TMCBLOG.com – Kode motor Yamaha “BEJ AT” sudah lebih dari satu tahun hadir di laman penerimaan/pendapatan daerah terutama daerah DKI Jakarta yang memiliki angka Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar 12,2 juta Rupiah. Awalnya tebakan mengarah kepada bakal Freego baru atau bahkan Gear 125. Namun ternyata seiring dengan berjalannya waktu kemudian Freego diketahui menggunakan kode B5D sedangkan Gear 125 menggunakan kode B3W. So, Yamaha kode BEJ AT diperkirakan jenis lain, mungkin juga jenis baru. Dan salah satu yang bisa masuk di list kemungkinannya sekarang adalah All New Yamaha Fino 125.

Secara umum salah satu produk yang lumayan lama tidak memperoleh update signifikan adalah produk Yamaha Fino 125. Nahhh kemungkinan besar di waktu-waktu mendatang ada potensi Yamaha Indonesia menghadirkan All New Fino 125 lengkap dengan perubahan dibandingkan dengan Fino 125 current.

Nugie sempat menuliskan di Twitter bahwa rumor yang sekarang berkembang Yamaha All New Fino nantinya memiliki basis sasis dari Freego. Which is sangat berpotensi memiliki karakter penggunaan ban dengan diameter roda 12 inci, dengan begitu akan sama dengan roda Scoopy. Detail lain yang jika rumor itu benar [mengambil basis Freego] yakni lokasi/posisi tangki bahan bakar berada di bawah dek tengah dan ini akan membuat next Fino 125 akan memiliki desain bagasi under seat yang cukup luas. Tinggal desain fisiknya nihh, berdasarkan testimoni dari saksi mata di Pantura (pada blog IWB) yang melihat sosok Yamaha misterius sedang di-test, sepertinya memang Yamaha beneran niat ngelawan hegemoni penjualan Honda Scoopy. Tuh kan, ada sinyal sinyal yang kuat akan dibenturkan keras dengan Scoopy nih sob.

Secara umum Yamaha Fino 125 yang menggunakan ban 14 inci saat ini memang belum bisa menyamai hegemoni dari Scoopy yang sudah beralih ke pilihan ban ala donat 12 inci. Namun begitu Honda sendiri sepertinya masih merasa bahwa skutik retro modern ber-ban 14 inci masih ada pasarnya, oleh karena itu hadir lah Genio. Dengan segala kausalitas ini cukup logis kiranya jika Yamaha mulai bangkit memberikan perlawanan dengan produk yang lebih apple to apple dengan Scoopy. Yaaa ini lah mungkin cikal bakal All New Fino 125 dengan ban 12 inchi ini nih.

Kalau benar kode BEJ adalah New Fino 125 ban 12 inci maka akan ada hal menarik lain yang patut dianalisa, yakni dari NJKB-nya yang ‘cuma’ 12,2 juta Rupiah maka ini masuk dalam kategori produk LPM (entry level). Apakah New Fino 125 ban 12 akan dibanderol seharga Gear 125? Kalau terjadi tentu akan bikin Scoopy ketar-ketir) Ataukah Yamaha menjadikan ini sebagai strategi saja, di mana NJKB rendah agar pajak tahunan dan BBM-nya juga ikut rendah?

Taufik of BuitenZorg

66 COMMENTS

  1. Skutik retro 14 inci dibawah 150cc sepertinya sudah lesu meski memang ada pasarnya, buktinya genio saja jarang dijalan. Atau karena model dan fitur dari genio dan fino kurang menarik ya

    Guest
  2. Freego cukup laris dijadikan test on the water secara market skuter emg segmented skrg. Basis identik dgn filano dan qbix(beda d tangki). Tinggal yimm nih bs jg jd bws xridenya indo

    Guest
  3. Fino Grande tu kalo diliat anggun bgt.
    Buntutnya panjang lancip kyk ekor itik, garis bodinya ngalir syahdu. Trs headlampnya dipakein hijab pula. Masyaallah ukhti…

    Guest
  4. Nama Yamaha Fino di negeri +62 ini sudah tenggelam oleh hingar bingar scoopy yg begitu digjaya menguadai market matic retro modern, desain yg kaku jauh dari kesan feminim yg sedianya utk kaum hawa membuat fino tidak laku di pasaran, cara satu satunya buat model baru yg tidak dibenturkan ke scoopy mungkin bisa membuat market baru, dg banyak nya varian matic low entry yg di gelontorkan bukan keputusan yg bijak juga jika tidak terserap oleh pasar.

    Guest
    • Klo perkara vs scoopy mereka udah coba mendiferensiasi lewat freego. Segmennya mirip, matic low-mid R12 tapi dia non-retro, melainkan bertema matik standar. Cuma krg moncer dari desainnya yg IMO agak kurang bisa diterima buat pasar sini.

      Tapi setuju sih perkara banyaknya varian entri mereka, strategi “throwing things at the wall and see what sticks” itu seringkali malah membawa outlook yg buruk buat suatu produsen.

