TMCBLOG.com – Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa FIM, Dorna dan IRTA telah sepakat untuk menaikkan usia minimum yang diperlukan oleh setiap individu pembalap untuk berpartisipasi dalam kejuaraan dunia MotoGP, Moto2 dan Moto3. Skala minimum kelas Moto3 akan berubah secara bertahap dari 16 tahun yang saat ini diminta oleh organisasi untuk musim 2022, menjadi 18 tahun pada musim 2023 mendatang.

FIM Resmi Naikkan Batas Umur Pembalap Mulai 2022 Secara Bertahap

Dan mengenai peraturan ini, Pit Beirer selaku Director Motorsport Pierer Mobility AG yang membawahi merek KTM, Husqvarna, GASGAS dan CF-Moto, kepada Speedweek.com menyatakan dukungannya terhadap peraturan baru tersebut, dan bahkan memberikan gambaran secara blak-blakan kepada publik luas mengenai apa yang ia lihat sebagai penyebab begitu kerasnya kompetisi antara masing-masing pembalap muda ini di paddock Grand Prix khususnya untuk kelas Moto3.

“Saya percaya [adalah] masuk akal untuk mengambil langkah ini sekarang dengan menaikkan usia minimum. Orang-orang akan memiliki sedikit lebih banyak waktu dan [mengalami] sedikit tekanan karena mereka tidak lagi harus memiliki tempat yang bagus di GP pada usia 16 tahun . . . “

Dari pernyataan di atas dapat sedikit diambil kesimpulan bahwa menurut Pit, di usia yang masih sangat belia di mana umumnya pembalap belum memiliki tingkat kedewasaan yang matang, mereka mendapatkan tekanan untuk saling berkompetisi dengan kadet lain memperoleh posisi seat yang bagus di team Moto3. Dan tekanan ini lah yang menjadi pemicu mentalitas berkompetisi dengan sangat keras satu sama lain di trek.

Selain perihal kompetisi untuk memperoleh seat di team, ada lagi hal yang diperhatikan oleh Pit yang bisa jadi merupakan salah satu variabel hadirnya mentalitas ini yakni aksi ‘jual beli seat’ di paddock. “Para ayah dari talenta-talenta ini terkadang dimintai uang yang lumayan besar jika ingin membawa anaknya ke tim GP. Anda harus membayar 300.000 Euro [hampir 5 milyar Rupiah] jika ingin membeli [seat untuk] putra Anda di tim GP Moto3. Saya melihat daftar harga baru untuk itu di Misano menyangkut seorang pembalap yang sudah membalap Grand Prix dan sedang mencari tempat untuk tahun 2022.

“Mahar sebesar 300.000 Euro [yang] diminta ini menciptakan banyak tekanan pada pembalap. Ini mengenai keluarga, mengenai mungkin mata pencaharian yang hancur untuk satu musim balap.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

Regulasi Batas Minimum Usia Pembalap Terbaru

KelasUsia MinimumΣStarter
2021202220232022
MotoGP181818
Moto2161618
Moto3161618
Moto3 JWCh14151632
Moto2 ECh151516
RBRC131415
Talent Cup12131430
SBK181818
SSP161618
SSP30015161632

 

54 COMMENTS

    • Walla, gg ada lagi model usia 15-16 tahun di moto3 ex.GP125. Dan juara di usia 17/18 tahun…
      Rossi, Pedro, Marc.
      16 di Moto3/GP125
      18 di Moto2/GP250
      20 di MotoGP

      Hmmzzz.
      Moto3 Moto2 MotoGP sama sama 18 tahun.
      Rekor juara termuda MotoGP sepertinya bakal Abadi di Marc.

      Guest
      • Harusnya ada usia maksimal untuk kelas kadet..
        Moto3 – 20 tahun
        Moto2 – 24 tahun

        Biar gg ada yg kelamaan dikelas capung.. bisa juara karena pengalaman dan lawan junior selisih 8-10 tahun dengan rookie..

        Aneh aja
        juara Moto3 usia 24 tahun tapi lawannya rookie usia 16-18 tahun.
        juara Moto2 di usia 28 tahun tapi lawannya usia 18-19 tahun.

        Guest
    • Event balap adalah ajang promosi & marketing. Entah buat pembalap, pabrikan, team & sponsor. Dan yang namanya promosi itu pasti butuh dana.

      Guest
    • Kan ga melulu duit dr kantong bapaknya, kn bisa dr sponsor.
      Tim butuh operasional, sewa motornya, maintenancenya, gaji crew, gaji pebalap itu sendiri, dll.
      Kl pebalapnya punya skil bagus, sponsor/duit bakal nemplok kok.

      Guest
    • gak gitu juga,
      kalau satu team ada dua slot, yang satu khusus utk ngejar gelar, pembalapnya cari yg berpotensi dan dibayar lah itu pembalap dg klausul kontrak.
      nah kalo slot satu lagi biasanya bisa di lelang, kalo yg punya uang bisa ikut

      Guest
    • Menaikkan batas usia demi mengurangi tekan an.. Tapi oh tapi.. Raul Fernández yang rookie Moto2 langsung dipaksa masuk kelas Motogp.. Ada bau2 hipokritik disini ?

