TMCBLOG.com – Mulai 2024 kita akan sama-sama mamasuki era baru MotoGP yang akan secara bertahap beralih ke bahan bakar berkelanjutan. Pengejawantahan sementara adalah masih tetap menggunakan mesin bakar oto (ICE) namun sisi bahan bakar hidrokarbonnya saja yang akan dialihkan tidak lagi menggunakan BBM berbasis fosil. FIM, IRTA, MSMA, Dorna, dan semua pemangku kepentingan berkomitmen untuk menciptakan olahraga dan masa depan yang lebih berkelanjutan, mulai dari merancang dan mengurangi jejak karbon dari setiap acara dan aspek olahraga balap ini dengan solusi inovatif.

MotoGP mulai 24 November 2021 telah menetapkan tujuan baru untuk meningkatkan pengguanan bahan bakar berkelanjutan dengan step-step sebagai berikut :

  • Pada tahun 2024, bahan bakar di semua kelas MotoGP minimal 40% berasal dari non-fosil
  • Pada tahun 2027, bahan bakar di semua kelas MotoGP akan 100% berasal dari non-fosil

Sistem pasokannya masih tetap bukan single supplier, MotoGP adalah platform di mana bahan bakar ini akan terus dikembangkan dan diuji, dengan setiap pabrikan kelas utama bekerja sama dengan pemasok mereka untuk mengembangkan bahan bakar mereka sendiri, namun speknya masih tetap akan sama dengan yang sudah berjalan sampai saat ini (cek daftar di bawah ini).

Pengembangan berbagai bahan bakar akan memastikan bahwa teknologi dan pengetahuan akan menjangkau konsumen sepeda motor. Upaya ini diharapkan menjadi stimulus untuk produsen BBM untuk berkompetisi diantara mereka dalam menciptakan pilihan bahan bakar  berkelanjutan yang memiliki performa tak tertandingi yang dapat dikembangkan oleh mereka.

Kelas Moto2 dan Moto3 akan terus dipasok oleh satu penyedia bahan bakar dan juga akan memperkenalkan bahan bakar yang berkelanjutan mulai tahun 2024. Kedua kelas akan menggunakan 100% bahan bakar berkelanjutan tahun 2027, bersama dengan kelas MotoGP.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

52 COMMENTS

  1. kira2 apa ya ?? ethanol ?? katanya dari bahan2 sampah juga,, mungkin bensin yg bener2 baru yg belum pernah ada sebelumnya ? adakah kemungkinan pake sawit ?

    Guest
    • Kemungkinan besar dari minyak sawit, kelapa, jagung, beras, jarak ato apapun itu dari tumbuhan kemudian ditambah etanol. Karena ini nonfosil jadi jelas pasti maksudnya bukan berasal dari minyak bumi/crude oil, ga kaya oli sintetis yg bahan utamanya tetep aja crude oil tapi ada perlakuan kimiawi utk bikin dia lebih maksimal makanya disebut sintetis, ada perlakuan buatan. Kalo tanya ke jurnalis luar negeri yg suka nyinyir pasti bakal bilang minyak sawit pembuatannya lebih ga ramah lingkungan, boros air, mahal dll tapi kalo kita liat sejarah, Jepang aja ampe tanam biji jarak buat pelumas dibanding susah2 ekstrak crude oil, yg artinya minyak nonfosil sebenernya ga serumit di twit salah satu jurnalis itu.

      Guest
      • Apakah setingan mesin buat bbm fosil sm non fosil itu beda ya bro? Smisal rasio kompresi mesin mesin nanti bakalan naik apa turun ya?

        Guest
        • Pasti beda, contohnya pesawat piston dulu full dari olahan crude oil begitu diganti mix etanol bilangan oktan emg bisa dibikin mirip, tapi settingan rasio kompresi, pengkabutan, timing, perlu penyesuaian. Apalagi full non fosil. Lagipula jangan terlalu jauh dulu bandingin bbm fosil dan nonfosil, beda antara racing fuel oktan 102 ama 98 ato 95 aja harus direset itu pengapian. Jadi ya pasti beda settingannya. Rasio kompresi cuma 1 variabel dari banyak variabel lain yg butuh disesuaikan.

          Guest
      • buset variable pembukaan lahan dan monokultur ga dimasukin? penghisapan zat hara tanah oleh sawit ga dimasukin?
        punya data carbon foot print dari minyak fosil, jarak, dan sawit dari awal sampe akhir?
        bukan masalah rumit atau nggaknya. tapi komparasi kuantitatif jejak karbonnya.

        Guest
        • Buset emang sumbernya harus banget dari sawit? Sawit ditanem karena alasan food grade, utk bahan bakar ga harus food grade kaya sawit. Masih banyak komoditi/pertanian lain yg lebih ramah lingkungan daripada sawit. Itu gw tulis banyak contoh sumber minyak dari tumbuhan yg lu tangkep sawitya doang. Lagipula, sebelum terlalu jauh bahas sawit, pertanyaan paling mendasar adalah apa industri bbm fosil lebih ramah lingkungan dari sawit?

          Guest
        • Sebenernya kalo mau agak saintifik ada banyak jurnal penelitian tentang minyak dari tumbuhan mulai dari studi stabilitas termal, stabilitas oksidasi, oksigen terlarut, dst. Lu mau cari penelitian di sisi agrukultur juga banyak. Tinggal lu mau cari apa kagak, selebihnya biarkan engineer perusahaan minyak dunia cari bahan terbaik dan ramu ampe jadi bahan bakar siap pake. Kita ga perlu susah2 ikutan mikir karena bukan ahlinya. Dan komparasi karbon print itu cuma variabel kecil utk menentukan ramah tidaknya ke lingkungan dan rumit tidaknya prosesnya ampe ke produk jadi, yg semuanya bakal dirangkum menjadi biaya produksi.

