TMCBLOG.com – Walaupun DWO dan FIM secara umum belum merilis secara resmi lembaran regulasi baru kelas World Supersport yang akan dimulai tahun 2022, namun semua kita sudah tahu bahwa tahun depan regulasi akan berubah signifikan membuat lebih banyak varian motor kompetitor hadir di gelaran ini selain Yamaha, Kawasaki dan MV-Agusta.

Yap, tahun depan kubikasi motor akan jauh lebih beragam karena fleksibilitas dari angka kubikasi mesin motor yang dilombakan sampai bisa memperbolehkan Ducati Panigale V2 yang dapur pacunya hampir menyentuh 1000 cc untuk ikutan balap di kategori ini. Bahkan MV Agusta sendiri tidak akan lagi menggunakan mesin 675 tripistoni mereka, melainkan mulai musim depan menggantinya dengan mesin 800 cc tripistoni daei F800 yang akan dipakai. Belum lagi rumor perihal Kawasaki yang akan memakai Ninja ZX6R 636 cc, bukan lagi yang 600 cc.

Dengan Fleksibilitas ini, paling tidak terlihat banyak racing team yang memilih menggunakan mesin dua silinder V dari Panigale untuk membalap di World Supersport tahun depan. Bagi Ducati selain team factory-support Aruba.it terlihat ada Barni Racing, CM Ducati dan AltoGO Ducati. Dan team yang memakai mesin Kawasaki pun terpantau juga bertambah jumlahnya.

Tercatat ada MTM Kawasaki, Pucetti Kawasaki, MotoZoo Kawasaki, Prodina Kawasaki, dan Orelac Kawasaki. Sayang kita belum melihat platform pabrikan Kawasaki Racing Team turun tangan langsung membuat team di kelas Intermediate ini seperti yang mereka lakukan di World SBK. Untuk lengkapnya sobat sekalian bisa lihat daftar sinyalemen pembalap dan team WSS 2022 di bawah ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

Perkiraan team dan pembalap World Supersport 2022:

  • Kallio Yamaha: Patrick Hobelsberger  ?
  • Bardahl Evan Bros Yamaha: Steven Odendaal, Peter Sebestyen
  • Ten Kate Yamaha: Dominique Aegerter , Soomer? Taccini?
  • VFT Yamaha: Marcel Brenner
  • EAB Yamaha: Glenn van Straalen
  • GMT94 Yamaha: Jules Cluzel , Debise?
  • MS Yamaha: Unai Orradre , Daniel Valle
  • Aruba.it Ducati: Nicolò Bulega
  • Barni Ducati: Oliver Bayliss
  • CM Ducati: Randy Krummenacher , Maximilian Kofler
  • AltoGo Ducati: Ottaviani?
  • MTM Kawasaki: Adrian Huertas
  • Puccetti Kawasaki: Can Öncü , Yari Montella
  • Motozoo Kawasaki: Jeffrey Buis, Ben Currie
  • Prodina Kawasaki: Tom Booth-Amos
  • Orelac Kawasaki: Raffaele De Rosa
  • Dynavolt Triumph: Smith? Paasch? Manzi?
  • MV Agusta Reparto Corse: Bahattin Sofuoglu, Niki Tuuli

42 COMMENTS

  1. kalo yang ini memang harus beda beda rev limit, karena kapasitas mesin beda semua.

    yang aneh itu yang itu justru di kelas superbikenya 😑

    • Balap ditangan Dorna udah bukan lagi ajang pamer teknologi atopun skill pembalap, cuma ngejar entertainment alhasil yg niat bikin motor dikebiri, yg ga niat bikin tim dan motornya lemot dimanja2, yg niat bikin motor dan dimanja2 malah kagak juara2.

  2. katakanlah kelas ini akan dibikin power di kisaran 140an HP, berarti panigale V2 justru harus nurunin powernya, berarti mesin bakal paling awet karena gak pernah digeber maksimum, jadi team yang pakai ducati bisa hemat pengunaan mesin dong

    yang paling kasian justru yang masih pakai R6 dan CBR600 😂

    • Wkwkwk konyol sih,dimana2 balapan dibikin lebih high Spec dari standard itu malah di down spec biar sesuai batas regulasi
      Jadi yg salah motornya apa yg bikin peraturan

    • Karena Panigale V2 secara teori harusnya malah main di wsbk, di tuning dgn style wsbk bisa mepet power zx10rr standar, tinggal kasih bobot paling ringan buat kompensasi bisa kompetitif dah. Kaya aturan awal 2000 sebelun Ducati manja minta naik ke 1200cc. Lah ini malah maksain diikutin ke kelas yg kapasitasnya hampir separonya, padahal R6 spek wss aje powernya cuma setara V2 standar.

  3. Galang posting bareng R3 apakah kode balik ke WSSP300? Lebih cocok sih, di kelas SS sekarang tampak kelimpungan ngejar pembalap lain. Emg tingginya so-so sama Dani Pedrosa, tp seumur2 Daped balapan pake motor prototype, sedang Galang pake masspro yg berat bgt.

    • dari pengamatan sotoy ane, Aprilia 660 ini dibuat terlalu sophisticated untuk user dan mgkin dari pov kelas 600an 4 silinder terlalu gambot, 2 silinder agak kurang nendang.

      Justru kalau ditemplokin di kelas ini, apalagi regulasinya mendadak ngawur, mending gausah deh. Ga masuk akal kalau si 660 nyemplung

  4. Baguslah biar seru. Biar ducati bisa ikut juga siapa tahu bisa juara wss,wsbk jg kan. Dimotogp jg sudah mulai keliatan kuat. Tapi apakah pabrikan jepang akan diam ditempat?

  5. Ducati Panigale V2 : 155 hp (114 kW) @ 10.750 rpm
    Yamaha YZF-R6 RACE : Maximum power 87,1 kW (118,4 PS) @ 14.500 rpm

    jauh banget bedanya

Leave a Reply to Furosemide Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.