TMCBLOG.com – Pada race race terakhir WSBK menggantikan Chaz Davies, pembalap Ducati New York USA – Loris Baz boleh dibilang memperoleh hasil yang fantastik. Di seri terakhir di Portimao, dengan Ducati Panigale V4R milik Davies, Baz bisa meraih total 45 poin, sesuatu yang selama 9 seri sebelumnya belum pernah diberikan oleh Chaz Davies dalam satu serinya. Paling besar Chaz menorehkan total 31 poin waktu di seri Estoril. Ini membuat beberapa team WSBK lain pun menjadi membuka mata kembali terhadap pembalap yang punya manager yang sama dengan Fabio Quartararo ini.

Saat ini pabrikan pabrikan dan team WSBK memang sedang mempersiapkan diri dan line-up pembalap team untuk musim 2022 nanti. Secara umum Ducati tetap ingin Loriz Baz tahun 2022 tetap membela Ducati di ajang Moto America dan bersaing di tahun keduanya dengan tujuan memperoleh gelar juara Amerika yang terlepas tahun ini ke Yamaha. Namun melihat sepak terjang Baz di mana dengan dua seri saja sudah mengumpulkan 53 poin  salah satu team satelit BMW yakni Bonovo team ternyata tertarik dengan Baz.

Setelah Tom Sykes menolak untuk turun dari team factory BMW ke team independen Bonovo serta lebih menginginkan berpisah dengan BMW, team Bonovo ini kelimpungan dalam mencari pembalap yang cukup kredibel dan kuat untuk bisa membesut BMW M1000R tahun 2022 yang akan datang.

Ini jelas sebuah godaan tersendiri buat Baz dengan dua pilihan membalap. Di Moto America mungkin kans menjadi juara lebih terbuka, namun tetap saja itu masih merupakan balapan skala regional. Sementara status FIM WorldSBK adalah gelaran balap dunia.  Namun bukan hanya itu doang sob yang disinyalir ikut menggoda Baz, via GPOne dikabarkan bahwa jika ia menerima membalap 2022 dengan Bonovo BMW maka Baz akan mendapat perlakuan ala factory di tim independen.

Perlakuan yang sama seperti yang akan diterima oleh Scott Redding dan Michael van der Mark nanti. Ducati disinyalir tak akan tinggal diam, mereka dipastikan akan mencoba mempertahankan Baz dengan cara menaikkan value dari pembalap Prancis ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

21 COMMENTS

  1. hmmm, takutnya ga perform aja pindah ke BMW,
    sdgkan di Motoamerica aja doi crash mulu, tapi di WSBK malah moncer, padahal motornya sama yg dipake,

    Guest
    • @izanagi.Beda merk supplier ban-nya gan.Beda kndsi treknya (sbgian bsr doi br prtma kl/buta kndsi).Mngkin adaptasi jg prlu waktu.Tp yg jelas lap timrnya disna udah bgus & hsl pdium kmrn (walau hlng akbt sesuatu) menandakan doi msh kompetitif & blm hbis.Begini mlh nguntungin doi dgn 2 pilihan.Tinggal pilih yg mana …pokok duid + paket mtornya cocok saja… wkwkwk

      Guest
  2. Numpang oot wak . Rea biasanya protagonis, tiba-tiba jadi antagonis paska portimao. Dia bilang riding style ketoprak keterlaluan.

    Heheheh

    Guest
    • Kenyataannya emg begitu, riding stylenya mirip Pol Espargaro yg suka sradak sruduk entah motong line orang ato pas nikung melebar kemudian seenaknya masuk line lagi ga peduli rider lain. Masa Rea harus komen yg bagus doang begitu jujur dibilang antagonis apalagi perang mic?

      Guest
  3. pencarian rider mumpuni untuk ducati dan bmw
    yamaha cukup lama dalam pencarian ini sebelum akhir nya ambil toprak dari kawasaki
    sayangnya kawasaki dah punya rea, kl enggak pastinya toprak akan di ambil ke team factory

    Guest
  4. VM dr yamaha ke bmw mlempem…brarti bmw perlu improve motor lagi. Tapi tuh motor gak kalah cakep dgn R1. btw musim depan yang kuat itu locatelli menurut prediksi mimin. baru nyampe dah klik. cmiiw

    Guest
    • awal2 locatelly slalu mengisi barisan belakang, atau bahkan crash
      tp toprak sbg senior ga pelit ilmu untuk _ajarin_ locatelli bagaimana membawa R1 dan ini di akui sama loactelli
      dulu jg rea bantu toprak waktu msh bawa kawasaki, tp sekarang hubungan kedua nya agak memburuk.
      efek persaingan jurdun

      Guest
  5. kome saya ga lewat kenapa yak, padahal kmrn2 lewat
    apalagi saya slalu memberikan komen yg analisa mantul, bukan buzzer aka fans berat asal bersuara

    Guest
  6. Baz masih terlalu dini nyari duit ke Amerika kayak Elias, masih cukup bertaji buat rebutan podium WSBK. Nanti aja balik lagi ke MotoAmerika 2-3 tahun lagi.

    Guest
    • Balap di motoamerica enak, bayaran gede, race full di US, jumlah seri dikit, persaingan ga terlalu ketat. Di motogp ato wsbk masuk tim cere bayarannya cuma setara papan atas motoamerica tapi waktu full terkuras, di motoamerica kan bisa nyambi bolak-balik yurop ato liburan. Tapi kalo pengen ngisi buku sejarah balap motor, baiknya emang main di motogp ato wsbk.

      Guest
      • Rider Indonesia ad kesempatan gak bisa ikut moto america,kan gengsinya lumayan gede plus duitnya,daripada arrc

        Guest
        • Harus punya prestasi atau kekuatan orang dalam biar bisa dilirik tim disana,n siapin biaya homestay disana,kan biaya hidup disana tinggi juga

          Guest
        • Yg bikin susah itu wajib jadi residen US, alias punya green card. Yg hobi pulang ketemu bini mana mau dan mana mampu, bahasa jg selalu jadi kendala.

          Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.