TMCBLOG.com – Seperti kita ketahui pekan ini, mungkin esok hari Astra Honda Motor berencana akan menghadirkan satu lagi produk baru mereka. Blogsphere banyak menyebutkan bahwa sinyalemen terkuat produk baru tersebut adalah Vario dengan mesin eSP+ 4 valve yang sama dengan yang dipakai oleh PCX160. Yes All New Vario 160 sebut saja dulu begitu sebelum kita mendengar nama resminya nanti. Via artikel ini TMCblog mau coba jembreng opini TMCblog mengenai apa saja yang bisa membuat Vario kembali bangkit menguasai segmen yang mungkin saat ini menghadapi rong rongan produk kompetitornya seperti sebut saja Lexi 125 (untuk Vario 125) dan juga tentunya Aerox 155 sebagai lawan dari Vario 150.

Secara bentuk fisik baik Lexi dan Aerox 155 memang tidak serta merta terlihat head to head dengan Vario 125 dan Vario 150. Namun seperti yang dulu pernah TMCblog buatkan artikel analisa marketnya, Yamaha sekarang tidak lagi melancarkan strategi seperti dulu yang melayani setiap maunya Honda, mereka tidak mau terjebak dalam permainan segmen yang dibuat Honda.

Mereka terus berusaha membuat segmen baru. Kesuksesan NMax sebagai pionir, dilanjut Aerox 155 dan Lexi 125 adalah bukti otentik akan sinyalemen strategi marketing yang saat ini di lancarkan oleh YIMM.

Lalu bagaimana Honda menghadapinya . Ya sepertinya bukan artinya Honda/AHM terlihat meladeni dengan membuat tandingan dari Lexi dan tandingan dari Aerox 155, karena kalau begini akan dapat membuat platform strategi pengembangan brand Vario jadi terbengkalai karena kebanyakan produk. Lagi pula bukan berarti setelah dirongrong Lexi dan Aerox 155 menjadikan desain Vario itu tidak diterima kan selama ini? Jika saja AHM merilis data penjualan Vario terupdate akan terlihat bagaimana desain Vario tetap cukup diterima karena balance berada hampir di semua jenis fungsionalitas. Yap menurut TMCblog Honda sepertinya akan meneruskan platform desain dari Vario ke depan. Itu artinya baik next new Honda Vario 150 dan 125 akan tetap seperti platform bentuk model saat ini apa adanya, namun Honda HARUS memberikan update tambahan baik itu fitur dan teknologi.

Nah yang menarik adalah kira-kira fitur dan teknologi apa yang menarik dan bisa membuat Vario baru nanti lebih bernilai? Honda bisa saja ngikutin Yamaha misalnya dengan latah ikut ikut membenamkan fitur konektifitas atau menggunakan jalur strategi lain yang tidak ada di Lexi 125 dan Aerox 155 sembari tetap menaikan beberapa standar produknya mengikuti standar market di segmen ini yang memang mau tidak mau telah dikerek oleh Lexi dan Aerox 155.

Untuk nyamain agar tongkrongan Vario 125 dan Vario 160 nanti kira-kira bejaban dengan Lexi 125 dan Aerox 155. Paling tidak misalnya untuk Vario 160 misalnya, menurut TMCblog kudu pake ban belakang dengan lebar yang jangan tanggung-tanggung, sekalian saja beri velg ring 14 inci dengan lebar 3,5 inchi. Lalu biar terasa satu platform desain dengan produk Honda lainnya, palang velgnya disamain dengan motor motor sport misalnya seperti desain palang Y-shape yang dimiringin dikit.

Kalau Honda mau sedikit report dalam melakukan riset, mereka bisa cari tahu apakah yang lebih Prioritas dibutuhkan konsumen akan Vario 160. Apakah traction control, konektifitas dengan ponsel, ABS, atau mungkin malah sesuatu yang sangat mekanis sekali: REM belakang cakram! Jujur baik Lexi dan Aerox sampai versi terbarunya tidak menggunakan peranti pengereman ini, dan Honda bisa gunakan kesempatan ini untuk menjadi pionir di segmen ini. Untuk menghadirkan rem belakang cakram duluan ketimbang kompetitor.

