TMCBLOG.com – Makin ke sini, motor motor jenis sport full fairing dengan kubikasi kelas intermediate atau menengah kian memiliki fitur yang awalnya disematkan pada umumnya di kelas superbike. Dan update terakhir mengenai hal ini hadir pada tampilan baru MV Agusta F3 RR model year 2021 yang baru saja diperkenalkan oleh MV. Awalnya, Tamburini mendesain F3 sebagai ‘wingman’ dari motor superbike MV yakni F4 bermesin empat silinder MV Agusta. Namun karena krisis image F4 yang berkepanjangan, malah F3 yang imagenya kian kuat hingga kini.

MV Agusta F3 adalah sebuah supersport yang ditenagai oleh mesin triple (tri pistoni) 800cc yang kuat dan andal (spesifikasi bore 79mm, stroke 54,3mm). Mesin ini banyak ditukar pakai pada beberapa varian MV Agusta mulai dari versi 110 hp yang sangat sederhana dalam model touring Turismo Veloce

 

Untuk tahun 2022, MV sekarang memberikan nomenklatur akhiran “RR” pada nama model F3. Sebuah akhiran RR yang sepertinya cukup mewakili evolusi radikal yang diberikan padanya. Fairing balap full panel dari serat karbon dan tiga winglet pendek di masing-masing sisi side fairingnya dengan model inner winglet seperti CBR1000RR-R hadir di F3 RR. MV mengklaim winglet ini menghasilkan 8 kg downforce pada kecepatan 240 km/jam.

Mesin F3 RR adalah versi paling bertenaga dari mesin tri pistoni MV, menghasilkan tenaga maksimal 147 hp pada 13.000 rpm dan torsi puncak 65 pound-feet pada 10.100 Rpm. Angka tersebut sangat mengesankan, mengingat mesinnya juga memenuhi standar emisi Euro 5. Bagaimana bisa begitu? Mengurangi gesekan internal ditambah penambahan sistem knalpot baru, katalis yang benar-benar baru, injektor bahan bakar dengan tekanan lebih besar 0,5 bar dan timing camshaft yang direvisi adalah beberapa resep yang dilakukan MV Agusta pada model terbarunya ini.

Walau sekilas terlihat tidak banyak berbeda dengan F3 terdahulu, namun MV Agusta mendesain banyak update aerodinamika baru (termasuk spatbor depan baru) yang telah diuji secara menyeluruh di wind-tunnel, dan hasilnya : aliran udara yang dihasilkannya diklaim bermanfaat bagi kenyamanan pengendara dan pendinginan mesin. Coba cek deh desain di nose fairing baru juga menyertakan spoiler kecil yang mengatur aliran udara di dalam kokpit dan bentuk aero dari spatbor depannya MV mengklaim F3 RR baru memiliki kecepatan tertinggi lebih dari 244 km/jam.

Bicara sasis, boleh dibilang MV Agusta melakukan desain ulang sasis terutama pada pelat rangka aluminium tebal yang menjepit dudukan mesin bagian belakang, berhubungan dengan poros single side arm, dan menyambung ke struktur teralis tabung baja rangka. Redesign ini diklaim MV-Agusta dapat meningkatkan kekakuan torsional dan kelenturan lateral secara substansial, membuat motor lebih presisi dan responsif.

Meski berbahan karbon, penambahan beberapa parts termasuk winglet pasti menambah bobot, jadi untuk mengimbanginya, MV Agusta memasang velg belakang baru yang 10% lebih ringan, turun dari 4.567g menjadi 4.142g, mengurangi inersia sebesar 7%. Perubahan lainnya termasuk jok baru dan revisi footpeg yang didesain dengan proses CNC.

Mengenai sektor kaki-kaki, pada bagian depan USD Marzocchi 43mm, sedangkan peredam kejut belakang dibuat oleh Sachs; keduanya sepenuhnya dapat disesuaikan. Roda F3 RR menggunakan ban radial 120/70-17 depan dan 180/55-17 belakang. Pengereman menggunakan Brembo dengan cakram rotor kembar 320mm dan kaliper empat piston monoblock di depan dan rotor 220mm tunggal dengan kaliper dua piston di belakang.

