TMCBLOG.com – Balapan kelas Kelas Capung atau Kelas Junior akhir akhir ini menjadi sedang diperhatikan benar terutama soal Keselamatan . . eh Malah pada Seri CoTA kejadian lagi . . .Balapan Moto3 pada hari ahad kemarin di CoTA dihentikan Red Flag. Diawali dengan Kejadian dimana Pembalap PrüstelGP Filip Salac (KTM) terjatuh di awal long back straight dan mengalami cedera di pinggir lintasan. Setelah pebalap Ceko itu dibawa ke pusat medis dengan ambulans, para pebalap Moto3 yang tersisa kembali ke trek Texas yang super bumpy untuk melakukan cucuk cucukan sepanjang 5 lap lagi sebelum kejadian yang cukup hebat  . .

Sudah itu ada kecelakaan mengerikan dengan – syukurnya – Jeremy Alcoba, Andrea Migno dan Pedro Acosta yang terlibat di kejadian ini terhindar dari potensi akibat yang mengerikan. Yang terjadi adalah ketika sedang di back Straight terlihat Pembalap Turki Deniz Oncu melakukan Manuver sapuan sedikit ke kiri yang mirip manuver block pass namun dilakukan di straight, Manuver ini menyebabkan roda depan Alcoba (Indonesian Gresini Racing Moto3) terkait ke Ban belakang Oncu dan jatuh di tengah tengah back straight tentunya dalam Kecepatan tinggi.

Efek Domino yang terjadi setelah Jatuhnya Alcoba-lah yang cukup ngeri dimana Migno dan Acosta Yang berada di belakang Kejadian tidak bisa menghindari jatuhnya Motor Alcoba. Keduanya Tak bisa menghindari tabrakan dengan Badan Motor Honda NSF250RW yang tergeletak di tengah Trek. Baik Migno dan Acosta terbang tinggi di udara, Acosta yang saat ini sedang memimpin championship sendiri bahkan sempat terbentur pagar pembatas di sebelah kiri. Bersyukur, beberapa saat kemudian ketiga pembalap itu tidak mengalami cidera serius

Deniz Oncu, yang memicu kecelakaan horor ini sekarang harus menjalani  konsekuensi dari manuver yang diinisialisasi oleh dirinya pada insiden ini. Setelah balapan, pembalap Turki dari tim Tech3 KTM ini menerima pesan yang kuat dari Steward FIM MotoGP Bill Cumbow, Freddie Spencer dan Andres Somolinos: Pembalap Jebolan Asia talent Cup dan RBRC ini tidak akan diizinkan untuk ambil bagian dalam dua Grand Prix mendatang di Misano (2) dan Portimo.

Keputusan sensitif namun berefek besar ini dimaksudkan Oleh Steward FIM MotoGP untuk memberi contoh dan Efek Jera, karena mengemudi di kelas terkecil sering dianggap terlalu berisiko dan berbahaya. Kecelakaan fatal seperti yang dialami Jason Dupasquier di GP Italia atau pekan lalu di Kejuaraan Dunia Supersport 300 ketika Dean Berta Vinales meninggal karena cederanya baru-baru ini membawa diskusi besar tentang Regulasi dan manuver berisiko dari pembalap pembalap Muda kelas junior.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

41 COMMENTS

    • Menurut Marc tak akan mengubah gaya balapnya sampai Waktu (baca umur) menjadi halangan, sama seperti Toprak ketika dikritik gaya balap agresifnya Oleh Rea . . ia berjanji tak akan mengubah Gaya Balapnya

      Administrator
      • Next emang mesti lebih diteliti sih rulenya,soalnya bisa sangat berbahaya, ada yg masih aman d tikungan lambat ada yg sangat agresif d straight , contoh Rins vs Marc (silverstone 2019) dan ingat jaman F1 schumacer vs Montoya, si Montoya sengaja side by side dan gesekin ban ke mobil Schumi, dan direktur F1 langsung bereaksi karena dianggap gaya balap jalanan

        Guest
    • Moto3 ngeri pedro acosta terbang terus jatuh, maaf ua haji mau tanya dong semalem nlpn marquez ya pas d parc ferme? hehehe

      Guest
  1. Horror sih emang bisa ampe terbang tinggi gitu

    Ambil license untuk ikut kejuaraannya diperketat juga aja dgn diajari manuver mana yg boleh dan tidak boleh

    Guest
  2. Ngerinya adalah terjatuh dan posisi mental masih ditengah-tengah lintasan.
    Berpotensi ditubruk pebalap lain.
    Hal itu yang menyebabkan tewasnya beberapa pebalap dilintasan akhir-akhir ini.

    Guest
  3. Bener2 dah nih pebalap kelas capung, hobi banget cari mati. Sumpah tuh Acosta ajaib banget gak kenapa-kenapa, reaksinya seolah-olah kayak habis kepeleset aja.

    Guest
  4. sempet liat ini sekilas, asli ngeri abis.. emang layak hukum sih itu Oncu, gak pro bgt tindakannya.. tp untungnya ketiga rider gpp..

    Guest
  5. secara psikologi, hal ini sedikit banyak ganggu toprak
    doi dikritik scot redding and rea karena agresif
    sedang oncu dari turki juga
    toprak emang menegaskan ga akan rubah gaya balap, tp setelah hukuman oncu who knows…
    smoga mental toprak ga goyah
    go toprak go

    Guest
    • Deniz jadikan referensi toprak wkkwkwkq manuvernya memang lebih bahaya dari kembarannya terutama tahun 2021.

      Alcoba dikit lagi texas

      Guest
  6. emg edan bgt manuver Oncu tadi malem, perhitungannya kacau bgt, dan krn footage nya jelas, doi ga akan bisa ngelak,,

    Guest
  7. agresif di tikungan wajar, agresfi di trek lurus apa manfaatnya ? kalau ingat mah road race indo, di trek lurus goyang kiri kanan.

    Guest
    • Bener, biasanya di lap terakhir selalu memakan korban. Apalagi tikungan terakhir Buriram tuh, yg patah bgt.
      Di kelas AP250 juga, Muklada Sarapuech tuh yg gaya balapnya walau cewek tp barbar bgt. Dah banyak makan korban.

      Guest
  8. Zarco vs morbi yg di austria sampe motor hancur lebur gak yg dimasukin komentator nih ? Wkwkwk
    Block pass di trek lurus juga kan itu

    Guest
    • Jangan dibawa bawa ke sara deh. Lu kalau nonton lu bisa tahu, manuver nya bisa bikin beberapa pembalap mati di track sekaligus. Bersalah ya bersalah aja, gak pake karena orang Turki atau orang apa lah.

      Guest
  9. Rider Thailand di ARRC tuh yg sering melakukan gituan apalagi dikandangnya dia sendiri…tapi anehnya sering lolos dari hukuman…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.