TMCBLOG.com – Pasca tragedi kelam di ajang WSSP300 Jerez yang merenggut nyawa Dean Berta Vinales, salah seorang pembalap veteran –Michael Fabrizio secara spontan mengundurkan diri dari dunia balap sembari memberikan opini dan penyataan kritis dan keras yang ditujukan pada pihak penyelenggara/regulator balap dan juga secara khusus menyebut nama Marc Marquez.

Fabrizio saat itu memang secara lugas menunjuk nama Marc Marquez sebagai referensi dan trend bagi pembalap pembalap muda masa kini : “Valentino Rossi bertahun-tahun yang lalu, ketika Marquez memasuki MotoGP, mengkritik [bahwa] dia mengeluhkan manuver Marquez yang ‘salah’. Kita harus setuju dengannya. Marc telah menjadi titik acuan anak-anak muda ini meniru perbuatannya, menyalip terlalu berlebihan hingga batas, bersandar pada lawan mereka, mempertaruhkan setiap inci.”

Menanggapi pernyataan ini semalam saat ditanya oleh para jurnalis di sesi press conference pra-event MotoGP CoTA 2021 Marc menjawab: “Ketika saya mendengar komentar dari orang ini, saya tidak mengerti bagaimana seseorang, seorang pembalap, bisa mengucapkan kata-kata sesedih ini di saat yang sulit dan menyedihkan bagi dunia balap sepeda motor.

Karena itu, saya tidak ingin membuang waktu saya untuk mengomentari hal ini. Tetapi yang terbaik adalah mencoba memahami dan menganalisis dengan baik untuk masa depan yang lebih baik. Tentu saja, resiko akan selalu ada dalam sepeda motor, tetapi kita harus memahami bagaimana menguranginya.” 

Yang juga cukup menarik adalah ketika pembalap MotoGP lain sempat ditanya opininya mengenai hal ini. Pemimpin championship Fabio Quartararo misalnya, Ia memiliki pendapat mengenai clash yang dimulai oleh Fabrizio seperti ini; “Terkadang orang hanya ingin berbicara. Saya pikir adalah buang-buang waktu membaca hal-hal seperti ini. Tentu saja semua orang melihat Marc karena dia adalah yang terbaik dalam sepuluh tahun terakhir. Wajar jika setiap orang ingin menjadi seperti dia. Saya tidak tahu persis apa yang dikatakannya. Lagi pula, itu buang-buang waktu.”

Secara umum memang pendapat orang-orang terpecah soal tuduhan Fabrizio yang membawa-bawa nama Marc Marquez. Ada yang sepakat, ada juga yang tidak. Namun umumnya tuduhan Fabrizio lainnya yang juga cukup tajam baik kepada pihak federasi maupun promotor ada pointnya juga. Seperti soal jumlah starter dan batasan umur seperti ysebelum ini telah kita bahas juga. “Setelah kembali [ke paddock WSBK] pasca enam tahun, saya melihat dunia ini telah berubah. Saya melihat ketidak-pedulian di pihak federasi internasional; mengerahkan 42 anak di Yamaha Cup [bLU cRU Eropa] dan 42 lainnya di kejuaraan dunia [Supersport] 300.”

Btw, opini dan kritik Fabrizio ini ternyata didengarkan sampai ke level legislatif di Italia. Diinformasikan via Moto.it bahwa senator Italia Antonio Saccone mengangkat masalah ini di Senat dan berbicara depan wakil menteri olahraga nasional Italia -Valentina Vezzali seraya mengajukan wacana apakah sudah dibutuhkan intervensi pemerintah untuk membuat balap sepeda motor bisa lebih aman.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

77 COMMENTS

    • Supaya aman balapan kelas kadet.
      – Kurangi jumlah pembalap jd 25-30 max/race
      – naikan batas minimal usia pembalap
      – gunakan tapak ban yg lebih lebar kalau dirasa kurang menarik karena motornya jadi lemot tambah kubikasi mesinnya atau jumlah silindernya. Ban moto3 yg sekarang terlihat seperti ban cacing, mudah slide/highside.

      Guest
        • Ban gede yang proper sama motornya jelas lebih aman lah bro kalo ban tapak lebar sama kecil dianggap amannya sama, ya berarti ban cacing itu sama amannya dengan ban standar.

