TMCBLOG.com – Raul Fernandez mulai hari Kamis kemarin sudah bergabung kembali dengan teammatenya yang juga juara dunia Moto2 2021 -Remy Gardner- di Team Tech3 KTM pada sesi test resmi Jerez. Saat melakukan interview dengan Motorsport Spanyol, Raul secara blak-blakan mengungkapkan penyebab gagalnya Ia meraih gelar juara dunia Moto2 di musim 2021 yang baru saja rampung ini.

Sebagai pembuka, Raul mengatakan bahwa menurutnya, Ia lebih pantas meraih gelar juara dunia di kelas intermediate tahun ini. “Jelas bahwa saya belum menjadi juara, tetapi secara moral ada di kepala saya bahwa saya telah mencapai sesuatu yang membutuhkan banyak biaya.”

“Masalah yang kami miliki adalah : seluruh tim saya – dan ketika saya mengatakan tim saya, maksud saya adalah mekanik saya, di mana saya sangat beruntung menemukan grup khusus seperti ini -tidak berpengalaman dan tidak ada yang tahu bagaimana membimbing kami.”

“Dan itulah mengapa hari ini kami tidak memiliki mahkota juara, tetapi secara moral telah dibuktikan dengan hasil bahwa saya adalah pembalap terkuat, dengan lebih banyak kemenangan, pole, lap tercepat… “

“Remy adalah sang juara, dia telah mencetak lebih banyak poin, tetapi sebenarnya dengan kecepatan yang kami miliki dan menjadi [bagaikan] ikan yang berenang melawan arus, jujur ​​saya merasa [menjadi] juara secara moral.”

Ketika ditekan tentang apa yang ia maksud tentang “tidak dibimbing dengan benar”, Raul Fernandez menambahkan: “Sangat mudah untuk menjawab, Kami tidak memiliki tangan yang membimbing kita, tangan untuk memberi tahu kita untuk menjadi hati-hati, seperti anak kecil sebelum mereka tersandung batu.”

“Seorang figur yang dapat membimbing kami dan membuka jalan bagi kami, sosok yang ingin membantu kami menang, bukan sosok yang meletakkan kerikil dan rintangan di jalan kita sehingga kita tidak berhasil, itu kuncinya.” Lalu Raul sedikit memberikan opininya terhadap gelar yang diraih oleh Gardner. “Sangat menyenangkan berbicara tentang menjadi juara ketika Anda sudah berada di kategori selama enam tahun dan mengatakan ‘ bahwa saya lebih pintar’. “

“Tidak, kamu tidak lebih pintar, kamu adalah orang yang jalanmu paling sedikit dihalangi.” Begitu Raul menambahkan tanpa mau menjelaskan bahwa diksi ‘Kamu’ yang menurut TMCBlog sangat merujuk pada sosok Remy Gardner. Dan ketika ditanya apakah “kerikil” hambatan itu ditempatkan di jalannya oleh tim (sabotase tim), dia berkata: “Siapa saja dapat memahaminya sesuka mereka, tetapi kami mengetahuinya. Itu membuat kami berkeringat dan meneteskan air mata. Pada akhirnya semua orang mengerti apa yang mereka inginkan dan saya tidak akan membahas detail apa yang terjadi.” Weleh,.. asli panas ini sih . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

47 COMMENTS

    • Kalau masih dikerjain tim sendiri tahun depan pindah yamaha gantiin dovi atau binder. Ga enak punya tim mate super. Tanya MV, kamu harus sekuat JL yang cuek dan bisa membuktikan dilapangan.

      Guest
  1. Mungkin harus lebih banyak belajar sama markes kalo mau bikin statement.bagaimana memelihara keharmonisan dan kebersamaan tim.cukup dibuktikan di sirkuit aja.

    Guest
  2. Lihat gaya bawa KTM pas tes Jerez ini ko mirip mirip Lorenzo..
    Yamaha harus sekuat tenaga meraih dia di masa depan. Sepertinya Cucok dengan M1

    Guest
  3. waduh ini harusnya jangan sampe keluar dari mulut lah kalau udah jelas satu tim.

    mungkin talenta Raul emang tokcer, tapi ga salah juga misal tim pingin Remy yang jurdun.

    dari kata2nya tersirat jelas bahwa dia sengaja dihalangi agar tidak jurdun. padahal ya yang jurdun rekan setim.

    not a good idea Raul

    Guest
  4. Meski hal itu ada dalam kepalanya,tapi mestinya ga perlu di publish. Karena hanya akan memperburuk citranya.
    Grand prix memang akumulasi poin. Itu semua sejak awal sudah tahu. Grand prix bukan siapa yang sering podium 1,tapi keesokan harinya DNF!

