TMCBLOG.com – Honda menandatangani Iker Lecuona dan Xavi Vierge untuk skuad WorldSBK pabriknya. Setelah mengumumkan perpisahan dengan Leon Haslam Honda dan HRC secara resmi mengumumkan bahwa HRC telah mencapai kesepakatan dengan dua pembalap Spanyol Iker Lecuona dan Xavi Vierge untuk bersaing di World Superbike Team Pabrikan pada tahun 2022 di atas Mesin Pabrikan Honda CBR1000RR-R FIREBLADE.

Lecuona, pembalap berusia 21 tahun dari Valencia, melakukan debutnya di Kejuaraan Dunia Moto2 pada tahun 2016 dan saat ini sedang menyelesaikan tahun keduanya di MotoGP, sementara Xavi Vierge yang berusia 24 tahun lahir di Barcelona, ​​​​dan mengakhiri tahun keenamnya. musim di Kejuaraan Dunia Moto 2.

Ini Artinya di 2022 nanti, Squad HRC ini akan sangat sangat baru dan bahkan keduanya Baik Iker dan Xavi sama sama belum pernah bersinggungan sebelumnya dengan Superbike Fireblade Spek WSBK Yang dikombinasi dengan Pirelli Diablo SBK

Iker Lecuona yang berusia 21 tahun pindah ke WorldSBK setelah dua musim penuh berkompetisi di MotoGP di mana ia sejauh ini mengklaim hasil terbaik Finish tempat keenam di Grand Prix Austria 2021. Pembalap kelahiran Valencia ini telah mampu berjuang untuk mendapatkan tempat di sepuluh besar pada banyak kesempatan dalam kampanye MotoGP keduanya

Sebelum dua kampanyenya di MotoGP , Lecuona menghabiskan tiga musim penuh di Moto2, setelah melakukan debutnya di pertengahan musim 2016 pada usia 16 tahun, dan menunjukkan kemajuan di setiapseri, meraih dua podium dan hasil terbaik di urutan kedua pada race Moto2 Valencia 2018. Dia tetap di Moto2  untuk musim 2019, mengklaim podium di Thailand dan juga melakukan debut MotoGP di tahun yang sama di Grand Prix Komunitas Valencia akhir musim. Sebelum karir Moto2, Lecuona berkompetisi di FIM CEV Moto2 European Championship di mana ia juga kerap finis lima besar

Lecuona akan bergabung dengan pesaing Moto2 dan rekan senegaranya dari Spanyol Xavi Vierge, yang bergabung dengan WorldSBK setelah tujuh musim di kelas Intermediate. Di Moto2 Xavi mengklaim empat podium dan tiga posisi pole. Lahir di Barcelona, ​​podium terakhirnya datang pada Grand Prix Catalan 2021 dengan menempati posisi ketiga. Debut Moto2 -nya terjadi di pertengahan Musim 2015 sebelum beralih penuh pada tahun 2016, di mana dia bertahan sejak itu. Musim terbaik Vierge dalam hal poin yang dicetak dan podium datang pada tahun 2018, di mana ia mencetak 131 Point dan mengambil dua podium untuk finis di urutan ke-11 secara keseluruhan.

Sebelum beralih ke Moto2 , Vierge menghabiskan dua musim berkompetisi di Kejuaraan FIM CEV Moto3 JWCh , pada tahun 2012 dan 2013, dengan hasil terbaik kelima di musim debutnya di Albacete. Dia naik ke Kejuaraan Eropa FIM CEV Moto2 pada Tahun 2014 dan 2015 di mana Vierge mampu tampil mengesankan dengan mengklaim 15 podium dalam 21 balapan di dua musim. Pada tahun 2015, ia memenangkan enam balapan dari 11 balapan untuk finis kedua di akhir Kejuaraan dengan 11 poin dari edgar Pons.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

  1. Kayanya ini ttd kontraknya udah lama yak ?
    Rada curiga pas vierge disuruh bawa M1 di aragon tapi dia nolak, jangan jangan saat itu dia udah teken kontrak sama haerce.

    Btw kira kira dikasih bonus icip icip rcv kagak nih wkwkwk

    Guest
    • Belom pernah icip icip ondah wsbk……jadi kalo gagal ada alasan maaf kami belom pernah terjun di kelas ini & maklum kami masih mencoba…..hmm ide bagus ?

      Guest
  2. Lecuona sudah mulai ada progress di MotoGP, beberapa seri terakhir dia finish lebih baik dari Oliviera sekalipun, hanya kalah dari Binder.
    Honda tau potensinya dan dia masih sangat muda.
    Karena slot Honda di MotoGP sudah full maka dia ditempatkan di WSBK.
    WSBK sebagai ujian dan pembuktian, bukan tidak mungkin jika dia berkembang di WSBK akan diambil Honda ke MotoGP.

