TMCBLOG.com – Baru kejadian kali ini, seorang pembalap yang beberapa jam sebelumnya baru menyelesaikan lap terakhirnya membalap di kelas Grand Prix dan finish di posisi 10 untuk selanjutnya pensiun, langsung didaulat oleh MotoGP sebagai legenda MotoGP (MotoGP Legend). Ini baru kejadian untuk nama sebesar Valentino Rossi, juara Grand Prix 9 kali dan bahkan peresmiannya sendiri diseting sebagai sebuah kejutan buat calon ayah berusia 42 tahun tersebut.Tanggal Terakhir Race Valentino Rossi ( 14 November 21 ) jika dijumlahkan adalah nomor startnya selama ini #GrazieVale : 14 + 11 + 21 = 46

CEO Dorna Carmelo Ezpeleta mempersembahkan trofi Legenda MotoGP™ kepada Valentino Rossi di atas panggung yang merayakan sejarah 26 musim yang dibuatnya dan menghasilkan catatan sembilan kali gelar juara dunia, 115 kemenangan, dan 235 podium lintas kelas.

Valentino Rossi bergabung dengan daftar panjang pemain hebat yang telah masuk list sebagai MotoGP Legend yang mencakup; Giacomo Agostini, Mick Doohan, Geoff Duke, Wayne Gardner, Mike Hailwood, Daijiro Kato, Eddie Lawson, Anton Mang, Angel Nieto, Wayne Rainey, Phil Read, Jim Redman, Kenny Roberts, Jarno Saarinen, Kevin Schwantz, Barry Sheene, Marco Simoncelli, Freddie Spencer, Casey Stoner, John Surtees, Carlo Ubbiali, Alex Crivillé, Franco Uncini, Marco Lucchinelli, Randy Mamola, Kork Ballington, Dani Pedrosa, Stefan Dörflinger , Jorge ‘Aspar’ Martinez dan mendiang Nicky Hayden.

Valentino Rossi, Legenda MotoGP™: “Saya selalu menganggap hari ini seperti mimpi buruk, karena ini adalah akhir dari karir yang panjang dan saya pikir itu akan terjadi di Valencia tetapi pada akhirnya saya sangat menikmatinya jadi saya harus berterima kasih kepada semua orang, semua orang yang telah bekerja dengan saya, seluruh paddock, para pembalap lain.t Iu adalah hari yang tak terlupakan dan saya menikmatinya. Itu adalah karir yang panjang, dan selalu menyenangkan.”

Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports: “Satu-satunya hal yang bisa saya katakan kepada Vale adalah terima kasih banyak. Sungguh luar biasa sejak 1997 di Malaysia, kami melihat seorang pria melakukan balapan yang fantastis tetapi juga sangat istimewa karena banyak alasan. Kami mulai berbicara dengannya dan sejak saat itu, semua yang telah kami lakukan bersama, dengan semua orang yang bekerja di MotoGP, itu luar biasa.”

“Pertama-tama Valentino telah menjadi pembalap yang luar biasa, bahkan kemarin, pada usia 42, dia hanya [berbeda] sepersepuluh detik dari Fabio. Tetapi juga kepribadiannya, situasi yang dia bantu untuk kami ciptakan, Komisi Keselamatan, itu adalah sesuatu yang sangat istimewa. kata-kata yang bisa saya katakan. Grazie, Valentino!”

