TMCBLOG.com – Dari tiga gelaran balap Yang seharusnya di lakukan di Mandalika pada Seri Finale WSBK 2021 beberapa pekan yang lalu hanya dua Balapan yang dilangsungkan Yakni race 1 dan Race 2. Superpole Race harus dikorbankan agar race 1 dapat memperoleh jadwal setelah race di hari sebelumnya harus dipindah karena Cuaca Hujan yang sangat lebat. race weekendnya sendiri jika dilihat dair sisi Sport termasuk dalam kategori yang sukses dilaksanakan, Satu-satunya alasan yang dikeluhkan adalah cuaca. Tetapi ada juga solusi sederhana untuk ini, menurut Jonathan Rea

Pada Kejuaraan Dunia Superbike Musim 2021 ada tiga trek Baru yang dikunjungi. Pertama Agustus di sirkuit Ceko di Most, dua minggu kemudian mereka tampil di Spanyol Utara atau tepatnya di Navarra. dan yang terakhir jelas seri finale yang berlangsung di Sirkuit Mandalika yang baru jadi dibangun di Lombok, Indonesia.

Dua kasus yang pertama, para pebalap superbike banyak memberikan mengkritik mengenai buruknya kondisi lintasan balap. Bergelombang dan permukaan aspal yang tidak mulus membuat hampir tidak mungkin memaksimalkan Kemampuan Motor. Namun Mengenai yang ketiga hampir  Tidak ada keluhan yang terdengar dari Mulut pembalap di Pulau Lombok. Pada putaran pertama, para pembalap bahkan sempat menggunakan slick di kondisi Trek yang sedikit lembab. salah satu yang terang terangan memuji Kualitas Aspal Mandalika adalah Juara dunia 2020 Jonathan Rea

“Mandalika adalah salah satu trek balap dengan grip basah terbaik di dunia “ puji juara dunia enam kali Jonathan Rea dalam wawancara dengan speedweek. “Hanya drainase yang bermasalah, sehingga air bisa mengalir keluar dari Permukaan Trek dari lereng, ada satu titik dimana benar-benar tenggelam di sisi trek. Mungkin ada yang bisa dilakukan untuk itu.”

MGPA sendiri selaku Operator sirkuit ini telah mengakui bahwa mereka menggunakan salah satu jenis aspal terbaik. Hanya empat Sirkuit di seluruh dunia yang menggunakan aspal  yang dikembangkan dengan pengetahuan dari Jerman ini dimana salah satu sirkuit lainnya adalah Phillip Island.

Yap Air Hujan memang jadi Kendala, namun sebenarnya Jika Balapan Dimulai pada pukul 14 waktu Lombok, Maka sebenarnya secara umum balapan akan lebih kecil kemungkinan Terhempas Hujan. Namun DWO menentukan bahwa Balapan Kelas Utama dimulai 1 jam lebih lambat yakni Jam 15 Untuk menyesuaikan dengan Waktu eropa . . Jiaaaa,  jadi deh Potensi Kena Hujannya besar. Mnegenai Hal ini Rea Juga berujar

” Menyesuaikan jadwal akan membantu. Jika balapan berlangsung pada pukul 2 siang, kami tidak akan berkendara dalam kondisi seperti itu ( Hujan) . Saat ini  hujan baru turun sekitar jam 3 sore,” kata Rea. “Namun, sesuatu yang fantastis telah dicapai di Mandalika. Empat pekan sebelum Race weekend saya melihat gambar trek balap yang tidak lengkap. Tapi kemudian ujug ujug acara kelas dunia bisa diadakan di sana – Anda hanya perlu memberi selamat kepada mereka. Acara ini merupakan pengalaman yang luar biasa.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

 

23 COMMENTS

  1. Sirkit baru jadi lngsung gelar balap kelas dunia , knp gak dibahas ttg proses homologasinya , Wak ?
    Apakah proses itu emg gak bgitu ribet , atau semacam ada “keringanan” , secara Indo salah satu market terbesar speda motor dunia ..

  2. Bagus lah.tinggal perbaiki drainase sama area penonton yg becek karena hujan dan jadwal menyesuaikan musim kemarau di indonesia.

    • ibarat maen game, mandalika ini tingkat kesulitannya hard, tapi lebih parah/hardest le mans, 15 menit kering, kemudian ujan deres, sebagian sirkuwit, gak lama terang lagi wkwkkwk

  3. Wak haji, blog nya berat, harus clean cache biar ringan dan gambar banyak yg tidak muncul. Jeda notif email sama artikel delay 5mnt an. Klo komen waktu gambar ga muncul, komennya jg ga muncul.

  4. “Tapi kemudian ujug ujug acara kelas dunia bisa diadakan di sana”

    Serius wakaji rea ngomong ujug ujug ??? Hehehehe

  5. Yang berat buka web tmcblog di handphone. Saran saya pakai browser duckduckgo, saya pakai browser itu dan enteng sekali buka web ini.

  6. Masuk akal kalau diundur jadi jam 3 sore untuk mengikuti penonton Eropa, karena pada tanggal tersebut, di Eropa sudah masuk winter time dimana jamya dilambatkan 1 jam dari waktu normal. sehingga yang tadinya cuma beda 5 jam dengan indonesia (central europe time/brussle time) jadi 6 jam. kalau dimulai pukul 14, berarti di eropa masih pukul 8 pagi dan di jam tersebut negara2 di eropa masih gelap, dan matahari belum terbit. kebanyakan orang eropa jam segitu masih mbangkong karena weekend jadi gak bakal ada yang nonton dari eropa.

Leave a Reply to Jerami Klakson Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.