segala hal – seperti Grip dan Kestabilan Pengereman – di Front end. Sesuatu yang dipindahkan ke arah belakang akan menyebabkan CoG ada yang berpindah ke belakang. Marc Marquez ini adalah seseorang pembalap yang Karakter Balapnya sangat mengandalkan Front end di ban depan dan ini adalah salah satu alasan mengapa Pembalap Honda lain harus berjuang sekuat tenaga Selama ini  . .  Yap Karena Honda dikembangkan selama ini sangat di fokuskan ke Front end.

So Bisa jadi ini lah sebuah Jawaban Honda kepada pertanyaan pertanyaan semua penggemar motoGP yang sayang banget sama Honda dan selalu mendawamkan bahwa RC213V terlalu Marc Marquez – Sentris. Apakah ini berarti Honda ( HRC) mulai meninggalkan Marc Marquez? Bisa jadi . . Namun sepertinya hal ini berani dilakukan Oleh HRC karena mereka sudah yakin bahwa Marc adalah Pembalap yang biasanya tetap bisa beradaptasi oleh Perubahan dan Revolusi dari Motor walaupun bentuk revolusinya itu sampai mengubah keseimbangan bobot dari Motor.

RC213V 2022 Test Jerez

Namun sebenarnya ini bukan Sesuatu yang baru diperlihatkan di test Misano . . Flash back sedikit ke belakang saat test jerez, HRC sebenarnya sudah memperlihatkan Konsep Mesin 2022 mereka sebelumnya.

Lihat deh pada Motor Yang ditest Bradl di test jerez pada foto di atas  . . garis di antara Mounting mesin atas, Pivot Swingarm dan Mounting mesin bawah tidak lagi sejajar dengan garis normal . . sudah miring dengan mounting atas lebih miring ke belakang menandakan Bahwa di Jerez Test pun sebenarnya HRC sudah mulai ‘memutar’ mesin RC213V ini lebih ke arah belakang dan memperknalkan ‘konsep baru’ RC213V ini .

Dan Sepertinya apa yang mereka bawa di Misano Test lebih ke setup  detail lanjutan mengenai Bodywork Fairing, mesin, knalpot dan part part lain. Knalpot baru yang diletakkan di samping kiri sepertinya memang didesain agar unit ekor baru bisa didesain dengan dimensi yang lebih besar dari Ekor RCV selama ini.

Besarnya Unit Buritan ini diyakini menampung Mass Damper yang bertujuan sebagai Sebuah Device yang bisa meng-Counter gejala Vibrasi atau mungkin Chattering  di bagian Kaki kaki belakang serta untuk meningkatkan Grip ban belakang dan aspal untuk meningkatkan masa pakai ban . . . Catat, lagi lagi perhatian lebih Honda kepada Ban belakang.

Oh ya mengenai aero winglet depan . . . Dari desainnya tmcblog masih sulit menduga apa tujuan Utama Honda mendesain winglet dengan bentuk seperti demikian itu. Wingletnya tetap melengkung close Loop namun lengkungannya lebih ke bawah dengan area yang sepetinya lebi kecil dan angle of attack yang sulit di analisa bergantung pada kondisi motor . .

Mungkin ini yang dituju HRC, memperoleh downforce motor pada beberapa kondisi, Lurus atapupun Miring rebah, namun dengan besaran Downforce yang sedikit dikurangi jika kita melihat area dari Luasan Wingnya . . . ahhh ini Masih Protitipe . . Sangat dimungkinan berdasarkan hasil test Misano ini, Penampakan pada Test Valencia nanti akan ada perubahan lagi . . Kita tunggu sob

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

80 COMMENTS

  1. Karena ban Michelin lebih mengedepankan grip ban belakang mereka sebagai signature nya jadi mau ga mau ya harus ikut berubah juga motornya,dan ‘Marqueznya’ kalo ga mau makin tergilas yg lain

    Guest
  2. motor MotoGP sekarang pada cingkrang fairing dekat USDnya,,kesan padat n gagahnya motor fairing jadi ilang 🤦🏻‍♂️

    Guest
      • Bukan gitu, tapi biar friksi udara di fairing samping bisa diminimalisir. Konsepnya skrg kebanyakan pada niru Ducati, bikin bidang fairing samping sesempit2nya buat akomodir topspeed yg nenurun akibat sayap.

