TMCBLOG.com – Akhir pekan ini kita akan melihat Gelaran Grand prix Seri selanjutnya, MotoGP USA di Circuit of The America ( CoTA ) Austin – Texas. MotoGP sendiri sudah diberlangsungkan lama sekali di sirkuit yang abrasif dan Bumpy ini dan Bicara CoTA kecuali pertemuan Terahir di 2019, Sirkuit ini selalu dapat mengeksplotasi kemampuan Marc Marquez. Kemenangan emosional di Sachsenring dan Keberadaannya sebagai satus satunya pembalap yang bisa meladeni Juara Aragin 2021 Bagnaia membuat MM93 tetap menjadi Pembalap yang tiada boleh terlepas dari perhitungan perihal sirkuit yang arah putarnya berkebalikan dengan Jarum jam ( CCW)

Namun Tidak seperti Aragon dan Sachsenring, Seri GP Austin 2021 tidak seperti Austin tahun tahun sebelumnya dimana Seri ini biasannya dilakukan diparuh pertama Musim bahkan di tiga race awal Musim sambil menunggu eropa menghangat dari Winter. Yap MotoGP Austin 2021 diadakan di Musim Gugur yang secara umum memiliki rerata temperatur yang berbeda ( sekitar 30º C) dibandingkan dengan Temperatur dari MotoGP austin di Musim Semi ( sekitar 25 ºC ).

Ini lah yang tmcblog bilang sebagai Kebutaan terhadap Data. Seperti Kita ketahui di Jaman MotoGP Modern Seperti ini Margin Operasional Maksimal dari karet ban Sangatlah Ketat . . berbeda 2-3 º C bisa mengubah Besarnya Cengkeraman Grip dari Karet ban . . Lha ini bisa sampai 5º C tentu Tim teknisi dan para insinyur haruslah bekerja keras semenjak sesi Latihan pertama untuk memulai mencari base Setup Motor dan ban Guna persiapan race.

Bahkan pada dasarnya tanpa Potensi permasalahan suhu sendiri, di masa lalu, sirkuit COTA yang bumpy, abrasif, dan bergelombang sepanjang 5,514 km (3.426 mil) akan menjadi ujian berat bagi ban  Slick. Trek telah menjadi subyek banyak pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada tahun 2018, ketika lapisan atas permukaan direncanakan untuk menghilangkan beberapa gundukan. Ini berarti bahwa kondisi permukaan agak tidak terduga dan oleh karena itu dapat membuat pilihan ban yang optimal sulit untuk dinilai.

Michelin sendiri mengumman alokasi ban slick Michelin untuk CoTA untuk mengatasi tuntutan yang akan dihadapi di setiap lap yang terdiri dari 11 tikungan kanan dan 9 tikungan kiri, dan permukaan lintasan yang abrasif. Untuk tiga pilihan ban depan semuanya akan simetris dan Tersedia dalam kompon Soft, Medium dan Hard. Sedangkan belakang akan ada 4 jenis kompon termasuk opsi Hard tambahan karena pelapisan ulang dimana semua akan asimetris, dengan sisi kanan yang lebih keras untuk mengatasi tekanan ekstra. yang ditempatkan pada bagian ban tersebut.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

22 COMMENTS

  1. Berharap p1 marc/pecco ,p2 rins,p3 oliv,p4 mack….taro di luar 5 bsarlah biar rame.
    Oya smalem mau komen ktutup iklan wak,jd ga bs komen,kok bs ya…?

    Guest
  2. sirkuit yg menuntut fisik + suhu yg panas, meskipun anticlockwise kyknya Marc bakal kesulitan disini, apalagi kalo harus dog fight, ujung2nya strategi Aragon akan dijalankan lagi oleh Marc, save energy dan ban utk battle di akhir race kalo emg ga bisa kabur melepaskan diri dari awal race,

    Guest
  3. Seperti Kita ketahui di Jaman MotoGP Modern Seperti ini Margin Operasional Maksimal dari karet ban Sangatlah Ketat . . berbeda 2-3 º C bisa mengubah Besarnya Cengkeraman Grip dari Karet ban

    Ghoib sekali hehe

    Guest
  4. Michelin sendiri mengumman alokasi ban slick Michelin untuk CoTA untuk mengatasi tuntutan yang akan dihadapi di setiap lap yang terdiri dari 11 tikungan kanan dan 9 tikungan kiri, dan permukaan lintasan yang abrasif.

    Ga kebalik wak, 11 ke kiri dan 9 kanan? Cmiiw

    Guest
  5. Mau tanya,, kalau sirkuitnya bumpy, abrasif, dan bergelombang,, apa tetap layak diadakan balapan kelas MotoGP? apa tetap lolos uji kelayakan aspal gt?

    Guest
    • Mungkin ada perimeter penilaian sampai batas mana itu masih dibilang layak karena COTA ini dipake F1 juga yg bannya sangat ngancurin aspal,kalo udah bumpy parah dan ga segera diaspal ulang ya bakal dikatakan ga layak juga

      Guest
  6. kayaknya waktu era bridgestone grip nya bagus dan konsisten, tapi balapan jadi boring. ketika era michelin gripnya ghoib namun ya secara entertainment lebih seru.

    Guest
  7. liat dari layout nya banyak hard braking, walo sirkuit fav nya Marc tp kayaknya dia kudu effort lebih dengan kondisinya sekarang.. apalagi kalo Pecco masih bisa menjaga form terbaiknya seperti di Aragon & Misano..

    Guest
  8. Sorry OOT Wak haji.
    Di motomatters ada tuh interview Pierro Taramasso (Orang italy yg jadi bos di Michelin, perusahan Ban France) mengenai tanggapan terhadap komplain ban yg akhir2 ini meningkat. Katanya, hal itu karena level kompetisi yg tinggi. Jadi dari total 20 pembalap, perbedaan waktunya g da 1 detik. Jadi, jika seorang pembalap 2/10 detik lebih lambat dari yg lain, otomatis dia posisinya tertinggal dibelakang. Memang benar2 ketat.

    Temperature range ban juga sangat sempit. Jadi jika ban beroperasi di dluar suhu track yg ditentukan, kecepatan akan sangat menurun. Padahal situasi race, cuaca bisa naik turun g jelas. Saat pembalap menguntit/dogfight dengan pembalap lain, temperatur ban depan (motor yg menguntit) juga akan meningkat. Pressure juga meningkat, Artinya grip menurun.

    Team sekarang ini juga memasang temperature & pressure sensor di valvenya(PEntil kah?), dan pembalap bisa melihat peringatan di dashboard jika kedua parameter tsb di luar batas normal.

    Ada juga team yg memasang infra red sensor untuk mengukur temperature di carcass Ban. Dipasang di Mudguard dan swing arm. Kayaknya di TMC kemarin ada foto2nya.

    Mengenai Spec ban depan yg lebih keras / stiff, yang sepertinya sangat dibutuhkan Honda dan KTM, cocok untuk riding stylenya MM dan BB. Kayaknya Michelin baru bisa menyediakannya di tahun 2024, karena baru bisa di riset tahun 2022/ 2023. Telat dari jadwal yg seharusnya ditest tahun 2020 dan direlease tahun 2021. Ya nasib.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.