      Guest
    • Kalo masalah brand udah kalah dari awal. Saat itu thailand lg hype skutik retro, banyak yg minta fino masuk. Tapi yamama malah fokus ke mio, kalo saat itu fino masuk duluan mungkin nasibnya gak kaya sekarang.
      Masuk lah si scoopy dan sempet jalan sendirian, begitu pasar taunya skutik retro scoopy si fino malah baru masuk.
      Padahal dulu desain fino karbu itu keren banget, sampe banyak IU masukin body set fino buat mio dirubah jadi fino.

      Guest
    • Nama bisa jelek, tapi liat barangnya dulu
      Aerox 125 saking ga lakunya blm setaun diskontinyu, begitu ganti 155 jreengg lares manes

      Guest
      • Ya karena yamaha gerak cepat untuk masalah aerox (dan sebetulnya awal awal muncul yg 155 juga lesu cuma karena lagi ngetren sekarang laris banget). Fino??? Mau kapan ganti pelk?

        Guest
  5. Klo fino bakal pake tangki dibawah dek rasanya gak bakal segitu harganya deh wak. Logikanya klo positioning harga segitu apa gk bakal mengkanibal segmennya gear dn freego itu sendiri? Saya malah mikirnya ini bakal lebih tinggi dibanding keduanya, secara pasar motor retro ala2 itu tentu lebih kecil nichenya.

    Tpi anyway, sudah sedari lama masalah Y itu ini, ketika mereka bikin suatu produk seringkali yg jadi mangsa/korban ialah produknya sendiri.

    Guest
  6. Akan lebih efisien kalau Yamaha hanya mempertahankan 2 platform untuk maticnya.
    Maxi yg basicnya dari Nmax, sekarang juga dipakai oleh Aerox, Lexi dan ke depan kemungkinan ada XRide 155.
    Untuk Non Maxi menggunakan basic dari Freego yg sudah dipakai oleh Gear dan kedepan mungkin dipakai oleh Fino, Soul GT dsb.
    Kalau Honda dengan sumber dayanya mungkin akan tetap ada 3 platform,
    110 untuk Genio, Scoopy, Beat dan mungkin new Vario 110.
    125 dan 150 LC untuk Vario.
    Dan 160cc dari PCX mungkin untuk Airblade dan ADV.

    Guest
  7. harusnya yamha sigap saat banyak yg berharap hadir nya suzuki Saluto yg tak kunjung datang dengan membuat persamaannya sekalian update fino yg udah lama ga update …

    Guest
  8. kalau model masih seperti finokio yg sekarang, jgn harap bisa laris seperti scoopy, bahkan seandainya dijual lebih murah sekalipun.

    Guest
  9. Qbix desain mati menurut saya

    bukannya jelek ya, cuma next facelift nya itu mau dibikin model kek apaan ? yg ada blunder

    Guest
    • tarikan tengah rada berat. wkwkkw pengalaman sendiri make pas tarikan tengah kok kayak ketahan gitu ya
      kayak baru mulai sprint karena telat ngantor trus tiba-tiba keinget masih ada barang ketinggalan di rumah
      tapi dipake meliuk dan miring-miring lebih enak mungkin karena profil ban lebar ya

      Guest
      • efek stroke kepanjangan, tapi rpm mw tinggi tinggi banget kehalangan cooling (kompresi tinggi, oli lebih sedikit)

        harus sabar make di tenaga bawah, kalo main roller ya mau gamau keunggulannya ilang dong wkwkw

        Guest
  10. Usul aja nama nya jangan pakai embel² mio/fino biar terasa fresh di dengar, kalo pakai embel² mio pasti secara tidak langsung membandingkan image / brand model lama,

    Guest
  11. Tp untuk kasus scoopy di beberapa daerah itu ngeri..kes harus inden,bahkan untuk warna tertentu harus tambah beberapa ratus ribu-juta..sepertinya ahm sengaja gk naikin produksi dari scoopy..dan menjadikan scoopy produk dengan harga terstabil baik baru maupun bekas(v1 karbu,v2.0 fi,v2.1 esp,v3 esp r12),bahkan motor stnk only harga tetep stabil..

    Guest
  12. Nyesel saya beli Scoopy ??
    Dipake boncengan ngeden ga ada tarikannya bangsat parahhh?bener kata fby catnya gampang bulukan dan tipis banget ,

    Guest
  13. Yah headlamp di dada lagi.
    Susah banget apa ya bikin desain matic classic headlamp di stang kayak vespa? Apa kena hak paten?
    Padahal ngarep yang kayak Grand Filano gen 1 (nggak masuk Indonesia).

    Guest
  14. ngebayangin ini fr**go ganti baju, bagasi under seat 25liter, tangki bensin dibawah, bodi klasik ala eropa, y-connect, versi tertinggi ada abs-smartkey, dibanderol mulai 20juta, kebangetan kalau masih pilih 108cc he he

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.