          Guest
        • persentase pembukaan lahan sawit vs grapeseed vs sunflower oil jika dibandingkan apa yang elu dapet per liternya gedean mana sampai saat ini?

          Guest
  2. entar ada yg tiba tiba meledak mesinnya tiap seri balapan,dan akhirnya balik ke bahan bakar fosil karena dirasa lebih aman

    Kayak strategi allinol 😅

    Guest
      • pabrikan sepeda motor lah BMW, Kawasaki, TVS mungkin, mumpung ada pergantian regulasi tentunya soal mesin harus riset ulang hampir dari 0, jadi kesempatan buat pabrikan yang mau turun untuk memanfaatkan perubahan regulasi ini jadi developmentnya nggak terlalu ketinggalan…

        Guest
        • Ga riset ulang dari nol kok, kalo berkaca ke dunia penerbangan terutama pesawat mesin piston ketika beralih dari bensol full fosil ke campuran etanol, cuma butuh penyesuaian bukan riset dari nol. kecuali perubahan regulasi kapasitas mesin ato jumlah maksimal silinder dikurangin, itu baru wajib riset dari nol.

          Guest
    • Justru bahan bakar itu sebaiknya *tidak mudah* terbakar. Karena harus ada kompresi udara tinggi dan pemantik yang meledakkan bahan bakar tersebut. Kalo mudah / cepet terbakar malah jadi sia-sia om.

      Guest
      • jawaban ini sedikit mencerahkan pertanyaan saya soal perbedaan karakteristik pertamax, pertamax turbo. saya merasa pertamax turbo itu seperti lebih oili atau agak kental sedikit. tidak seencer pertamax apa lagi pertalite.. mungkin ini yg di maksud biar ga mudah terbakar, dan butuh kompresi tinggi.. karna memang cocok klo dipikir2. motor saya satria f150 karbu. klo pake pertamax turbo, itu raungan mesin ga se enteng pake pertamax. berasa lebih berat aja pake pertamax turbo..
        ga tau seh apa cuma feeling aja

        Guest
  3. Salah satu hal yang harus digebrak adalah desain motor saat ini.
    Dorna dan Semar harus berani mengubah minimum dimensi untuk motor sehingga desain motor balap bisa lebih aerodinamis dan lebih futiristik.
    Macam di film film masa depan yang klean pernah tonton

    Guest
  4. Padahal minyak bumi masih banyak ya..jadi end of story nya fossil fuel ni ga kaya pas dlu kita diajarin jaman sekolah ya..dlu diceritakan minyak bumi akan habis.
    Faktanya harga minyak masih murah yg menunjukkan “stok” masih banyak..tp akan ditinggalkan karena concern lingkungan menyeruak lebih cepat.
    Selain sisi bahan bakarnya sendiri, sisi mesin kayanya lumayan tantangan banget ini ya..harus benar2 brand new design engine karena titik suhu bakar, efisiensi dll pasti beda banget sma fossil fuel.

    Guest
    • Kalo yg gw rangkum setelah baca2 dari beberapa sumber sih alasan utamanya adalah hasil pembakarannya. Hasil pembakaran minyak fosil pada dasarnya lebih merusak atmosfir dibanding minyak non fosil katakan minyak nabati (krn berasal dari tumbuhan). Karena kendaraan elektrik masih jauh dan merupakan rencana jangka panjang, solusi untuk mengatasi pencemaran jangka pendek yg bisa segera dilakuin adalah dgn beralih ke bahan bakar yg polusinya lebih aman dalam tanda kutip bagi lingkungan.

      Guest
      • Setau q Bukankah semua hasil pembakaran hasilnya tetep sama karbon y kang,,namanya aj dibakar, bukankah yg disorot harusnya kendaraan solar,bueh asapnya

        Guest
  5. Minyak jarak, atau mungkin ga ya biji kopi bisa diekstrak jadi bbm ? Jadi yang ngga kepake bisa dikasih ke barista buat bikin kopi, hehehe.

    Btw minyak bumi itu bahan dasarnya hidrokarbon dan itu melimpah di alam. Kalau hasil pembakaran minyak bumi dibilang penyumbang polusi, sebenernya penebangan liar arau pembakaran hutan buat bangun suatu fasilitas lebih berbahaya lagi. Soalnya pohon itu bisa menetralisir polutan karbon. Nggak ada pohon ya karbon bergentayangan ke mana-mana.

    Just my wild opinion.

    Guest
  6. Pake bbm non fosil 100% ? Jadi setiap pabrikan motor harus riset mesin untuk tahun 2027 mulai dari sekarang.. Dan itu pasti membutuhkan invest yg besar. Masih penelitian ulang tentang bbm non fosil 100%. Gimana nnti reaksi mesin, Getaran mesin, gas buang yg dihasilkan, peforma mesin saat di gunakan dalam ajang balap dan ketahanan.. Kalau bisa sih 70% Ethanol 30% bbm.

    Guest
  7. sebenarnya apa bedanya ya bahan bakar dari fosil (minyak bumi) dengan dari tanaman? sama sama dibakar menghasilkan CO2. kemudian dari tanaman juga harus ditanam dimana lahannya ya dulunya berasal dari hutan, sama sama merusak lingkungan juga, apalagi kalau pembukaan lahan pakai bakar lahan

    Guest
  8. nilai positifnya,
    dengan hasil riset BBM non fosil di MotoGP, kalau hasilnya bagus,
    setidaknya ada kemungkinan untuk diproduksi massal, jadi ada harapan untuk masa depan mesin2 I.C.E. biar gak langsung punah kalau nantinya ternyata minyak bumi beneran habis.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.