        Guest
    • Motor prototype gaka ada yg mikirin estetik, semua yg dipikirkan hanya fungsi untuk menunjang performa motor, motor estetik tp kalo jadi penghuni barisan belakang buat apa juga ? Karena yg dicari emg wah karena juara bukan yg wah karena estetik motornya gagah, ganteng dll

      Guest
  3. Konsep baru tetapi tetap ada yang tak sama dengan Ducati, KTM & Aprilia. Yang lain memilih menambah downforce tapi Honda kebalikan
    Ada yang bisa kasih penjelasan

    Guest
  4. RCV selalu asik tuk dibahas ketimbang Desmo, meski desmo saat ini bisa dibilang paling baik di grid tp sejarah mencatatkan sejak era 2T Nsr dan Rcv lah yg banyk podium

    Guest
    • Ya tergantung itu sih, subjektivitas elu ato yg bikin artikel shg bisa nyusun kalimat2 yg menarik utk dibaca. Kalo gw pribadi malah lebih tertarik ngikutin progress KTM. Pabrikan selain KTM ngebosenin krn updatenya ya itu2 doang tapi KTM mulai dari rangka, mesin, sampe fairing aja menarik krn mereka kaya ngelawan arus.

      Guest
      • Kalau saya lebih kepo ama Aprilia, yang melawan arus itu background orangorangnya wkwkw

        dan progressnya paling santuy, sepertinya dana lebih cekak dari sizuki (mau banggain kekuatan piaggio grup ? keknya mereka ga sejorjoran itu nyodorin duit ke tim motogp) cmiiw.

        beda dengan ktm yang man behind nya banyak dari ex ex hrc/honda dan dana redbull yang massive banget jumlahnya. Jadi kepo tiap tahun apa aja yang pelanpelan dihadirkan sama Aprilia

        Guest
      • Jadi inget Ducati jaman preziozi dulu, Chasis dibagi jadi 3 bagian, Chasis depan, mesin (jadi chasis tengah), dan chasis belakang. Ora umum.

        Guest
  5. Diluar knalpot buritan yang ga ditengah lagi dan bentuk ram air.. saya melihat bentuk fairing rc213v ini seperti rc211v generasi awal… semua serba lancip…

    Guest
  6. Berarti masalah front end udah beres nih ?
    Sekarang lebih sering liat maruqez dan hodna lain pake ban depan medium, dibanding pas bristone dulu yg selalu pake hard.
    Padahal dulu maruqez pernah bilang kalo ban depan miselin yg hard masih lebih soft dibanding mediumnya bristone.

    Guest
  7. Konsep kemarin dengan COG lebih ke depan, hard brake bisa sangat efektif, tp grip ban belakang kurang. Tapi akhir2 ini late braking dah g manjur lagi, terlihat waktu duel lawan bagnia, marquez sering melebar saaat late braking. Dan konsep ini dirasa sudah mentok, sering banget marquez crash gara2 ban depan, aneh juga sih. Sekarang dirubah COG lebih ke belakang, biar grip ban belakang dapet. Balance nya berubah banyak ini. Kayaknya gara2 ban michelin juga. Honda sering banget beda ban sama motor lain. Kita lihat efeknya musim depan. Semoga cocok buat semua rider honda. Kalau marquez sih kayaknya dah pasti bisa adaptasi (kalau dah full sembuh dan g terjadi hal2 aneh). Mohon koreksi kalau salah.

