TMCBLOG.com – Di Sesi Kualifikasi ke-Dua (Q2) MotoGP Austin Texas 2021 hadir 12 pembalap yang beradu strategi Time attack guna meraih Posisi start.  Jack Miller Memimpin 10 pembalap yang merupakan Top-10 Tercepat akumulasi FP1-FP3 yakni Nakagami, Rins, Marc, Zarco, Quartararo, Pol, Binder, Bagnaia dan Jorge Martin sementara dua pembalap Tambahan Yakni Luca Marini dan Joan Mir merupakan dua Pembalap tercepat di Sesi Q1. Laptime kuat pertama hadir di menit ke 5 yang torehkan Jorge Martin  dengan 1:32,278.

Di Run Pertama ini Mayoritas ke-12 Pembalap menggunakan ban Belakang Slick Soft dengan ban depan Kombinasi antara Hard atau Soft slick. Jelang menit ke 7 Marc Torehkan 2:03,209 Dan langsung memimpin timesheet. Laptime 2:02,135 yang ditorehkan Marc Marquez di 2015 adalah Rekor Laptime yang masih belum terpecahkan sampai awal sesi Q2 ini. Menit ke 8 Pebalap Mayoritas masuk kembali ke Pit bersiap Untuk Run kedua

Menit ke 6 pembalap Mayoritas memasuki Kembali Trek CoTA untuk melakukan Run Ke-2 time attack Q2. Menit menit terakhir Bagnaia dan Quartararo melakukan Laptime Sangat Kencang. Bagnaia Torehkan  2: 02,781

Dan akhirnnya setelah 15 menit Pecco Bagnaia meraih Pole Position MotoGP Austin Texas 2021 dan berhak start dari Grid Terdepan pada sesi race nanti. Pole Ketiga kali Pecco yang ia Raih berturut turut. Quartararo P2, sementara Texas Sherrif Marc Marquez Di P3. Pembahasan jalannnya race weekend MotoGP Austin Texas 2021 akan tmcblog bawakan di acara Siaran Kualifikasi MotoGP Austin 2021 di Trans7 Ahad Malam ini Jam Mulai jam 23, sampai bertemu kembali  . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

61 COMMENTS

  1. banyak yang unpredictable ya, seru jadinya. Yakin banget 63 & 20 gak 1st row, lah tetep aja dua itu lagi yang mimpin 😀 tapi start-nya Marc ngeri langsung p1 ntar, kkk

    Guest
  2. Duel sengit antara Pecco dan Marquez akan terulang. Jorge Martin bisa jadi kuda hitam. Quartararo bisa P3 saja sudah sangat bagus besok.

    Guest
    • Kalau di sirkuit Aragon masih bisa terjadi…..
      Di Aragon relatif mengalir dan ada cornering speed yg panjang, bisa jadi santapan Ducati maupun Yamaha.

      Tetapi di sirkuit seperti Sachsenring dan Austin, banyak sekali belokan kiri yg pendek pendek dan patah-patah.
      Akhirnya untuk menghadapi MM93 harus lebih banyak mengandalkan kemampuan manuver dan skill pembalap daripada mengandalkan kemampuan motornya.

      Guest
  3. Kayanya mau menjalankan misi sbagai king maker.
    Skuy lah..
    Condong ke merah atau biru kira2 si ngkezz

    Guest
  4. Di satu karkas michelin berkali-kali beperan sobek-sobek rekor laptime sirkuit.
    Di sisi lain banyak dikeluhkan pebalap juga.
    Hmmm…

    Guest
  5. Smoga duel seru trsaji dgn psrta brtmbah….dgn tetep respek antar rider dn ga baperan…pecco,taro,sherif texas

    Guest
  6. Kalau di Blog wak haji saya ga perlu baca konten jika hanya untuk tahu urutan 1,2,3 cukup lihat gambar siapa yang dipajang
    😂😁

    Guest
  7. Bilangin wak ke markes kalao mau menang di austin , jangan ngotot, jangan jatoh, jadi penguntit aja di antara FQ and PB, biar 2 top rider itu fight, nah final sector baru deh overtake mereka….

    Guest
  8. Antara yg nomor 2 sampai dgn nomor 9, gap antar pembalap ga sampe 0,1 detik.
    Ini kok bisa2nya pecco bikin gap lebih dari 0,3 detik, di track yg selama ini ducati cujup struggle utk time attack.
    Kacau nih dorna, ketahuan bgt pengen jegal FQ agar ga bs ngunci gelar sesegera mungkin.

    Gw yakin marc ngeh ttg ini dan akan habis2an jegal pecco di track.

    Guest
    • kalo dilihat² emg sejak seri aragon pecco klo pole position emg marginnya lumayan jauh 0,3 lebih, dlu pernah margin jauh jg tp dianulir gr2 track limit.. nie pembalap emg kenceng tp suka nyentuh tracklimit 😅

      Guest
  9. Jack Miller strongly hints at poor tyre performance after practice dominance turns to just tenth place in COTA MotoGP qualifying; ‘We cannot control everything. That’s the shame about it.’

    “It’s happened a few times and I can tell you one thing: I am getting f**king sick of it. But anyway, it is what it is. We go forwards and hopefully it doesn’t happen tomorrow.”

    … it’s a magic tyre

    Guest
  10. Kalau tahun ini yamaha gagal.
    Tahun depan makin berat buat jurdun.
    Masalahnya taro berjuang sendirian belakangan ini. Gak macam tim merah yg semua pembalapnya bisa dibilang bisa bantu nge up pecco

    Guest
  11. wow.. bisa konsisten jg ternyata bagnaia, selama ini banyak pembalap ducati yg kencang tp gk konsisten tiap race. Pecco ini lumayan konsisten(pake banget kalo hasil race nanti bs bersaing dibarisan depan sampai finish), akhirnya ducati dapat pembalap konsisten & masih muda

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.