TMCBLOG.com – Sulit sekali dalam dua tahun ini melihat kinerja distribusi penjualan produk per-pabrikan karena secara umum pihak asosiasi juga menyimpan erat-erat data-data tersebut untuk kalangan mereka sendiri. Namun kalau data general masih ada, di situs AISI secara umum bisa kita lihat bahwa distribusi penjualan sepeda motor baru 2021 secara nasional naik sebesar 31% menjadi 3,8 juta unit (3.761.407 unit lebih tepatnya) pada sembilan bulan pertama tahun 2021.

Dari 3,8 juta unit yang terdistribusi ke konsumen tersebut secara umum 87,29% masih dikuasai jenis motor skuter otomatis (skutik) dan sisa ceruknya diambil secara hampir berimbang antara jenis motor sport dan motor bebek (underbone). Nah yang menarik adalah, berapa persen produk satu pabrikan berada di statistik ini. TMCBlog tidak memperoleh angka spesifik ke-lima anggota AISI, namun secara umum via CNBC Indonesia, brand Honda menguasai distribusi penjualan sampai dengan 9 bulan pertama tahun 2021 ini sob.

Dengan kehadiran empat model baru dan 14 model revamped telah diluncurkan pada 9 bulan pertama tahun 2021. Menurut data yang dilansir CNBC, kinerja distribusi penjualan sepeda motor yang dilakukan Astra Honda Motor naik 26% (dibandingkan dengan 9 bulan awal tahun 2020) menjadi 2,9 juta unit.

Jika TMCBlog ambil angka moderat yang ditulis terlebih dahulu oleh CNBC yakni 3,9 juta unit secara keseluruhan, maka secara umum Honda lewat PT. AHM menguasaiĀ  sekitar 74% dari pangsa pasar sepeda motor domestik Indonesia di 9 bulan pertama 2021.

Sekedar memberikan gambaran kinerja grup Astra di sektor otomotif lain. Penjualan mobil nasional naik 69% menjadi 628.000 unit pada 9 bulan pertama tahun 2021 (mengacu data Gaikindo). Sementara untuk penjualan mobil Astra (lintas merek) pada periode tersebut naik 79% menjadi 344.000 unit, dengan pangsa pasar meningkat dari 52% menjadi 55%.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

Data Distribusi penjualan sepeda motor domestik dan ekspor Indonesia

Month Domestic Export
JAN 394733 81929
FEB 377776 79557
MAR 521424 69243
APR 472889 57306
MAY 254710 42647
JUN 428556 71441
JUL 376640 66105
AUG 470065 73521
SEP 464614 84327
Total 3761407 626076

 

Sumber data : AISI dan CNBC

43 COMMENTS

  1. Gelo!!Sport makin kegerus aja,bisa bisa pengembangannya stagnan dan alakadarnya kayak UB ini

    Bahkan generasi kedepan bisa gatau cara ngangkang naik motor dan narik kopling karena kebiasaan rapet ?

  2. sport ma bebek udah masuk ranah 6%, otw under 5% dah. Dan gua termasuk kategori yang 6% krna samsek belum punya matik wkwkwkwk

  3. bebek dan sport bisa2 jadi segmen yg segmented nih, hanya kalangan pemghobi aja yg beli,,
    kok gini amat sih dunia permotoran Indonesia, bocah2 skrg kalo disuruh bawa motor kopling manual pada gelagapan mungkin,,

  4. Motor segitu banyak tapi gak bisa nekan harga sparepart (khususnya body), muke gile harganya. Akhirnya nyari copotan murah yang takutnya hasil eceran b*gal.

    • Mending cari dipasar klitikan atau pasar bekas body motor honda mahal bro dari pada yamaha kemarin temen bengkel ada kerjaan benerin motor habis tabrakan alhasil hanya dispet tapi oke sih spetnya kayak baru

    • intinya ya, pabrikan lawan ga perlu susah2 utk RnD mendalam dan mengambil resiko terjun ke segmen baru, cukup perhatikan pabrikan kompetitor, biarkan kompetitor mengambil segala resiko yg ada, kalo sukses tinggal ikutin jejak mereka, kalo gagal cukup abaikan aja,

    • Yamaha gak mau di geser dari sponsor motojipi.
      Sudah pernah di jelasin kok.
      Karena trans7 dan yama sudah lama bekerja sama sejak awal motojipi.. alasan itu yg bikin trans7 gak mau geser yamaha.

  5. Saya bersyukur sebagai pengguna kategori underbone dan sport, sensasi shifting di setiap gear gak akan tergantikan. Gak ada pengen pengennya naik motor yang bikin kaki rapet kaya putri duyung.

  6. Kalau soal jualan banyak faktor juga seh,banyaknya dealer, banyaknya sales dan juga biaya promosi juga beda. Banyak jualan pasti banyak yang diajak bagi bagi. Suzuki sj andalkan export bisa bertahan. Intinya kita nunggu 250cc 4 silinder dr merk selain kawasaki hehe

    • Jangankan Suzuki, TVS yang kagak laku sama sekali di Indonesia dan expor lebih kecil dari Kawasaki aja masih betah disini. Penjualan dikit = pengeluaran dikit, selama gaji dari atas sampai bawah terpenuhi sebagaimana mestinya pasti aman.

      • Ya begitulah…kawasaki misalnya. Ikut motogp enggak, promosi jg gak segencar honda apalgi yamaha yg nayangin motogp. Jualan dikit ,moge murah tetap aman aman. So gak usah heran saja seh penjualan besar atau kecil. Banyak dibagi banyak.

  7. Apakah ini yg di sebut di suatu artikel bahwa yamama sadar bahwa mengandalkan championship lebih baik dr mempertahankan sosok? Makin ke gerus. Cmiiw

    • Gimana ya kang, yg punya matic kepengen motornya ngebut sementara yg punya sport pengen motornya nyaman dipakai daily bermacet-macetan, aneh memang tapi gitu kenyataannya

  8. Kalau penjualan motor matic bisa sampai >90% terus bukan ga mungkin pemandangan jalanan perkotaan di Indonesia bakal mirip-mirip sama di Taiwan, mau gimana lagi yg namanya motor sport sama underbone sekarang lebih dipandang sebagai motor hobi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.