TMCBLOG.com – Miller Podium ASBK Finale Dengan Ducati Panigale V4R ber Elektronik Standar. akhir pekan ini Jack Miller turun di kejuaraan Balap Australia Superbike bersama team Ducati Corse dengan Panigale V4R. Dengan Elektronik stadar bawaan factory, jack Miller pada hari sabtu Bisa menjadi Pembalap yang menorehkan Laptime tercepat kedua setelah Wayne Maxwell. Oli Bayliss start dair posisi ketiga dan membuat Ducati Mengunci Posisi Row terdepan Untuk race 1 dan Race 2 teralhir Musim 2021 ini di Sirkuit The Bend Motorsports Park.

Race pertama dinotifikasikan sebagai sebuah ‘sprint race’ setelah sebelumnya dibatalkan dan hanya berlangsung tiga lap. Miller sempat berada di urutan kedua di belakang penentu posisi terdepan Wayne Maxwell, tetapi ia terjatuh akibat Aiden Wagner. Pada balapan kedua yang di tentukan sebagai balapan Normal jack Miller Akhirnnya Bisa finish di urutan ketiga persis di belakang juara Australia Maxwell dan Glenn Allerton.

“Saya bersenang-senang,” kata Miller membuka pernyataan sambil tersenyum: β€œRace 1 tidak begitu menyenangkan, tapi untungnya saya punya sepeda motor cadangan. Di Race kedua saya hampir terguling di awal, kopling tidak familiar. Level di ASBK selalu tinggi, Wayne Maxwell adalah pebalap yang hebat. Saya ingin menantangnya sebaik mungkin, tetapi saya tahu dia akan kuat. Hal yang sama berlaku untuk Glenn Allerton. Orang-orang ini melakukan pekerjaan dengan baik dan motor mereka juga bekerja dengan baik. Akan luar biasa jika saya muncul lagi pada tahun 2022.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

23 COMMENTS

    • MotoGP emg buas tenaganya, tapi semua itu masih bisa dijinakkan dgn elektronik dan alat2 mekanikal yg canggih,
      sedangkan asb lebih kecil tenaga motornya otomatis elektronik dan part2 pendukungnya juga lebih “sederhana”,

    • Kalo rider factory Ducati jman skrg jangan harap punya skill dewa, kebanyakan cuma ketolong motor. Lain cerita rider factory pabrikan lain, kalo ga punya skill dewa hampir mustahil juara seri, tengok Espargaro brothers, bahkan Joan Mir yg jurdun aje cuma sekali menang.

  1. Di Race kedua saya hampir terguling di awal, kopling tidak familiar

    Selama ini terlalu dimanjakan sama teknologi di motogp, serba bantuan elektronik. Begitu pake yg standar bingung dan kagok 🀣🀣

    • Startnya 2 kali keteteran dia.. wheeli mulu.. dan smcam gak lari.. abis dibabat sm yg blkangnya.. untung pertengahan mulai ngepush dan keliatan menang di late braking doi.. mantap lah.. nyenengin pens negaranya yg 2 th g gelar motogp

  2. Miller pake elektronik standar karena terkekang aturan pembalap moto gp kalo latian harus pake motor standar ya wak Haji? Ato emang gak da motor yg full paket wat balap

  3. Kebiasaan naik turun gigi ga pake kopling, kemaren harus turun gigi narik kopling dan blipping. Ya mana bisa dia wkwkwkwk skill motogp yg kepake cuma hard braking ama body position doang. Buka gasnya aja kaya mantan pembalap ss300 yg kagok ketika naik kelas ke 600. Bener kata Stoner, elektronik motogp jaman skrg terlalu memanjakan pembalap. Satu sisi emg lebih safety, tapi sisi laij skill jadi ga ngasih beda. Itu sebabnya laptime mepet di motogp karena rider aid terlalu berperan.

  4. Kadang ikut beginian, manfaat dibanding resikonya gak sepadan.. Okelah kalo juara,kalo crash trus cidera parah, bisa gak ikut race motogp

Leave a Reply to Aanam Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.