TC dan konektifitas mobile memang keren dan canggih, namun sifatnya intangible. Lugasnya, orang kudu lihat secara mendalam, cek spek Googling, browsing dan terakhir nyobain terlebih dahulu baru minimal terlihat bahwa suatu produk sepeda motor itu menggunakannya. Tapi dengan kehadiran cakram rem belakang?? Nggak perlu penjelasan, lirik mata dikit ke roda belakang langsung ketahuan alias tangible object! Visual banget dan penampakannya sudah dengan secara hampir instan menunjukan bahwa Vario series kini telah memiliki kelebihan signifikan dari kompetitor. After all ini cuma opini doang, boleh diterima boleh nggak, disanggah juga boleh  . . silahkan dikunyah-kunyah.

Taufik of BuitenZorg | @tmblog

86 COMMENTS

    • Semua itu percuma kalo handling kurang baik,sebab mau maticnya gambot tapi kalo handlingnya kurang konsumen bakal kurang nyaman…..terus masalah terbesar H adalah di bagian cvt yaitu gredek yg sulit di hilangkan……kalopun nanti vario 160 bakalan brojol bakalan berimbas bukan hanya kompetitor tapi motor itu sendiri katakanlah market pcx & adv…..

      Guest
  1. Ga.. Ga yakin jg kalau lexi menggrogoti. Aerox? Mungkin lebih bergigi. Tapi membuat Vario160 buat dipepetkan aerox? Mending bikin sub lagi. Airbalde misal.. Imho

    Guest
  2. sebenarnya ga ad yg 160 pun, Vario masih akan tetap laku dibandingkan Aerox, krn merk Vario lebih dalam tertanam dibenak masyarakat dibandingkan Aerox, seperti halnya merk Nmax yg lebih dikenal masyarakat dibandingkan PCX,

    Guest
  3. Masuk akal jg sih mang,
    Dan misal yamaha telat reflek saat vario menyerang pasti bakal sempoyongan jg tu. Dan kebiasaan ini terjadi di yamaha sejak dipegang yimm
    Hal ini sangat menguntungkan ahm
    Diluar konteks soal isu kartel yang mereka lakukan

    Guest
    • Ahm meski sudah cakram tetap kalah pakem sama punya yamaha yang masih tromol bos, sudah jadi rahasia umum.
      Cakram ahm menang visual saja tapi fungsi kalah telak bos

      Guest
      • Wah belum tau dia tromol hondo bisa pakem banget. Tambah add on kerasukan air dulu tuh tromolnya. Sensasi suara sama pakemnya Beuuh…

        Guest
      • @ sudut, emang kalo cakram pasti lbh pakem dr tromol?
        Bukanya kelebihan cakram itu lbh mudah melepas panas ya? Jd cocok buat stop and go
        Kalo murni ngomongin pakem, tromol ga kalah, karrna secara umum luas bidang gesek lbh lebar…gitu ga sih om sudut?

        Guest
    • Bukannya rem belakang emang dibuat gak pakem ya? Kan cuma membantu rem depan, rem matic honda yg mesti dibenahi tu yg depan, kacau tu rem depan matic honda gak ada pakem2nya, gak tau deh yg pcx160 sama adv pakem gk rem depannya

      Guest
      • iya gan remnya matic amsyong semua pakai scoopy led remnya depan gak pakem harus jaga jarak kalau mepet2 pas macet, kalau untuk genre lain supra x sama cb uda lumayan remnya soallnya dual disk kalau matic hmm mending yamaha

        Guest
  4. Kalau bisa Vario 125 tetap dgn ukuran ban yg sekarang,tapi Vario 160 yg veleg-nya digedein dan shocknya dikasih tabung kanister sebagai diferensiasi yg sekali pandang pun udah langsung dikenali,jadi ada gengsi nya nanti pemilik yg 160 karena ga plek ketiplek beda mesin dan decal doang

