tmcblog.com –  Merespon keinginan para pecinta Sport Scooter di Indonesia yang ingin tampil lebih sporty dan agresif dalam menunjukan eksistensi diri mereka, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. secara resmi meluncurkan All New Aerox 155 Connected series dengan warna dan grafis baru pada Rabu, 3 November 2021. Pengembangan warna dan grafis baru ini, menjawab kebutuhan karakter konsumen berjiwa muda, yang kerap tampil energik, elegan, penuh gaya, serta aktif bermobilitas dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

“Penampilan baru All New Aerox 155 Connected version, adalah bentuk upaya Yamaha dalam memberikan nilai tambah bagi konsumen sesuai dengan perkembangan tren gaya hidup masa kini. Warna dan striping baru yang menyelimuti tubuh motor tersebut, membuatnya tampil semakin sporty dan stylish, sehingga menghadirkan rasa bangga maksimal bagi pengendaranya. Selain itu, dalam mendukung kegiatan berkendara para pecinta Sport Scooter di tanah air, generasi terbaru Aerox juga telah dilengkapi dengan fitur canggih Y-Connect dan mesin Blue Core 155cc dengan teknologi VVA yang sangat bertenaga, serta Power to Weight Ratio terbaik dikelasnya,” ungkap Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Sentuhan anyar yang paling mencolok pada tubuh All New Aerox 155 Connected, dapat dijumpai pada grafis tulisan “Aerox” yang terletak di sisi kiri dan kanan body motor. Jika dibandingkan dengan desain sebelumnya, ukurannya kini menjadi lebih besar dengan tambahan variasi berupa garis gradien berwarna yang memberi kesan energik dan stylish.

Tidak hanya itu, bagian buritan body belakang juga disematkan grafis stripping yang kini lebih panjang. Membentang dari tengah hingga bagian ekor guna memberikan kesan sporty dan racy yang lebih kental. Khusus untuk All New Aerox 155 Connected berkelir Matte Black with Cyan, perubahan juga tersaji pada velg yang kini mengadopsi warna Cyan Solid yang lebih terang sehingga mampu memikat pandangan mata orang di sekitar motor. Sebagai tambahan informasi, warna Cyan saat ini juga telah diadopsi pada motor sport Yamaha lainnya, yaitu MT 25.

Sementara untuk varian tertinggi, yaitu All New Aerox 155 Connected ABS, perubahan terletak pada grafis yang kini menjadi lebih minimalis. Striping berkelir emas yang sebelumnya ada pada bagian fairing, buritan body belakang dan cover depan motor kini dihilangkan. Selain itu, stirping horizontal tipis yang membentang di sisi kiri dan kanan body motor juga diganti dengan grafis berbentuk dua kotak minimalis.

Tujuan dari meminimalisir kehadiran grafis pada body motor adalah untuk menghadirkan kesan yang semakin premium, melalui line up warna Prestige Silver dan Maxi Signature Black yang secara optimal mampu mengeskpos lekukan body motor.

All New Aerox 155 Connected version dengan warna dan livery baru saat ini telah tersedia di dealer resmi Yamaha dan dipasarkan seharga Rp 29.400.000 untuk tipe Connected ABS serta Rp 25.900.000 untuk tipe Connected standard. Seluruh harga tersebut merupakan On The Road (OTR) Jakarta.

40 COMMENTS

  1. Jujur yak ini motor keren, saya termasuk usernya yg old. Cuma 1 pertanyaannya, kapan kabel spull yg mudah terbakar di ini motor di recall ??
    Aerox old banyak yg kena kode 12. Solusi anak anak aerox adalah memputus kabel spull dengan ditambahin soket. Kemarin yamama kasih solusi suruh ganti spull yg kabel nya panjang sekitar 750-850rb, perbedaannya adalah spull yg baru langsung nyolok ke SGCU tanpa jumper ke kabel body.
    Nah yg connected ini kaya yg old cuma beda nya dibungkus plastik agar gak mudah terbakar. Eh kemarin di grup aerox sempet rame karena yg connected ttp bisa kebakar soket dan kabel spullnya

    Guest
  2. motor anak jaman sekarang, metic, kenceng, keren. sport makin ditinggal aja,
    tapi gw tetep pilihannya sport karena cuma motor hobi

    Guest
  3. Pwr nya paling dapet, alasan rem belakang blm cakram jg buat alasan pwr. Padahal lebih ke safetynya bukan gaya2an pwr

    Guest
    • @Arashi yamet kudashi : Engineer memasang perangkat rem belakang tipe disc brake di motor itu memang atas alasan safety kaleee..
      Masalah orang2 yg punya kebiasaan gunakan rem depan doang, rem belakang doang atau pake rem sendal jepit sekalipun itu mah beda urusan.
      Kalo mau ngebelain pabrikan motor paporit lau, komennya mikir dikit lah. Kasian Yamaha ada yang ngebelain tapi caranya begini. Xixixi. . .

