TMCBLOG.com – KTM secara umum memang membuat banyak pabrikan peserta balapan MotoGP lain iri karena saat ini mulai terlihat bagaimana talenta talenta binaan mereka terus terusan ‘nyodok’ dan membuat talenta talenta senior mereka mau nggak mau harus terus memperbaiki performa mereka kalau nggak mau tergulung tsunami talenta junior.

Talenta junior dari KTM jelas-jelas bukan talenta yang kaleng-kaleng, boleh dibilang talenta terbaik di Moto3 yang akan naik ke Moto2 ada Pedro Acosta yang baru saja merengkuh gelar juara dunia di usia 17 tahun dan di Moto2 ada duo Remy Gardner dan Raul Fernandez yang salah satu diantara mereka berdua pasti akan jadi juara dunia Moto2 tahun ini. Lalu bagaimana ini sementara hanya ada 4 seat sementara ini di kelas primer untuk KTM.

Pada umumnya Pierer Mobility AG masih memiliki talenta luar biasa di kelas junior di mana selain Pedro Acosta ada Jaume Masia, Sergio Garcia, Deniz Oncü dan Ayumu Sasaki baik di bawah kontrak langsung atau bersama team-team satelit supported KTM. Mereka ini lah yang akan memberikan push di kelas MotoGP pada masa mendatang di mana ada empat  tempat di KTM MotoGP akan terasa kurang cukup. “Acosta mungkin akan membalap di Moto2 selama dua tahun sekarang,” kata Stefan Pierer, CEO Pierer Mobility AG dengan merek KTM, Husqvarna, GASGAS dan CF-MOto. “Dia masih muda. Dan saya pikir ada potensi masalah saat memiliki terlalu banyak talenta di bawah kontrak. Namun ketika seluruh program junior kami mulai bekerja, bisa terjadi bahwa setelah Moto2 kami mengalami kemacetan dalam perjalanan ke MotoGP, itu betul sekali.”

Salah satu solusi yang sedang diwacanakan untuk semaksimal mungkin bisa menampung talenta yang telah mereka pupuk adalah dengan membuat satu lagi team di MotoGP. Sekarang kami sedang merencanakan tim GASGAS Moto2 baru dengan Aspar Martinez. Kita bahkan bisa naik ke MotoGP suatu hari nanti dengan merk ini. Itu akan menjadi sebuah solusi. Tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi dalam dua tahun, tetap saja: Never say never.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

22 COMMENTS

  1. Mau sebagus apapun pembibitan suatu pabrikan, kalo performa motor di kelas puncaknya letoy, ujung-ujungnya pabrikan sebelah yang manen.

    Guest
  2. halah talenta talenta.. tim ketiga..

    motornya dibenerin dlu, motor blm becus sdh mw bikin tim ketiga, ntar bukannya perform malah rongsok berjamaah pembalapnya semusim

    Guest
    • apalagi sekarang Honda haus talenta muda, tinggal tunggu tanggal mainnya aja nih, pasti ada salah satu yg tergoda ke sana,,

      Guest
  3. Selama sasis rucika nya belum bisa perform stabil disemua trek mau timnya selusin kalo pembalapnya udah muak dan pengen pindah ke motor yg menjanjikan kompetitif,mau bilang apa?

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.