    Guest
    • Vario 125 naek 1 ukuran jg masih oke.. Depan pake 90/80, belakang 100/90.
      Dan mungkin tenaga+torsi digedein lagi dikit agar tetep lincah dan gesit akselerasinya

      Guest
  5. Jangan lagi kelihatan kopong di area ban belakang dg spakbor, macam modif motor bebek era 2000an yg ban belakan dimajuin mentok

    Guest
  6. Menurut analisa saya…
    Vario125 dan vario150 tetep akan dijual beriringan dengan vario160 karena market vario160 nanti ditujukan buat cowok

    Guest
  7. Ikut komen ah…. Saya pernah punya aerox 155 dan sekarang vario 125. Jujur kelebihan vario cuma 2, irit dan mereknya honda. Vario baru 2000km sudah gredek parah. Di servis ke beres juga sama saja.

    Guest
  8. yang paling bernilai dari Vario adalah simplisitas nya, kemudahan akomodasinya, market gender nya lebih luas.. selama Lexi belum facelift dengan konfigurasi tangki pindah di bawah pijakan kaki, Vario tetap aman,

    Aerox jelas segmented! tidak perlu jadi tandingan, cukup tambah value dikit saja, Vario tetap laris,

    Guest
  9. Gen mesin pcx 160 kalau diturunkan ke vario 160 sudah bagus, hanya perlu big pulley depan dengan diameter sama dengan Old Nmax , spido sudah cukup seperti yg lama karena cukup bandel kena matahari dan dibawa ngeOJOL

    Guest
  10. Setuju kang! Gak usah lah ikutan pake fitur konek2an, gak perlu2 amat. Kalo cakram belakang, jelas keliatan signifikan updatenya. Keren plus safety

    Guest
  11. Kalau tengah ke belakang desainnya gk berubah, yaaa tetep sj secara desain dan modelnya masuk kelompok matic kelas capung. Bukan sport matic.

    Guest
  12. Cakram belakang? Setuju saja saya mah.. Mungkin ukuran body agak melar + panjang dikit, tapi bobot diusahain tetap agar PWR terjaga. Sama joknya… aduhh.. jgan keras2 lah..

    Guest
  13. Untuk ngelawan Vario yg dibongsorin ini, harusnya Yamaha segera upgrade Lexi125 jd Lexi 155 pake basis desain SMax. Meski cc kalah seencrit, tapi secara desain dia masuk matik maxi, kelasnya di atas Vario.

    Guest
    • percuma saja yamaha upgrade2 segala. kelemahan paling fatal yamaha itu komstirnya sering obrak dan riding stylenya tidak nyaman dipakai dalam durasi lama. dalam hal ini banyak ojol yg awalnya pakai yamaha lalu beralih ke honda.

      Guest
  14. Cakram belakang dan all veleg 14 , serius dengan 13inci jalan dibebatuan bikin sakit badan dan gak nyampe,cbs masih mumpuni,ya biar gak ngeganggu pcx,conek2? Optional sih

    Guest
      • lah honda kode errornya beda tapi penyakitnya ada juga seperti error 12 di yamaha, semua motor yang dinamo starternya jadi satu dengan koil generator pasti akan kena error sejenis 12 sejalan umur pakai

        Guest
    • maksa banget vario disamain sama aerox, kenapa ga disamain sama vespa, kan sama sama dek rata. yang satu motor warung tukang anter galon yang satunya lagi motor karyawan anter pizza

      Guest
      • woy bandingin motor itu lihat range harganya… vario sama aerox itu sekelas harganya… sama2 matic pula… kalau vespa udah jauh kemahalan…bedanya aerox sok sporty.. vario user friendly.. dek rata kok jadi patokan… mio 110 juga dek rata tapi bukan kelasnya…

        Guest
  15. lokalkan saja SH150I secara total baik kualitas maupun performa. kebiasaan pabrikan Jepang itu kalo melokalkan produksinya pasti terjadi down-grade kualitas.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.