          Guest
        • @los dol, saya belum pernah liat ban cacing yang proper dengan motor standar buat harian 😁

          @uwu uwu, saya belum pernah liat tandem roller highside, selama belasan tahun saya kerja ngegaruk-garuk hotmix gak pernah ada

          Guest
    • Mungkin lain kali klo mau nyalip harus bunyiin klakson dulu.
      Biar pembalap yg di depan minggir.
      Pasti aman.
      Hehee…

      Guest
    • Numpang Komen ya Om:
      coba perhatikan AMA Superbike, pembalap Amerika gak ada yg maksain untuk mendunia. Walau talente nya ada..
      hanya saja kejuaraan di Amerika terekspos dengan baik dan bukan prioritas mereka utk terlihat sebagai kejuaraan dunia.
      yg terjadi di beberapa negara eropa adalah “merayu” para produsen, pembalap, sponsor dan lainnya bahwa “mainan” mereka akan lebih terekspos dalam lingkup yg cukup besar ( dunia) jadi banyak negara berlomba mengirim pembalap nya kesana ( Eropa, misal Spanyol atau Itali) agar lebih siap balapan di level dunia.
      nah, sialnya saat ini track udah mulai penuh..
      itulah kenapa saya lebih suka kalo para pemegang kepentingan dunia balap motor nasional di Indonesia, tolong deh benerin urusan di dalam negeri.
      langkah yg diambil dengan membentuk Indonesia racing dan mandalika serial race semoga membuat talenta2 kita gak cuma ngejar balapan di eropa atau dunia.
      Di lokalan aja pahlawan lokal cukup keren kok nama2 nya..
      gak perlu saya sebutin pasti para maniak balap disini udah pada tau..

      #maaf kepanjangan bang Haji

      Guest
      • Kayak gak tau aja, udah jadi attitude US, bahwa mereka punya mainan sendiri yg selalu kontra dgn yg berbau eropa….. Udah sejak jaman US berdiri
        Contoh
        Standar pengukuran mereka berbeda dgn SI, kilometer vs mile
        Stir mobil kiri
        Football vs Soccer
        F1 vs Indycar
        WTCC/DTM/BTCC vs nascar

        US pengen jd kiblat dunia gak cm dari eropa saja
        Lha peserta event cm kanada dan sebagian kecil amerika latin udah dilabeli World Championship

        Guest
        • btw di eropa juga banyak yang pake mile, itu urusannya sama inch dkk (satuan imperial jaman dulu). untuk yang laen ane setuju, jangan lupa colour vs color

          Guest
  1. Waini… Regulasi baru, minimal 25 taun aja.
    Kesempatan buwat pembalap from Indonesia yg udah ‘matang’ dan afkir, untuk membalap (lagi) 😁

    Guest
      • Kadang justru kalau debut nya ketuaan, malah lama adaptasi plus skill kurang terlatih. Tapi yah emang perlu juga ada batasan umur sih cuman harus di cari umur yang pas biar gak terlalu uzur sama biar gak terlalu ijo

        Guest
    • Lhoo khusus “orang tua” yg ntu kan masih aman, karena belau eh belagu walah..beliau posisi tetap di belakang sambil ngawasin murid ehh maksud ane yg muda di baris depan 😁

      Guest
  2. berapa pmbalap mncoba brhati-hati bersikap netral, slh satunya bagnaia, quartaro pun sbnrnya kayak milih netral dgn mengatakan tdk ingin mengomentari hal2 smcm ini, dia sblumnya gk ngeh prihal britanya smpe dia dkasih tau bagnaia…

    Guest
  3. Wkwkwk bawa bawa rossi, simoncelli kena tubruk rossi tuh om michael.
    Coba komentarin dong, videonya juga jelas dan sampe meninggal pula.

    Guest
  4. Kok MM yang di salahkan, bukannya VR yang selama ini di dewa sewakan bapa bapa samapai anak muda kemarin sore yang punya karir balapan? Kalo pengen aman jangan jadi pembalap aja, pilih karir lain..

    Guest
      • Awasi manuver yg terlalu berbahaya, yg memungkinkan contact dgn pebalap lain,
        Sy jd ingat ketika itu Marq yg menyundul beberp pebalap sblm akhirnya sampai pd Rosi yg pd titik nya insiden.
        Tp memang itulah sifat Marq tdk mengubris teguran dan slalu memperthnkn ap yg ad dlm kplanya.
        Seharusnya fim hrs lbh ketat dgn ini. Bkn dgn track limit.