67 COMMENTS

  1. Wak mending bahas Marshall, berapa per post, terus berapa juru angkat motor, juru kibas, medevac, mobile crane

    Yang baru keliatan di Mandalika itu juru kibas kibas bendera doang, sementara juru angkat motor aja gak keliatan saat FP dan kualifikasi

    Guest
  2. Respect VR46,
    Sekarang dia punya penerus, salah satu kandidat terkuat menjadi juara dunia tahun depan.
    Bagnaia yg bukan hanya muridnya tapi sekarang juga jadi muridnya Stoner.wkwk

    Guest
    • Mungkin tidak. Tp banyak pembalap yang ogah memakai nomor 46 karena seperti merasa terbebani oleh prestasi yang pernah diraih Vale

      Guest
  3. sepak terjangnya gua ikutin nih. sampe disebut gila gua pas Rossi menang tahun 2004 Krn Crazy overtake nya VS Gibernau.
    jadi Inget film Cars3. mirip2 di mana murid2nya kini pegang estafet, bedanya pak tua Hudson masih hidup dan di kubu Storm (Mick Doohan), dan Stormnya sendiri terpuruk duluan sebelum munculnya sang murid (Marq). hehe

    Guest
    • Versus biagi, gibernau, cs27..
      Masa jayanya vr46.
      Bener2 merubah muka dari pagelaran moto gp..
      Hampir semua orang pengen nonton rossi,,bukan nonton moto gp

      Guest
    • rossi di usia yg ke-39 masih nyantol di peringkat 3 klasemen akhir motogp. usia 40 masih nangkring di posisi 7 klasemen akhir. 41-42 itu udah over bgt untuk pembalap motogp dan masih bisa finish top ten di seri terakhir karirnya, even dia masih bisa balap aja udah lebih dari cukup. better lah daripada pebalap yg stress gabisa kompetitif dan akhirnya milih pensiun dini.

      Guest
  4. Ezpelata sudah tua juga Wak,
    Jadi ya pengen segera kasih gelar legend, keburu gak kuat berdiri.

    Tp VR46 emang layak disambut kayak gini.
    Saya nonton dari tahun 2002.

    Mau dihina kayak apa, perjalanan karier nya ya emang jauh sangat oke,

    Gracias Vale

    Guest
  5. knp Lord Hohe belum jadi MotoGP legend ya ?? padahal doi termasuk fantastic 4 nya MotoGP, juga pernah ngalahin Marc di kondisi terbaiknya,,

    Guest
  6. Setidaknya rossi balapan penuh daya juang tadi malam, bukan seperti keinginan sebagian orang, semua pebalap ngalah untuk rossi lewati
    ?

    Guest
  7. Sedih campur bahagia
    Sedih karena tidak ada lagi nama legenda disana dengan nomor start 46
    Bahagia karena siapa sih fans yang mau loat jagoannya di belakang terus ?

    Apalagi sekelas Rossi yg bawa nama MotoGP
    Kalo mau flashback gak kerasa banget sih dari ane masih gak tau dan tertarik dunia otomotif sampe jd penggila MotoGP kalo gak liat rasanya sedih banget

    Dari sekedar anak SD sampe punya momongan masih ikutin karirnya meskipun di akhir karir banyak cemooh dan yah udah mulai tumpul
    Tapi dalam hati bisa liat Rossi main aja udah seneng, bisa liat finish aja udah seneng

    Tapi cukup bukan hanya untuk sekedar meraih poin
    Terimakasih Vale, tanpamu mungkin MotoGP tak akan setenar skrg bahkan dibandingkan WSBK dan Jonathan Rea nya
    Eh tp skrg F1 mulai seru ding, sejak ada Mark Versttapen vs Hamilton

    Cmiiw

    Guest
    • motogp sudah terkenal dan lebih terkenal dibanding kejuaraan motor lain, karena ini balapan motor prototype, jauh sejak dulu sebelum vale ada, hanya saja dulu belum era online.

      Guest
  8. di MotoGP Valencia kemaren gw ngerasa udah aga beda banget auranya. semoga tahun depan akan menarik. hope MM segera pulih. M1 lebih baik biar bisa ngejabanin Ducati. Suzuki juga moga lebih ganas.

    Pokonya VR46 forever.

    Untungnya kesedihan berakhirnya MotoGP tahun ini sedikit tertutupi F1 yg lagi seru banget.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.