    Guest
  3. Duo Spanyol,jangan2 ada request dr sponsor tertentu

    Apa Repsol akan melebarkan sayapnya ke WSBK?atau Telefonica Movistar?

    Guest
  4. Jika honda sabar 2 tahun akan ada hasilnya dan 4 tahun lagi mereka matang untuk bermain lagi di motoGP. Terutama lecuona

    Guest
  5. Amat disayangkan utk Lecuona, gw sinyalir dia bakal jadi the next Michel Fabrizio. Hampir mirip ama Quartararo sama-sama kepagian naik kelas, sama-sama naik kelas karena murah dan kondisi tak terduga, tapi beda pabrikan tempat berlabuh beda pula nasibnya.

    KTM rugi banget bukannya fokus tempa Lecuona tapi malah gelagapan nyari ganti. Sangking banyaknya pilihan mereka kaya bingung naruh pembalap. Duo KTM Moto2 emang udah layak naik motogp semua, tapi menurut gw ga bijak kalo maruk maksain mereka balap setim, harusnya di Tech3 pertahanin salah satu pembalap yg udah ada, orbitin 1 dari moto2. Perkara ada 1 yg mental ke pabrikan lain menurut gw ga terlalu masalah ketimbang judi make 2 pembalap baru sekaligus di 1 tim yg sama. KTM mungkin takut kejadian Hohe Martin keulang, tapi stok mereka kan sebenernya masih banyak. Toh selain Acosta kayanya ga ada yg perlu mereka khawatirin kabur ke pabrikan lain, bahkna Acosta sendiri belon tentu bisa sehebat di moto3 ketika naik moge beneran.

    Guest
    • Yes iker cuma butuh sedikit pengalaman lagi sama motor yg bener pas ama dia, ya siherve poncaral udah gregetan duluan tendang iker karena ngk sabaran tunggu iker bener2 mateng ama kuda besinya, tambah lagi skrng pengembangan ktm kacau seperti yg pernah dibilang ceonya?? atau emang tabiat pabrikan eropah ya begitu? Seperti ducate yg tendang jl99 karena ngk sesuai expetasi? Ngk sabaran tunggu performa rider terutama yg rookie? …

      Guest
  6. Apanya yg tamat, cuman 2thn.
    Sedangkan sebelumnya berturut² juara terus dan sekarang dah mulai bangkit lagi.
    Sedangkan team lain bangkotan puluhan tahun gak bisa apa²

    Guest
    • Iya bener di era Motogp, ndaho cuman bisa ngandelin Rossi, Hayden, Stoner, ma Marc doang selama ini…
      Terus pabrikan sebelah…???
      3 sembalap, sama 1 sembalap doang, atau bingung mana pembalap yg bisa diandelin buat ngeraih gelar, karena saking banyak y talenta bagus tapi, pembalap, team & motornya kagak bisa konsisten…

      Guest
    • plastik kresek, jadi ndaho cuma bisa ngandelin pembalap ga bisa bikin motor bagus? mau juara minimal punya rider sekaliber stoner rossi dan marc. m1 juara dunia cukup eldiablo yg belum pernah juara dunia ?

      pantes rider ndaho lainnya

      ah sudahlah

      Guest
  7. Sebelum mereka dapatin champion wajar mereka pasti masih bongkar pasang pemain

    Pendamping Fabio dan Marc pun kedepan pasti ada pergantian tahun2 kedepan jg

    Kalo Stoner masih aktif dan produktif di Ducati ane yakin dia jg bakalan dipertahanin lama Ducati (dgn Catatan tanpa drama internal)

    Guest
  8. Apanya yang untung. Yang ada malah timpang. Punya paket motor yang katanya paling kompetitif tapi pembalapnya kurang matang/inkonsisten. Kadang tampil hebat/menang di satu Race tapi di race selanjutnya tampil mengecewakan bahkan finish diluar 10 besar.

    Nyatanya dalam waktu 2 tahun ketika marc cedera mereka gagal juara, selalu pabrikan jepang yang jadi juara. Padahal mereka punya segalanya.

    Guest
    • apalagi di kejuaraan endurance,yg obok obok itu pabrikan eropa sama pabrikan jepang,full skill but no vision kata bung jastok wkwkwk

      Guest
  9. kasian lecuona padahal dia punya potensi bagus itu, sayang dptnya motor ktm.

    besar kemungkinan dia perform klo di yamaha di ducati atau di suzuki

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.