      Guest
  1. Sejak masuk jaman full 4 tak, bayar kursi udah semakin umum. Dulu jaman 2 tak operasional tim minim biaya, balapan gengsinya tinggi karena siapa aja bisa bangun motornya dan ikut, brand banyak, level kompetisi tinggi, sponsor bejibun, tim yg pengen menang cari pembalap bagus ampe ke ajang pelosok di Eropa kalo dia nolak bakal ditanya nomor rekening. Semua berubah sejak beralih ke 4 tak, gengsi turun apalagi moto2, sponsor ogah kucurin dana terlalu gede terlebih ada 40an motor yg artinya satu tim nolak dana cekak sponsor, sponsor bisa kabur ke tim lain yg mau. Moto3 lebih parah, dulu jaman wajib dijual masal aja operasional tim bukannya lebih murah dari gp125 malah lebih mahal dari moto2, apalagi sejak HRC mint aturan beli dirubah jadi aturan sewa, makin mahal aje dari sebelumnya tim bisa jual motor bekas lumayan buat nekan cost malah cuma keluarin duit buat sewa begitu musim berakhir dikasih pilihan beli motor itu ato balikin ke pabrikan penyewa. Tim mau ga mau cari akal akhirnya semakin umum lah pay rider, dari sebelumnya pay rider cuma diitung jari di gp125 dan gp250 yg mana anak holkay yurop jadi lebih dari separuh pembalap kelas kadet dan intermediet skrg pay rider semua. Mangkanye begitu naik ke motogp ketemu yg bakatnya sadis2 akhirnya cuma bisa finish belasan. Banyak pula ‘bintang’ moto3 begitu naik moto2 tenggelam, ya itu tadi, balap cuma modal cuan biasanya kalo bakat biasa aja cuma mentok di kelas kecil.

    Guest
  2. Dulu di film hiting the apex di ceritakan keluarga Casey stoner menghabiskan seluruh tabungan agar bisa ikut balapan / jadi rider GP..

    Guest
    • Lah kan stoner udah pernah cerita kalo orang tua dia sampe menjual farm house agar si stoner bisa ke eropa keluar dari australia dan fokus ke balap.

      Mirip taro yang dari kecil sama orang tuanya diajak keluar prancis dan menetap ke spanyol buat fokus balap. Tapi tau dah dana taro dari mana, warisan orang tua atau jual tanah wakaf

      Guest
  3. well, ini seperti investasi sih jatuhnya ya , emg bener, balap motor modern itu mahal, jgnkan kelas dunia kyk gini, kelas tarkam aja juga kerasa kok mahalnya,,

    Guest
  4. Menaikkan batas usia demi mengurangi tekan an.. Tapi oh tapi.. Raul Fernández yang rookie Moto2 langsung dipaksa masuk kelas Motogp.. Ada bau2 hipokritik disini ?

    Guest
    • Regulasi ini kan tidak Retroatif atau berlaku surut.
      kalo retro aktif tentu banyak yang kena termasuk Quartararo, atau mungkin juga marquez ?

      Administrator
    • Kalo kata loris baz, bukan usia yang dibatesin, tapi starternya. Dia bilang balapan wss jauh lebih aman dibanding wssp. Wssp itu balapan gila karena starternya kebanyakan.

      Guest
  5. Itu seat nya doang.. Belum mejanya perlengkapan dapur, kamar mandi, kamar tidur, dll. Semoga aja ada sultan indonesia yg bikin team di balapan resmi dunia macam GP ini.

    Guest
    • Jd penasaran indonesian racing nglempar uang ke gresini berapa gepok ya?
      Pertamina mandalika & bumn lainnya jg nglempar ke sag berapa karung ya

      Guest
  6. Di F1 lebih sadis lagi sikut-sikutannya. Siapa punya duit bisa langsung ngegas (asal ngantongin super license). Mazepin si raja sradak-sruduk aja bisa dapet seat heheheh

    Guest
  7. 5m untuk atpm indo mah kecil ,,yg bikin bengkak masalah biaya hidup dan transport selama ikut gp dan tinggal di europa….

    Guest
    • Huss jangan sotoy, pernah ada yg bilang tinggal dan masalah hidup di eropa itu murah loh wkwkwk

      Lebih mahal bolak balik ind – eropa katanya

      Guest
  8. Hehehe dulu orang mencak-mencak sampai mencret ngata-ngatain Karel Abraham karena cuma modal duit doang bisa balap, kan kan emang begitu jamblang! No money? Get the f**k out from here!
    Emangnya ini main bola, yang dulu bapaknya cuma buruh yang cuma mampu beli sepatu butut tapi anaknya bisa main di klub besar?

    Guest
    • Ya kalo ga dibeking duit dari sponsor mau ga mau pake duit sendiri kalo mau tetep ikut
      Pembalap sekelas Vale sama Marc aja dibeking duit sponsor selama ikut MotoGP disemua kelas

      Guest
  9. Olahraga otomotif modalnya gede, gak main main, sejak dini harus seprofessional mungkin.
    Sudah rahasia umum beginian mah

    Guest
  10. Msalah pay rider/bayar kursi, gak da kyakny yg lebih sadis dari lord mahaver di f2 the next hamilton from india. Gokil tuh org yg yg gak bisa putar balik lh ada yg gak bisa turun dri kok pit motong jalur dll pokoknya tiap seri bkin ulah tuh orang. Poin kejuaraan hanya 1 tpi pinalty poin lebih dri 24point

    Guest
    • Dia kalo gag salah cucunya yg punya Mahindra Bro’ ,, taulah itu Mahindra raksasa’ otomotif dan perbajaan India ,,
      Gimana itu kayaknya,,

      Guest
  11. kirang +2 taun juga berlaku sampai kelas premier.
    Moto3 18thn, Moto2 20thn, MotoGP 22thn.
    umur memang benar mempengaruhi mentalitas individu

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.