        Battle Marq vs Pecco sdh menyajikn tonton yg vantastic bg dunia olahraga ini.
        Aksi Rossi vs Biaggi, Rossi vs Stoner, Rossi vs Marq, Marq vs Lorenzo, dll, mungkin hny 1x dlm seumur MotoGP.
        Tp aksi manuver sundul dan manuver beresiko memeng sdh sepantasnya hrs dianalisa oleh FIM ttg kewajarnnya. Dan hrs di beri sanksi terhadap siapapun yg melanggar nya tnp terkecuali (mau 100x jurdun sekalipun)

        Kalo kita mundur ke Malaysia insiden Rosi vs Marq, seharusnya Dorna dan FIM memberikan sanksi kpd kedua pebalap, krn ada provokasi dan pelaku.
        Mungkin inilah pandangan dr sbgian pebalap/pihak lain sehingga turut mengeluarkan komentar dan himbauan mereka spy Dorna dan FIM cepat bertindak

        Guest
    • Benar sekali si Rossi itu tidak bisa melihat keburukan diri sendiri saat dia bermanuver akan tetapi hanya bisa ngomongi pihak lain selalu salah

      Guest
  5. Dia lupa, sesembahnya waktu muda kaya gimana. Justru ini yang mmbuat menarik saat balapan. Resiko crash itu sdh menjadi hal lumrah dalam balapan. Jika tidak, mending tidak usah ikut balapan.

    Klo dia berkata marc agresif, trus tendangan ajaib simbah ke marc apa itu klo bukan ‘beyond’ agresif???. Klo main hati2 menurinkan resiko kematian, apa itu arti kematian marco simoncelli, yang ‘tergeleng’ kepalanya oleh simbah? Secara tidak langsung simbah lah yang menghilangkan nyawa marco.

    Fabrizio ini hanya barisan sakit hati saja. Dan mencari sensasi membawa2 marc. Jadi benar buang2 waktu menaggapinya.

    Guest
      • Silahkan berkomentar cerdas, tanpa mengkeelrdilkan pendapat orang lain. Jadi and terlihat tidak SPT kotak kardus yang kopong. Paham??? Silahkan ajukan opini Anda jika otak anda memang berisi.

        Guest
    • Adakah pernyataan mm dia ditendang? Adakah pernyataan RC bhw simbah melakukan tindakan dgn anggota tubuh?

      Bagaimana simbah bisa menghindar jika terjadi crash tiba2 di depannya, kalopun bisa kontrol sepersekian detik pasti dihindari, trus apakah dinyatakan simbah sengaja/pemicu crash

      Guest
  6. SAYA TIDAK PEDULI TENTANG ITU,SAYA ADA MASALAH SENDIRI RO TARO.FOX HENGKANG,BAGAIMANA SAYA MAU NONTON MOTOGP DAN WSBK.ADA YANG BISA BANTU KASIH SOLUSI KAH?

    Guest
  7. dan sepertinya, media serta yang mengonsumsi beritanya lebih perduli dengan protes ke marc marqueznya daripada protes ke penyelenggaranya,

    dan hal yang paling penting malah gak banyak yang perduli

    Guest
  8. ambil kritik yg baik buat bahan pertimbangan, misal soal pembatasan jumlah starter dan batasan umur dinaikan.. tp soal Marc itu ya ngawur puolll, pake bawa2 Rossi untuk membandingkan gaya balap Marc.. si mas ini lupa kalo Rossi muda ya agresif jg.. kena hukuman aja gak, contoh peristiwa Jerez vs Gibernau, atau puncaknya tuh kungfu kick Sepang, walo dihukum pemunduran grid start..

    Guest
  9. Betul jumlah start harus dibatasi… Plus hrs lbh tegas kalau ada pembalap yang jatuh bawa bawa pembalap lain. Kyk disleding gtu biar kena hukuman. Klo tdk nti ada yg seenaknya sleding lawan ditikungan menggagalkan kejuaraan misalnya. Hehe

    Guest
  10. Pasal yg paling penting adalah semua salah Marquez

    Jika terlihat Marquez tidak salah, kembali ke pasal sebelumnya

    Guest
  11. Biasa…pembalap kelas coro klu gk pernah dpt titel pasti iri dg marquez yg punya prestasi baik. Iri boleh..tp mengkambing hitamkan orang!! Itu sangatlah tidak baik.

