tmcblog.com – Era baru akan dimulai untuk FIM CEV Repsol pada tahun 2022. Saat kompetisi memasuki tahun ke-25, seri ini secara resmi akan berganti nama dan akan dikenal sebagai FIM JuniorGP, Ini Juga merupakan sebuah pengakuan Bahwa gelaran ini jelas statusnya sebagai pijakan tangga terakhir para pembalap kadet dari Proyek Road to MotoGP

Mengenai kelas yang akan dinaunginya masih belum ada perubahan sob ; FIM Moto3 JWCh, Hawkers European Talent Cup dan Moto2 European Championship, termasuk kategori Superstock 600 yap 4 kategori ini akan tetap di bawah payung FIM JuniorGP.

Secara umum Selama hampir seperempat abad, CEV Repsol telah memainkan peran kunci dalam pengembangan pembalap pembalap hebat di Grand Prix termasuk Juara Dunia delapan kali Marc Marquez (Tim Repsol Honda), Juara MotoGP 2020 Joan Mir (Tim Suzuki Ecstar) dan yang baru dinobatkan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP)-  Juara Dunia MotoGP pertama dari Prancis. Lebih dari 80% pebalap di paddock Grand Prix saat ini Berasal dari seri Ini , dan Bahkan lebih dari 90% Pembalap Moto3 berasal dari CEV Repsol.

Mr Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports: “Kami sangat bangga mengumumkan FIM JuniorGP dan awal dari era baru ini. Rekam jejak Kejuaraan berbicara untuk dirinya sendiri, dengan jumlah pebalap yang luar biasa di paddock MotoGP yang berlomba di sini dalam perjalanan mereka menuju puncak. FIM JuniorGP adalah nama yang sempurna untuk seri ini sebagai langkah terakhir di Jalan Menuju MotoGP dan saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan saat kompetisi mencapai tonggak sejarah 25 tahun. Kami menantikan lebih banyak lagi saat era FIM JuniorGP dimulai.”

14 COMMENTS

  1. Tanda-tanda Repsol mulai meninggalkan dunia balap sbg etalase berjalan mereka. Nama ajangnya jadi juniorgp, jadi inget jaman dulu ada european GP/european championship, balapnya kaya gp tapi cuma ampe kelas 250cc, keliling Eropa dari Inggris ampe Italia, dari daratan mediteran ampe nordik. Skrg juniorgp cuma di Spanyol, makin nunjukin bahwa GP adalah kejuaraan Spanyol open. Kalo aja bukan permintaan pabrikan/sponsor, ga bakal ada pembalap Jepang, Afsel, Portugal, Prancis di GP, mayoritas pasti pembalap Spanyol. Harus diakui mulai dari penyelenggaraan ampe stok atletnya, Spanyol yg terdepan.

    Guest
    • well semua itu krn kultur roda dua di Spanyol itu besar bgt, dibawah sepakbola yg no.1,,
      kultur roda dua yg besar dan environment yg mendukung membuat para orang tua lebih tertarik utk menempatkan anaknya ke motor2 balap sejak usia belia (ini ga ada di negara lain, makanya banyak para calon rider muda dari negara lain pada pindah ke Spanyol) krn banyak anak2 yg balapan motor sejak dini membuat kompetisi semakin banyak dan ujung2nya skill anak2 Spanyol lebih siap dan terasah sejak dini. Lebih banyak balapan sejak usia dini maka semakin membuat sistem pembibitan lebih matang dan berkembang sebagai langkah awal menuju Grand prix.

      juga kultur yg gede otomatis fansnya juga massive, dan fans massive potensi advertising juga gede, dan para sponsor yg melihat ini akan membaca keinginan para fans, fans Spanyol otomatis ingin melihat rider Spanyol bertanding, maka dari itu para sponsor lebih mengintensifkan dana mereka ke rider2 Spanyol, makanya rider Spanyol terkenal lebih mudah dapet sponsor sejak awal karir.
      semua hal di atas juga berlaku utk Italia yg punya kultur roda dua yg besar.
      jadi jangan heran kalo MotoGP, Moto2, dan Moto3 didominasi rider Spanyol dan Itali.
      mereka udah invest banyak bgt disana.

      Guest
      • Dalam 10 taon terakhir motogp didominasi Spanyol, cuma Quartararo dan Stoner yg non Spanyol, itu jg mereka sempet ke Spanyol sebelum ke gp dunia. Kejayaan Italia itu cuma cerita masa lalu jaman Rossi, Biaggi, Melandri jawara dikelas masing2. Skrg pembalap Italia mentok2 cuma runner up di motogp, di kelas kecil mungkin juara tapi begitu naik kelas memble.

        Guest
        • nah, emg iya, Itali sekarang masih tertinggal dr Spanyol utk soal bakat rider, meskipun sama2 maju pembibitannya,
          mungkin budaya sepeda motor Spanyol mulai tumbuh di 90an akhir, makanya baru sekarang muncul rider2 Spanyol yg berbakat, berbanding terbalik dgn Inggris yg makin tenggelam padahal dulunya para rider British mendominasi grand prix di 50’s-70’s, dan Yankee di 80’s sekarang ngilang,,
          untungnya Dorna dan FIM mulai ada usaha buat berbagai kejuaraan regional diluar Spanyol sbg pembibitan ke MotoGP,, ada FIM mini GP, ATC, TTC, NTC, BTC, RRC, coming soon ada NATC,
          berharap bbrp tahun kedepan kita bisa liat hasilnya kyk gmn,,

          Guest
        • dan yg paling penting sponsor harus ada,, krn percuma bakat bagus tapi sponsor ga ada, bakalan susah bersaing sama Spanyol dan Itali

          Guest
  2. Kalo cuma andalkan ahrt bakal sulit ke cev moto3 beda dgn malaysia dan australia yg berani ikut di etc untuk sejak dini cucukan sama pembalap eropa..

    2023 sepertinya ahrt mesti bikin tim di etc karna untuk ikut jwcmoto3 mesti umur 16 sedangkan rbrc 15 jadi untuk isi kekosongan rbrc mesti ke etc karna talenta seperti veda,reykat,chessy harus menunggu 2024 rbrc dan 2025 wjcmoto3

    Guest
    • Yah abis kalo di indonesia gak ngandalin pabrikan susah, siapa yang mau diharapkan ?
      Pengusaha yg terkenal gila balap ? Pernah baca artikel disalah 1 media katanya pernah ditawarin sponsorin tim moto2 dan moto3 gresini. Cuma jawabannya sangat memperhatikan yang namanya bisnis. Kalo saya sponsor apa yang saya dapat ? Mending sponsorin event dalam negeri.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.