TMCBLOG.com – Pada sesi FP1 MotoGP Algarve 2021 kebanyakan MotoGP enthusiast dibuat kaget ketika hadir satu lagi prespektif kamera baru selain kamera pinggir trek, kamera helikopter, kamera dashboard, kamera front cowl dan kamera buritan . . Yes, shoulder cam atau kamera bahu yang untuk kali pertama ini dihadirkan di bahu kiri wearpack Alpinestar Alex Rins.

Hasilnya? Luar biasa bagus sob, jadi mirip-mirip kamera action anak-anak Sunmori-an gitu deh yang biasa diletakkan di sisi samping helm ataupun di moncong helm. Point of view menarik yang juga bisa tersaji adalah daerah dashboardnya, Kita bisa melihat dengan cukup jelas informasi-informasi apa saja yang dilihat oleh pembalap dan juga apa saja kegiatan yang dilakukan oleh pembalap saat membalap di setiap sesinya.

Sobat bisa lihat di sana bagaimana tidak adanya informasi speed (kecepatan) yang ada di dashboard GSX-RR Rins malah semacam laptimer, angka-angka yang sepertinya merupakan nilai setup strategi elektronik kayak Power Mode, traction control, engine brake dan lain lain.

Lalu ada shift light dan memang yang cukup menarik adalah akhirnya cukup terlihat bagaimana Alex Rins mengoperasikan Ride Height Adjuster belakang dengan jempol tangan kiri di mana ia melakukan saat menikung ke arah kanan (pada video) saat posisi motor mulai ‘bangun’ di titik exit corner dan sekaligus momen sedang full throttle.

TMCblog nggak tahu apakah Dorna sudah berbicara dengan team terlebih dahulu atau nggak karena biar bagaimanapun secara umum ini bisa jadi ajang intip teknologi dan juga ajang intip style membalap buat kompetitornya, terutama lagi tentu orang jadi tambah kepo bagaimana sejatinya para pembalap Ducati dan pembalap lain mengoperasikan rear height adjuster devices  . . Dear Dorna, tolong itu kamera ditaroh di wearpack Bagnaia atau Miller yah saat race nanti hehehe . . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

35 COMMENTS

  1. Mungkin di area chin (dagu) helm bisa dipertimbangkan

    – POV yg dapat dilihat bisa lebih luas , lebih central untuk melihat ke arah dashboard motor
    – memungkinkan ucapan/percakapan rider bisa terdengar, kan dari dulu kita penasaran apa yg mereka omongin pas lagi ribut di sirkuit
    – tidak perlu ada nya perangkat/mekanis khusus untuk menggerakkan kamera , kamera akan bergerak sesuai arah helm kepala si rider. Praktis

    Guest
      • Klo perkara aero sih kamera di chin helm bisa dibikin flush/menyatu dengan bodi, tinggal kembali ke produsen helmnya aja, apa mereka mau bikin helm model begitu

        Guest
    • Mungkin shell maupun lapisan dalamnya harus solid agar kekuatan menahan benturannya ga berkurang
      Kayak helm yg double visor aja sangat ga dianjurkan untuk balap karena ada ruangan kosong dijidatnya

      Entahlah sih,cocokologi aja

      Guest
  2. Power unitnya ngikut pendingin udara dan sensor airbag berarti,la masa harus bopong baterai lagi makin berat kayak baju astronot entar ?

    Guest
  3. Mungkin kedepannya ada POV standar game MotoGP yg nampilin keseluruhan pembalap dan motornya dr belakang,dgn drone yg bisa ngikutin pergerakan motor akselerasi dan deselerasi dgn sangat tepat

    Guest
  4. Melihat ukuran unit kamera kayaknya masih memungkinkan dipasang di bagian lain kayak dagu helm ridernya gitu, biar FoV lebih lebar dan simetris, selain juga lebih dapat sensasi balapannya kayak lagi main game

    Guest
    • Atau dr dalam visor helm kayak MotoGP buatan namco ada efek Buram dan kotor kena debrisnya,yg kalo nyopot tear off kesannya kayak idupin wiper

      Guest
  5. dorna gak bakal kasi liat rahasia ducati, itu yang di yutup katanya bahas aerodinamika ducati, tapi downwash duct malah dicopot ?

    Guest
  6. Ketika (amit-amit) terjadi accident apa gk bahaya ya? kamera didalamnya yg merupakan suatu benda keras akan menekan bagian pundak atau lainnya hingga bikin luka bahkan cidera kulit minimal.

    Guest
  7. Itu yg dikiri stang itu bukan thumb break, tapi rear height adjuster devices, Rins mengaktifkannya ketika keluar tikungan terakhir dan langsung berakselerasi buka gas ditrek lurus supaya ban depan tidak wheelie

    Guest
    • Menurutku sih thumb brake ya,,dia menekannya sebentar disaat keluar tikungan biar gak wheelie berlebihan,(coba baca artikel yg membahas tentang pentingnya rear brake di tmcblog kemarin)

      Kalo pake kaki kan kadang susah buat ngukur pressure nya,apakah terlalu kuat atau lemah,apalagi ketika badan baru pindah posisi gitu

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.