Spek di atas masih kurang? Tenang saja sob, MV Agusta mengakomodasinya dengan menawarkan kit balap road-legal yang dapat meningkatkan tenaga hingga 155 hp pada 13.250 rpm. Kit ini mencakup sistem knalpot berbahan material titanium/karbon Akrapovic yang juga membantu menurunkan berat kering sepeda motor dari 172 kg menjadi 165 kg.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

17 COMMENTS

  1. Kalo dr depan jadi agak tercederai desainnya
    ___
    Siap menghajar peningpale v2 1000 kembalian 45 perak,dan street triple sarungan kayaknya

    Guest
  2. Desain terbaik tetep F4 gen awal pun juga Brutalenya, mulai 2010 desain MV mulai aneh2 aplg yg naked buntutnya pendek gak ada kesan kekernya

    Guest
  3. Gimana ga F3 lebih diminati dibanding F4, secara desain mirip kalo ga boleh dibilang sama. Tapi lebih murah, lebih ringan (temen yurop gw paling sering dapet pasien ngelurusin setang dan pijakan kaki karena empunya F4 sering ngerubuhin motor waktu mau pasang standar pedok), tenaga lebih fun to ride, dan lebih ikonik krn F4 sulit dijangkau kaum mendang mending ngeropah (harga sultan).

    Terlebih persaingan kelas supersport di level regional jg lebih mudah dijajaki, kalo MV Agusta mau main di superbike mereka bakal kalah ama yg jor2an di sana macam Kawasaki dan Ducati. Jadi secara ekonomis F3 emg lebih menguntungkan baik di penggunaan harian maupun promosi dibalap.

    Guest
    • Terlebih MV Agusta jg udah punya bekal dan ramuan khusus bikin sasis 3 silinder krn ikut turun di moto2, riset sasis disana lebih murah dan efektif karena ga perlu pusing ngeracik mesin dan bisa langsung diuji kualitasnya dgn sasis balap bikinan pabrikan sasis terbaik dunia. Tinggal desain sasis, pasang mesin yg disediain penyelenggara, ada yg kurang tinggal perbaiki bagian yg kurang, riset sasis utk mesin 3 silinder bisa lebih maksimal. Utk implementasi ke produk massal jelas lebih mudah karena sasis posisi belasan moto2 sekalipun tetep lebih joss ketimbang sasis supersport produksi massal krn R6 masih make sasis 2006, Kawasaki 2012.

      Yamaha kalo bikin sasis moto2 sendiri gw yakin bakal ikut cara MV Agusta utk riset sasis calon R9 mereka ato R8 ato apalah itu motor supersport 3 silinder 750cc sesuai reguasi baru supersport, dgn nebeng di moto2 dan make mesin moto2 (di masa mendatang)

      Guest
      • Nahh iya ternyata ada benang merahnya kenapa mv agusta “maksa” turun di moto2 walaupun gak kompetitif. Risetan sasis mereka di moto2 bisa dipake turun di wssp 600 nanti.

        Btw memang harusnya yamama turun di moto2 pake sasis buatan mereka sendiri karena bisa dipake buat motor mereka ketika turun balap di supersport. Konon mistral tech3 dulu itu mirip sama M1 yak sasisnya.
        Apa karena mereka keterbatasan sdm kaya hodna yg milih fokus motogp dan numpang nama doang di moto2

        Guest
        • Base sasis Mistral didesain oleh Guy Coulon, orang yg sangat paham dimensi M1 luar dalam karena mekanik utama Tech3. Jadi biarpun bukan bikinan Yamaha tapi hitungan2 geometris pasti ada sedikit banyak pengaruh dari M1. Dari luar aja keliatan kok jangan kata sasis fairing Mistral pun mirip M1.

          Guest
  4. mio m3 keren jg ya klo gitu,,dah duluan pake winglet dibalik bodi kaya si mv ini😂😂,,pas baca artikel ini depan mata liat m3,,lah dia duluan pake

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.