    Guest
  12. Sebenarnya ga harus membawa nama Marc dan Rossi utk kritikannya, kritik terhadap FIM dan Dorna aja sih udah cukup, toh poinnya tetap dapat,, tapi ntah knp, mungkin ada alasan knp dia membawa 2 nama manusia terbesar di olahraga balap sepeda motor, mungkin kritikannya biar di notice ? maklum aja kan, selama ini kita semua hampir ga pernah dengar nama Fabrizio di dunia balap sepeda motor,

    Guest
  13. Semua orang bebas berpendapat sih, termasuk Quatararo, wajar sih. Mungkin dia belum pernah cidera parah, jadi bicara gitu. Ntar kalau dia yg dijadikan bumper oleh marc marquez, bisa beda komentarnya

    Guest
  14. biar data yg berbicara apa benar atau tidak
    menurut saya sih ada benarnya

    smua jg tau bagaimana MM berkendara
    agresif to the limit
    sejak saat itu banyak orang lupa akan keselamatan, yg penting seru

    Guest
    • Iya juga ya.. saya jadi ingat balap masa keemasan rossi begitu sopan dan respectnya antar pembalap di track, seperti rossi sama biagi dan rossi sama gibernau contohnya..

      Guest
    • biar data berbicara masbro (sapa yg punya data yak…)
      rossi pernah waktu sama gibernau and stoner
      zarco juga pernah
      MM jg pernah
      tp lebih banyak mana …
      monggo di jembreng
      kl memory sekilas sih kyknya banyakan MM93 (perasaan, ga pake data 😀 )

      Guest
      • Di sport itu sering terjadi clash ga memandang siapa yg lebih banyak atau gimana,Fenati yg jelas2 perbuatannya dapat menghilangkan nyawa orang aja bisa balik berlaga lagi
        Contoh Capirossi sengaja nabrakin lawannya biar dia bisa ngunci juara,Biaggi yg giring Rossi sampe ke rumput
        Namanya aja manusia kadang kalo emosinya udah dipuncak bs ngelakuin yg diluar dugaan,kalo mau yg flat2 aja suruh balapan itu motobot sama Asimo diprogram auto pilot

        Guest
    • Kalau baru nonton motogp baru kemarin sore, seperti saya. atau baru punya internet, bisa browsing internet dulu ada yg begitu juga. Mungkin beberapa kasus lebi wadidiaw, ampe pindah alam hehe

      Salah MM sih memang, ga terlalu punya skill microphone

      Guest
  15. Kalau membahayakan atau ada potensi membahayakan,Dorna sudah turun tangan.Aspal yg grunjel grunjel aja gak bisa di loloskan Dorna.Di dalam Dorna sudah ada petugas yg berkompeten untuk menilai suatu kejadian.Loris Capirossi apa tak kuwe anggap le

    Guest
  16. klo menurut gw si Fabrizio yg dr antah berantah tahu klo banyak banget yg ga suka Marc terutama fans kuning2 jdi ya dia mencari perhatian/ pansos dgn nyalahin secara personal ke Marquez pdhl dr dulu pembalap hebat rata2 agresif dan pembalap sendiri pasti tahu resiko dr profesinya.

    y bner yg dikatakan Quartararo soal buang buang waktu ngurusin ginian tpi ya pasti evaluasi supaya balapan lebih aman harus terus ada.

    Guest
  17. Balap motor itu berbahaya, apalagi jaman dan teknologi makin maju sehingga batasan dan limit makin rapat, semua hal kecil dan detil makin punya peran.
    Itu adalah keniscayaan jaman yg semakin maju….

    Tinggal dibatasi jumlah pembalap dalam race day, di lihat dan dikaji berapa jumlah optimumnya.

    Mengenai banyak pembalap dan fans berat pembalap yg tidak suka dgn MM93…. itu wajar, dan kita sudah tahu siapa, apa dan latar belakang mereka.
    Dan mereka ini fanatismenya bersifat akut….

    Mereka ini benci dan tidak suka pada MM93 itu bukan disebabkan karena gaya balap agresifnya….

    TETAPI lebih karena sebab yg lain….
    Lha wong dulu oke – oke saja dan tidak masalah, malah banyak yg suka gaya agresifnya karena seperti VR46 dulu.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.