    Guest
  5. Oh, maksud dia gelar Remy itu settingan tim ya, dia dikasih kru amatiran supaya gagal jurdun, gitu? The next king of microphone, nice.

    Guest
  6. Waktu melihat muka ny rada mirip, dlam hati sya bergumam “cukup muka saja yg mirip, kepribadian/sifat jangan”,,, ehh tau2nya………….

    Guest
  7. Dia berada di tim top moto2 dan dia merasa dianaktirikan. Kayaknya semua yg komen sejauh ini kompak meragukan mental juara si Raul ini.

    Guest
  8. Orang dia yg blunder dlosor sendiri kok nyalahin tim kasih kerikil atau nyalahin rival,
    Kalo dia udah di trek ya cuma ada dia dan motor dia,tim udah ga bisa terlalu ikut campur,clash dgn pembalap lain juga kagak

    Kalo gini suasana dalam tim jg jadi keruh,pesimis dia bs berkembang di tech3 karena banyak pikiran ini dan itu

    Guest
    • ga gitu, sizuka sukses ditangan manager nya yg ngabur k F1, ya karena si manager melakukan yg kyk diminta raul k Mir n Rins, udah gitu level pabrikannya juga disaat genting bukannya bikin nyaman si raul mlh bikin riweuh soal adiknya. nasi dah jadi bubur, jgn sampe ni bocah kyk vinales ????

      Guest
      • Yah kalo saya setuju mateo sih.. harusnya si raul ini masih ditaruh di tim Moto2.. biarkan dia matang secara mental..
        Belum mateng di moto3, taruh moto2, moto2 harusnya dia tanpa tekanan, karena statusnya rookie. Eh dipaksa ke motogp.. di satelit lagi ??

        Guest
  9. ini yg lagi rame di jagat per meme-an MotoGP,
    moral champion Raul Fernandez, ?
    Pake ngerasa di sabotase tim lagi , duh Raul..raul..
    apakah bakal menjadi Lorenzo jilid 2 ? atau malah Vinales jilid 2 ? we’ll see,,
    meskipun gitu emg tak dpt dipungkiri dia punya rekor tersendiri di kelas Moto2, rekor juara Marc yg bertahun-tahun bertahan akhirnya disalip olehnya,

    Guest
  10. Berani bilang begitu karena menjadi pihak yg dibutuhkan, faktanya ktm yg mati2an pengen ngontrak Raul, bukan sebaliknya..

    Guest
  11. Ini anak bakat emang oke tapi kepala mendidih tunjuk sana sini mulu. Terlalu meledak2 itu ga bagus. Udah terbukti yg gagalin dirinya juara dunia ya dirinya sendiri, baru test pramusim udah tebar psywar dia pikir dia Rossi? 0adahal titel moto2 aja gagal dia raih.

    Guest
    • Menurut gw langkah KTM keluarin Casillas dan paksa ini rider naik kelas udah salah, di tes pramusim aja langsung keliatan watak aslinya yg suka salahin sana sini. Udah bener geser Petrucci dan naikin Gardner, tapi keputusan copot Casillas dan maksa naik si Rahul ini kayanya keputusan yg salah.

      Guest
  12. Wajar sih Raul meledak, namanya juga darah muda dan mungkin dia pengen setahun lagi di moto 2 buat dapet titel dulu, eh malah dipaksa naik kelas. Komentator kenapa malah pada nyibirin nih anak dah, kayak gak pernah muda aja ?

    Guest
  13. Raul udah berasa hotshot, udah enak dinaikin kelas eh nepotisme minta kursi lagi buat adeknya

    Jurdun dulu minimal sekali baru besar kepala, simbah aja naekin adeknya udah jurdun 9 kali

    Lorenzo gaweanne misuh2 tapi terbukti tiap kelas jurdun

    Guest
  14. Kayaknya orang ini punya jalan pikiran lebih baik stay di moto2 dlu kali aja bisa jurdun tahun berikutnya abis itu naik ke motogp ketimbang nasibnya kaya marini yg ngampas di motogp walopun nyandang status runner up di moto2.
    Intinya masih penasaran & mikir gw harusnya bisa juara di moto2

    Guest
  15. Kalah ya tetep kalah
    Rasah kakean alesan
    silahkan alibi gelar juara seri terbanyak, tapi apesmiu juga banyak, ya liat aja Joan mir hanya 1x juara seri bisa juara dunia

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.