      Btw, kuping kepala gout sendiri pernah dengar langsung komentar yang persis seperti kalimat terakhir ente nih . .

      Editor
    • gitu aja jadi repot, aerox tromol, mesin kenceng, tapak lebar, vario mesin lemot, tromol, ban tipis. sesuai peruntukannya aja, engineer pasti sudah ada perhitungannya seperti kata nugie

      Guest
    • Komentar bagian “lupa kapan pake rem belakang” itu kontradiksi dengan komentar pertama “kenapa Aerox kenceng bgt.”

      Makin kenceng=makin butuh rem belakang, apapun itu bentuknya. Apalagi matic engine brake-nya ya segitu doang ga kyk motor manual.
      Piye sih.

      Guest
    • I mean, memang benar rem depan jauh lebih useful karena distribusi bobot cenderung ke roda depan. Tp jika kasusnya di kecepatan tinggi maka jauh lebih efektif menggunakan rem depan-belakang dengan perbandingan yg proporsional.

      Guest
      • @Smoke Aerox mau dibelain sama FBY kayak gimanapun juga tetep aja rem belakang teromolnya itu sangat sangat sangat tidak pakem, dibanding dengan tenaga mesinnya yang powerful.
        Fakta aja, berapa banyak yang pake Aerox baik dari temen2 gue dan orang yang curhat ke bengkel, keluhannya sama. Rem belakang tidak pakem.
        Bahkan ada temen yang barengan ganti disc brake, tapi disc punya dia duluan habis dibanding disc yang NMax gue pake. Karena dia (Aerox) terlalu mengandalkan/bertumpu pada pengereman depan.

        Ujung-ujungnya sih soal harga jual yah, Aerox mau dijual harga berapa puluh juta kalo dipasangin rem belakang disc brake? Positioning-nya dia bisa2 jadi berbenturan sama NMax.

        Editor
  4. KM 20.000 sdh minta ganti pulley depan dan belting. Termasuk wajar gak tuh? Umur motor 2,5 tahun. Pemakaian normal (pengguna aerox gen 1 tahun 2019)

    Guest
    • Wajar bro yang penting jangan lupa cek seal kruk as sama ganti baut pulley depan. Karena baut bawaannya, baut murahan wkwk ?
      Jangan sampe ente ganti kruk as cuma gara gara bongkar pulley depan.

      Guest
        • Nah kebanyakan bengkel kalo gak diingetin suka sembarangan tuh bro nug. Nyopot pake impact terus ngencengin pake impact.
          Tapi ttp sih biar aman bautnya ganti pake baut as roda vixion atau baut lock nut

          Guest
        • Pake mur locker juga bagian locker nya gak sampe ujung drat kruk as, so percuma aja diganti lock nut juga. Untuk bagian ini gue bertentangan dengan kebanyakan bengkel yang ganti mur pulley depan Maxi Yamaha dengan lock nut karena useless.
          Paling bener sih ikuti SOP dari pabrikan yakni dengan torsi 50 Nm untuk mur depan.

          Sejak punya NMax dari 2017 selalu ngencengin dengan kunci torsi dan alhamdulillah sampe dinaikin ke spekstroke up dan bore up dipake turing segala macem tetep aman gak pernah copot.

          Editor
    • Wajar, gw rabu kemaren ganti pulley depan satu set sama sliding piece karena udah termakan karena pemakaian, jadi kalo di bawa pagi pas dingin motor getar parah trus ada bunyi kek belting slip tapi di bawa jalan 1 klo udah hilang tetap gak nyaman, km 44.000 aerox s 2019, total 250.000 sama jasa sekalian ganti seal kruk as dan gardan karena udah mulai rembes dikit, kalo mur pulley kemarin gw pakai punya new nmax karena dia lebih lebar dan ada topinya

      Guest
  5. Saya user old Xerox 2017…kebanyakan ngandang sih..4.5 tahun odo baru 12 rebu..itu juga yg 2000 an km orang lain yg make….power dapet..cm susah dibawa.. gak lincah…kebiasaan bawa metik 125..wkwkwk…selap selip enteng lincah……Ayo lah..bikin metik kecil tp 155 cc..kecil lincah bertenaga…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.