TMCBLOG.com – Kustomfest Indonesia yaitu sebuah gelaran akbar kustom kulture festival memasuki perhelatannya yang ke-10 di tahun 2021 ini. Satu dasawarsa tentu bukanlah usia yang pendek dalam eksistensi sebuah event yang menjadi melting pot pergerakan kustom kulture di Indonesia, ini merupakan sebuah timeline yang panjang untuk sebuah pergerakan yang selalu mendukung perkembangan dunia kustom kulture roda dua dan juga roda empat di Indonesia.

KUSTOMFEST 2021 10th Annual Indonesia Kustom Kulture Festival yang mengusung tahun ini tema #SEEYOUAGAIN dihadirkan dalam sebuah festival dengan pendekatan yang sangat berbeda di tengah kondisi pandemi saat ini. Kali ini perjalanan 10 tahun KUSTOMFEST dihadapkan pada sebuah tantangan untuk tidak mengumpulkan puluhan ribu pecinta Kustom Kulture sebagai bagian dari hingar bingar acara yang diadakan setiap minggu pertama Oktober di Yogyakarta.

“Dalam situasi pandemi kali ini KUSTOMFEST mencoba merangkum sebuah perjalanan sakral yang akan melewati beberapa kota di Jawa dan Bali sebagai suatu momentum untuk bisa kembali bertemu dan bersapa. Hampir selama dua tahun ini kita semua membatasi tegur sapa secara langsung dengan semua baik itu kerabat, saudara maupun teman. Salah satu visi dan misi dari perjalanan kali ini adalah untuk mencoba membangun kembali ikatan emosional dari KUSTOMFEST dengan semua pecinta Kustom Kulture di Indonesia,” ujar Lulut Wahyudi, Director KUSTOMFEST.

Kustomfest 2020

Acara ini akan diselenggarakan secara inline di mana KUSTOMFEST 2021 10th Annual Indonesia Kustom Kulture Festival #SEEYOUAGAIN akan menghadirkan Virtual Gallery Tour yang akan memungkinkan penonton melihat sebuah konsep pertunjukan virtual karya dalam format 360 dan bisa diakses selama 24 jam. Akan ada juga KUSTOMFEST #UNRESTRICTED THE MOVIE sebuah karya film documenter yang bisa disaksikan secara virtual, Merch Collabs dengan merek pilihan, serta channel/akun khusus di e-commerce untuk para partner acara.

“KUSTOMFEST 2021 berupaya menemukan makna ‘perayaan’ dari sisi yang berbeda, mengubah kebiasaan dari sebuah perjumpaan masal, menjadi misi untuk merajut kembali pertemuan untuk saling menguatkan. Dalam situasi apapun, kapanpun, dimanapun percayalah bahwa kita akan berjumpa lagi dalam kebersamaan atas nama karya Indonesia !” tutup Lulut.

Ki-Ka: Lulut Wahyudi [Director Kustomfest], Kuswiyoto Direktur Utama PT. Pegadaian, Teten Masduki menteri-Menteri Koperasi dan UKM, Yayack Wibowo, Retro Syndicate
Ada yang istimewa pada gelaran Kustomfest tahun ini dibandingkan dengan gelaran bertahun-tahun sebelumnya di mana selalu hadir sosok motor custom ikonik untuk pengunjung yang memenangkan undiannya. Tahun ini Kustomfest berkolaborasi dengan PT. Pegadaian guna mendukung peningkatan kreativitas anak bangsa di sektor otomotif dengan meluncurkan motor custom bernama The Gade ST150.

Untuk memproduksi motor kustom The Gade ST150, Pegadaian bekerjasama dengan salah satu workshop di Yogyakarta, Retrosyndicate. Nantinya motor ini bisa dibeli oleh masyarakat melalui program produk Pembiayaan Kendaraan Bermotor dari Pegadaian Syariah dengan berbagai kemudahan seperti uang muka terjangkau, pengajuan cepat dan mudah dan juga kemudahan layanan di seluruh Indonesia.

Dalam mewujudkan motor kustom ini, dipilih workshop dari Yogyakarta yakni, Retrosyndicate milik Yayack Priyo Wibowo. Sementara, basis motornya dipilih Honda CB150 Verza yang diubah menjadi gaya aliran Scrambler Tracker. Menurut Yayack, desain utama dari motor ini adalah motor multi purpose yang bisa dikendarai harian di perkotaan dan juga nyaman dibawa ke pelosok daerah dengan kontur medan off road ringan namun tetap mempunyai tampilan yang stylish.

“Motor ini dibuat  dengan tidak banyak mengubah basic dari struktur standar motornya hingga dibuat konsepnya plug and play yakni menambahkan kit custom melibatkan para teman-teman UMKM. Musim pandemi kemarin membuat kita ditantang untuk membuat produk yang bisa diproduksi massal dengan tetap mempertahankan kualitas. Adanya proyek kerjasama ini juga sekaligus memberikan edukasi kepada mereka bahwa untuk membuat sebuah produk bukan hanya visual saja tapi dengan hitungan yang pasti serta ukuran yang sudah ditentukan. Jadi setiap detail produk parts-nya tersebut betul-betul punya standar dan daya saing tinggi, “ jelas Yayack. 

Salah satu yang menarik pada acara press conference tadi sore di biulangan Salemba, kerja sama PT. Pegadaian dengan workshop motor custom ini kedepan ya akan dikembangkan lagi dengan tidak hanya memodifikasi motor dengan mesin bakar saja, tetapi juga motor listrik mengikuti selera pasar pelanggan baik pria maupun wanita. Kerja sama tersesbut juga diharapkan akan menstimulasi hadirnya regulasi standarisasi produk lokal dan juga inovasi berkelanjutan menjadi hal penting agar dunia otomotif khususnya dunia motor custom mampu tumbuh menjadi bisnis yang semakin diminati masyarakat luas. | Based on Kustomfest info –Nugi

7 COMMENTS

  1. Mungkin ada yang pernah bertanya, tapi bolehkah minta pencerahan.
    Kenapa terminologi untuk Custom Bike atau Motor Kustom itu selalu bergaya classic bike, apakah dengan membangun motor dengan gaya kekinian atau futuristik tetap bukan custom ? padahal membuatnya benar benar handmade (misalkan)

    Guest
    • Tetap masuk ke ranah custom culture.
      Bicara motor custom yang selalu mengarah bentuk klasik itu kalau di Indonesia, bicara custom scene luar negeri lebih beragam. Gaya balap sampe futuristik ada. Coba tengok website Bike Exif atau Pipeburn.

      Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.