    Guest
    • Btw kalau sekarang mainannya CoG lebih ke belakang, pakai senjata apa ? keknya late braking gabisa sekuat dulu efeknya dengan cara main yang sekarang

      Guest
      • Aku juga g ngerti pakai senjata apa, mungkin dengan grip belakang yg bagus, akselerasi bisa lebih stabil dan lebih cepat. Kalau late braking mungkin karena lengan marc dah g kuat lagi atau gimana, mungkin nunggu full sembuh. Ducati dan yamaha late braking juga sudah bagus banget. Bisa dilihat di konsistensi f1/4 dan bagnia. Cuman bisa nebak2, musim depan baru ketahuan hasilnya.

        Guest
  8. Jika dilihat dari kacamata penonton/pemirsa. Makin kesini design motor grandprix makin kurang sedap di pandang semenjak des*o berExperimen design.

    *steticOnly

    Guest
      • Seandai nya ecu masih inhouse yakin winglet bakalan gak ada? Kalau gue sih percaya ducati tetep bakalan jadi pioneer terus manfaatnya memang kerasa karena ecu pasti ada batasanya. Pabrik jepun pun pasti bakal ngekor walaupun waktu ngekornya gak secepat sekarang

        Guest
  9. seharusnya Honda melakukannya dari dulu sih, sewaktu Marc masih fit badannya,, toh kalo emg Marc adalah tipe pembalap yg mudah beradaptasi dgn kondisi motor apapun kyknya ga ada kerugian yg berarti malahan bisa untung krn rider Honda lain jadi bisa kompetitif juga (dgn asumsi RCV yg selama ini kita tau adalah motor yg tidak mudah utk dikendarai), Honda terlalu terlena dgn kehebatan Marc hingga mengabaikan ridernya yg lain,
    jadi inget perkataan ajaib Alberto Puig di zaman keemasan Marc,
    “ini motor mu, diam dan membalaplah !”
    “dengan motor ini jika mereka bisa atau mereka mau, mereka bisa menang..”

    Guest
  10. seharusnya Hda melakukannya dari dulu sih, sewaktu Marc masih fit badannya,, toh kalo emg Marc adalah tipe pembalap yg mudah beradaptasi dgn kondisi motor apapun kyknya ga ada kerugian yg berarti malahan bisa untung krn rider Hda lain jadi bisa kompetitif juga (dgn asumsi RCV yg selama ini kita tau adalah motor yg tidak mudah utk dikendarai), Hda terlalu terlena dgn kehebatan Marc hingga mengabaikan ridernya yg lain,
    jadi inget perkataan ajaib Alberto Puig di zaman keemasan Marc,
    “ini motor mu, diam dan membalaplah !”
    “dengan motor ini jika mereka bisa atau mereka mau, mereka bisa menang..”

    *mudah2an lolos jaring

    Guest
    • Buntut rc212v emang kecil dan super seksi. Nmun diantara 3 generasi rc-v series rc212v lh yg pling minim dalam hal gelar. Hanya satu kali jurdun pmblap jurdun tim dan konstruktor juga hanya 1x yg semuny itu d raih di pehujung masa baktinya

      Guest
  11. Soal gagah atau kaga, ini kompetisi bukan kontes ke cantikan yang di cari yah paket paling kenceng bukan paling keren. Coba liat dulu ZX-RR paling seksi se grid apakah jurdun? Kaga, Rcv versi 2014 aja yang mukanya menurut ane paling jelek modelnya tapi paket paling lengkap jadi jurdun

    Guest
  12. Desain RCV dihari pertama test benar2 dibenturkan dengan desain Ducati Desmo, mulai kita lihat dari fascia depan, diliat side fairing dari samping, dan buritan selaiknya box sandwichnya Ducati dan meletakan muffler tak lagi ditengah tapi disamping buritan. IMHO

    Guest
    • Konsep baru ama ATM bedalah, yg dilakuin H ya persis prinsip pabrikan2 Jepang selama ini, amati, tiru yg paling bagus, modifikaai dgn versi desain sendiri.

      Guest
  13. mungkin memang motornya sengaja dikurangi kemampuan front endnya, karena tangan mm93 sudah tidak sekuat dulu (bukan tidak kuat ya) saat hard braking sehingga tidak terlalu menguras stamina.

