TMCBOG.com – Juara WSSP tahun 2021 ini sudah dapat dipastikan disegel oleh pembalap Ten Kate Yamaha -Dominique Aegerter. Pembalap asal Swiss yang bertandem dengan pembalap Indonesia -Galang Hendra ini sudah menandatangani kontrak perpanjangan membalap di kelas WSSP kembali pada tahun 2022 yang akan datang juga dengan Ten Kate Yamaha. Nah, rencananya tim Ten Kate sendiri akan kembali ke kelas primer balapan sepeda motor produksi massal WSBK pada tahun 2023 nanti.

Rencananya di tahun 2023 nanti, Ten Kate akan membalap di kelas WSBK dengan membawa serta Dominique Aegerter sebagai salah satu pembalapnya. Namun, rencana Ten Kate ini juga akan sangat bergantung dengan apa yang akan diperoleh Aegerter di WSSP musim 2023 nanti.

Yamaha, Ten kate dan Aegerter berpotensi kuat akan memperoleh atmosfir balap dan peta kekuatan team lawan yang berbeda dibandingkan tahun 2021 ini di musim 2022 yang akan datang.

Yap, hal ini disebabkan adanya perubahan regulasi mengenai kubikasi mesin motor supersport yang bisa dihomologasi mengikuti balapan kelas WSSP tahun depan. Sepeda motor seperti Ducati 955 Panigale bermesin V2, lalu MV Agusta F3 800 atau Triumph Street Triple 765 yang keduanya punya platform inline-3, juga diizinkan masuk kategori menengah pada 2022 nanti di mana Yamaha R6 berfungsi sebagai dasar untuk menentukan aturan keseimbangan regulasi teknis kelas balap Supersport dunia ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmclog

19 COMMENTS

  1. Alinea terakhirnya sesuatu bgt.
    R6 sebagai dasar/referensi/baseline untuk menentukan aturan keseimbangan regulasi.
    Dorna mengakui sdh gak ada lagi produk massal sport bike di kelas 600cc4-cyl yg bisa menyaingi kekuatan R6, sehingga perlu memasukkan peserta dari kubikasi di atasnya.

    Guest
  2. Apakah nanti akan terjadi transisi spek dasar kelas supersport yg umumnya 600cc ke lebih dari 600cc ? untuk 4 silinder. Contohnya kaya supersport 4 silinder Yamaha R6, yg mungkin model terbarunya nanti juga bisa jadi dinaikkan kubikasinya atau coba mesin lain misalnya 3 bahkan 2 silinder (R7 atau R9), kalau nanti R6 dah sepenuhnya gak dipake

    Guest
  3. Wkwkwk kasian juga baca curhatan aegerter tuh.
    Padahal saya juara wssp 600 tapi mengapa tim wsbk tidak ada yang melirik saya ? Apakah saya sudah tua ?

    Btw penasaran juga sih kenapa domi gak ada yg ngelirik, padahal pengelaman dan jam terbang udah tinggi

    Guest
    • Justru karna ketinggian itu yg bikin tim males ngelirik, karena pasti gajinya mahal mangkanye lebih suka ambil pembalap biasa aja yg masih muda, yg mau dibayar murah. Belum lagi usia udah 32, tim wsbk kalo mau ambil usia diatas kepala 3 yg dikhawatirkan sulit berkembang lagi tapi mahal, lebih pilih cari curahan dari motogp ato moto2.

      Guest
    • Salah pertanyaannya. Yg bener itu masihkah dia bayar kursi di ten kate ? Karena agerter itu murni dikontrak sama ten kate, kalo galang itu bayar kursi. 2 kontrak yg berbeda dalam 1 tim

      Guest
    • CC bukan segalanya gan.. apalagi ente bandingin R6 dgn R7, ya jelas masih menang R6 kemana-mana walau cc lbh kecil

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.