TMCBLOG.com – Salah satu sinyalemen yang biasa dipikirkan oleh kita saat seorang pembalap atau tim teknis (kru teknis) pindah ke pabrikan lain di kejuaraan balap MotoGP, WSBK, MXGP dan lain-lain adalah mereka yang pindah tersebut punya potensi untuk ‘membocorkan’ atau minimal menceritakan detail teknis dari motor kompetitor di mana SDM baru mereka punya pengalaman sebelumnya. Sebelum menjadi pembalap Honda di RHT, Pol Espargaro punya pengalaman membalap di Yamaha dan KTM. Fakta bahwa ia bekas KTM logikanya menarik buat dikepoin karena baru-baru ini saja dan Pol berada dalam lingkaran factory. Apakah Honda sempat bertanya ke Pol mengenai hal-hal teknis atau mungkin rahasia dari motor tunggangan Pol sebelumnya?

Seperti kita ketahui bersama, Pol Espargaro adalah salah satu pembalap pertama yang mengalami perkembangan KTM semenjak awal balik ke kelas MotoGP lagi. Selama empat tahun, pembalap asal Spanyol itu memimpin pengembangan RC16, mencapai podium pertama untuk KTM pada 2018. Apakah para insinyur HRC tertarik dengan ‘rahasia’ KTM, terutama setelah musim 2020 yang penuh kemenangan? Kepada Motorsport Spanyol, Pol berkata.

Tidak, sejujurnya tidak pernah, dan itu adalah sesuatu yang [juga] mengejutkan saya. Honda memiliki garis kerja yang sangat jelas dan mereka tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan orang lain, mereka sangat tidak peduli.

“Honda benar-benar percaya pada potensi mereka dan saya melihatnya sebagai hal yang normal, mereka memiliki otot yang brutal, kekuatan yang luar biasa, dan memiliki teknologi luar biasa yang tidak dimiliki orang lain. Yang mereka inginkan di Honda adalah membuat sepeda motor dengan cara mereka sendiri dan membuatnya bekerja.”

” . . . pengalaman yang saya bawa di belakang saya bukanlah sesuatu yang (Honda) terlalu khawatirkan. Mereka lebih mengandalkan apa yang saya tunggangi [sekarang] dan apa yang saya butuhkan untuk melaju cepat, dan [lalu] mereka menarik kesimpulan sendiri. Pekerjaan mereka lebih didasarkan pada informasi itu daripada dengan apa Saya bisa menjelaskan tentang pabrikan lain.”

Jadi sudah jelas dan lugas penjelasan dari Pol Espargaro mengenai ketidak-pedulian dan ketidak-kepoan Honda terhadap detail-detail teknis dari motor tunggangan masa lalu dari Pol Espargaro.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

  1. Kalo tidak mempedulikan kenapa ikut ikutan memberi salad box di buntut, harusnya tetap PD dgn Undertail tepat di tengahnya

  2. Saya rasa wajar, dng memperhatikan bahwa kompetisi skrg cukup tinggi yg justru menuntut inovasi dari pabrikan thd motor yg sdh saling beda karakter dng problemnya sendiri”.

  3. “Yang mereka inginkan di Homda adalah membuat sepeda motor dengan cara mereka sendiri dan membuatnya bekerja.”
    menurut gw kenapa Homda selama ini bebas mengembangkan motor sesuai filosofi dan idealisme mereka kuncinya ada di Marc Marquez, dgn Marc, apapun bentuk dan sifat motornya akan dikeluarkan 100% potensinya tanpa terlalu memikirkan disadvantage dr motor tsb,
    nah krn skrg Marc cidera dan membuat dirinya absen, ga ada lagi pawang yg bisa menjinakkan motor yg sekarang yg memaksa Homda utk sedikit menahan idealisme mereka dan membuat motor yg lebih manusiawi sesuai masukan 3 rider factory nya yg lain,,

  4. ditanya juga rider ga akan punya info banyak. emangnya rider bantu bikin desain mesin? desain motor? setting elektronik?
    paling yang bisa digali cara kerja doang.
    toh HRC uda cukup baik. walau tumpuannya uda mulai uda ga bisa dipegang terus menerus

  5. Harusnya dahon jangan terlalu idealis,kalau bisa copy part yang memang banyak keuntungnanya yah cepet bikin, setau gue juga (cmiiw yah) dahon gak pakai hole shot device. Jangan kaya Cosworth yang terlena mesin V-8 sampai gak sukses saat ada perubahan

  6. Kyknya emang udah jadi karakter Honda bersikap idealis seperti ini, pun juga beberapa pabrikan Jepang lainnya. Dari sejarah masa lalunya sejak era sang pendiri masih hidup juga seperti itu.
    1970an Honda Civic menghancurkan hegemoni Muscle car Amerika dengan bodi kompak dan mesin hemat bahan bakarnya. Menjawab tantangan mission impossible untuk menekan sesedikit mungkin penggunaan bahan bakar dampak dari oil crisis di US saat itu. Di saat semua pabrikan akamsi menganggapnya mustahil.
    Mundur beberapa tahun sebelumnya, Honda udah pede membuat motor cub kecil lalu menerjunkan di tanah Amrik yg mengidentikkan biker=preman, akibat film The Wild One-nya Marlon Brando. Sampai jargon unik, “You meet the nicest people on Honda” melegenda di dunia marketing.
    Bahkan Honda membuat mobil truk dengan chasis monocoque alih-alih ladder frame DI AMERIKA! kampungnya truk-truk sangar macam Ranger, F50, Bronco, dll.

    Honda way! That’s it. Bukan hal baru, frasa lain dari istilah “Kaca mata kuda” dalam dunia teknologi. Sesuatu yg kemudian identik dengan Apple dan Tesla saat ini.

  7. Ya ngapain kepo, selama ini yg nyontek kan KTM, bukan sebaliknya. Lagipula ngapain kepo ke motor terpelan kedua setelah Aprilia. Ketolong Binder ama Oliveira aja mangkanye bisa juara seri biarpun anget2an.

  8. Lah orang² Ka te em isinya orang² honda yg kerja secara borongan alias lapis bawah yg ilmunya kagak ada buat apa dikepoin.

  9. Banyak netizen asal Ceplos, dibilangnya krna KTM kagak pernah jurdun lajh, itu lah ini lah.. padahal Honda dri dulu Masih Tetap dengan Filosofi dr Soichiro Honda. Itu udh Mutlak. Nton Sejarah Honda di balap. Mereka dri dlu selalu Berusaha Sendiri tanpa Ngekor pbrikan lain. Seperti konfigurasi V5, rangka Monokok d motogp, part carbon Pertama kali di Motor, 4Tak, dll klo ngikutin Artikel Otomotif kgk pernah ada berita Honda Ngepoin Motor Lain dr pembalap Pindahan. Beda dgn pabrikan lain yg minta Info soal Motor tunggangannya dulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.