    Guest
  14. Wak harusnya bisa di bilang ini RC214V ya..btw RC213V kan juga sudah lumayan berumur tua..hatusnya segalanya baru honda pake kode body baru..welcome RC214V

    Guest
    • RCV baru ganti kode nama kalo kapasitas mesinnya berubah, jadi selama MotoGP masih pake regulasi kapasitas mesin 1000cc ya namanya tetep RC213V, kecuali nanti MotoGP ubah regulasi kapasitas mesin lagi diubah tuh jadi RC214V atau diabad 22 MotoGP ICE masih ada mungkin kodenya bakal ganti jadi RC221V

      Guest
      • Dan yg kontra dengan itu ban makin dongkol lah karena kontraknya diperpanjang sampe 2026😂😂😂🤣🤣, siap-siap sibuk lagi nih dokter ahli tulang😂😂😂

        Guest
        • Paling aman Pirelli sih, mainnya wsbk yang mass product. -Sepertinya- developmentnya ga paerlu sengegas si ngeselin, pabrikan juga punya waktu lebih buat riset karakter ban

          Guest
      • Sebenernya michelin itu g bisa disebut buruk juga sih. Nyatanya banyak rekor terpecahkan, meskipun ada faktor lain dari teknologi motor misalnya. Sisi buruknya adalah TIDAK KONSISTEN, dari 1 batch bikin ban, ada beberapa yg cacat produksi.

        Guest
    • Kata matteo thn dpn d set k durabilitas race
      Hayoooo klo grip ban blkng mnurun thn dpn,tebak pabrikan mana yg paling menderita hehehe

      Guest
  15. waktu 2 tahun sangat cukup bagi semua pabrikan dalam meracik mesin dan part lain yang baru.
    tahun 2020 semacam tragedi bagi honda. saat motornya hanya untuk satu orang, maka membuat motor untuk “siapa aja” bisa jadi solusi bersama.
    semoga selain marq, pembalap lain bisa bawa RCv ke podium 1.

    Guest
  16. Kok mlh saya kebalikan ya Wak..
    Mesin dmundurkan malah bikin pengereman stabil.. masuk apex lbh baik.. akselerasi lbh baik.. ducati banget itu.
    minusnya motor jd ga bisa lama2 rebah krn efeknya roda belakang jd lbh ngebuang keluar..
    Pdhal sejak kelas moto3 moto2 marquez selalu spesialis rangka understeer tp tetep mampu kuasai roda depan. Pembalap lain ga bisa,malah sering kehilangan grip depan.
    Saya teringat dulu main tamiya biar mobil ga loncat malah bobot depan kudu ringan.. klo nambah beban d depan mlh loncat sejadi2nya

    Guest
    • Untuk tamiya bukannya kebalik ya? Yg tipe motor depan (bobot cenderung didepan) justru lebih ga bisa loncat, kelemahan sasis motor depan di akselerasi sama top speed tp jadi yg paling stabil makanya lebih cocok untuk trek tehnikal. Cmiiw

      Sory OOT wak & bang nug 😅

      Guest
  17. Apakah ada klausul kontrak untuk satu suara ketika berbicara didepan media,dan tdk membicarakan hel negatif dr motor.,
    Pnasaran mlihat efeknya sprt kasus MV12

    Guest
    • Ada pastinya. Nih ngutip dari bacaan David emmet.

      Marquez berkomentar “Semua orang mengatakan hal yang sama tentang test” karena rider ada dalam batasan Bicara dg Publik. Paling publik cuman dapat informasi yg umum seperti ini, “Kita mencoba beberapa hal dengan chassis, electronics, dan mesin. Ada hal positif dan negatif. Public cuman dapet keterangan tsb, dan hanya bisa menebak nebak saja.

      Guest
  18. Honda kuat ga ngerasain jurdun 4 tahun, dari tahun 2007-2010 dan selama 4 tahun itu pengembangan RCV kacau balau dan saat itu Pedrosa bilang sediri kalau dia sebenernya udah hopeless sama pengembangan RC212V sampe akhirnya Stoner dateng

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.